Dear Era

Dear Era
mabuk 2


__ADS_3

Angin malam menambah suasana panas di antara aku dan jin, saat ini aku tidak peduli apapun.


jin membuka pakaianku perlahan. merengkuh tubuhku dibawahnya. mataku samar menatap wajahnya. jin tersenyum dan menyingkirkan rambut di wajahku dengan jarinya,


" I love you so mach baby" ucap jin pelan ditelingaku nafasnya membuatku reflek memeluknya dan menindih tubuhku. jin menghujani wajahku dengan ciuman, tangannya tidak diam saja, tangan itu berhasil mengabsen setiap inci tubuhku. aku meremas bahu jin dengan kuat. ciumanya bertubi di wajahku dan leher jenjangku, samar2 aku melihat jin tersenyum. perlakuanya padaku lembut...


Sebenarnya aku dan jin tidak mabuk berat kita masih setengah sadar.


" setelah ini kau akan jadi miliku seutuhnya sayang, maafkan aku" ucapnya. dan ******* bibirku perlahan, semakin lama tangan jin melepas semua pakaianya menarik selimut untuk menutupi tubuh kita. jin mengusap perutku dan meremas pinggangku membuat aku seketika melenguh tertahan,


lumatanya pada bibirku menjadi gigitan kecil, turun ke leherku , tanganya berada di tubuh bagian atas aku. membuat nafasku memburu, keringat kita menambah kesan erotis ditubuh kita masing2, saat cahaya redup dari lampu kamar yang kita nyalakan.


" maafkan aku" ucap jin trus menerus. dia brada di atasku perlahan mencium pipiku. leher jenjangku lagi lalu dia bertahan di dadaku.


saat bibirnya menyentuh payudaraku,melumatanya dan menyesap sangat perlahan lahan disana, aku meremas jari2 jin karna kedua tanganku di tindih telapak tanganya yang besar.


Aku menahan rasa familiar di tubuhku. jin makin liar di dadaku, membuat aku menahan sakit saat jin memainkanya, aku memejamkan mataku dan menggigit bibir bawahku sendiri. lalu menatap langit2 kamar, dengan keringat yang membanjiri tubuhku,


cukup lama jin bermain disana . " jiiiiiiin" aku memanggil namanya dengan nafas yang begitu berat, aku berusaha melepaskan tanganku,


" Hmmmmm" jawaban jin, dengan mulut yang mulai liar disana, memilin dan menggigit payudaraku, membuat aku menahan rasa yang tidak bisa aku jelasakn.


" jin ini sungguh tidak nyaman, lepaskan tanganku " ucapku lirih dengan mata berkaca kaca karna aku, menginginkan lebih jauh lagi, aku ingin menahan kepala jin disana dengan tanganku yang jin gengam kuat.


" lepas jin aku mohon " pintaku, memiringkan wajahku menatap jariku yang jin genggam sangat erat.


" mmmmm" jawabjin. aku mengeliatkan tubuhku.

__ADS_1


" jiiiin aku....tolong lepas tanganku" ucapku dengan nafas terengah2 dan menitihkan air mata.


" maafkan aku sayang" jawab jin melepas tanganku. dan menatapku.


" aaaaaargh, ini tidak nyaman jin" aku melenguh dan menekan kepala jin di dadaku dan menuntun tanganya agar meremas payudaraku... nafasku naik turun dan jantungku berdekup dengan cepat. melihat wajah jin yang tersenyum diatasku, nafasnya bisa aku rasakan.


Mengusap keringat di wajahku yang memerah, dan nafasku yang tersenggal2 . jin tepat di atasku...


" kenapah lakukan ini jin " ucapku tidak bisa mengendalikan perasaan aneh ini lagi memegang tengkuk jin dan menciumnya singkat.


" karna aku mencintaimu azera, maafkan aku.


ini akan menyakitimu dan hatimu setelah pagi nanti " ucap jin diatasku. mengusap pahaku ...


