
" pen aku izin keluar sebentar yak? nanti aku balik lagi pengunjung juga tidak seramai tadi kan ". izinku ke penti. berdiri dihadapan penti yang sedang menyiapkan jus untuk pelanggan.
" ya sudah pergilah dan ingat balik lagi aku pasti kerepotan disini kamu tau kan maya izin hari ini ". ucap penti melihat sekeliling lestoran dan yak hanya beberapa meja saja yang penuh.
" terimakasih pen kau sangat baik, janji ngga akan lama " . jawabku sambil menunduk bebrapa kali ke penti. lalu pergi meninggalkan lestoran setelah mengganti bajuku. aku berjalan keluar dengan memegang benda pipih di tangan kananku dan yang kiri membereskan anak rambut yang menghalangi pandangan karna terkena angin. sibuk dengan ponsel sampai aku tidak sadar aku berjalan dan menabrak dada seorang peria dan itu ternyata si jangkung mesum, siapa lagi kalo bukan dia bosku yang pemaksa.
" perhatikan jalanmu, beruntung siang ini aku yang kau tabrak ". jawabnya dingin tidak seperti biasanya. tanpa melihatku dia berjalan masuk lestoran dan di ikuti oleh anak anjingnya iyah? siapa lagi kalo bukan si dev. aku membungkukan badanku seperti biasa dan tersenyum ke dev.
" dasar manusia aneh " ucapku dan berjalan ke halte bus. dan ngga lama busku datang. aku buru2 masuk dan dalam perjalanan aku mengirim pesan ke seseorang yang akan aku temui.
" Dok aku akn sampai di RS xxx 5 menit lagi " ucapku pada dokter ali didalam telvon.
" kau langsung ke ruangan dokter chan saja ra dia spesialis ... ruanganya dilantai 2, jika bingung tanya suster yang ada pasti tau " balas doktr ali.
" oh baiklah dok terimakasih banyak " jawabku. yang sedang duduk dikursi penumpang.
Dokter ali mematikan telvon setelah berpamitan padaku. dia seperti omku sendiri, dia selallu membantuku untuk menenangkan keluargaku selama ini.
busku berhenti karna udah sampai tujuan aku turun dan berjalan tidak jauh dari halte tempatku turun. aku memasuki pelataran rumah sakit kota . dan tepat kaki kananku memasuki RS yang begitu megah dan cantik tapi tetap aja aku tidak menyukainya baunya itu membuatku pusing.
aku menghela nafas kasar. " semangat ra demi orang orang yang sayang sama kamu " ucapku menyemangati diri sendiri. dan. mengangkat tanganku satu . lalu berjalan cepat menaiki Lift ke lantai dua .
ting!
"oowh akhirnya " . ucapku dan langsung keluar lift dan berjongkok di depan lift yang aku rasa tidak terlalu ramai, aku sangat takut naik lift sumpah demi apapun aku takut naik itu, jika tidak karna terburu2 aku mending naik tangga darurat aja. lagian hanya lantai 2 .
Aku kaget ada tangan besar mendarat dipundakku.
" kau tidak papah de " ucap orang itu. aku berdiri tegap dan tersenyum, " aku baik2 saja dok " . aku tau dia dokter karna jubahnya itu jubah dokter. dan ngga kalah mengejutkanya. ternyata papan mana dokter muda di hadapanku ini adalah Drs. Chan pradipta.
" Apah anda doter Chan spesialis xxx dok? ". tanyaku.
" iyah de, ada yang bisa saya bantu" . jawabnya berdiri didepanku.
__ADS_1
"perkataanya sungguh lembut berbeda dengan jinieku yang berubah ubah. aiiiish! kenph aku membandingkan dokter tamvan ini dengan si mesum itu" batinku bengong dengan sejuta pikiran.
" ehhemm adek, apah kamu baik2 aja " ucapnya lagi dan menyadarkan aku dari lamunan yang tidak masuk akal tadi.
jawabanku karna kaget. " eeeh iyah dok aku baik2 aja, salam kenal dok aku nuna azera ". mengulurkan tanganku. " aku pasien dokter ali dari indonesia" lanjutku karna dokter Chan nampak tersenyum bingung padaku.
