
Seokjin berjalan ke arah dapur, dan melihat aku sedang duduk dekat piano di bawah tangga. dengan satu botol soju di tanganku tatapanku tertuju pada satu figur foto besar. disana terdapat seorang laki2 paruh baya dan wanita cantik disampingnya yang begitu mirip denganku. dan satu anak kecil yang di ikat kuda di sampingku.
" kalian lihat... aku sudah menepati janjiku, aku menjadi ayah dan ibu untuk mimi dan anakku selama ini, kalian pasti lihat, bagaimana yoosunku tumbuh dengan tanganku sendiri. merrka berdua yang membuatku bertahan sampai saat ini. saat kalian dengan egois meninggalkanku dengan tanggung jawab sebesar ini ". Ucapku dan sesekali meneguk soju di tanganku. dan tertawa lirih.
Tanpa aku sadari satu pasang mata mengamatiku dari belakang. dengan cepat dia merebut botol soju dari tanganku, membuatku menoleh ke belakang.
Aku melihat seokjin meminum sisa soju itu dan mendekat ke arahku. " ikut denganku dan kita menikah azera". Ucap seokjin seketika menaruh botol itu di atas meja piano, lalu memegang bahuku bicara dengan mata saling bertatapan.
Sorotan matanya sangat serius dengan apah yang baru saja dia katakan. aku terus menatapnya tanpa bicar. " please... ikut denganku dan kita perbaiki kesalahnku di masa lalu. aku akan menjaga kalian. ". Ucap seokjin lagi mewadah wajahku di kedua tanganya. mengusap pipiku dengan ibu jarinya. Aku memejamkan mataku dan memegang kedua pergelangan tanganku.
Kehangatan yang hilang beberapa tahun terakhir ini aku rasakan kembali malam ini. " Kamu bicara omong kosong karna soju tadi ". Jawabku mengelak pertanyaanya.
" jangan bermain denganku sayang ". Ucap seokjin memeluk pinggangku. aku memegang dadanya dan tersenyum. " kenapah belum tidur". Tanyaku memegang pipi seokjin.
Senyuman dari wajahnya membuatku bahagia bersamanya. " Aku tidak bisa tidur ". jawab seokjin. mencium keningku dengan satu tangan melekat di pinggangku.
" Apah kamar tamu tidak nyaman, atau kamu sakit ". Ucapku memeriksa keningnya dan memegang pipinya lagi. " aku baik2 saja. aku tidak bisa tidur karna ingin trus menatapmu". jawabnya memelukku dengan penuh kasih sayang.
" Jangan pergi lagi, aku bisa mati kali ini jika kamu meninggalkanku". Ucap seokjin dan aku memeluknya erat. aku juga mrasakan apah yang dia rasa saat ini. aku takut, aku takut pagi datang dan dia akan kembali ke negaranya.
__ADS_1
Pelukan itu membawa dampak lain di tubuh kita berdua. aku menatapnya dan dengan perlahan kakiku aku jinjitkan lalu mencium bibir seokjin.
Aku memulainya dulu kali ini. seokjin melebarkan matanya lalu membalas lumatanku. kami saling berpangut aku melingkarkan tanganku di lehernya. dan seokjin membawa tubuhku ke atas sofa ruang tamu... menindihnya tanpa melepas ciumanku.
Beberapa saat kemudian, aku melepas ciumanku dan nafasku terengah2 dibawah tubuh kekar yang kini terbalut piama tidur bermotif kotak2, Tanpa bicara tatapan mata kami terkunci. seakan2 seokjin meminta izin dariku. lalu aku tersenyum dan mengangguk pelan.
Tangan kokoh itu mengangkat tubuhku membawa masuk ke kamar tamu. mengunci pintu dan mnidurkan tubuhku di atas ranjang yang berwarna hitam putih. aku terbawa suasana. aku hanya mengikuti semua yang seokjin lakukan malam ini.
Baju tidur tanpa kengan yang aku pakai tersingkap kala tangan besar itu menyentuh paha mulus yang telah lama tak terjamah, dengan ciuman kali ini. tak satu jengkal pun tubuhku terlewat dari telapak tanganya yang menelusuri setiap inci tubuhku.
" Aku sangat merindukan ini sayang ". Ucap seokjin di sela ciuman kita. aku hanya bisa memejamkan mata dan meremas lenganya yang masih asik bermain di bawahku. " jiiin".αUcapku lirih menata nanar mata seokjin yang kini brada di atasku. menghujani wajahku dengan ciuman.
Baju tipis berwarna gold yang aku kenakan terlepas. memamerkan tubuhku yang hampir naken. udara pendingin ruangan menembus kulit tubuh aku yang basah dengan keringat sejak tadi. dengan cepat seokjin membuka satu persatu kancing piama nya dan kini terlihat jelas. dada kekar itu di atasku. " kamu di atas, Lakukan apah yang ingin kamu lakukan ". Ucap seokjin membalikan tubuhku di atasnya. rambut panjangku tergerai indah . aku hanya menatapnya merasakan setiap remasan kedua tanganya di dadaku. " hhhhhmmm jiiin aaahh". desaku mendongakan wajahku. kedua tanganku di dadanya menopang tubuhku agar tidak ambruk.
