Dear Era

Dear Era
family meeting


__ADS_3

Di ruangan yang sangat besar, di rumah yang tidak jauh dari kata istana. dekorasi rumah ini sangat nyaman untuk memanjakan mata. setiap pahatan demi pahatan di dinding rumah ini sangat detail.


ini di ruang keluarga kim,


Karan ini adalah family meeting pertemuan pertama yoosun dengan kakenya. selama ini tuan kim selalu sibuk di perusahaan induk yang brada di jerman, dan untuk hal ini dia pulang khusus untuk anak bungsunya...


Yoosun berada di pangkuan kakenya. dia begitu gampang akrab. " besok adalah hari pernikahanmu kan, ayah akan bawa yoosun bersamku dan mami kamu, agar kalian bisa fokus untuk besok ". ucap ayah seokjin.


" apah ini tidak merepotkan kalian nantinya, sebenrnya dia bersama kita juga tidak masalah ". Jawab seokjin mengusap punggungku.


******** ini...


Ucapku dalam hati, merasakn apah yang tangan seokjin lakukan.


Seokjung duduk bersama penti dekat dengan mami. dia hanya tersenyum melihat wajahku. pasti dia tau kalo adiknya ini memang sangat kurang ajar.


" bukankah itu momen langka jin, azera akan full time untukmu hahah". goda jung dan semua terkekeh.. aku hanya tersenyum menahan malu.


" tidak begitu oppa, aku takut yoyo merepotkan ayah dan mami ". ucapku tegang. lalu aku menoleh ke arah seokjin. aku melotot padanya dan tanpa dosa dia tersenyum lebar.


Pengait bra aku terlepas. dan aku sangat tidak nyaman. si ******** ini terus mengganguku di waktu yang salah.


" disini ada aku juga kan ra, yoosun juga pinter dia tidak akan merepotkan ayah dan mami ". ujar penti meyakinkan aku.


" dia akan nakal pasti pen, aku ngga mau kalian repot". jawabku lagi. dengan rasa tidak nyaman karna ulah seokjin.


" tidak nak... yoosun tidak merepotkan kake dan nenek.. iyah kan yo.. ". jawab ayah soekjin dan yoosun menciumnya.


" yoyo ngga akan nakal mi... janji ". ucap yoosun.


" anak pinter... ". ucap mami seokjin...


Dan akhirnya kami putuskan yoosun akan ikut bersama kake dan neneknya malam ini sampai besok.


Sebelum itu yoosun ikut pulang terlebih dahulu bersama aku dan seokjin.


 



 


Yoosun sedang bermain game bersama seokjin, sepulang dari rumah mami, mereka langsung bermain game dan mengacuhkan aku yang dari tadi mengomel. karna ini udah sore dan yoosun juga sebentar lagi akan di jemput jung dan penti...

__ADS_1


" kalian dengerin mami ngga sih, ini udah sore ". Ucapku prustasi.


Lalu dengan kompaknya ayah dan anak ini menjawabku. " iyah sayang... aku denger ". Ucap seokjin dan yoosun barengan dengan mata terus terfokus pada layar tv di depan.


Aku geram dan mematikan layar tv.


" mandi... ngga ada main2 lagi ". Ucapku melotot, di depan mereka.


" yaaah... mami ". Ucap yoosun manyun padaku.


" padahal bentar lagi papi menang tuh ". ucap seokjin bangun dan menggendong yoosun.


" mami sangat galak hari ini pi ". jawab yoosun di gendongan seokjin. aku menoleh ke arah mereka.


"mami denger... ". ucapku lagi dan merapihkan ke kacawan yang ayah dan anak ini lakukan..


" iyah mami... hahaha". ucap barengan mereka dan Tertawa, seokjin menggendong yoosun naik ke atas. ke kamar kita untuk mandi...


Yoosun sore ini mandi bersama seokjin dan dia juga yang mengurus yoosun. aku yang sedang membereskan ruang tv, hanya tersenyum mendengar gelak tawa mereka dari lantai bawah.


Bibi dari depan dan berjalan ke arahku. " nya ada yang mencari tua di depan". ucap bibi.


" siapa bi.. ". Tanyaku penasaran.


" temenya tua nya. yang putih itu ". jawab bibi.


" iyah yah nya... heheh maksud bibi tuan yang putih banget itu nya, lupa namanya ". bibi terkekeh.


" yasudah bi. tolong buatkan minum untuk mereka. aku akan ke depan ". Ucapku. dan bibi kembali ke dapur. sedangkan aku menemui siapa tamu yang bibi maksud.


