
Aku berlari dengan isak tangisku, keluar gedung mewah, dan tinggi mencakar langit di belakangku. aku abaikan semua teriakan orang memanggil namaku. beberapa menit aku berlari menjauh dari mreka...
di pinggir jalan kota seoul ini aku berdiri dengan tatapan kosong, di depan zebar cros, Aku melihat kendaraan roda empat, berlalu lalang di hadapanku. di tempat seramai ini aku merasa kosong, tidak tau akan pergi kemana setelah aku tau semua ini. ucapan ayah jin terngiang di otakku. prbedaan status yang harusnya aku sadari sejak awal, itu cukup menyadarkanku akan posisiku.
Aku berjongkok menekuku kakiku, menutup telingaku dan menangis sangat pilu disana. cinta tidak ada artinya tanpa status
Tak lama hujan turun dengan deras, aku masih di tempatku dengan tubuh yang mulai basah kuyup terguyur hujan, aku biarkan diriku mengigil di sana, Dari kejauhan teriakan seseorang membuatku menoleh. lalu aku berdiri dengan penampilan kacau. menatapnya dengan tatapan marah.
" berhenti disitu sayang aku mohon " teriak jin dan berjalan mendekat ke arahku.
" pergi jin... aku tidak ingin melihatmu" ucapku dengan suara gemetar karna kedinginan bercampur derasnya suara hujan.
" maafkan aku please... jangan katakan itu " ucap jin mengacak rambutnya dan melangkah mendekat kearahku...
Aku menatapnya dan trus menangis, berjalan mundur, dari arah kanan sebuah bus melaju dengan cepat.
" azeraaaaaaa" teriak jin..
berlari menariku ke pelukanya . aku meronta ingin melepaskan tubuhku dari rengkuhanya. semua orang melihatku dan jin. tentu saja mereka mengenal laki2 yang bersamaku di trotoar kota seoul dengan hujan deras menyelimuti kita berdua. tapi aku tidak peduli dengan ucapan orang2 di sekelilingku.
" lepaskan aku!! " teriaku meronta hendak melepaskan diri dari rengkuhan jin. memukul keras dada bidang jin.
" apah kau bodoh, jika kau marah, pukul aku marah padaku, jangan berindak bodoh seperti anak kecil, membahayakan diri sendiri seperti itu" teriak jin dan mencengkram erat bahuku. aku menatapnya dengan air mata ku yang bercampur air hujan. bibirku mengigil kedinginan. tubuh mungilku pucat dan sangat dingin,
" aku bisa gila jika sesuatu terjadi denganmu" ucap jin menatap mataku dengan tatapan kehawatiran. mengangkat tanganku dan menuntun telapak tanganku untuk menamparnya berkali2.
" pukul aku seperti ini sepuasmu... " ucap jin dengan terus menerus memukulkan tanganku di wajahnya.
__ADS_1
aku menahan tanganku agar jin berhenti melakukan itu. aku sesegukan mentapanya.
" maafkan aku... " ucapnya liri menjatuhkan kepalanya di bahu kiriku, dengan tangan erat memeluku. tubuhku kaku, aku hanya memejamkan mata tanpa merespon dekapanya.
Kau membunuhku dengan rasaku jin.
Hujan deras malam ini mewakili hatiku yang patah, perasaanku menangis sejadi jadinya. tapi aku tidak bisa marah atau membenci laki2 yang tengah memeluku saat ini. kehangatanya mampu membuatku kembali tenang, entah kenapah aroma tubuhnya bagai candu bagiku...
" Aku capke jin... " ucapku pada jin yang tengah memeluku erat. suaraku lirih, hujan masih turun dengan deras...
" maaf kan aku " jawab jin mewadah wajahku yang masih menitihkan air mata saat melihat wajahnya. mengusap pipiku dan mencium kedua mataku.
Jin menuntuku masuk ke taxi yang baru saja dia berhentikan. aku masuk dan jin mengikutiku.
lalu taxi yang kita tumpangi berjalan dengan kecematan sedang, jin menggengam tangan dinginku. di dalam taxsi.
.
