Dear Era

Dear Era
Malu


__ADS_3

aku keluar ruangan ganti dan memulai pekerjaanku tidak lama penti datang. " ra bos tidak memecatmu kan " ucap penti dan memegang tanganku menunggu jawaban.


" tidak pen dia hanya menegurku saja ". jawabku dengan senyuman bahagia.


" owwh syukurlah. aku mengkhawatirkan kamu tadi, abis kamu lama banget disana". ucapnya lega.


"makasih pen kau sangat baik padaku tapi aku selallu merepotkan kamu". balasku.


" tidak ra kau sma sekali tidak merepotkanku, aku senang bisa membantumu, udahlah ayo lanjut kerja dan bawa ini ke meja nomr 5 ". jawab penti memberiku nampan berisi makanan dan minuman. dasar nona gila kerja. bahkan sedang mengobrol serius saja masih ingat kalo kita lagi kerja.


jam 9 malam waktuku pulang kerja. selesai mengganti pakaianku aku keluar lestoran dengan penti.


" huuh pegel banget tangan aku " ucapku menghibaskan tanganku karna keram dan sakit.


" iyah ra leherku juga sakit " lanjut penti berdiri disamping aku. tidak lama mobil hitam berhenti di depan aku dan penti. kluarlah seorang laki2 yang sangat aku kenal topi hitam dan masker hitam itu hampir menutupi seluruh wajahnya. jeans hitam dan suwetr hijau yang sangat besar untuknya.


" masuk aku akan mengantarkan kalian pulang " ucapnya. berdiri di hadapan aku dan penti.


" maap tuan aku tidak mengenalmu". ucap penti dan membukukan badannya. lalu menoleh ke arahku penuh tanya.


" dia temenku pen, ayo masuk rumah kita searah kan ". ucapku pada penti.


" tidak ra. aku akan dijempur kekasihku mungkin sebentar lagi dia sampai ". tolak penti karna kekasihnya yang akan menjemput.


" apah kau serius tidak papah aku tinggal" aku menyakinkan.


" iyah ra aku bnran tidak apah, tadi dia menelvon sedang dalam perjalanan kearah sini". jawab penti tersenyum dan melambaikan tangan padaku yang sudah ada di samping temnku.


"owwh baiklah pen kalo begitu aku duluan ya kamu hati2". ucapku melangkah masuk ke mobil dan melambaikan tangan pada penti yang tersenyum padaku dan dia. lalau aku duduk disamping dia. mobilnya melaju ke jalanan.


" harusnya kamu jangan menjemputku seperti ini, kalo penti tau gimana? apah yang penti pikir nanti. kalo tau aku di jemput oleh bosku sendiri." omelku menatap lurus keluar jendela. dan jin masih fokus menyetir tanpa menjawab ocehanku.

__ADS_1


"berbaliklah? tolong lepaskan masker sialan ini dan topi ini juga " . ucap jin padaku. dan aku membalikan badanku lalu menatapnya marah.


"berhenti melihatku dengan tatapan itu atau aku kan menepi disebrang sana dan menghukum kamu dimobil sekarang" ucapnya membuatku takut.


aku mengembungkan pipiku seperti biasa karna sebel sama manusia disamping aku ini. " menyebalkan " .


" ahahha dasar bocah " ucap jin gemas dan mengacak rambutku dengan satu tangan smabil tertawa.


" aaah! rambutku berantakan jin " teriaku dan menjauhkan kepalaku dari tangannya. lalu jin berhenti tertawa dan menyuruhku melepas masker dan topinya itu.


" iyah iyah sory, cepat lepaskan masker dan topi ini " perintahnya. masih fokus nyetir.


aku bantu melepaskan masker itu dan satu ciuman tepat mendarat dikeningku, karna saat itu aku merubah posisiku dengat denganya karna harus melepas maskernya itu tapi dia malah mengagetkan aku. " lepas lah sendiri! selalu seperti itu seenaknya aja " kesalku dan marah pada jin dan membalikan posisiku semula menjauh darinya.


" sory deh sory abis kamu deket banget tadi " bela jin tidak mau disalhkan.


" itu karna kau menyuruhku melepas masker itu" kataku tanpa. melihat jin. karna ngambek.


" jin pliis! " teriaku dan mendorong jin tapi itu tidak membuatnya bergeser dari posisinya saat ini aku berkeringat dan jantungku saat jin makin mendekan ke samping dadaku aku memejamkan mataku rapat rapat dan...


klek! (suara seatblet)


aku membuka mataku dan mendorong jin kasar "aaaaah jiiin kau menyebalkan" terikku saat jin tertawa puas mengerjaiku .


