Dear Era

Dear Era
Seoul I'm back


__ADS_3

" mamiiii.... ". Teriak yoosun menggema .. membuat mimi yang sedang sarapan menggeleng kepala. dan menunda makan nya. menemui keponakanya yang sedang turun tangga mencariku.


" ada apah yo... bukanya mandi malah teriak2". ucap mimi menghapus air mata yoosun.


" mami sama papi ngga ada di kamar ka". jawab yoosun sesegukan. " aaah... papi yoyo kerumah". Tanya mimi menggendong yoosun ke meja makan. lalu mendudukanya. " iyah. semalam mami sama papi pulang bersama yoyo". Jawab yoosun menghapus air matanya.


Mimi mengangguk paham. lalu bi lester tersenyum dan memberikan susu hangat pada yoosun.


" mungkin nona azera ada di kamar tamu non". Ucap bi lester . lalu mimi tersenyum miring dan bi lester melanjutkan pekerjaannya.


Lalu keluarlah seorang laki2 berpiama kotak2 dari arah kamar tamu. " papiiii.... " . teriak yoosun dan lari ke kegndongan papinya. " Morning jagoan ". Ucap seokjin dan berjalan ke meja makan.


" selamat pagi mi". Ucap seokjin lalu duduk di meja makan. mimi tersenyum dan menjawab " Pagi kaka ipar".


Bi lester mendekat dan menunduk. " tuan, mau saya buatkan apah ". Ucap bi lester berdiri di samping seokjin.


"Kopi saja bi. tapi jangan pahit2 gula 2 sendok saja ". Ucap seokjin. duduk santai memangku yoosun.


" kaka masih tidur kah ". Tanya mimi. yoosun asik minum susunya di atas pangkuan seokjin.


" iyah, mi mungkin kecapean ". Jawab seokjin santai. mimi tersenyum lalu menghabiskan makananya. kopi seokjin sudah di buatkan. dan menyeruput kopi itu.


Mimi pergi ke kamarnya dia akan ke vila tantenya. dan akan sangat sibuk karna pekerjaanya.


Seokjin masih duduk di meja makan mengobrol dan bercanda dengan yoosun. suara gelak tawa mereka memenuhi rumah ini. bi lester tersenyum bahagia melihat ini.


Dan aku terbangun. memakai kembali bajuku yang berserakan di lantai dan lampu kamar. menarik nafas panjang kala berjalan. aku menahan perih dan rasa asing di bawahku. " Kemana ******** itu, " . Ucapku lirih sambil memakai kembali pakaianku.


Aku membereskan kekacauan di kamar ini.


merapihkan selimut dan sprei itu untuk di ganti. lalu berjalan pelan keluar kamar membawa seprei dan selimut di tanganku. bi lester terkejut dan berlari kecil ke arahku. " biar bibi saja non ". Ucap bi lester hendak mengambil sprei kotor di tanganku tapi aku menolak dengan lembut.


" Tidak bi. ini biar aku saja. Apah yoyo sudah bangun bi ". Ucap ku menahan bi lester.


" Sudah non. itu di meja makan sedang bercanda dengan tuan". Jawab bi lester. lalu aku berjalan ke arah ruang makan. betapa indahnya pagi ini...


Saat mataku di hadapkan dengan kedua duniaku. ayah dan anak itu tampak bahgia menikmati pagi dengan bercanda dan saling mencium.


" Sangat indah kan bi". Ucapku tanpa sadar. lalu bi lester tersenyum pergi meninggalkanku dan kembali melakukan pekerjaanya.


Seokjin melihatku dan tersenyum. menunjukan yoyo kalo ada aku disini. " mamii... sini". Ucap yoosun membuatku menangis bahagia pagi ini. rasa lelah karna ulah ayahnya semalam hilang kala melihat wajah mungil itu berbinar...


Aku menaru seprei kotor di tanganku di atas sofa. dan berlari kecil ke arah ruang makan. menghapus air mataku dan. mencium pipi gembul yoosun.


" Selamat pagi sayang...". Ucapku memegang kedua pipi yoosun.

__ADS_1


" Pagi mami... ". jawab yoosun dan menciumku kembali. Seokjin menarik pinggangku dan tersenyum.


" duduk dulu. aku ingin bicara hal penting ". Ucap seokjin lalu aku duduk di kursi sampingnya. bi lester menaruh teh hangat di meja.


" bicara apah jin ". Jawabku dan menunggu jawabnya.


" Aku sudah memesan tiket untuk kita kembali ke korea. aku harap kamu tidak menolak". Ucap seokjin membuatku menatapnya tak percaya.


"Tapi perusahaan disini gimana jin. tante akn sangat repot karna dia memimpin 2 perusahaan sekaligus tanpa bantuanku". Jawbaku serius. menatap yoosun yang sedang mendengarkan pembicaraan kita.


" Aku akan kirim orang kepercayaanku untuk membantu tante disini. dan mimi. aku sudah bicara denganya. dia akan tetap disini bersama tante". jelas seokjin.


"tidak bisa jin. mimi tanggung jawabku. aku tidak bisa meninggalkanya disini ". jawabku.


dari arah belakang mimi datang. " ayolah ka... aku sudah besar, aku akan melanjutkan ini, kaka bisa membantuku jika aku kesulitan kan ". jawab mimi lalu berdiri di sampingku.


" tetap saja aku tidak bisa ninggalin kamu disini sendiri ". Jawabku lagi.


"kaka aku sudah dewasa. dan ada vano disini, dia akan menjagaku dan juga tante. ". ucap mimi.