Dan menepatkan dirinya di tengah kedua kakiku


" kau menyakitiku jin" ucapku dengan suara serak dan nafasku tertahan. keringat makin banyak dan air mataku mengalir dengan lancar.


saat jin berusaha kembali aku mendorong dadanya tapi lemah. tubuhku menegang " jangan jin ini sakiiiiiit... kau tidak mencintaiku jiiiin kau....." teriakan tak berpengaruh, jin membenamkanya perlahan dan menghentakanya lebih dalam ke tubuhku, aku menangis dan mencengkram kuat punggung jin dan aku lemah di bawah jin karna teriakan aku dan tangisanku di hiraukanya.


Tubuh kita menyatu, tidak ada jarak di antara kita malam ini, jin membiarkanya beradaptasi dengan tubuh kita masing2.


jin menciumku, aku menangis sesegukan dan memalingkan wajahku saat jin akn mencium bibirku.


" maafkan aku, please.. maaf maaf maaf sayang maaf " ucapnya dengan posisi membenamkan wajahnya dileherku lagi, tanganku tidak bergerak sama sekali,


badanku masih brada di rengkuhanya , jin bergerak, aku menatapnya dengan air mata keluar dengan deras.

__ADS_1


" jangan bergerak jin aku mohon " ucapku menangis dan memeluknya erat, jin mngusap pipiku.


" jika begini terus kau akan semakin sakit, biar aku pergi ya. wajahmu pucat " ucapnya. dan akan berdiri " aaaaah jangan jin aku mohon jangan. tetap seperti ini aku ngga bisa menahanya lagi itu sakit " terikaku dan mencakar lagi punggung jin, menangis lagi dan lagi.


jin mengusap pipiku, dan mengelap keringat di keningku,


" bertahan lah dan pegang ini " ucap jin menyuruh aku memegang pundaknya. dia bergerak aku akn mencengkram kuat punggungnya. lalu jin. bermain di dadaku seperti tadi dan tanganya ikut serta memaikanya dengan lembut. selang beberapa menit jin menggerakan tubuh bagian bawahnya aku menahan sakit dan nikmat di dadaku. mencengkram kuat seperi. nafasku naik turun dan sangat cepat.


jin memulai ritmenya perlahan, jin bergerak dengan hati2 " sakit jin sangat, " ucapku mencengkram lengan jin, lalu jin mencium keningku lagi. di menurunkan wajahnya dan menyesap kuat payudaraku lalu melumatnya dengan tubuh bagian bawhanya memulai ritmenya lagi aga di percepat teratur...


lenguhan dan desahan aku tahan dengan meremas lenganya sangat kuat dan menggigit bibirku.


" masih sakit " tanyanya dengan nafas terengah2 mengusap keringat di kening dan wajah pucatku. aku menganggukan kepalaku dan menggigit bibir bawah aku.


" jangan di tahan sayang" ucap jin bergerak semakin cepat di atas tubuh ku. dan iya? itu membuat aku melupakan rasa sakit tadi yang sangat menyiksa.


" aaaaargh jin" teriaku memegang wajah jin di atasku dengan nafas kami yang memburu. klimaks pertamaku sempurna.


aku menatapanya tanpa bergerak. tapi jin trus berlanjut meski aku meminta stop karna aku sangat lelah. " jiin aku capek " ucapku sendu.


" sebentar lagi sayang ini yang terakhir" ucap jin mempercepat. tapi itu sangat lama.


" maafkan aku " ucap jin mengecup dalam keningku.


" kapan kau berhenti jin, aku bener2 capek " ucapku lemah, jin malah memperlambat gerakanya dan Tiba2 menghentakannya dengan kuat. membuat aku mengerang kuat, dan meremas ujung bantal yang di kepalakku. nafasku sudah naek turu.. jin memulai lagi meski dia sudah mencapai klimaks menyusulku...


aku tidak tau sejak kapan aku tertidur dengan jin yang masih melakukanya meski aku memohon berhenti. .....

__ADS_1


maafkan author yah thayang2 aku. beberapa hari ini episodenya monoton. aku pusing jah, jadi aku bakal berusaha benerin yang kamren2 itu lagi. 🙏🙏🙏🙏🙏😇😇😇💜💜💜💜


__ADS_2