
udara pagi yang begitu menusuk badan karna semalam aku lupa mengunci jendela ternyata.
" hmmmm" aku menggeliatkan badanku, dan terkejut melihat seseorang yang sedang tidur disampingku dengan tangan kekarnya itu memeluk perutku.
" dasar nakal, bilang sibuk malah molor di sini " ucapku lirih memiringkan badanku, menghadap wajah tenang, pangeran di sampingku.
aku tersenyum tipis dan mengusap lembut pipinya.
" kamu merem aja yah oppa, aku mau cium" ucapku lirih dan tersenyum saat aku hendak menciumnya. ternyata jin bangun.
cupp!! jin lebih dulu mencium singkat bibirku dengan mata masih merem.
" good morning tuan putri " ucapnya membuka mata dan tersenyum. aku kaget dan malu.
aku langsung masuk kedalam selimut menutup seluruh badanku. " kamu sedang apah pendek" ucap jin menarik selimut. " keluarlah sanah .." ucapku menatapnya marah pada jin, yang sedang duduk disebelah aku.
" apah kau marah" tanya jin dan mencolek pinggangku. aku kaget dan langsung duduk menghadapnya. memegang tangan jin.
" kau itu yak pagi2 juga nyebelin" ucapku mengbungkan pipiku.
" oooh gitu aku nyebelin oke " ucap jin dan menggelitiki pinggangku. " aaaaa ahahahha jiin stop udah udah geliii..." teriakku untung kamar dirumah ini kedap suara.
" ahahha ngga mau, kamu bilang tadi aku nyebelin kan " ucap jin makin menjadi menggelitiki aku. " aaaaaaaah udah udah maap jin maap hahahha udaaaaah aku nangis nih" teriak aku mendorong jin yang sedang diatasku, tapi dia sama sekali tidak goyah " ya udah nangis cepet nangis " ucap jin mengolok aku.
" ahahha jiiiiin udaah iiih geliiiii ampuuuun... " teriaku minta ampun menggelengkan kepala. dan memukul jin dengan bantal bantal.
" hahahha cium sini " ucapnya berhenti menggelitiki aku dan menunjuk pipi kiri.
" ngga mau" jawab aku dan hendak berdiri . tapi jin ngga mau bangun malah menekan bahu aku. " cium atau aku gelitikin kamu sampai siang" ancamnya menatapku licik.
" bangun jinn aku mau mandi " ucapku menatap jin.
" cium dulu! apah susahnya sih, kaya gini doang " ucapnya menghujani wajahku dengan ciuman
" hahaha dasar kalo kamu bisa buat apah minta ke aku " ucapku memegang pipi jin.
" itu mah aku yang cium kamu, bukan aku yang dicium" protes jin
__ADS_1
" iyah sama aja cium" balasku
" beda pendek bodoh" ucapnya penuh penekanan.
aku hanya tersenyum karna ulahnya ini. dasar jinie ada2 aja.
" sini aku ajarin mencium" ucapjin dengan posisi separuh badanya menindih aku dan tangan kiri menyanggah badan dia agar tidak terlalu menindihku.
" bangun jiin iiih berat tau " ucapku manyun.
" yaudah kamu diatas aku, biar ngga berat" jawabnya dan langsung muter badan aku diatas dan posisi badanku sekarang ada di atas dia.
" kamu itu, " aku memukul dadanya. dan mau berdiri bangun tapi jin malah memeluku erat.
" sini aku ajarin cium dulu" ucapnya memegang pipiku dengan kedua tanganya. dan tanganku tepat di dada bidang jin menahan badanku sendiri.
jin menempelkan pipi kanan kirinya ke bibirku lalu keningnya dan dagu. yang terakhir membuat aku melotot kaget jin menuntun wajah aku dengan kedua tanganya lalu menempelkan bibirku ke bibirnya. aku memukulnya. dia malah tertawa.
" heeeeey kenapah mencium bibir aku " ucapjin seperti orang tak bersalah padahal. kan dia sendiri yang buat.
" tanggung jawab apah jangkung oon, lepas iiih aku mau mandi " ucapku berusaha lepas dari pelukanya.
" udah cium bibir aku terus mau kabur gitu aja, bagus " ucapnya seolah2 aku yang salah.
