
masih dimeja makan. " ra kamu ingat ada yang belum kamu. jelaskan ke kita" ucap mami. membuat aku tersedak. " uuuhuk uhuk "
" hati2 lor makan. kaya bicah luh mah" ucap ka ayu mberiku minum. " terimakasih ka" ucapku menatap. ka ayu dengan senyuman. " kamu denger aku ngga ra" ucap. momy dengan. wajah datar.
" makan dulu eon nanti baru minta telor jelasin" ucap ka ayu. membela.
" soal memar di leher, dada sama lengan aku itu. itu karna jin. kemarin2 mabuk mom dia dateng kesini dan meminta aku menemaninya di apartmen dia.... " aku jelaskan ke mreka semuanya. momy dan ka ayu menatapku kaget tentang apah yang aku jlaskan ini.
" kamu yakin seorang kim soekjin mabuk berat trus berbuat itu ke kamu sampe lebam ke unguan gitu" ucap ka ayu menatap aku. momi makan roti smabil mengangguk2 menunggu jawaban aku.
" iyah bisa, ini buktinya kalian liat sendiri pas di hotel kmaren kan" ucapku.
" jadi waktu jin nelvon pake ponsel kamu itu bilang kamu bakal sama dia benerapa hari karna luka ini " ucap momy. dan aku mengangguk. momy melotot dan menggeleng kepala. " bener2 kamu yak" ucap momy.
" waaaaaaah daebak kamu lorrr " ucap ka ayu semangat. " tapi tapi kalian tenang aja aku ngga nglakuin apah2 ko disana serius. ciuman doang" ucapku semangat dengan polosnya.
" ahahahha ciuman doang katanya yu " ketawa momy dan ka ayu pecah.
"bohong luh kalo ada luka di dada, bang jin pasti liat **** lu oon " ucap ka ayu vulgar. wajah aku memerah. dan. momy tertawa melihat ekspresi aku.
" yah ngga lah ka ayu. aku masih pake celana pendekku utuh dan bra ku juga utuh " yawabku cepat. " mana ada, luh kalo mau ngibul yang bener oon. tapi kalo udah sampe tahap segitu luh udah jauh banget sama bang jin ra, yak kan eon" ucapnya ke aku dan momy.
" aku juga ngga tau hubungan apah ini, yang jlas aku nyaman sama dia udah itu aja, aku lihat perubahan di wajahnya sejak dia mabuk itu, kaya ada maslah tapi aku nunggu dia cerita aja ke aku, aku bener2 menghawatirkan dia akhir2 ini " ucapku memegaang kedua pipiku.
" aku juga kepikiran pas semalem ra. kan dia adik satu2nya tuan joong kenapah dia ngga hadir di acar pertunagan kakanya" ucap momy. ka ayu menatap sambil memakan rotinya lagi.
" aku belum bertanya semalem pas dia menemuiku" ucapku bodoh keceplosan. momy dan ka ayu menatapku curiga.
"bukanya kita bertiga sepulang dari hotel langsung kerumah dan. masuk ke kamar masing" .ucap ka ayu.
" kamu keluar lagi tanpa. memberitahu kami " ucap. momy melotot.
" dasar oon oon oon ini mulut sialan" batinku mengutuk diri sendiri.
" ngga mom " ucapku gugup. " lalu kalian ketemu dimana bodoh" ucap momy.
" dikamar aku" teriak aku prustasi.
" weeeeh kamu masukin jin. malem2" ucap ka ayu..
" jin yang masuk aku ngga tau, pagi tadi dia pulang takut sama kalian katanya kalo pagi2 nongol " jelasku.
" kamu udah minta cebong dia ngga lor" ucap ka ayu ngakak.
" blom ka, nanti aku minta deh " ucapku polos dan. momy ketawa memukul kepalaku dengan garpu yang di pegang.
" jangan coba2 kamu ra aku gantung hidup2 kamu kalo ada cebong jin diperutmu" ucap momy dengan senyumannya.
" uuuuhh nenek yang kejam yak bong" ucapku mengelus perut aku. dan ka ayu ketawa momy juga ketawa sambil menggelengkan kepala. melihat ulahku pagi ini.
" tapi momy mau kamu harus jaga diri ra. kamu tau dia idol besar, berita sekecil apapun kalo tentang mereka pasti bakal meledak ke seluruh dunia, aku harap kamu paham aku takut kamu kena sekandal dengan dia dan ada orang yang bakal. mengincarmu nanti " ucap momy serius. aku menganggung paham apah yang momy ucapkan. stelah sarapan dan menjelaskan itu semua ke momy dan ka ayu. kami berangkat kuliah seperti biasa...
...~~~...
ting!
