Dear Era

Dear Era
Kecanggungan yang luar biasa


__ADS_3

aku terbangun dari tidur nyamanku, membuka mataku perlahan dan melihat wajah sejuk laki laki yang sedang tertidur dengan tangan memeluku. " jin bangun aku pengen susu coklat hangat" ucapku mengusap pipi mulus jin.


" hmmm sebentar sayang" jawab jin mengeratkan pelukanya ditubuh aku. dan mencium leherku.


aku merasa ada seseorang yang merhatikan aku dan jin sedari tadi, aku mengangkat kepalaku dan....


brugg!!


" aaawh! apah kau bodoh mendorongku seperti ini " teriak jin jatuh dari sofa karna aku mendorongnya.


" maaf jin aku tidak sengaja, ayo bangun" ucapku menyesal dan membantunya bangun, dan jin melihat seseorang yang membuatku terkejut sampai reflek mendorong tubuh jin kuat2 sampai jatoh tadi.


" sejak kapan kalian berhubungan" ucap kim seokjoong. menatap kita berdua yang sedang duduk di sofa. dan dia hanya berdiri melipat kedua tanganya di dada.


" kau sedang apah disini menggangu saja " ucap jin dingin .


" aku tanya, sejak kapan kalian berhubungan " ucap joong penuh curiga.


" sejak. kau menyuruhku datang ke lestoran beberapa bulan yang lalu " jawab jin tanpa melihat ke arah joong.


" jangan berbuat hal yang akan membahayakan dia jin, jangan menyeret seseorang yang tidak tau apah2 ke permaslahanmu" ucap joong menatapku yang sedari tadi menunduk tidak brani melihatnya.


" apapun hubungan kalian, kamu tau betul jin resikonya nanti, itu akan membuat ayah murka " jelas joong.


" aku tidak peduli tentang si tua, mengenai keselamatnya itu urusanku dia wanitaku, miliku, tidak akan ada yang brani melukainya, dia akn baik2 saja selama bersamaku ". jelasjin dengan wajah kesal. lalu pergi ke arah dapur yang di ikuti oleh kakanya . ntah bicara apah di dapur. saat jin balik. lagi dia membawakan aku susu coklat hangat dan memberikanya padaku. joong hanya menyaksikan bagaimana adiknya itu sangat perhatian denganku.


" ini minumlah jangan dengarkan pengacau di depanku ini " ucap jin aku melirik joong dan meminum susuku pelan.


" aku tau kau kesini atas suruhan si tua itu bukan " tanya jin pada kakanya yang sedang duduk di sofa samping jin.


" apah salahnya kamu mengikuti kata2 ayah jin, dia hanya ingin kamu ikut dengan kita " ucap joong


" kamu tau betul ayah, dia tidak akn maen2 dengan ucapanya ikuti saja kemauanya, itu yang terbaik untukmu " lanjut joong menatap serius jin. dan si cunguk di sampingku ini hanya memasang wajah kesal saja, berhadapan dengan kakanya. membuat aku kaku disini.


" aku tidak peduli joong, aku tidak mau sepertimu yang menyerah pada mimpimu hanya karna ayah menginginkanmu menjadi seperti dia, pembisnis yang kuat yang di kenal dunia sampai tega mengorbankan mimpi anak2nya sendiri " ucap jin. kesal yang meluap.


" aku yang menginginkan ini, bukan atas desakan ayah atau tuntutan ayah " . jelas joong.


" apah susahnya jin kau ikuti kemauan ayah, di darah kita tidak ada darah idol atau aktor dan semacamnya jin " lanjut joong.


" kau lupa sebelum mami dan si tua itu nikah mami siap " .ucap jin brani.


" jangan samakan permaslaham mami denganmu jin, itu dua hal berbeda " kata joong.


" ini hidup aku joong, aku berhak atas hidupku, sekeras apapun kalian memaksaku meninggalkan mimpiku itu tidak akan berdampak padaku, kau pulang saja sanah menjengkelkan " ucap jin kesal ke kakanya itu.


" kau benar2 keras kepala, ayah hanya ingin yang terbaik untuk kita jin pahami perasaan dia " terang joong.


" sudahlah joong tidak ada gunanya kau trus bicara seperti ini padaku, keputusanku tidak akan berubah " jelas jin melemah.


" maaf waktu itu aku tidak datang di acaramu " lanjut jin mengalihkan pembicaraan.


" tidak masalah, aku paham " ucap joong.


" aku hanya ingin memberi tahumu soal ini, apah kau sudah bertemu dengan park nura jin " lanjut joong menatap serius jin. dan jin kaget langsung menatap joong serius.


