Dear Era

Dear Era
Anakmu


__ADS_3

" apah kau lihat? ada yang tidak beres dengan anakmu itu " ucap momy. duduk di sofa dengan snack ditanganya ditemani ka ayu yang asik memainkan laptop di pangkuanya.


"hmmm era maksud eoni " jawab ka ayu tanpa menoleh yang masih fokus pada leptopnya.


" iyah si cebong itu! emg anakmu siapa lagi " kesal momy yang masih mengunyah snack dan menatap tv.


"semnjak pulang liburan itu. dia lebih sering keluar rumah dan aku tau dia. seperti ada yang dia sembunyikan dari kita sikap dia aneh " lanjutnya serius menatap ka ayu yang masih bergulat dengan layar laptopnya.


" oooh soal itu, bukanya eon tau kalo itu anak emg aneh, kita aja yang sial mengenalnya " ucap ka ayu santai tanpa menoleh sambil tertawa.


" ahahah tapi dia lucu yu. kadang bingung juga dengan sikapnya itu " momy fokus ke saluran televisi saat itu.


" tapi bener eon, aku curiga sama temenya itu masih inget kan si jangkung jian " kali ini ka ayu menutup laptopnya dan menghadap momy, membuat momy menoleh. percakapan serius pun terjadi.


" ooh iyah iyah. aku ingat. si cebong itu belum menjelaskan soal itu" ucap momy. memanggilku cebong.


" suara jian seperti tidak asing yu" lanjut momy.


" suara itu? apalgi pas jian tertawa, itu sangat mirip kan eon apah mungkin... " jawab ka ayu terputus karna momy berdiri menghadap ka ayu heboh.


" apah kah yang kita pikirkan sama yu" .


ka ayu mengangguk dan ikut berdiri. momy kaget dan bingung. lalu ka ayu berjalan meninggalkan ruang tv. " mau kemana weeh kita blum selesai bicara" suara momy meninggi. ka ayu menoleh dan menjawab.


" aku mau ambil minum! kenapah snackmu itu pedas banget " ucapnya dan mengbil air dari lemari es.


" ahahaha kau memakannya " tawa momy kencang. ka ayu berjalan kembali ke ruang tv.


" kau sama bodohnya dengan anakmu, apah kau lupa aku suka pedes " lanjutnya dan tertawa melihat muka ka ayu yang kepedesan.


" apah lambungmu baja eon. itu sangat pedes dan kau memaknya dari tadi tanpa minum, aku harus lihat apah ada gunung es dimulutu itu" ucap ka ayu dan memegang dagu momy. dan momy tersenyum sambil melebarkan mulutnya. mreka tertawa melupakan obrolan seriusnya tadi.


...~~~...


" aku lebih suka kamu memanggilku oppa seperti kemaren " ucap jin yang sedang membawa masaknya ke meja makan.


disana ada aku yang duduk menunggu dia selesaikan pekerjaanya. aku hanya melihatnya karna dia melarangku membatu atau masuk ke dapur saat dia masak.


menatapnya dengan kedua telapak tangan mewadah wajahku tanpa sadar aku mengucapkan sesuatu.

__ADS_1


"you look very handsome " ucapku tanpa sadar . jin tersenyum dan meloto. lalu meberikanku sumpit. menyadarkan aku dari lamunan konyol.


" aku memang tampan mau gimana lagi " . balas jin menatapku bangga . sial. mukaku merah menahan malu dan si mesum didepanku tertawa menang.


" aku minta sendok aja " jawabku polos memberikan sumpit yang jin kasih ke aku tadi. dan jin menyatukan kedua alisnya lalu bangun mengambilkan aku sendok dengan bingung.


" kenapah tidak memakai sumpit " celoteh jin memberikan aku sendok. lalu aku memakan pangsit yang jin buatkan untuku.


" aku tidak bisa makan pakai sumpit itu merepotkan " jawabku dengan mulut penuh pangsit. lagi lagi jin. tertawa dan menggelengkan kepalanya lalu memakan makannya.


" apah aku akan dihukum jika di negaramu aku makan tidak dengan sumpit " jawabku lagi, berhenti ngunyah.


" tentu saja, iya " jawab jin bercanda. aku membulatkan mataku dan mengambil sumpit yang jin pakai . " heeey sumpitku " jin kaget. tapi dengan senyuman. " aku tidak ingin di penjara karna hal itu " jawabku dan mulai makan dengan sumpit.


jin minum dan menatapku yang sedang makan dengan lahap. ini pertama kalinya aku ke apartmen jin itu juga karna dia ingin memask untukku.


" setelah hari ini aku akan pulang kerumah. mungkin aku ngga akan menemuimu beberapa hari " jawab jin yang masih asik meneguk minumanya. aku hanya mengangguk patuh dan tersenyum.


" habiskan, aku akn membersihkan ini ke dapur " ucap jin membawa piring bekas dia makan. lalu aku. menyusulnya ke dapur.


" sini biar aku aja, kan oppa tadi udah masak jadi ini kerjaanku" ucapku mendorong pelan jin ke samping dan mengambil alih pekerjanya. jin tersenyum dan pergi ke kamarnya.


" apah ini sangat enak, kalo aku minum sedikit tidak akn mabuk kan " ucapku menyentuh botol minuman dan menuangkan ke gelas kecil. aku mengecap rasa anggur yang lumayan manis dan enak. aku menuangnya lagi dan lagi sampai habis setengah botol.


jin keluar kamar sepertinya habis mandi baju piama pink itu sangat lucu dan menggemaskan aku meracau dan tertawa.


