
Aku terbagun karna satu kecupan di pipiku yang biasa aku dapat dari putraku setiap pagi. " Good morning mami". Ucap yoosun di belakang punggungku.
Aku membuka mata tapi aku melihat tubuh seseorang memeluku dan aku berada di rengkuhanya. " Morning ". Ucap seokjin mencium keningku. lalu yoosun mencium pipi seokjin dan mereka tersenyum. Yoosun masuk ke tengah2 aku dan seokjin. aku terkejut karna seingatku aku tertidur hanya memakai selimut karna semalam tidak ada baju ganti. " yoo.. yoo.. ". teriaku. Aku memeluk selimut hingga yoosun ikut tertutup.
" Mamiiii... ". Teriak yoosun dan menarik kembali selimut itu. seokjin tertawa karna tingkahku.
" sini sayang...". Ucap seokjin dan membawa tubuh mungil yoosun ke pelukannya. Aku menatapnya sinis.
" ini pasti ulahnya, dia yang memakaikan baju ini padaku". Batinku memegang baju tidur tipis dan nyaman yang melekat di tubuhku.
" papi.. biasanya kalo bangun tidur mami akan memegang dadanya dan menangis di depan jendela, seperti ini ,,,tapi hari ini. mami tidak melakukan itu. yoyo suka mami hari ini ". Ucap yoosun. meragakan kebiasaanku pada seokjin dan seokjin melihatku dengan tatapan yang sendu.
" Kau menyakitiku dan dirimu sendiri selama bertahun2 sayang". batin seokjin dan menariku mendekat.
" Mulai hari ini, setiap pagi. papi akan bersama kalian..". Ucap seokjin dan mencium bibirku singkat. Aku hanya mematung dengan seribu fikiran, seokjin mencumi pipi tembem yoosun dengan sesekali bercanda. aku hanya ikut tertawa melihat itu.
Kebahagiaan seperti ini aku harap tidak sementara tuhan, tatapan dingin yoosun hilang setelah bertemu seokjin. wajahnya begitu ceria pagi ini. tawa keduanya memenuhi kamar ini. itu saja sudah cukup . Batinku...
Menatap yoosun dan seokjin yang sedang bercanda. Lalu aku hendak turun dari kasur. " mami, mau kemana". Ucap yoosun yang sedang berada di pangkuan seokjin. aku menoleh dan tersenyum.
" mau mandi, biar ngga asem kaya yoyo sama papi". jawabku memasang wajah seperti ke bauan.
Yoosun tertawa dan memeluku.
" yoyo mau cium ini kaya papi tadi ". Ucap yoosun dan seokjin menarik yoosun saat aku hendak menciumnya. alhasil seokjin berhasil mencium bibirku di depan yoosun.
" papiiiiii.... ". Teriak yoosun menarik lengan seokjin yang memeluk pinggangku. " mmmm... ". Ucapku tertahan mendorong dada seokjin tapi tidak terdorong.
seokjin masih menciumku dan matanya melirik yoosun yang sedang marah menarik lengannya dari pinggangku terus menerus... aku tersenyum di sela ciuman itu. " huwaaa... mamiii". Yoosun mulai menangis tapi seokjin malah menariku lebih erat kepelukanya. tubuhku menindih tubuh seokjin.
yoosun. Menangis lebih kencang saat aku di pelukan seokjin . " jiiin. kau ini... ". Ucapku memukul bahunya. seokjin malah tertawa dan tidak mau melepaskan pelukanya. dia malah mencium leherku ...
__ADS_1
" papi lepasin mami..." . Yoosun marah lalu menggigit kuat lengan seokjin. " ahahha...lihat anakmu mirip sepertimu ". seokjin terus tertawa melihat tingkah yoosun yang marah padanya, aku memukulnya pelan, Lalu seokjin melepaskan pelukan dari tubuhku.
" sayang... sini sama mami sini.. ". Ucapku dan yoosun. melepaskan gigitannya di lengan seokjin.
dia memeluku sambil sesegukan. " cup cup... kenapah menangis heh.. ". Ucapku mengusap punggung kecil anakku, dia menangis sesegukan karna ulah papinya.. " yoyo ngga mau papi... ". Ucap yoosun bercampur dengan tangisan.
" hahah baiklah. jangan sama papi, sama mami saja oke ". Jawabku lalu aku mewadah wajah merah yoosun yang basah karna menangis. yoosun mengangguk.
" ooh astaga anak mami.." . Aku menciumi wajah yoosun. seokjin berbaring lagi dan melihat aku yang sedang menenagkan yoosun.
Yoosun memeluku terus tidak mau lepas. Aku duduk di sofa dan memainkan ponselku. seokjin mendekat dan mengusap kepala yoosun. yoosun membuang wajahnya merekat ke leherku.
" Maaf ". Ucap seokjin berlutut di bawah dan menunduk. aku ingin tertawa rasanya. melihat dia dengan wajah seperti itu..
" ngga mau ". jawab yoosun. memeluk leherku.
