
Sinar matahari pagi itu memaksa aku membuka mataku. aku melihat wajah pulas jin disampingku,
mengusapnya perlahan, dan aku bangun dari tempat tidur. lalu masuk ke kamar mandi. selang beberapa menit aku keluar dan memakai bajuku. melihat jin masih tertidur aku membiarkannya saja, dan aku keluar kamar pergi ke dapur untuk membuat sandwich dan 2 gelas susu putih hangat.
" good morning sayang " ucap jin yang sudah rapih berpakaian, karna hari ini aku akan kencan denganya.
" morning " jawabku dan jin mencium keningku.
" ini sarapanya" ucapku membawa piring berisi 4 potong sandwich.
Aku dan jin berjalan ke meja makan. dan duduk di sebelah jin, yang sedang menikmati sandwich buatanku. aku melihatnya dan meneguk susuku.
ding! dong!
Suara bel sepagi ini...
" kau lanjut makanmu, aku akan melihat siapa yang datang " ucapku dan berjalan meninggalkan jin setelah dia mengiyakan tadi.
.
.
.
.
.
.
Aku memegang kenop pintu dan membukakan pintu..
penampilanku saat ini. memakai kemeja yang kebesaran dan celana jeans pendek dengan rambut yang aku ikat sembarangan.
klek!!
Aku mematung saat seorang wanita cantik yang berdiri di hadapanku itu juga sama terkejutnya denganku. kita sama2 menatap aku brusaha menetralkan udara diantara kita. lalu aku tersenyum dan membungkukan tubuhnku...
" siapa sayang " teriak jin, mungkin karna aku terlalu lama di depan pintu.
" mami " teriak mami membalas teriakan jin. dan meliriku sambil tersenyum.
" selamat pagi, nyonya " ucapku canggung.
" kau azera" tanya mami jin.
" iyah nyonya aku azera, masuklah jin sedang sarapan " ucapku mempersilahkan mami jin masuk.
Aku berjalan di belakang mami jin,
" mami kenapah datang sepagi ini, apah ada maslah mi" ucap jin berjalan ke arah mami nya. memeluk dan mencium. aku hanya tersenyum menyaksikan adegan manja pangeranku itu.
" tidak ada yang serius, mami hanya penasaran siapa azeranya jinku " jawab mamih jin melihatku. aku tersenyum saja. karna canggung luar biasa.
" duduk lah aku sedang sarapan, untung pagi ini era membuatkan sandwich lebih banyak " ucap jin menarik kursi di hadapanya. dan jin kembali duduk di tempatnya.
" nyonya mau minum apah " tanyaku berdiri.
" teh saja, aku ingin berbicara dengan kalian " jawab mami jin tersenyum.
Aku izin dapur dan membuatkan teh.
" eh! anak nakal, kenapah kau tidak memperkenalkan aku dengan azeramu itu" ucap mami jin. melototi anaknya yang sedang melahap sandwich.
__ADS_1
" aku pikir belum waktunya mi, aku akan memperkenalkan dia setelah dia wisuda nanti " jawb jin.
" lalu apah dia tau maslahmu dengan ayah" tanya mami jin, seketika raut wajah jin berubah cemas, takut, bingung..
" tidak mi, aku tidak akan memberi tahu dia tentang maslah ini, aku takut dia pergi " jawab jin pelan...
"mami akan bantu jelaskan nak " ucap mami jin sedih melihat anaknya itu.
" tidak mi, jangan beritahu dia, biarkan saja dia begini bersamaku, jika dia tau aku yakin dia akn pergi ninggalin aku dan menyerah pada nura " jelas jin pada mamihnya. sebelum mamih jin menjawab. aku datang dengan secangkir teh hangat.
"nyonya silahkan " ucapku memberikan teh.
" mami sayang, panggil dengan kata itu " ucap mami jin memegang tanganku. dan melihat cincin di jari manisku.
" apah boleh seperti itu nyonya " tanyaku dengan mata berkaca2. mami jin berdiri memgang kedua tanganku.
" kau lihat ini sayang, cincin ini aku desain sendiri dan aku membuatnya hampir sama dengan milik penti, aku membuatnya untuk aku kasih ke menantuku, dan cincin ini ada di jarimu, kau menantuku sayang, jadi panggil aku mami jangan nyonya " jelas mami jin dan memeluku.
aku memeluk mami jin dan menangis. melihat jin tersenyum lebar dan ada ketakutan di matanya.
Ada apa jin, kenapah wajahmu sangat membingungkan aku, melihatmu seperti ini itu sangat menyesakkan.
"maafkan mami sayang, " ucap mami jin di sela tangisanku.
" mulai hari ini kau harus menjaga anakku, tetap bersanya apapun keadanya nanti, kau berjanjilah " ucap mami jin dengan wajah sedih. aku mengusap air mataku dan mengangguk.