Dan.... betapa terkejutnya aku melihat wanita yang yang bersama suga oppa. dan anak kecil di gendonganya itu... adalah wanita dan anak yang beberapa minggu yang lalu menolong yoosun di belakang panggung saat BTS konser di inggris.


" unnie... ". Ucapku mendekat ke arah mereka yang sedang duduk di sofa.


Unnie yurie tak kalah terkejutnya sama sepertiku. saat melihat aku berjalan mendekat.


" azera...". Ucap yurie tak percaya. dengan kesempitan dunia yang katanya sangat luas. ahahah


Aku tersenyum pada mereka,


" Kalian saling kenal... ". Ucap suga mengangkat kedua alisnya.


" iyah sayang... kami pernah bertemu di inggris ". Jawab yurie.

__ADS_1


" lebih tepatnya unnie pahlawan yoosun, ". Ucapku dan duduk bersama mereka. lalu bibi menaruh minuman yang ia bawa. dan kembali ke belakang.


" haii... manusia sibuk, rumah kita satu jalur dan tidak terlalu jauh. kamu malah baru menemui aku sekarang ". Ujar seokjin mendekat dan menaruh yoosun di pangkuanku.


" maaf hyung. aku sungguh sibuk, kamu tau sendiri kerjaanku bertambah saat rm cuti untuk anaknya bukan lalu". Jawab suga.. seokjin duduk dan mengiyakan itu menawarkan minuman yang sudah bibu sajikan.


" mami... bukankah itu tante cantik yang menolong yoyo ". Ucap yoosun, melihat ke arah yurie


" hai... yoosun ". ujar yurie. tersenyum manis dan pada yoosun.


" hai tante cantik... ". jawab yoosun.


" ah... tante fikir yoosun lupa padaku ". ujar yurie dengan candaan..


Akhirnya kami bercanda dan mengobrol seadanya. sungguh sore yang lucu untukku.


" aku tidak menyangka kau unnie istrinya suga oppa". ucapku di sela2 obrolan kami.


"aku juga ra... kamu begitu muda mana sampe aku mikir kamu istri hyung suamiku hahah". jawab yurie dan terkekeh. suga dan aku ikut tertawa atas jawaban yurie. hanya seokjin yang tidak setuju ahahah.


" apah maksudmu... kamu mau bilang dia tidak cocok denganku begitu ". seokjin membalas itu dan kami tertawa geli..


"bukan begitu jin oppa... lihatlah istrimu yang lucu ini dan kamu... oh astaga harusnya kamu memanggilnya ahjjussi ra.. ". balas yurie dan aku hanya tertawa melihat ini. yurie benar karna perbedaan umurku dan seokjin lumayan jauh 6 tahun ...


" tak penting umur. yang penting aku mencintainya dan dia mencintaiku. iyah kan sayang ". jawab seokjin tiba2 mencium bibirku.


" ada anak kecil... kau itu ". ucap suga menggeleng kan kepala melihat tingkah hyungnya ini.


Yoosun menoleh pada ayahnya. tadi dia sibuk memainkan pipi unggie dan mengajaknya bicara seperti bersama baby reem..


" Anakmu marah.. ". ucap yurie.


" dia emg begitu unnie, sangat menyebalkan". aku memukul lengan seokjin.


kami kembali tertawa. sangat indah bukan. saat2 seperti ini sungguh langka untuku..


" owh iyah tadi kamu bilang istriku pahlawan anakmu ". ujar suga. saat aku dan seokjin menghantarkan mereka ke depan rumah. karna sudah sore dan hampir malam. suga dan yurie pamit pulang di rumahnya ada acara malam ini jadi tidak bisa berlama2.


" heheh iyah oppa... saat kejadian di inggris aku memarahi seokjin di ruang make up itu karna. aku melihat yoosun hampir ketimpah barang berat yang staf bawa. untung ada istrimu dengan cepat dia menarik yoosun padahal dia juga sedang menggendong baby unggie saat itu. ". jelasku. suga mengangguk paham menoleh ke arah yurie tatapan penuh cinta disana.


" jadi itu maslahnya... maafkan papi syang ". Ucap seokjin mencium yoosun yang sedang dia gendong.


" itu sudah lewat... yang penting yoosun. sekarang aman bersama kalian ". ujar yurie.

__ADS_1


Dan setelah drama kecil di depan pintu tadi selesai. yurie dan suga masuk. ke mobil mereka. dan mobil itu menghilang di ujung jalan... Seokjin mengajaku masuk dan meminta maaf soal di inggris. aku jelaskan jika itu hal yang sudah lewat jadi tidak usah di bahas lagi. benar kata unnie yurie. yang penting sekarang yoosun bersama kami ....


Sebentar lagi jung dan penti sampai rumah untuk membawa yoosun...


__ADS_2