" nura kembali " ucap jin.


"iyah, dia juga bertemu denganya disana " ucap joong menatap aku. jin mengalihakn pandanganya dan melihat ke arah aku juga.


" apah yang dia lakukan di sana " tanya jin.

__ADS_1


" kau tanya saja pada kekasihmu, nura sekarang bersama ayah dan mami jin dia tinggal dirumah utama " jelas joong.


" aku hanya ingin bicara soal itu, kamu pikirkan maslah ayah tadi jangan jadi egois seperti ayah jin " ucap joong lalu berdiri


" ya sudah pulang sanah, banyak bicara " ucap jin


"aku akan pergi dengan penti ke LA 1 minggu, kau jaga diri baik2 kendalikan emosimu " ucap joong mengusap punggung jin yang masih duduk.


" kau jaga adiku yang pembangkang ini, aku tau kau wanita baik2 " ucap joong menatapku dan aku membungkuk mengiyakan ucapnya.


" hati2 tuan " ucapku pada joong yang sudah keluar apartmen.


aku kembali ke sofa, jin duduk seperti ada banyak yang dia pikirkan, " apah karna masalah ayahnya dia mabuk berat bulan lalu" batinku meliriknya aku meminum susu yang baru aku minum satu teguk itu tadi. es yang satu udah kluar tapi es di sebelahku membuat aku kaku seperti ini.


" jiin" ucapku melirik jin


"hmmm" hanya jawaban itu yang keluar.


" jiin ayo mengobrol " pintaku.


jin menengok ke arahku, dan aku mengembungkan. kedua pipiku lalu dia tersenyum, mengacak rambutku. aku memukul lenganya. jin tertawa dan suasana mencair brubah jadi hangat.


Cupp!!


aku mencium pipi kiri jin lalu menatapnya dan tersenyum. " yang kanan ngambek " ucap jin.


lalu aku mencium pipi kanannya juga.


" nakal " ucap jin. dan menarik tubuhku kepelukannya.


" jin siapa nura" tanyaku dan jin melepaskan pelukanya lalu menatapku serius dan memegang kedua bahu aku.


" kamu denegrin aku baik2, apapun yang orang katakan tentang aku kamu harus percaya padaku, kamu jauhi wanita itu, kamu paham " ucapnya serius. aku hanya mengangguk paham dan jin mencium kening aku. lalu memeluku kembali.


" kau mandi sanah, aku akn keluar sebentar beli makanan untukmu " lalu jin berjalan kekamar mengambil sesuatu.


kembali ke ruang tamu.


" jin aku ikut" ucapku.


" kau mandilah aku tidak lama sayang" jelas jin mencium kening aku dan tersenyum.


" jangan lama2 " ucapku manyun.


" hahah iyah bodoh, udah mandi sana, aku pergi " ucapjin. lalu pergi kluar aku kunci pintu dan berjalan ke arah kamar. lalu masuk kekamar mandi, aku berendam cukup lama,


5 menit aku keluar kamar mandi, dan mencari baju gantiku di ruangan yang seperti lemari, tapi tidak menemukanya.


baju2 kaos di depanku jika aku memakainya itu akan menjadi dres selutut, " dasar oon ngapain mandi coba udah tau ngga bawa baju ganti" ucapku pada diri sendiri. lalu aku menelvon jin.


drrrt drrrt tut


" jiin pulang lah, kau ambilkan pakaian dalamku dan baju ganti dirumah momy" ucapku nyerocos.


" iyah nanti aku pulang sayang" ucapnya.


" kau bilang sebentar, ini sudah satu jam. aku mau pakai baju jin " ucapku merengek. jin malah tertawa.


" di laci deket dasi2 aku itu , kamu bukalah, disana sudah aku siapkan " ucap jin, lalu aku membuka lanci yang dia maksud. dan...


isinya pakaian dalamku semua baru2 .

__ADS_1


" ya sudah kau pakai lah baju, ngga lama aku pulang " ucap jin dan mematikan telvon sebelum aku menjawab. sepertinya dia sangat sibuk.


" pakaian dalam sebanyak ini apah memang dia bnr2 ingin aku tinggal disini bersamanya " ucapku sambil memakai pakaian dalamku. lalu pindah ke pintu di sebelah jas2 dia, baju kaos yang di gantungan itu cukup besar2, lalu aku mangambil baju jin, yang warna cream ada gambar mario bros di depannya.


aku berkaca dan tertawa lihat pantulan tubuhku sendiri.


