Dear Era

Dear Era
Mesra


__ADS_3

Pagi ini aku dan seokjin mengantarkan momy dan namjoon keluar, karna mereka akan pulang pagi ini. mungkin besok adalah hari panjang kami. karna lusa adalah acara pernikahanku dan seokjin...


" Momy hati2 yah... semuanya sudah era siapkan di mobil ". Ucapku menggendong baby reem. mencium pipi lembutnya dan memberikan ke momy.


" Besok kalian jangan lupa, harus lebih awal " . Ucap seokjin .


" Tenang saja aku akan lebih awal ke sini jin ". Jawab namjoon. membukakan pintu untuk momy...


" kami pulang dulu. baye... ". Ucap momy. di dalam mobil melambaykan tangan. aku dan seokjin melambai balik. dan mobil itu melaju perlahan menghilang di ujung gerbang...


Yoosun tidak tahu kalo baby reem pulang.. karna kalo dia tau. bisa2 momy tidak bisa pulang. yoosun tidak akan membiarkan momy membawa adik perempuanya itu.


" Sayang... ". Teriakku karna seokjin berjalan cepat ke lantai dua.


" iyah... kenapah".Jawab seokjin menoleh padaku.


" hati2... jangan lari di tangga seperti tadi ". Ucapku karna aku benar2 khawatir dia jatuh. seokjin berlari cepat menaiki anak tangga aku risih melihatnya.


Lalu seokjin tersenyum padaku yang melihatnya dari bawah tangga dengan wajah tegang...


plak.. plak.. plak...


Seokjin kembali berlari turun. membuat aku membulatkan mata melihatnya. mendekat ke dasar tangga. " jiin... kamu apah2n sih... kalo jatuh gimana, kaya anak kecil tau ngga sih kamu ". Omelku pagi ini karna dia benar2 membuatku jantungan.


Tanpa menjawab. dia tersenyum lebar dan mencium bibirku singkat. Aku terkejut dibuatnya.


" kebiasaan... lepas ih. aku mau masak ". Ucapku. meronta. agar terlepas dari pelukanya.


" kamu menghawatirkan aku...". Tanya seokjin mengusap pipiku lembut.


" hm mh ... ". Jawabku mengangguk pelan dan tersenyum.


" Ada kamu bersamaku sekarang, aku tidak akan terluka ". Ucap seokjin menciumi kedua pipiku.


" iiih... hahahha... udah jin. aku buatkan kopi atau teh ". Ucapku memegang kedua pipinya dan aku menatap dalam kedua matanya.


Tanpa aku sadari. sebelum seokjin menjawab. aku mencium bibirnya. seokjin mengeratkan pelukanya di pinggangku dan tangan satunya menekan tengkuk aku.


Ciuman ini berubah menjadi *******, dan aku mengikutinya. aku membalas pangutan dan hisapan seokjin di lidah dan bibirku. Tanganya menyusup di payudara kiriku. " hmmmmm". Suaraku tertahan saat tangan seokjin memainkan payudaraku.


Mataku terpejam menikmati setiap sentuhan seokjin di tubuhku. tanganku membuka satu persatu kancing piama seokjin. dan aku mengusap dada kekar itu, dengan ciuman yang penuh nafsu sekarang.


Kancing baju tidurku terbuka, dan bra ku yang sudah terbuka pengaitnya. ntah sejak kapan itu terlepas dari tempatnya. Tangan kekar seokjin mengangkat tubuhku dan berjalan tidak jauh dari tangga, terdapat Meja besar yang terbuat dari kaca... di atasnya ada satu pot bunga yang terangkai dengan indah. di belakangku.

__ADS_1


Seokjin langsung melakukan apah yang ingin dia lakukan padaku. aku hanya bisa menahan desahanku, " hmmmm... "


Ke 3 pelayan rumah ini sudah datang pagi tadi... yang aku takutkan bnar saja terjadi. bibi yang biasa memasak untuk kami dia datang dari pintu depan. melihatku dan membungkukan tubuhnya. aku tersenyum dengan tangan memegang kedua bahu seokjin. bibi menunduk tanpa bicara dia berjalan ke arah dapur...


beberapa kali aku mendorongnya agar menjauh. tapi tidak. dia terus mengulum payudaraku dan menghisapnya perlahan. kadang gigitan kecil itu membuatku semakin panas pagi ini hanya karna mulutnya di payudaraku...


" hhhhhmmmm jiin. stop sayang, ada bibi ". Ucapku lirih. mengusap rambut seokjin...


" Jiiin. huuuuhhh aaah.. ssshhh uwwh sayang... jangan disini oke. ". Ucapku lagi menekan kepala seokjin ke payaudaraku..


" kali ini kamu yang meminta ini... ". Ucap soekjin. membopongku dan berjalan ke kamar tamu. yang tidak jauh dari tangga.


" jangan lama2 , lakukan dengan cepat. aku takut yoosun bangun dan mencari kita ". Ucapku di bawah seokjin...


" ada bibi jika dia bangun sayang, jangan. khawatir". jawab seokjin. melepaskan sisa bajuku dan bajunya. Kini tubuh kita sama2 naken...


" Dia akan mencariku setiap bangun tidur sayang, kamu kan tau kebiasanya itu sepertimmm... Aaaahhh ".. Ucapanku terpotong karna seokjin menghujamkanya tanpa sepengetahuanku.