" owh kau kah itu nuna astag aku mengira kau anak smp " jawabnya dan tertawa. aku kesal! ada apa dengan manusia yang aku temui disini kenph selalu mengira aku anak kecil, apah aku secebol itu .
aku mengembangkan pipiku kesal dan menjawab.
" apah aku sekecil itu dok, bahkan dokter bukan orang pertama yang berkata seperti itu ".
" ahahaha kau lucu ra, aku senang bertemu dneganmu". ucap dokter chan. dan mengajaku masuk keruanganya. dan ternyata ruangan dokter chan tidak jauh dari lift.
" ayo masuk, duduklah dulu aku baru selesai mengecek pasienku tadi ". lanjutnya dan menyuruhku duduk dihadapanya. kita ngobrol banyak tentang sakitku. dan maslah aku pusing disertai mimisan itu efek obatku dan itu juga karna aku sangat kelelahan. syukurlah tidak ada yang serius tentang ini.
" dokter apah aku benar tidak papah". tanyaku menatapnya serius.
" kau tidak papah ra, jangan khawatir aku sudah liat semua daftar kesehatanmu dan aku sudah paham, om ali menyuruhku mengontrol perkembanganmu disini dan satu pagi cukup panggil aku kaka atau ka chan saja, biar akrab ". ucapnya panjang lebar dan tersenyum manis padaku.
ka chan bertanya bingung dan melotot padaku.
" haah katam " .
aku tertawa melihat ekspresi bingung ka chen. " hahaha iyah Katam (kaka tampan) " suaraku membuatnya ikut tertawa karna tingkahku itu.
" ada2 aja kamu ini dasar kecil " ucapnya mengacak rambutku dengan senyuman lebar tanpa suara.
" aku seperti punya kaka laki2 ". batinku menatap ka chan dengan senyum bahgia. aku lanjutkan obrolan dengan tertawa karna aku sudah anggap ka chan seperti kaka laki2 aku disini. dia adalah adik dari dokter ali yang emg sudah lama tinggal di korea. aku juga sering mendengar cerita ka chan dari dokter ali jadi gampang akrab gini. ooh iyah umur dia 27 thn seumuran dengan jin.
ke asikan ngobrol aku lupa ternyata aku sudah hampir 1 jam setengah disini. aku berpamitan dan akan kembali kelestoran, ka chan juga ada oprasi setengah jam lagi.
" baiklah ka. aku pamit dulu aku harus kembali ketempat kerja, senang bertemu denganmu Katam" ucapku membungkukan badan.
__ADS_1
" kau hati2 jaga pola makan oke".balasnya dan tersenyum padaku.
lalu aku mengangguk faham dan melambaikan tanganku dan melangkah keluar pintu.
aku menarik nafasku dalam2 dan membuangnya perlahan menggigit jariku karna aku takut, kalo ngga masuk aku bakal lama sampai lestoran tapi kalo masuk takut banget, gugup karna sudah ada di depan lift jadi aku menutup mataku dan masuk, membuka mataku sebelah untuk menekan angka lantai bawah lalu aku menutup mataku rapat2 . " untung aja didalam tidak ada orang jadi aku ngga malu" ucapku dan. keluar lif dengan cepat. itu seperti di dalam rumah hantu aku sampai berkeringat dingin hanya masuk lift. berlari keluar rumah sakit dan langsung masuk bus yang akan aku naiki dengan cepat. sungguh beruntung aku tidak harus menunggu busku datang karna pas banget aku smapai halte dan bus sudah berhenti. aku menyandarkan punggungku ke kursi melihat acak keluar jendela.
ting!
cepat keruanganku atau aku akan sangat marah padamu. #jin
isi pesan masuk itu aku lihat, dan iya bosku marah karna aku keluar dan meninggalkan pekerjaanku terlallu lama. " apah dia marah " batinku. tidak menunggu lama busku berhenti dan aku cepat2 turun. aku berjalan cepat masuk estoran .