" terimakasih sayang" ucap mami jin dan mencium keningku.
Jin berjalan ke arah kita, lalu memeluku dan mami,
Setelah proses drama2 di meja makan selesai...
aku membersihkan semuanya di dapur. jin berjalan mendekat.
"tidak usah, kau temani saja mami " ucapku melotot pada jin karna memakasa mengambil spons di tanganku.
" aku bantu sayang, dari pagi kau mengerjakan semuanya " jawab jin dan mengangkat tubuhku duduk ke atas meja dapur disamping wastafel.
" jiiiin.. turunkan aku" ucapku pelan dan. memukul bahu jin.
" ahahha diamlah hampir selesai nih " jawab jin, aku melihatnya dan dia berkeringat.
" sini sebentar" ucapku menyuruh jin mendekat. dia menurut saja. pekerjaanya selesai...
" ada apah, mau cium" tanya jin kurang ajar.
" bodoh, ada mami " jawabku memukul jin
" lalu jika tidak ada mami, kau akan menciumku" tanya jin lagi.
" diamlah, aku bersihkan ini " jawabku dan menyibak rambut depanya lalu mengelap keringetnya dengan lengan bajuku.
" selesai, turunkan aku" ucapku dan jin mengangkat tubuhku menurunkan aku. dengan tersenyum.
Berjalan ke arah mami yang sedang duduk di ruang tv. dan duduk di samping mami. mengobrol dengan akrab sekarang, tidak lama mami pamit pulang.
" sayang mami pulang dulu, kalian kan juga mau pergi kluar, maaf mami datang tiba2 seperti ini " ucap mami yang akan segera masuk lift.
" sering2 main ke sini mi, aku sangat bosan jika jin kerja " ucapku dan mami tersenyum.
" baiklah nanti mami akan sering2 main ke sini" ucao mami memeluku dan mencium pipiku.
" kalian harus bahagia terus ya sayang " ucap mami lagi. lalu mencium dan memluk jin.
__ADS_1
" mami hati2 " ucap jin saat mami masuk ke dalam lift. aku tersenyum.
Pertemuan yang sangat indah, aku fikir mami jin akan marah padaku dan mengusirku kaya di film2 . ternyata tidak dia jauh lebih hangat dari dugaanku.
.
.
.
.
.
.
.
Aku berjalan menggandeng laki2 yang memakai topi hitam menutupi separuh wajahnya. dia memutuskan tidak memakai masker karna ini adalah kencan pertama kita selama berhubungan denganya..
kita menonton, dan bermain wahana permainan di mall, sangat melelahkan. aku duduk di kursi dan jin membawa dua ice cream. kami memakannya dan bercanda disana. lalu terakhir kita memutuskan untuk pulang. karna waktu sudah sore.
" sayang kita makan di sana saja ya" ucap jin mengemudikan mobil ke area lestoran.
" terserah kau saja, aku sudah sangat lapar jin " ucapku. dan kita turun memasuki lestoran itu.
Memilih meja yang samping jendela. kita duduk dan tidak butuh waktu lama pesanan kita datang.
" selamat makan " ucapku dan jin tersenyum lalu memakan makanan kita masing2.
"sayang makan yang bener" ucapku karna dari tadi jin makan ngasal dia trus saja memainkan ponselnya.
"sayang" panggilku lagi.
" hmmm" jawabnya masih fokus dengan ponsel.
" kita pulang saja, aku sudah kenyang " ucapku berdiri lalu jin meletakan ponselnya.
" ada apah, kenapah seperti ini " tanyanya tanpa dosa
"aku mau pulang, sudah kenyang" jawabku dan aku pergi keluar lestoran dengan. marah.
" eeh eeh kau kenapah sih " ucap jin menahan lenganku.
" aku mau pulang., aku capek " ucapku marah.
" hayolah sayang, aku tadi sedang membicarakan pekerjaan dengan ayah. maafkan aku" ucapnya memeluku di area parkir.
" lepaskan jin, ayo pulang " ucapku melepas pelukan jin..
kita masuk mobil dan melaju dengan sempura.
" kau marah" tanya jin yang sedang fokus mengemudi.
" tidak" jawabku cuek.
"maafkan aku sayang, janji ngga kaya gitu lagi " ucapnya menggengam tanganku.
Aku diam saja dan melihat ke arah luar jendela. mengabaikan jin yang dari tadi meminta maaf.
Jin meminggirkan mobil. dan berhenti.
" kenapah berhenti " tanyaku menengok kearanya.
__ADS_1
jin melepas seatbelt nya. lalu memegang tengkuk ku dengan pakasa ******* bibirku penuh nafsu, aku mendorongnya tapi gagal. jin melakukan apah yang dia ingin lakukan padaku di mobil.... aku pasrah dan mengikuti kemauanya karna aku menolakpun percuma dia akan semakin memaksaku...