" Sudalah. keputusanku tetap sama. aku akan tetap disini melanjutkan perjuanganmu, aku keluar dulu. maaf aku tidak bisa mengantar kalian. kaka harus ingat aku akan baik2 saja ka. ". Ucapnya dan mencium pipiku lalu yoosun. dan terdiam sesaat menatap seokjin. dan tersenyum dia melambaikan tangan. pergi terburu2...


" jadi.... kita pulang siang ini. ". Ucap seokjin mengusap pipiku.


" dia akan baik2 saja sayang. ". Menenangkanku lalu aku melihat yoosun dan tersenyum.


Pukul 1 siang. aku menyeret koper pinku berjalan ke area bandara, tersenyum pada seseorang yang juga berjalan berasmaku. dengan satu tangan. masing2 menggengam jari tangan anak laki2 yang begitu bahagia hari ini.


kaca mata hitam yang kami pakai dan pengawalan yang ketat, membuat semua orang di bandara melihat ke arah satu keluarga ini, dengan kagum, yang membuat siapah saja iri melihat ini.


Beberapa jam kemudian... "terimakasih ". Ucap seokjin di dalam pesawat. mencium keningku yang sedang memejamkan mata. yoosun terlelap di tengah2 kita.


Aku tersenyum menatapnya. lalu melihat ke arah yoosun yang brada di tengah2...


" Ini penerbangan perramanya, dia tidur dengan pulas ". Ucapku mengusap pipi gembul yoosun.


Seokjin mengusap pipiku dan menatapku intens.


"Maaf... aku baru datang meski aku tau keberadaanmu di inggris semenjak 3 bulan sebelum aku tour". Ucap seokjin dengan wajah menyesal.


" kamu juga tau kalo yoosun adalah kita". Tanyaku menatapnya lekat.


"Tentu, bukan hanya satu orang, dua orang yang bilang, aku dan anak ini sangat mirip, lebih lagi saat dia memasang wajah dingin". Jawab seokjin tersenyum lebar. aku juga tersenyum.


Saat semua orang sedang beristirahat, aku dan seokjin sebaliknya, rasa rindu di antara kita belum terobati meski seokjin semalaman menyiksaku di ranjang.

__ADS_1


Tanganya mengusap pipiku, dan memiringkan wajahnya mendekat. Tangan besarnya menekan tengkuku, bibir lembut miliknya menyesap bibir bawahku dengan perlahan,


Tanganya turun mengusap leherku tanpa melepas pangutannya. Aku mengikuti ciuman lembut seokjin dengan memjamkan mata. tanganku memegang lehernya. tiba2 tanpa aku sadari yoosun bangun.


" papi.... mamiiii..." . Ucap yoosun dengan mata baru bangun tidur, Aku melepas kegiatku dan mendorong seokjin.


"Iyah sayang... ". Ucapku lalu yoosun memelukku merebahkan kepalanya di dadaku.


Seokjin mengangkat alisnya saat yoosun di pangkuanku. aku tersenyum menoleh ke arahnya.


Lalu seokjin memejamkan matanya. yoosun juga tidur lagi di pangkuanku....


.


.


.


.


.


.


Beberapa jam berlalu,... Akirnya kami sampai di bandara seoul incheon international dengan selamat.


Saat kami turun. yoosun masih tertidur. dan sekarang dia tidur di gendongan seokjin dengan ala kangguru, Satu tanganya menyeret koper miliknya dan aku menggengam jarinya, dengan satu tangan menyeret koper pink ku...


" Hai... Seoul... tidak menyangka aku kembali ke negara ini, setelah beberapa tahun lalu aku memutuskan untuk pergi". Batinku. berjalan perlahan di samping seokjin, melihat arah luar bandara. aku tersenyum saat ingatanku terputar pada pertemuan pertamaku dengan ka ayu. saat aku berlari memekuku ka ayu di ujung jalan. lalu ingatanku tertuju pada saat kita berkumpul di satu rumah. Momy dan ka ayu.


Kesadaranku kembali saat tangan seokjin mengusap air mataku yang tidak aku sadari terjatuh begitu saja, Aku melihatnya dan dia menatapku dengan tatapan misterius.


Mobil seokjin tepat di depanku. lalu dev membukakan pintu dengan tersenyum.


" Selamat datang kembali nona". Ucap dev. lalu aku tersenyum dan masuk ke dalam mobil. ntah apah yang seokjin dan dev bicarakan di luar.


Seokjin masuk, duduk di sampungku, mengusap kepalaku dan menatap lurus jalanan. saat mobil yang kami tumpangi melaju dengan kecepatan sedang. " Apah kita akan kerumah mami dulu jin ". Tanyaku mencairkan suasana


" Rumah kita yang dulu kita tempati sayang, mami akan aku kabari kalo kita disana, Aku punya kejutan, ". Jawab seokjin tersenyum. benar saja jalanan ini adalah jalanan ke rumah pribadi seokjin yang dulu kita tempati.


Mobil ini masuk ke halaman rumah. aku melihat sekeliling dari jendela. dan semua masih sama dengan sebelumnya.


" Papi... ini rumah nenek". Ucap yoosun yang sedari tadi sudah bangun dari tidurnya.


Aku turun dan berdiri depan pintu besar dengan perasaan campur aduk dan pikiran yang ntah di mana,

__ADS_1


" Bukan dong. ini rumah yoosun, papi dan mami". Jawab seokjin. aku menoleh lalu masuk kerumah.


__ADS_2