__ADS_1
akan ada mobil silver di depan gerbang kamu masuk ada supir aku disana dia akn membawamu ketempatku. jin
pesan itu dari jin, iyah kami pacaran seperti maling, jalan2 diluar kaya orang2 aja aku tidak bisa. aku tau ini resiko aku berhubungan dengan idol seperti dia.
aku kerja jin hari ini balasku.
drt drrt drrrt!! telvon masuk dari jin.
" aku akan bilang ke joon kalo. kamu kekasih aku jadi kamu ngga usah kerja lagi disana. kalo kamu butuh duit atau apapun. kamu minta ke aku oke " ucapnya disebrang telvon sana.
" tidak jin, mana mungkin aku minta uangmu aku siapa kamu" ucapku.
" ikuti kataku tadi, menurutlah aku tidak suka di bantah" ucapnya lalu mematikan telvon sepihak tanpa menunggu jawabanku.
" menyebalkan tadi pagi manis banget sekarang kambuh lagi tuh pemaksanya" grutu aku sambil membereskan bukuku dan akan keluar kelas.
" kenapah ra, muka masam gitu" tanya momy didepan pintu.
" kesel jin selalu memaksa aku mom, aku bilang hari ini ngga bisa ikut dia tapi malah marah ngga jelas" jelasku momy mengangguk paham dan mengacak rambutku. kita berdua berjalan keluar kampus.
" momy ka ayu mana yak" tanyaku disamping momy.
" ada kelas tambahan katanya, aku pergi duluan yak ra momy harus ke tempat kerja hari ini aku gajihan" ucapnya girang. aku ikut girang dong kalo. momy gajihan pasti ada traktiran nih pasti.
" yeeeeeeeh! makan2" teriaku loncat dihadapan momy. sambil melebarkan senyumku " diiiih apaan, kenapah girang begitu " ucap momy membuat aku berhenti berjalan mundur.
" momy gajian kan pasti ajak aku sama ka ayu makan makan dong " ucapku dengan tersenyum lebar.
" hahha dasar, ya udah momy brangkat dulu yak kamu hati2 jangan sampe ada biru keunguan lagi di tububmu" ucapnya meledek dan pergi ninggalin aku di depan gerbang kampus dengan tertawa.
" aku duluan yak kamu hati2" ucap momy masuk bus. " siap bos " ucapku sambil mengangkat tanganku memberi hormat. bus yang momy naiki berjalan jauh. dan ngga lama bus yang aku tunggu dateng.
...~~~...
sampai di lestoran aku masuk tapi tidak ada penti disini hanya ada maya sama karyawan lain. dan aku mengganti pakaianku lalu bekerja seperti biasa. tiba2 dev datang mengagetkan aku
" nuna apah anda membuat tuan muda marah " ucap dev membuat aku kaget.
" nuna tuan ada di depan dia sepertinya sangat marah dengan anda " lanjutnya.
" lalu dia dimana dev sekarang" ucapku menaruh nampan yang aku pegang tadi. lalu pergi keluar restoran. dengan pakaian pelayan.
jin berdiri disamping mobilnya dengan topi putih dan masker hitam, menatapku marah.
" masuk " ucap jin dingin menarik tanganku dan menyuruh aku masuk mobil. lalu dia berbicara dengan dev serius, ntah apah yang mreka bicarakan, aku duduk di dalam mobil dengan pintu tertutup rapan karna jin tadi.
" kenapah kamu tidak menurut kamu tau aku tidak suka itu " ucapnya disampingku melajukan mobil keluar area lestoran tanpa menatapku dia berbicara dengan nada tinggi.
" aku harus kerja jin aku ngga mungkin menuruti apah yang kamu ucapkan di telvon tadi siang" ucapku melihatnya.
" kamu punya aku ra, apah yang aku punya itu punya kamu juga, apah itu kurang jelas " ucapnya dingin.
" jelaskan jin siapa aku buat kamu. aku hanya kekasihmu lebih tepatnya aku wanita simpanan kamu saja tidak lebih, hubungan kita tidak normal jin banyak perbedaan di antara kita " ucapku lantang. sebenrnya ini sangat menyesakkan.
jin tidak menjawab pertanyaan aku tapi dia melajukan mobil dengan begitu kencang.
__ADS_1
" jin apah yang kau lakukan, kurangi kecepatan, apah kau mau membunuh aku " ucapku kesal.
tapi jin sepertinya marah, tanpa bicara apapun dia menariku keluar dan iyah? jin membawa aku ke apartemennya lagi. di lif dia tidak bicara apapun aku bertanya juga tidak ada jawaban.
jin memegang pergelangan tanganku kencang itu sangat sakit. " lepasin, aku akan pulang, dasar egois " ucapku membanting tangan jin hendak berbalik ke lif . tapi lengan aku di tarik masuk ke apartmennya lebih dulu. menariku kasar dan menjatuhkan aku di sofa.