" apah urusanmu sudah kelar. bos sangat marah dan meminta kamu keruangnya ra ". ucap penti seperti khawatir. iyah? meski aku dan penti baru beberapa bulan bertemu tapi dia seperti sahabatku lainnya. dia sangat baik dan manis padaku meski dia judes tapi aku tau itu emg kebiasanya. " oh iyah pen maap aku merepotkanmu" . memgang pundak penti dan melihat ruangan jin. sebenernya aku gugup tapi aku harus kesana. berjalan meninggalkan penti dengan tatapan kekhawatiran padaku aku tersenyum agar penti tidak khawatir lalu melanjutkan jalanku.
tok tok tok.
"masuk" ucapnya seperti musim salju. menatapku marah. yang masih berdiri diambang pintu aku melakah masuk berdiri di hadapanya. menunduk dan meremas jariku.
" pergi seenaknya apah kau pikir ini lestoranmu! aku menelvonmu beberapa kali tapi tidak ada jawab, apah urusanmu lebih penting dari pekerjaan ini. jika iya kenapah bekerja? " suaranya penuh penekanan, aku hampir menangis tapi aku tahan. wajar dia marah karna aku izin bukan padanya langsung. perihal telvon aku emg melihat di layar ponselku dia menelvon bebrapa kali makanya aku buru2 balik ke lestoran. aku masih menunduk karna takut, dia benar2 marah hari ini. jin berdiri dari duduknya berjalan dan membalikan badanku.
" kalo orang lagi ngomong tatap matanya jangan nunduk ". suaranya tidak setinggi tadi.
" aku lapar aku ingin kau menemaniku makan siang tapi kau tidak ada dan kluar tanpa memberi kabar padaku". ucapnya lagi dan mengelus kepalaku. lalu aku angkat kepalaku dan melihat wajahnya tidak semerah tadi dan ada penyesalan di mata itu. tanpa sadar aku memegang pipinya dan mengusap lembut dengan ibu jariku. masih dengan saling menatap aku bilang . "maap aku membuatmu marah ". hanya kata itu yang bisa aku kluarkan. jin mengangguk dan menggengam tanganku lalu menycium punggung jariku dengan lembut aku memejamkan mata saat bibir lembut itu menyentuh kulit tanganku. sungguh aku ingin waktu berhenti disini.
jin melepaskan tanganku dan menyuruh aku duduk di sofa. " temani aku makan setelah itu. kau boleh kluar dan lanjutkan pekerjaanmu" ucapnya memegang sumpit duduk disebelahku. aku menjawabnya dengan anggukan kepala. dia mulai memakan makanannya, aku hanya menatapnya lucu. aneh bukan manusia disampingku ini adalah seorang idol dan manager lestoran ditempatku bekerja. tapi sikapnya membuatu penuh tanda tanya, disampinya seperti ini aku rasa sudah cukup.
senyumku mengembang " aku seperti seorang ibu yang mengawasi anaknya makan ". ucapku masih menatap jin dengan kedua tanganku yang mewadah wajahku ,membuat jin menoleh dan menyaatukan alisnya dan berucap " kamu ibu dari anaku " . ucapnya dengan menyuapiku daging di tanganya. lalu aku duduk tegap dan memakan daging yang jin kasih. aku tersenyum dan dia juga. " aku kira itu suarku dalam hati " ucapku pada jin dan mengembungkan pipiku . " aku tau apah yang kau ucap dalam hati karna itu sangat tercaba dimuka kamu yang konyol ini " balas jin mengusap mukaku dan tertawa.
" pembohong yang manis, ana ada orang bisa membaca kata hati orang lain " . ucapku menggigit bahu jin.
" gigit aja setelah itu aku akan balas menggigit seluruh badanmu " .ucap jin santai berhasil membuatku membulatkan kedua mata aku sempurna.
" makanmu hampir selesai aku akn kembali bekerja " ucapku berdiri dan akan melangkah keluar.
__ADS_1
" apah kau sudah punya jawabanya ". tanya jin dan aku menghentikan langkaku menoleh kearahnya.
"aku harus meyakinkan perasaanku dengan benar jin" . lalu aku pergi kluar dari ruangan jin. melanjutkan pekerjaanku dengan senang hati.