
sepulang kuliah jin menjemputku, dan mengantarkan aku keruamh, sebenernya aku pengen maen dulu sama momy dan ka ayu, karna kejadian di depan gerbang pagi tadi jin ngga ngizinin aku, momy dan ka ayu juga sibuk. di rumah membosankan, hanya ada bibi saja yang menemani aku nonton tv, karena tadi jin pergi ke kantor, mungkin ada perlu sama bang PD.
" bibi mau kemana" ucapku saat bibi berdiri ..
" ini sudah jam 5 sore nuna, bibi harus pulang " izin bibi, " tunggu sampai jin pulang saja bi, aku bosan sendirian " bujukku ke bibi agar tetap. menemani aku.
" bibi tidak berani nuna, sebentar lagi tuan pasti pulang, nuna tunggu saja " ucap bibi membungkukan badan. aku cemberut ke bibi dan mengizinkan bibi pulang. " nuna tolong jangan seperti ini, bibi harus pulang anak bibi pasti nungguin bibi " ucap bibi lagi dan meminta maaf.
" iyah bi, bibi hati2 aku akn menunggu jin pulang" ucapku pada bibi sambil tersenyum, aku tidak. bisa memaksa bibi tetap disini itu sangat egois,
Sepulang bibi dan mang jefri rumah sepih, aga takut juga, " masih mending di apartmen ketimbang di sini, rumah sebesar ini hanya ada aku " ucapku dan menyilangkan kaki di atas sofa memangku snack dan menikmati acara tv...
Kim seokjin.
di gedung lantai 30 ruangan direktur perusahaan xxx. aku duduk di kursi yang aku benci, mungkin sebagian orang ingin brada di posisiku tapi tidak dengan aku, saat ini aku sangat sibuk dengan tumpukan berkas yang harus aku tanda tangani.
jam menunjukan jam 11 malam. aku melajukan mobilku ke pekarangan rumah dan memarkirkan mobil lalu masuk ke rumah yang sepih...
" di mana dia, tumben tidak berlari dan teriak namaku " ucapku mencari wanita yang selama ini memenuhi pikiranku, aku melepas dua kancing kemeja yang aku kenakan, berjalan ke arah tangga sebelum sampai tangga aku melihat tubuh yang aku cari dari pertama aku masuk rumah.
" dasar kebo, dia tertidur dengan posisi seperti ini " ucapku melihatnya tertidur bersandar di sofa dengan tangan brada di toples snack, aku duduk di samping dia dan mengusap lembut pipinya.
__ADS_1
saat aku mengusap bibirnya, si pendek sial ini malah menggigitku.
" aaakh bodoh sakit" teriakku dan dia tertawa sambil melepas jariku.
" ahahha kau pulang bos, kenapah selarut ini heh " teriaknya melotot padaku dengan tangan menolak pinggang. dia sangat lucu. memakai kemejaku yang kegedean di badannya ...
" kau pura2 tidur " ucapku bertanya.
" iyah, aku pura2 tidur agar bisa menggigitmu seperti tadi, pulang malem tanpa mengabari aku, aku sendirian dirumah sebesar ini jika ada yang menculik aku gimana, kalo ada yang mau mmmm..... " ocehanya terputus karna telapak tangan aku menutup mulutnya.
" tidak akan terjadi apapun padamu selama kamu bersamaku, jangan katakan hal yang menakutiku seperti itu " ucapku melotot, era hanya mengangguk dan aku melepaskan tanganku dari mulutnya.
Aku berdiri dan mengajaknya ke kamar untuk tidur, tapi dia menunduk saja tidak bangun.
" maap " jawabnya dan air mata dia lolos, membuat aku bingung.
" apah aku salah bicara" ucapku dan duduk kembali. dia memeluku dan menangis dipundaku.
" maap, aku ngga akan berkata sembarangan lagi seperti tadi dan membuatmu marah" ucapnya masih menangis.
" heey ... siapa yang marah sayang" ucapku dan mewadah wajah cantiknya yang basah karna menangis. " tadi kau melotot padaku " ucapnya. itu sangat lucu.
__ADS_1
" ahahah astaga aku tidak marah, sudah jangan menangis, lihat hidungmu seperti tomat " ucapku menghibur wanita kecilku. dia malah memeluku dan membenamkan wajahnya di pundakku. aku membawanya naik ke atas tangga dan masuk ke kamar.
Aku duduk di tepi ranjang . " bangun dan tidurlah duluan, aku mau mandi dulu " ucapku memegang pinggangnya. " ngga mau " ucapnya manja, mulai brani menggodaku, tangan kirinya memegang blakang kepalaku, dan tangan kanan mengusap lembut pipiku. dengan posisi duduk menghadapku, kakinya melingkar di pinggangku.
" bangun lah... aku mau mandi " ucapku tapi dia tetep tidak mau bangun. aku berdiri dan hendak menurunkannya. tapi dia malah mengeratkan kakinya di pinggangku dan menciumku...
" jangan menggodaku bodoh, aku laki2 normal " ucaku di sela2 ciuman kita. dan aku menindihnya di kasur. dia tersenyum dan melingkarkan tanganya di leherku. aku membuka kancing kemejaku satu persatu membuangnya ke sembarang arah,
" kau yang meminta " ucapku, mengecup leher mulus miliknya. tanganku tidak tinggal diam aku membuka kancing kemeja yang dia kenakan hingga lepas dari tubuhnya,
aku tidak akan melepaskannya malam ini. ciumanku turu ke dadanya kedua tanganku berada di punggunya membuka pengait bra cream yang iya kenakan. tatapanya sangat menggodaku aku menghujaninya dengan ciuman di wajahnya.
" aku ingin kau bersamaku, kau miliku " ucapku menatap wajah polos wanita di bawahku. belum sempat dia menjawab. sentuhan tanganku pada dadanya. membuat dia memalingkan wajah dan mencengkram kuat pundakku. dia menahan desahan dengan menggigit bibirnya. berganti dengan tanganku sekarang, bibirku menyentuh benda sintal itu. dan membuatnya mengeluarkan desahan yang membuatku semakin berani. tanganku bermain di perutnya meremas pinggang ramping wanitaku. aku menatap wajahnya.
Wajah merah berkeringat, mata sayu itu menatapku, nafasnya terengah engah , tanganku masih bermain di dadanya. aku tersenyum.
dia mengusap pipiku. " jiiiin " ucapnya dengan nafas berat. "aaaaaaaakh " teriaknya saat aku melakukanya lagi. dia mencengkram kencang pundaku, " i love you " bisiku dan merebahkan badanku disampingnya melingkarkan tanganku di tubuh lelah wanitaku, mencium pipinya dan tertidur bersama....
jam 3 dini hari. aku terbangun karna haus, aku melihat wajah era yang tenang, tubuhnya penuh bekas ciumanku bebrapa jam lalu, apalagi di bagian dadanya yang penuh tanda merah disana.
" kenapah aku selalu hilang akal saat bersamamu bodoh " ucapku lirih dan mengusap pipinya.
__ADS_1
Aku mengambil kemeja putih dan memakaikanya kembali, menutup tubuhnya dengan selimut, aku ke dapur dan mengambil air dingin dan meminumnya.
aku kembali ke kamar melanjutkan tidurku......