" oppa kamu tau dari SMA keinginanku menikahimu karna kau sangat tampan" ucapku dan berjalan sempoyongan. jin menariku dan mendudukanku di sofa ruang tamu.


" dasar bodoh jika tidak kuat minum bwt apah minum " ucap jin dan hendak pergi ke dapur tapi langkanya terhenti karna ujung piyamanya aku tarik.


" jadilah penurut aku akn membuatkanmu obat pereda mabuk" . ucap jin tapi aku menggeleng dan menatapnya sayu.


" diamlah disini aku ngga akan lama oke " ucap jin memegang pipiku. aku tersenyum dan memegang lenganya. " jangan menggodaku aku laki laki normal " batin jin menatapku. aku menarik lenganya membuat jin membukukan badannya. cuup! satu ciuman mendarat dipipinya. dan aku merebahkan badanku di sofa. dengan mulut yang masih meracau. " harusnya aku tidak meninggalkanmu mandi tadi " ucap jin membetulkan posisi tidurku disofa.


" duduk disini dan temani aku, momy tau banyak hal yang blum aku ceritakan kekalian sakitku dan soal abang jin " ucapku terduduk saat jin hendak ke dapur kembali, aku menatap kakiku menunduk. jin menoleh dan melanjutkan langkanya menuju dapur.


aku berjalan mengikutinya sebelum sampai dapur aku memeluk jin dari belakang dan menangis sesegukan. jin menghentikan langkahnya dan membalikan badanku memegang kedua pipiku.


" katakan apah yang membuatmu menangis " ucap jin menatap aku dan mencium keningku . aku hanya menatapnya saja.

__ADS_1


" ya sudah kamu kembali ke sofa aku kan membuatkanmu minuman enak. menurutlah aku akan selalu bersamamu jika kamu menurut ". ucap jin. membujuku tapi aku tidak mau dan tetap memeluknya membenamkan wajah di dada bidanya itu. jin mengangkatku dan aku melingkarkan lenganku dilehernya sambil merebahkan kepalaku di kesamping dan mencium leher jin. nyaman hanya kata itu yang mampu menggambarkan perasanku. dan tak terasa aku tertidur dengan posisi dia menggendongku seperti anak kecil kakiku menyilang di pinggangnya seperti anak kangguru.


.....


" wanita bodoh setelah ini aku tidak akn membiarkanmu minum lagi, aku harus menahannya setengah mati " ucap jin menyenderkan punggungnya di sofa ruang tamu, dengan posisiku masih di pangkuanya menjadikan tubuh indah itu sebagai kasur ternyamanku, dan kita tidur dengan posisiku seperti bayi baru lahir.


pagi itu jin bangun lebih dulu karna ada yang masuk ke apartmennya dan berteriak membangunkanya sedangkan aku masih tidur dan hanya menggeser wajahku ke bahu sebelah jin.


" aigo! " teriak namjoon di depan jin dan jin hanya menendang kakinya. " diamlah kau bisa membangunkanya jika berteriak seperti itu" . ucap jin tanpa menggeser posisinya. namjoon hanya menatapnya penuh curiga.


" apah anak ini dari semalam disini hyung" ucap namjoon duduk si sebelah jin. menatapku yang masih terlelap tidur.


" hmmm" jawabjin.


" kau tidak berbuat hal yang akan merugikannya kan" selidik namjoon menatap jin.


" apah aku sebodoh itu, dia wanitaku mana mungkin aku mengambil keuntungan dari orang mabuk" jelas jin . " ini anak kalo tidur kaya orang mata astaga badanku sakit semuan" lanjut jin . namjoon tertawa disampingnya.


"posisimu dari semalam seperti ini hahha" menunjuk ku . " hmmm" ucap jin cuek.


" kenapah tidak kau taru saja dia dikasurmu". ucap namjoon.


" apah kau gila, bisa2 aku mati di cekik dia kalo dia bangun ada di kasurku, biar begini aja dia akn menyesalinya karna membuat badanku remuk" oceh jin, namjoon hanya tersenyum paham.


aku meregangkan ototku tanpa membuka mataku.


"hmmmmm, sakit banget kepalaku astaga" ucapku tanpa membuka mata. dan kedua pasang mata disamping dan di depanku hanya menatapku dan menggelng kepala.


aku membuka mata dan menutup mulutku dengan kedua tangan, " posisi macam apah ini, kenph aku bisa ada dipangkuanya ". batinku mengutuk kebodohanku yang tidak mengingat apapun. aku membulatkan mataku dan membatu. namjoon ketawa dan pergi kedapur.


jin mengangkatku dan mendudukanku di sofa yang tadi namjoon duduki. aku menutup wajahku dengan kedua telapak tangan. ini sangat memalukan.


" aku malu " ucapku disampinya. jin tertawa dan membuka tanganku. " aaaah kenaph kau tidak mengantarku pulang ". lanjutku memanyunkan mulutku didepannya.


" tidak mungkin aku mengantarknmu pulang dengan kondisimu yang sedang mabuk" ucap jin menatapku.


" kau mandilah aku akn memsan baju ganti untukmu,ada kuliah pagi kan ". ucap jin mengacak rambutku dan menyuruhnya mandi dikamarnya.


" aku mau susu coklat boleh" bisikku. jin tersenyum dan mengangguk lalu pergi menemui namjoon yang sedang membuat kopi. aku pergi ke kamar jin dan mandi disana.

__ADS_1


__ADS_2