" ko ngga mau si. yoyo jahat nih sama papi ". jawab seokjin. dan tangan seokjin menggengam tanganku. " biarin... yoyo ngga mau papi ". jawab yoosun. lalu seokjin menciumi punggung yoosun dan menggelitiki yoosun sampai tertawa. " maafin ngga". yoosun di angkat ke pangkuanya dan duduk disampingku.
" hahahha.. papi ..". Teriak yoosun karna jin menciumi dada yoosun. " mau sama papi apah mami". Tanya seokjin dan yoosun menatap aku dan seokjin bergantian. " yo yo mau papi sama mami... " Ucapnya dan berdiri lalu memeluku aku dan seokjin. Mataku berkaca melihat tatapan seokjin.
" Udah.. sekarang yoyo mandi, ". Ucapku mengangkat yoosun. Mengalihkan pembicaraan ini.
" mamiiii... ini hari minggu ". jawab yoosun kembali duduk di pangkuan seokjin. aku memegang kepalaku. " yah tetap saja mau hari minggu mau hari apa juga. yoyo mandi..". Ucapku berdiri di hadapan bapak dan anak ini yang sama2 ngeselin.
" Duduk dulu. sebentar lagi sarapan datang ". Ucap seokjin menariku untuk duduk kembali ke sampingnya. " Sudah siang jin. aku harus ke prusahaan". Ucapku. seokjin melepas genggamanya tanpa melihatku. Tidak lama pintu kamar diketuk. dan makanan kita datang.
Suasana sarapan kita pagi ini sangat canggung, seokjin menjadi dingin saat mendengar kata perusahaan dan kerja. aku tidak berani bertanya apapun ....
.
.
__ADS_1
.
.
.
Aku sedang duduk bergulat dengan tumpukan berkas ke uangan perusahaan. dari pagi aku harus menyelesaikan ini hingga siang. karna harusnya aku libur. Aku sudah berjanji akan pulang pada waktu makan siang ini....
Di Ruang latihan itu sangat ramai staf dan artis2nya sedang berlatih. lain dengan seokjin dan jimin. mreka di ruang make up, " papi.. bukan kah ini waktunya makan siang. kenapah mami belum menelponku". Tanya yoosun yang sedang tidura. bersama jimin di sofa. jimin memainkan laptopnya...
" Nanti mami pasti kesini, mungkin masih ada kerjaan sayang". Jawab seokjin padahal hatinya sedang tidak baik, dia berfikir akan membawa yoosun dan aku ke korea. tidak akan membiarkan aku bekerja lagi meski ini prusahaan peninggalan ayahku.
" aaaaakkh yo yo... " Teriak momy dan ka ayu dari balik pintu. dengan berisik membuat yoosunku menghela nafas. " Aisssh. kedua tante berisik ini lagi ". Ucap yoosun yang terdengar jimin.
Jimin tertawa dan mencubit kedua pipi yoosun. " ahahaha.. mereka kaka terbaik mamimu". ucap jimin menatap gemas yoosun. seokjin melihat itu dan tersenyum. Megha dan ayu mendekat ke arah yoosun.. " Sayang.. ". Ucap mami dengan gemas mencium pipi yoosun. Membuat anakku mengkrucutkan bibirnya menatap ka Ayu . tapi ka Ayu hanya tersenyum mengusap kepalanya.
" tae di mana? jim". Tanya ka ayu pada jimin yang sedang menutup laptopnya dan hendak keluar.
" mungkin masih di ruang latihan yu, mau aku panggilkan". jawab jimin ramah. " aah tidak jim. biarkan saja jika sedang latihan. aku akan menunggunya disini". Ucap ka ayu dan duduk di meja rias dan memoles bedak.
Seokjin sedang memainkan ponselnya duduk di sofa bekas jimin. sedangkan momy masih asik bermain dengan yoosun. " Apah azera tidak kesini jin". Tanya momy dan ka ayu menoleh menunggu jawaban.
yoosun turun dari pangkuan momy . " Mau kemana". Tanya seokjin. " ke depan pi". jawab yoosun tersenyum. " jangan main trlalu jauh yo". jawab seokjin. dan yoosun mengangguk lalu keluar ruangan.
" Adik kalian itu sekarang bukan azera oon lagi. tapi sudah jadi nyonya azera. sudah pasti sibuk". Ucap seokjin dengan nada sedikit kesal. ka ayu tersenyum miring kembali menghadap kaca.
" itu hal baik bukan. setidaknya dia baik2 saja sampai saat ini ". Jawab momy lalu. namjoon datang bersama tae.. " halooo sayang...". Ucap tae memeluk ka ayu dari belakang dan mencium pipi ka ayu.
Lalu namjoon duduk di samping momy dengan satu ciuman di pipi. " Apah kau menunggu lama ". Tanya namjoon. momy tersenyum " aah tidak aku baru saja sampai " .Jawab momy. merrka asik bermesraan membuat wajah seokjin kesal dan hendak keluar...
Tapi tidak jadi karna di ambang pintu ada seseorang yang membuat seokjin membatu menatapnya....
__ADS_1