" jika sudah bersamaku kau tidak akan lepas, kamu bertanya siapa kamu dalam hidupku bukan? kamu wanitaku kamu satu2nya wanita yang akan aku nikahi, dengar baik2 ra. aku tidak peduli dengan perbedaan kita kamu paham " ucapnya marah berdiri di depanku.
" jin kamu tau kamu siapa harusnya kamu juga paham posisi aku jin. aku cuma pelayan di lestoranmu, aku juga bukan dari keluarga terpandang sepertimu, kita bener2 berbeda jin " ucapku berdiri dihadapanya menatapnya dengan menahan air mataku. jin mewadah wajahku menatap mataku lembut.
" aku sering bilang ke kamu, apapun yang terjadi jangan pernah pergi. aku tekankan sekali lagi. kamu wanitaku apapun perbedaan antara aku dan. kamu. aku tidak peduli ra yang aku tau aku hanya ingin bersamamu, maapkan aku tadi siang memaksamu " ucapnya dan memeluku. lalu ketakutanku akan perbedaan aku denganya menghilang.
" aku takut menghancurkan karirmu karna statusku jin " ucapku.
" aku akan segera memberi tahu media kalo aku punya kekasih, cepat atau lambat aku kan memperkenalkanmu ke dunia sayang" ucapnya menatapku dan mengecup keningku.
" aku bener2 takut jin " . ucapku lirih.
" selama aku hidup tidak akn terjadi hal buruk apapun padamu " aku memeluk jin dan kami duduk di sofa memainkan ponselku. jin memberiku jus jeruk dan duduk di seblah aku.
" liat sini ponselmu " ucap jin merampas ponsel aku. "sini jin aku sedang memberi tahu momy dan ka ayu tentang kita " ucapku dan jin mencium kepalaku.
" kita telvon aja sayang biar aku yang bicara" . tawarnya.
" boleh juga, ya udah tekvon " ucapku menyuruhnya. lalu kami menelvon momy tapi momy menyarankan aku videocall saja karna ka ayu hari ini tidak masuk kerja. jadi kami ber 3 videocall.
" ada apah ra tumben" ucap momy.
" aku mau bilang sesuatu " ucapku belum menampakan jin di layar ponselku.
" kamu dimana lor ruanganmu itu mirip hotel" ucap ka ayu.
" dengerin dulu dong, aku lagi di apartmennya jin sekarang" ucapku dibalas teriakan mreka. lalu jin keluar dan memeluku dari belakang menaruh wajahnya di pundaku.
" haii mega, ayu "
"haii jin " ucap mreka barengan.
" aku mau izin adekmu ini aku ambil yak, mulai hari ini dia akn tinggal ditempatku bolehkan " ucapnya menatapku. " dia kekasihku jadi. kalian tidak akan melarangnya kan " lanjutnya.
momy dan ka ayu bengong lalu momy bicara.
" apah itu tidak membahayakan era jin. kalo fansmu yang lain tau atau media tau kau tinggal serumah denganya " ucap momy serius.
" iyah jin aku mengkhawatirkan dia, aku tau tentang hubungan kalian yang cukup baik, tapi aku tidak mungkin membiarkan adik kita celaka jin " ucap ka ayu.
" tidak lama lagi aku akan memberi tau semua media kalo dia kekasihku , selama dia bersamaku dia akan baik2 saja, kalian percayakan saja dia padaku, setelah dia lulus kuliah aku akan menikahinya ini janjiku " ucapnya membuat aku kaget. momy dan ka ayu paham. setelah berbincang2 dengan merka lalu kami mematikan telvon. karna ka ayu dan momy sibuk.
aku berbalik badan dan menatap jin " apah yang kamu bicarakan tadi jin" ucapku.
" apapun yang aku bicarakan tadi itu adalah kebenaran sayang. kalo aku sudah ngga sibuk lagi. kita akn terbang ke indonesia oke " jawabnya membuatku terkejut.
" ini sangat terburu2 jin "
" kamu ingin kita menua bersama hanya itu inginku " ucapnya serius. " apah kamu yakin jin dengan apah yang semua kau ucapkan hari ini " ucapku meyakinkan diri sendiri.
__ADS_1
" aku tidak pernah bermain dengan kata2 sayang, percaya padaku dan selalu bersamaku seperti ini kamu akan tau sebesar apah aku mencintaiku " jin memeluku aku membalas pelukanya. dan kami tiduran disofa dengan berpelukan........