" kaos dia seperti dres di tubuhku " ucapku. lalu aku ke luar kamar, berjalan menuju dapur...


aku membuat es lemon, dan membawanya duduk didepan tv menyilangkan kakiku diatas sofa, asik nonton kartun. suara bell berbunyi


aku langsung berlari ke arah pintu aku fikir itu pasti jin dan ternyata...


klek!!


aku membuka pintu dan melihat siapa yang datang itu membuatku kaget dan langsung menutup pintu reflek. " nuna buka pintunya " ucap seseorang dibalik pintu. aku masih mengatur nafasku.


" nuna hyung menyuruh aku datang kesini mengantar fizza untukmu makan malam, tolong buka pintunya" ucap salah satu dari mreka. dan saat aku mendengar kata fizza, aku membuka pintu.


" maapkan aku aku kaget jadi reflek menutup pintu" ucapku membungkukan badanku. lalu menyuruh mreka masuk.


" ayo masuk. aku akan buatkan kalian minum, duduklah" ucapku seperti tuan rumah disini.


" nuna aku mau jus jeruk" ucap jimin mengangkat tangan.


"kalo tuan joon " ucapku.


" sama kan saja nuna" balasnya yang masih sibuk dengan ponselnya.


"nuna kata hyung kamu bisa mengajak temen2 kamu kesini sekarang, hyung juga akan menyelesaikan urusanya dengan cepat" ucap namjoon menunjukan isi pesan jin kepadaku.


" bolehkan begitu, kan ada kalian aku takut mengganggu kalian nanti " jawabku sumringah.


"kami tidak masalah nuna, siapa tau temenmu juga army" jawab jimin. menatapku, membuat aku risih.


" jangan panggil kita tuan nuna. panggil oppa atau nama kita saja, biar akrab" ucap namjoon. disambut anggukan jimin di sampingnya.


" oooh baiklah, aku akan memanggil kalian oppa, dan kalian. jangan panggil aku nuna karna umurku dibawah kalian " jawabku menyesuaikan diri. mreka mengamgguk mengiya kan.


" aku akan menelvon temen2 aku, mreka pasti seneng, yang kau tebak benar jimin oppa, kita ber3 memang army " jawabku sambil tertawa dan namjoon juga ikut tertawa.


" waaaah cepatlah suruh mreka kesini, itu pasti. akan menyenangkan" jawab jimin girang. namjoon hanya tersenyum. melihat tingkah jimin.


" situasi apah ini aku canggung karna. pertemuan pertama kita sangat buruk " ucapku di dapur saat sedang membuat minum. sambil menelvon momy dan ka ayu agar mreka datang ke apartemen jin, aku tidak. memberi tahu mreka kalo ada jimin dan namjoon disini. biar seru. momy meet dady hahahha


selesai membuat minuman aku membawa nampan berisi jus jeruk dua gelas dan susu kotak untuku.


" oppa ini silahkan diminum " ucapku menaruh minuman di atas meja.


" era makan lah fizza nya hyung menyuruh kami membawa ini untuk kamu, dia masih sibuk jadi blum bisa pulang sekarang" ucap jimin menatapku lucu.


" iyah oppa tidak papah, terimaksih banyak, minum lah dan mari makan ini bareng " jawabku lalu duduk di bawah dan membuka bungkus fizza.


" kenapah duduk di bawah" ucap joon. menatapku


" lebih nyaman duduk dibawah seperti ini oppa" jawabku. " selamat makan oppa, aku sangat lapar" ucapku lalu melahap fizza di tanganku.


jimin ikut duduk di bawah di sampingku, lalu kami makan fizza tapi tidak dengan namjoon, dia sibuk dengan ponselnya. " joon oppa, apah kau tidak suka fizza " tanyaku dengan fizza ditanganku.


" aku sudah kenyang ra, kalian makanlah" jawab namjoon. " yasudah, kita habiskan ini oppa berdua saja " ucapku pada jimin. dan jimin tersenyum mengacak rambutku. aku kaget dan melotot.


" kapan temanmu sampai ra " ucap jimin santai.

__ADS_1


" mreka sedang bersiap2 tadi, mungkin sekarang sedang dalam perjalanan menuju kesini oppa " . jawabku. jimin memgamgguk lalu kita memakan fizza ini berdua dan aku meminum susuku. jimin menatapku aneh dan namjoon hanya tersenyum sambil bilang " hyung, jatuh cinta dengan anak bayi" ucapnya.


" eeeh umurku sudah legal yak oppa 21 tahun " jawabku lantang lalu mreka tertawa dan. aku ikut tertawa. kami mengobrol banyak sambil menunggu temen2ku datang.....


__ADS_2