Nafasku terengah2 merasakan jari jemari seokjin di tubuhku. " Aaaaaaahhhh jiiiinnnn... ". erangku saat seokjin memrubah posisiku dengan kasar di bawahnya. menarik sisa pakainku dan kini tubuh nakenku di bawahnya pasrah. bibirnya lagi2 mencubu setiap inci tubuhku tanpa terlewat. dan kembali terhenti beberapa menit di payudaraku yang di hiasi kissmark beberapa disana. perutuku bahkan pahaku ada beberapa noda merah bekasnya.
" ssshhhh ahhh jiiin.. tetap disanaaaah ". rancauku saat wajah seokjin tepat di tengah2 kedua pahaku... aku menekan wajahnya dengan nafas yang begitu memburu. " hhhhhhuuuh ssh aahhh ". desahku tertahan remasan tanganya di kedua payudaraku. brrsamaan hisapan kuat di bawah sana. " aaaaaaarrrggghhh jiiiiiiiiin". Erangku bersamaan dengan keluarnya cairan dari bawahku dengan tubuhkunyang menegang. aku menarik seperi itu kuat2 saat ******* pertamaku...
"hhhah.. hhahh ahh". Nafasku naik turun dengan keringat di tubuhku. seokjin mencium keningku dan berbaring di sampingku. mengusap pipiku pelan. " isturahatlah... aku akan mandi ".Ucap seokjin yang hendak ke kamar mandi. aku menatapnya.
__ADS_1
Memeluk pinggangnya dari belakang. " lanjutkan jiin... ". Ucapku mengusap perut kekar itu perlahan. berjalan ke depan seokjin dengan tubuh nakenku.
" Lakukan itu bersamaku malam ini". Ucapku mencumbu dada seokjin yang masih berdiri di samping ranjang. kini seokjin mengangkat tubuhku dan kami berciuman. " Kamu yang memintanya, jadi lakukan sampai akhir ". Ucap seokjin yang sudah siap... Seokjin menekanya kuat " perlahanlah. ini sangat sakit.. ". Ucapku memegang wajahnya. dengan senyuman nakal " Aaaaaakkkh... brengsek". teriaku merasakan perih di bawah sana yang sesak... seokjin menekan kuat tanpa aba2 mmebuatku menjerit dan menggigit bahunya.
" Perlahanlah. sshhh hhaah aku mohon". Ucapku saat seokjin memulai aksinya. dengan perlahan lalu kuat2 mrnekanya ... " Aaaahhhh hhhuuuhhh ah hhah uuugh jiiin ". desahku terus menerus dibawahnya.
" Lakukan sampai akhir oke. sampai akir sayang". seokjin memaju mundurkan ttubuhnya dengan sangat kuat. tanpa tempo. dia sangat kasar malam ini. nafsunya membuatku ngeri. " Aaaaakkkh jiiin.. lebih cepat... sshhh aakkh ewwhhhh aah seokjiiiiiin". Racauku dan seokjin melepasksnya tiba2 . aku sudah hampir sampai dan dia melepasnya. aku hampir gila karnanya. "uuh hhahh jiin ".Ucapku dengan nafas naik turu. aku bangun dan memeluknya yang sedang duduk dinatas ranjang. " berjanjilah kau akan ikut denganku ". Ucapnya mencium wajahku yang merah padam . duduk di pangkuanya. brusaha menarik tangan seokjin agar menjamahku...
" Apah yang kamu lakukan jiiin ". Ucapku memeluknya erat dan menangis. "ini sangat tidak nyaman". Ucapku lagi mencium bibir seokjin tanpa meresponku.
" berjanji dulu kamu akan ikut denganku dan malam ini aku akan melakukanya sepuasku". Jawab seokjin mewadah wajahku dan menghapus air mataku. aku mengangguk. "katakan iya sayang". Ucap seokjin lagi. " i.. iyah ". jawabku dan seokjin memulai aksinya lagi. " aaaaaaawwhhh jiiiinnnnnn huuuh aaaassh jiiin aaah hhuh aahh hhahhh ".
aku hanya mengerang sepanjang malam ini tanpa istirahat.
" aku lelah jiiin. tubuhku lengket sekarang ". Ucapku yang berdiri di hadapan seokjin dengan satu kaki di atas pahanya. aku sudah lelah tapi seokjin tidak membiarkan aku tidur.. " aku sudah bilang beberapa jam yang lalu sayang. lakukan ini sampai akhir. ini hukumanmu karna menghilang selama ini ". Ucapnya menyesap kuat payudaraku. aku hanya menurutinya sekarang. mengerang dan menjerit itu saja bisaku.
Dengan kedua kakiku yang menjuntai ke lantai seokjin terus melakukanya tanpa ampunn. " hhhaaah jiin berhentilah tubuhku sakit semua ", Ucapku di bawah kendali seokjin. " nikmati ini sayang. aku belum ingin berakhir malam ini". jawab soekjin memaju mundurkan tubuhnya dengan perlaha dan menekanya kuat2..
Mengangkat tubuhku ke atas kasur lagi dan melakukanya dengan penuh nafsu. "hhhaaahh aaaaaaaaarrrrggh jiiiin". ntah yang keberapa kali aku orgamse. " hhhuuh hahh aahhh jin kamu benar2 menghukumku ". Ucapku lirih mendongakat wajahku ke atas seokjin menindihku lagi dan melakukanya lagi dan lagi.
__ADS_1
" Tubuhmu membuatku ingin terus melakukanya sayang ". Ucap seokjin mengusap bibirku dan turun ke leherku lalu berhenti di ujung payudaraku.
Sampai akhirnya aku lupa kapan kita tertidur.