" ahahhahah dasar bodoh aku hanya membantumu membuka seatblet dan kau berkeringat dingin seperti aku akan menelanmu " ucap jin dengan tawanya yang masih terdengar olehku.


aku menutup mukaku dengan kedua tanganku karna malu.


" dasar bodoh bodoh bodoh kamu gila ra, knph pikiranku nakal seperti itu dan membuat dirimu malu". batinku mengutuk diri sendiri.


" sudahlah buka tanganmu apah kau tidak mau turun ". ucap jin. masih dengan cekikikan yang membuatku sangat malu melihatnya. jadi aku menunduk tanpa membalas ucapanya.

__ADS_1


" apah kau akan menurunkan aku ditengah jalan. malem2 begini jin". ucapku tanpa sadar kalo. aku sudah ada di depan gerbang rumah.


" lihat depan kamu itu baru bertanya" jawab jin dan mengangkat daguku dengan jari telunjuknya.


Aku melihat pintu rumah dan menoleh ke jin. lalu aku keluar dari mobil dan lari tanpa bilang apah2 ke karna malu, aku membuka pintu gerbang dan terus jalan tanpa melihat arah belakang, saat mesin mobil jin nyala aku berbalik dan melihat jin melambaikan tangan dari jendela. aku membalasnya tersenyum dan melambaikan tangan juga.


"ooh astaga aku bahgia bunda ayah mimi". batinku teriak.


aku membuka pintu dan mengganti sepatu dengan sandal RJ kesayanganku, lalu berlari kecil dan menyanyi ala jhope ke arah kamar.


" ***polala polala laci polala*** "


nada itu aja terus berulang ulang sampai aku berteriak kaget karna ada orang yang melemparku dengam boneka TATA tepat kena kepalaku.


" aaaaaaakh sakit" ucapku kaget. dan melihat arah sofa ternyata ada ka ayu yang sedang tiduran disana dengan snack ditangannya.


aku lari kearahnya dan menindihnya disofa menggigit bahunya kecil, mencium pipi dia karna aku rindu denganya rindu bertengkar dan rindu teriaknya. " muach muach emuuach" aku menciumi wajahnya. dengan gemas. lalu ka ayu mendorongku sampai aku jatuh dan itu sakit banget.


" kau seperti anak anjing menemukan tuanya tau? udah mah bau asem lagi dasar jorok" omelnya dan aku bangun dari jatuhku dan duduk di bawah kursi menyilangkakan kaki dan memakan snack ka ayu tadi mengabaikan omelannya. " sonoo mandiiii" dorongnya . " iiih bntar lagi aku males ". jawabku tanpa merubah posisiku . dan ka ayu duduk diatas sofa lalu merambet snacknya yang sedang aku makan. " makananku " . teriaknya dan menendang lenganku agar bergeser tapi aku malah membetulkan duduku disampingnya menyilangkan kaki sama persis denganya dan berhadapan " jadi kapan kau pulang kenapah tidak memberi tahu aku. bukanya kau akan pulang senin depan. hari ini masih hari rabu". jawabku mengambil snacknya. menunggu jawaban ka ayu.


" tadi siang, aku hanya menengok keluargaku saja aku ingin liburan dengan kalian minggu ini". jawabnya dan merambet balik snacknya. aku mengangguk paham.


" kamu mau lagi". pintaku pada ka ayu.


" mandi dulu sono baru aku kasih" ocehnya sibuk dengan snack dan memasang handset. menendangku agar dia bisa selonjoran kaya posisinya sebelum aku datang. " ngga mau iiih nanti pagi aja ". jawabku dan akan merbahkan badanku di sampinya.


" mandi ngga ! atau aku seret kamu dan aku lelepin di bak mandi nih " ancamnya dan mendorongku jauh. aku menarik kakinya karna kesal dan aku menggelitiki dia smapi dia teriak minta ampun dan menjambak rambutku. gila banget dia kepalaku hampir copot dari tempatnya. tadinya becanda malah jadi berantem dan tertawa riang malam itu.


" udah ah aku cape". kata ka ayu dan mendorongku untuk mandi. ngga lama ka megha pulang membawa makanan. aku melihat ka ayu dan ka ayu paham maksudku. kita berdua tengkurep di samping sofa.tapi ruangan itu brantakan dan banyak snack berserakan karna tadi.


ka megha menaruh makanan di meja makan dan berdiri di blakang sofa tempatku ngumpet tadi menatap marah ke arah aku dan ka ayu.

__ADS_1


" bangun atau aku injak kalian berdua " ucapnya marah. menatapku dan ka ayu bergantian.


__ADS_2