" ngga lucu jin. lepasin ngga " ucapku melotot. tapi jin malah tertawa. dan mengecup singkat bibirku. lalu menciumku kembali " mmmmmmmm" .....
ciuman panas pun terjadi lagi, kali ini aku mengikutinya dengan lembut jin menggigit bibir bawah aku. aku menikmatinya pelakuanya pada tubuhku yang begitu lembut. tanganku memeluk leher jin yang berada di atas tubuh aku. kami berciuman penuh nafsu sekarang, aku memejamkan mataku merasakan sentuhan lembut jin di setiap inci tubuhku, tanpa aku sadari jin melepas kancing piama aku satu persatu hingga terlepas semua,
ciumanya turun ke leher jenjangku, ciuman itu begitu lembut dengan tangan menyusup di punggungku melepas pengait bra ku tanganya menelusuri punggungku mengusapnya dan meninggalkan rasa yang begitu aneh, melepas tali braku dengan sempurna. " jiiiin.... " ucapku dengan suara paruh karna terbawa suasana yang baru aku rasakan. jin kembali menutup mulutku dengan bibirnya,
ciuman jin kali ini penuh nafsu dan begitu menuntut. tangan jin mengusap lembut bagian tubuh atasku. bra aku jin lempar ke sembarang arah . nafasku naek turun saat jin melepaskan ciuman nya dan turun ke leherku aku meremas bahu jin kuat " jiiiin aku.. aaaaakh . " ucapanku terpotong saat ciuman jin tepat di dadaku yang tidak terbungkus apapun. aku memiringkan wajahku menutup mata dan menggigit bibir bawah meremas seprei kasurku. merasakan setiap sentuhan bibir jin di payudaraku menghisap lembut bagian sensitiku itu, dengan penuh kasih sayang. cukup lama jin disana membuat aku mendesah saat hisapanya di dadaku semakin kencang tanganya mengusap perut datarku.
" jiiiiiiiiiin " ucapku serak meremas rambut jin yang berada di atas dadaku. dengan nafas tersenggal senggal. seperti orang habis lari jarak jauh.
" hmmmm" suara jin lalu melepas lumatanya dan menatap wajah aku mengusap keringat di keningku. mataku sayu menatap mata jin. " apah aku menyakitimu lagi " ucap jin memeluku dan membenamkan wajahku di dada yang ntah sejak kapan dia melepas kaosnya. aku menggelengkan kepalaku pelan dan memeluk tubuh jin, wangi tubuhnya menghipnotis aku. bener2 nyaman.
" maapkan aku " ucapnya dan aku mengangkat kepalaku menatap wajah jin dan tersenyum. " kalo aku berbuat seperti ini lagi pukul aku " ucapnya mengusap pipiku. aku tersenyum dan menitihkan air mata ntah itu karna rasa takut atau rasa berdosaku.
__ADS_1
" jangan pergi jin, jangan tinggalin aku " ucapku menangis dipelukanya. jin mengusap lembut kepala aku " pergi dari hidupmu itu hal mustahil sayang" ucapnya cukup membuat hati aku tenang.
" bangun lah, aku akan hilang akal jika trus brada di posisi ini sayang. aku takut tidak bisa menahanya lagi " ucap jin. di telinga aku.
aku langsung melepas pelukanya dan duduk membelakangi jin memasang kancing piamaku.
" dasar idol mesum" ucapku jin tertawa melihat tingkahku.
" tapi kau suka kan" ucapnya memeluku dari belakang.
" awas iih " ucapku melepaskan pelukanya.
"aku mau mandi dulu kamu tunggu aku " ucapku berdiri di depanya.
" aku akan kembali ke drom sayang mreka pasti mencariku " .
" mandi dulu disini trus sarapan baru kembali ke drom " ucapku.
"tidak, aku takut momymu marah karna aku mengganggu anaknya " ucap jin tersenyum.
" dia ngga akan marah jin"
" tidak sopan jika aku nongol diantara kalian sepagi ini sayang, kau mandi lah aku akan pulang" ucapnya bangun dari tempat tidur dan mencium keningku.
" iyah sudah, kamu hati2" ucapku menatapnya yang sedang merapihkan pakaianya, memakai masker dan topi.
" baye sayang. jangan lupa sarapan " ucapnya melambaikan tangan dan keluar lewat jendela. aku tersenyum dan melambaikan tanganku. jin meninggalkan pekarangan rumahku lalu aku kluar kamar dan masuk ke kamar mandi di samping dapur.
aku keluar dari kamar mandi. beberapa menit .
" good morning lor " ucap ka ayu yang sedang mengaduk susu. " morning juga ka " ucapku
" mau aku buatkan susu juga" . ucapnya
" boleh ka tapi aku pakai baju dulu " ucapku lalu masuk ke kamar.
saat aku keluar kamar, aku melihat ka ayu dan momy di meja makan menungguku " pagi semua" ucapku mencium pipi momy dan ka ayu. lalu kita sarapan bersama.
__ADS_1