Dear Era

Dear Era
Penyesalan


__ADS_3

5 bulan kepergian azera...


pukul 7 pagi, Momy sedang bersantai di meja makan. sedangkan ka ayu dia sudah lebih dulu pergi ke kampus. momy duduk dengan tangan masih sibuk dengan ponselnya. Hari ini dia akan kencan dengan Namjoon.


ding...dong...


Suara itu membingungkan momy, pasalnya namjoon baru saja mematikan telpon tadi.


"cepat sekali dia sampai, dasar joonie ". Ucap momy berjalan ke arah pintu dengan cepat. lalu membuka pintu itu dengan wajah terkejut bukan main.


" kau, kenapah kesini lagi, sudah aku bilang dia tidak ada di sini". Ucap momy mematung di depan pintu.


" Apa azera masih tidur, megha". Ucap seokjin menatap kesembarang arah mencari azera di dalam rumah,


Momy menahan agar seokjin tidak masuk ke rumah,


"Kenapah".Tanya seokjin, karna momy bersih keras mendorong seokjin.


" dia tidak ada disini, apah kamu tidak mengerti". Ucap momy dengan kesal.


"Apah semarah itu, sampai2 dia tidak ingin menemuiku, bahkan dia menghilang begitu saja".jawan seokjin melihat momy.


"Pergilah jangan mencari dia lagi, biarkan dia bahagia ". Ucap momy masih menjaga pintu agar seokjin tidak masuk.


" Apah maksudmu". Tanya seokjin dengan wajah tegang dan bingung.


" Azera pulang ke indonesia saat hari itu dia menemuimu hyung. itu hari terakhirnya di sini ". tiba2 namjoon datang dengan santai memegang pundak seokjin.


"Kau bercanda, dia janji akan bersamaku dan aku tau dia pasti sabar seperti sebelumnya". jawab seokjin kaget atas apah ucapan namjoon.


"semenjak kau dan manager menandatangani kerja sama dengan bella dulu, itu sangat mengguncang azera, apah hyung tidak melihat kecemasan di wajahnya setiap saat". Ucap jimin yang baru datang dengan tangan membawa satu kotak kerdus di berikan pada momy.


"ini pesanan azera kan oppa". Ucap momy pada jimin.


" iyah, aku sudah memngemasnya dengan baik". jawab jimin dan tersenyum.


" jelaskan padaku, apah yang terjadi pada azera". Ucap seokjin menatap kerdus di tangan momy.


"Biarkan kita masuk dulu sayang".Ucap namjoon pada momy.


Lalu momy mempersilahkan mreka masuk dan menceritakan semuanya tapi tidak dengan kehamilan azera. karna itu tetap rahasia mereka


"Menuruti emosi dan hawa nafsu hanya akan merugikan, dan penyesalan adalah hadiah yang pasti akan diterima". Ucap jimin mengusap punggung seokjin,


seokjin mengusap kasar wajahnya dan menjambak rambutnya sendiri.

__ADS_1


Mreka duduk di sofa ruang tamu.


"Aku akan menjemputnya". Ucap seokjin dan berdiri.


" hyung bercanda". Ucap jimin ikut berdiri menghadap seokjin. momy dan namjoon hanya menghela nafas panjang dan salaing menatap.


" Harusnya aku tau dia punya batas kesabaran, aku selalu berfikir dia tidak akan pernah bisa jauh dariku". Ucap seokjin ke jimin. lalu pergi begitu saja. dengan wajah kacaw karna dia tidak memiliki kesempatan menjelaskan semuanya pada azera,


" Kenapah kamu lakukan ini azera". Ucap seokjin menatap lurus jalanan. mobilnya melaju dengan cepat membelah jalanan. rahang kokoh itu nampak menahan amarah dengan jari tangan menggengam kuat setir mobil.


" Aku akan membawamu kembali sayang, itu janjiku". Ucap seokjin menatp lurus dengan mata mulai berkaca.


.


.


.


.


"Bunda laptopku mati". Teriak azera dengan perut yang mulai membuncit, berjalan ke arah bunda yang sedang menyulam kaos kaki bayi, aku mengeluh karena laptopku mati tiba2.


" Kau pake saja dulu punya mimi ra, nanti kita perbaiki ". Jawab bunda yang duduk menghadap kaca jendela besar rumahku.