.
.
.
Pukul 22:00 kita turun dari taxi, yang berhenti tepat di depan gedung apartman yang kita tinggali selama ini. jin menggengam pergelangan tanganku dan masuk ke gedung itu aku dibelakang mengikuti tanpa bicara . berjalan ke arah lift yang kosong, kita masuk dan menekan tombol lift yang menuju ke lantai apartement kita. berdiri disampingnya, aku melihat kosong lantai lift. dengan tubuh kedinginan aku menggigit bibir bawahku yang pucat. jin melepas genggamanya dan beralih merangkul pinggangku mendekat ke samping tubuhku.
Aku menoleh sesaat pandangan kita bertemu. dengan tubuh kita yang sama2 basah karna hujan.
__ADS_1
jin menepatkan dirinya di hadapanku. aku mundur dan membentur dinding lift. menatapku lekat kini tidak ada jarak antara tubuhku denganya, merangkul pinggangku, aku menahan dadanya dengan kedua tanganku tanpa melihat ekspresi jin saat ini.
perlahan jin memiringkan wajahnya dan mendekatkan ke wajahku, tangan kananya menggengam telapak tangan kiriku,menekan punggung tanganku ke dinding lift. jin mengeratkan tubuhnya menghimpit tubuh basahku. saat jin perlahan mendekatkan wajahnya. Aku memalingkan wajahku. menarik nafasku. merasakan benda lembut dan lembab menempel di leherku. jin menyesapnya perlahan aku meronta mendorong nya dengan tangan kananku. usaha yang sia2.
jin menelusuri leher jenjangku dengan sangat lembut. melepas tangan nya di tangan kiriku. mengangkat daguku. mencium pipiku dengan pakasa. aku mendorong jin dengan sisa tenaga yang aku punya. tubuh jin memundur.
" apah yang kau lakukan jin " ucapku menatapnya.
Tanpa bicara, tatapan penuh nafsu yang aku lihat dimatanya.
tiba2 Tubuh jin menubruk tubuhku, mencengram erat tengkuku. ******* bibirku penuh nafsu. jin menggigit bibir bawah, aku membuka mulutku dan lidah jin menerobos masuk ******* bibirku berulang menyesapnya dengan tangan meremas kasar payudaraku. " hhhhmmmm" suara eranganku tertahan. nafasku naik turu, jin mencium keningku dan mengangkat tubuhku keluar lift.
" aaah jin turunkan aku " teriaku memukul punggung jin, berjalan ke arah pintu apartemen, rasa nyeri di payudara atas ulah jin di dalam lift tadi masih sangat terasa.
Pintu apartemen terbuka jin masuk tanpa menurunkan aku yang barda di bahunya. menendang kasar pintu yang otomatis terkunci saat pintu tertutup. aku meronta dan memukul punggungnya bertubi tubi, jin berjalan tanpa memperdulikan teriakan dan. bentakanku sampai akhirnya aku melemah karna aku kehabisan tenaga.
kreek..
Pintu kamar terbuka, jin menurunkan aku dengan kasar di atas ranjang. " aku mau kita putus jin, aku akan selesaikan kuliahku 1 bulan lagi dan aku akan pulang ke indonesia, " teriaku dan berdiri di hadapan jin.
tatapan matanya sangat mengerikan. jin mengangkat daguku dengan amarah yang bisa aku lihat dari wajahnya. " sekali bersamaku kau tidak akan bisa lepas " ucapnya penuh penekanan.
" aku tidak peduli... mulai hari ini kita tidak memiliki hubungan apapun lagi " ucapku menatap mata jin. lalu aku hendak pergi kluar kamar, tapi jin lebih dulu mebalikan tubuhku menghadapnya.
Memeluk pinggangku dengan satu tangan. dan tangan yang satunya mengusap lembut wajahku.
" lepaskan aku" . ucapku mengeliatkan tubuhku di dekapannya. jin tersenyum dan memainkan jarinya di bibirku turun ke leherku, aku mendongakan wajahku. jin sangat menakutkan... jin tidak lagi lembut seperti biasanya......
__ADS_1