" uuuuwwhh sshh aaah hhahhh dasar bodoh...". Desaku karna seokjin memaju mundurkan miliknya dengan cepat.. Tubuhku tergoncang keras di atas kasur.. " Kan kamu yang menyuruhku melakukanya dengan cepat.. yoosun bisa saja bangun nanti. dia akan menangis ". Jawab seokjin mengelak, dengan suara tawanya yang meledekku.


Aku tidak menjawabnya. hanya bisa memejamkan mataku dan meremas seprei. kala seokjin menancapkanya lebih dalam dengan kuat.


Di luar kamar .. lebih tepatnya di ruangan tengah tempat telpon rumah di taro. bibi berbicara dengan seseorang di telpon " iyah. nyonya... nanti saya beri tahu tuan ...". Ucap bibi, lalu mematikan telpon dan kembali ke Dapur.


Seokjin menciumku singkat dan memeluk tubuh polosku di dekapanya. Nafasku naik turun keringat di wajah dan sekujur tubuhku menjadi saksi. betapa panasnya 3 jam yang lalu...


Seokjin memejamkan matanya dan aku mencium pipinya mesra, Aku berjalan ke kamar mandi di kamar ini. lalu aku mandi dan keramas...


20 menit berlalu. aku keluar kamar dengan jubah mandi yang melilit tubuhku. aku meninggalkan seokjin yang tertidur di kamar tamu, sebenrnya aku juga sangat lelah, tapi aku harus membangunkan yoosunku...


Aku berjalan ke tangga dengan perlahan. lalu bibi datang. " Nyonya... tadi nyonya besar menelpon, nyonya dan tuan disuruh menemuinya di rumah utama". Ucap bibi membungkuk.


" iyah bi. terimakasih ". Ucapku tersenyum


" bibi pamit ke belakang dulu nya. " . Jawab bibi melangkah mundur dan pergi.


Sebelum itu " bibi...". Panggilku dan bibi berbalik ke arahku. " Iyah nya, ". Ucap bibi membungkuk lagi.


" jangan terus2 membungkuk padaku bi. aku jauh lebih muda darimu, bersikap biasa saja. oke ". Ucapku. dan bibi mengangguk paham tersenyum.


" owh iyah bi... tolong buatkan kopi untuk tuan, aku mau membangunkan anakku dulu ". Ucapku. dan di iyakan oleh bibi. aku pergi ke atas membangunkan yoosun. dan bibi kembali ke dapur.


Selesai berpakaian dengan rapih. aku melihat anak laki2 aku. dia sangat mirip dengan ayahnya. bahkan sangat sangat mirip. bagaimana dia tertidur, itu seperti seokjin. tanpa aku sadari kedua sudut bibirku tertarik. dan membentuk sebuah senyuman indah hari ini.

__ADS_1


Tanganku mengusap pipinya. " sayang... bangunlah ". ucapku. yoosun hanya bergerak lalu menutup wajahnya dengan bantal.


" heyy... nakal, bangun atau mami pergi ke papi sekarang ". Ucapku lagi duduk di tepi ranjang.


Dengan cepat yoosun terduduk. dengan muka bantal dan rambut berantak itu dia melotot padaku.


" mami.. ". Panggilnya manja. dengan bibir manyun.


" hmm". Jawabku aku merapihkan rambut yoosun yang berantakan.


" mami gendong ". Manjanya lagi sepagi ini. dan aku tersenyum melihat tingkahnya ini.


" sini... ". aku merentangkan tanganku dan yoosun memeluku.


" sekarang yoyo mandi, nanti kita kerumah nenek". ucapku berjalan ke kamar mandi. yoosun hanya mengangguk dan menaruh dagunya di pundakku.


Aku memandikan yoosun. dan membantunya berpakaian... setelah itu kita turun untuk sarapan. siang ini, ahahah


Yoosun duduk di sampingku dan memakan roti buatanku. " Pagi sayang... ". Ucap seokjin baru datang dengan memakai jubah mandi..


Mencium bibirku singkat dan. mencium pipi yoosun mengacak rambut anaknya itu. lalu duduk santai di kursi tempatnya biasa. " ini.. makanlah, ". Aku memberikan roti dan seokjin langsung memakannya.


" Papi dari mana... ". Tanya yoosun. melihat seokjin seperti sedang mengintrogasi maling.


" Dari kamar mandi sayang, kamu lihat papi hanya memaki ini ". jawab seokjin


" hmmmm. papi coba yoyo lihat sinian deh ". Ucap yoyo menarik kerah jubah mandi yang seokjin kenakan.


" papi... ini kenapah, astaga mami lihat. leher sama dada papi banyak luka memar. Dan ini...


papi berantem yah ". Ucap yoosun terus menerus.


Seokjin hanya terkekeh melihatnya. " papi bukan berantem sayang. ini gigitan mami kamu tuh, jahat sama papi ". Jawab seokjin meledekku.


Aku menoleh dan menutup wajahku. " mami ko jahat gigit2 papi sampe memar gini ". Ucap yoosun membuat aku memegang kepalaku. Tidak tau harus jawab apah.


" udah ngga papa sayang. papi sudah membalasnya lebih banyak hahahha ". Ucap seokjin lagi membuat aku bnr2 mau menghilang.


" orang dewasa jangan berantem kaya anak kecil tau ". ucap yoosun. seokjin terkekeh dan aku juga.


" mami sama papi ngga berantem sayang. udah... jangan dengerin papi, yoyo abisin sarapanya ". ucapku


Dia bicara begitu pada anaknya sendiri tidak tau malu emang.

__ADS_1


Lalu Kami melanjutkan sarapan kami. seperti biasanya....


__ADS_2