Aku berdiri di samping bunda melihat halaman rumahku yang lumayan luas. aku berfikir kelak anaku akan bermain disana bersamaku dan keluarga aku. tidak bisa berbohong, beberapa bulan ini aku gelisah karna aku sangat ingin melihat seokjin, mungkin bawaan anaknya juga.


Aku mengusap lembut perutku dengan air mata yang merembas keluar tanpa seizin aku.


Kesakitan yang luar biasa itu, saat kita memilih mengikhlaskan, saat hati benar2 membutuhkan kehadiranya.


" Kaka... ". Teriak mimi pulang main bersama teman2nya. karena besok Aku dan mimi akan pergi ke jepang, aku memutuskan untuk ke sana karna aku tau setelah seokjin tau aku pergi dia pasti mencariku ke indonesia. dengan sangat berat hati aku akan ke Jepang bersama mimi karena dia juga mendapat beasiswa di universitas ternama di osaka jepang.


" Kalian sedang apah ". Tanya mimi. karena melihatku berdiri di samping bunda. dia memeluk aku dan tersenyum pada bunda.


" bunda hampir menyelesaikan ini". Jawab bunda mengacungkan kaos kaki hasil sulamanya dari pagi.


"Waaaah. ini untuk dede utun kah". Ucap mimi melihat kaos kaki mungil itu dengan senang.


"Cepatlah besar, nanti kamu akan main bersama tante cantik". mengusap perutku dan kita bertiga tertawa.


"Haii... bidadari2 ayah". Ucap ayah berjalan ke arah kita dan membawa seauatu di tanganya.


"Ayaaah". teriak mimi dan langsung memeluk ayah.


"Kau sudah besar tapi masih bersikap seperti ini ". Ucap ayah mencubit pipi mimi. lalu aku memeluk ayah juga dan ayah mencium kepala aku dan mimi.

__ADS_1


"bunda siapkan air hangat ya yah".Ucap bunda menyalimi ayah dan pergi ke kamar mereka.


" zera buatkan makanan ya". Ucapku berjalan ke arah dapur. mimi dan ayah bercanda di depan tv..


Aku dan bunda mengerjakan kerjaan kita masing2 .


" yah mandilah airnya sudah bunda siapkan". bunda duduk di samping mimi.


"Nanti, ayah mau bicara dengan kalian". jawab ayah dan aku berjalan duduk di samping ayah.


Kita ber4 mengobrol tentang kepergianku dengan mimi.


" ini tiket kita untuk besok pagi, ayah putuskan bunda dan ayah akan ikut kalian sampai satu minggu menemani kakian disana, karena tante kalian masih di eropa ". Ucap ayah serius, dan aku sangat bahagi memiliki mereka. mereka tetap bersamaku meski aku sangat mengecewakan.


" aaah ayang mimi sayang ayah ". Ucap mimi. mencium ayah dan memeluknya. aku juga memeluk ayah dan kita ber4 berpelukan.


Lalu ayah bersiap mandi dan aku masuk kekamarku memainkan ponselku seperti biasa.


"Kaka... liat ini ". Teriak mimi masuk kamar tanpa. menutup balik pintu. Naik ke kasurku dengan tangan membawa laptop.


"Ka... kim seokjin live pribadi ". Ucap mimi menaruh laptopnya di pangkuanku.


" Aku tau kaka merindukanya bukan". Ucap mimi lagi membuat aku menoleh ke arahnya.


"lihatlah dia baik2 saja disana, ini live prtamanya semenjak sekandal dengan bella itu keluar ka, kak inget kan bulan2 setelah kaka pulang, klarifikasi tentang berita itu keluar ". ucap mimi trus bicara. aku tersenyum dan memeluknya.


" diamlah aku ingin melihatnya". jawabku dan menatap pokus ke layar laptop mimi.


drrtt... drrttt...


Aku mengangkat telpon dengan wajah fokus ke layar laptop, mimi tengkurep di sampingku dan ikut menonton.


" ..."


" iyah mom, aku sedang melihatnya sekarang".


"..."


" mimi di sampingku, apah kalian baik2 saja disana". jawabku


"..."


" Syukurlah, ya sudah kalian jaga diri baik2 yak, aku merindukan kalian". ucapku dan telpon berakhir. momy dan ka ayu selalu mengabariku seperti ini. kita saling berkomunikasi dengan baik. tapi mereka tidak tau kalo aku akan ke jepang.


Hari ini aku habiskan di kamar bersama mimi...

__ADS_1


__ADS_2