
Di dalam kamar saat ini sangat mengerikan, baju yang aku kenakan robek karena kemarahan seokjin. tubuhku di kukungnya di atas kasur.
" sekali bersamaku, kamu tidak akn lepas begitu saja sayang". Ucap seokjin menindih tubuhku yang gemetar. seokjin hendak menciumku tapi aku menghindar dengan memalingkan wajahku.
" kamu dan tubuhmu miliku azera, kamu dengar!! ". Bentakan keras seokjin membuat mataku pedas. ini pertama kalinya aku melihat sisi serigala di diri seokjinku.
Baju yang aku kenakan terlepas, menyisakan bra dan celana dalamku saja. udara dingin ruangan kamar ini menusuk kulit tubuhku.
Aku mendorong tubuh seokjin dengan kuat dan lari ke arah pintu kamar. tapi sial pintu itu terkunci hanya seokjin yang bisa membukanya.
Suara tawa seokjin mengerikan, membuat tubuhku berbalik melihatnya, kemarahan di matanya makin bertambah dan berjalan ke arahku.
aku berjalan mundur dan punggungku membentur pintu. aku merasakan tenggorokanku kering, tatapan mata itu menusukku.
Seokjin berbalik berjalan ke arah laci samping kasur. membukanya dan mengambil satu botol anggur, lalu meneguknya, dengan mata terus menatapku dengan tatapan memangsa.
" biarkan aku pulang ke rumah momy dan ka ayu jin ". Ucapku menatapnya dengan memelas.
Seokjin berjalan ke arahku dengan senyuman liciknya.
"ini rumahmu ". Jawab seokjin semakin mendekat, aku gemetar karna seokjin melepaskan satu persatu kancing kemeja nya.
" jika kamu lakukan itu sekarang aku akan benar2 meninggalkanmu jin". Ucapku menatapnya marah, tubuhku di himpit antara pintu dan seokjin.
" aku tidak akan membiarkannya ". Jawab seokjin dan merangkul pinggangku, dengan satu tangan di tengkuk dan mencium bibirku dengan nafsu.
" hmmmmm". Suaraku tertahan, aku meronta dan memukuli dada bidangnya, tapi tenagaku kalah besar denganya.
seokjin mengangkat tubuhku dan berjalan ke arah kasur. aku gigit lenganya sampai ada darah merembas, tapi dia tidak peduli dengan rasa sakitnya di lengan kiri, melempar aku di atas kasur.
Seokjin mengusap lenganya yang berdarah dan melepas ikat punggang nya di hadapanku. aku menarik selimut dan menutupi tubuhku.
Tanpa suara mata kita saling menatap satu sama lain. di tariknya selimut yang menutup tubuhku dengan kasar sampai menjuntai ke lantai.
Belum sempat aku menjauh darinya, dengan cepat seokjin menindih tubuhku. mencium kembali bibirku dengan paksa kedua tanganku memukuli tubuhnya. tapi dia makin liar menyesap bibirku. lalu turun keleherku dan meninggalkan kissmark disana.
" sssh ahh". desahku keluar saat jari seokjin masuk ke daerah sensitifku. memainkannya dengan memasukan satu jari menggelitik tubuhku.
seokjin tersenyum melihatku menegang tanpa aba2 tangan kirinya kini mengeluarkan benda sintalku dari dalam bra.
__ADS_1
"hhhmmm". desahan tertahan saat mulut lembut seokjin menyesap ujung payudaraku dengan kuat dan mengulumnya penuh nafsu. ritme jarinya kini makin cepat seirama dengan hisapanya di payudaraku.
Tubuhku terangkat karena merasakan getaran hebat di seluruh tubuhku, nafasku naik turun keringatku terlihat memantul dengan cahaya lampu di kamar, tidak lagi berontak sekarang tubuhku dipenuhi gairah.
seokjin membalikan tubuhku. sebelum aku mendaparkan klimaks pertamaku.
tubuhku terduduk diatas perut seokjin, nafasku terengah2. menatapnya dengan tatapan sayu. seokjin tersenyum mengusap keringat di wajahku.
tapi seketika dia kembali marah ntah karna apah sikapnya begitu aneh.
Dengan cepat membuka pengait bra aku dan melemparnya ke sembarang arah. dengan ekspresi yang susah aku artikan. tanganya meremas payudaraku kuat membuat aku mendongakan wajahku dan memegang pergelangan tangnya.
" aaaakkh sakit jin, apah kamu gila". Ucapku karna jin benar2 gila. dia duduk dan memangku aku.
mulutnya tidak membuarkan aku bernafas dengan normal. hisapannya berbuah gigitan yang menyiksaku di sekujur payudaraku. tangisan dan jeritanku dia abaikan. " kamu miliku azera, ingat ini baik2". ucap seokjin dan membantingku lalu mrnindih tubuhku. hisapnya di sekujur tubuhku dan meninggalkan banyak kissmark.
Aku tidak mampu melawannya aku hanya bisa mengerang menahan sakit kulit tubuhku..
kini dia berada di bawahku diangkatnya paha aku, dan dia memulai aksinya. aku menggelengkan kepala dnegan mata tertutup rapat. merasakan tanganya di yang kasar memainkan miliku.
Aku lemas seketika merasakan ada yang keluar dari tubuhku. kini tubuhku naken dan tak bertenaga di hadapanya. nafasku naik turun.
aku tidak tau kapan seokjin melepas semua pakaian yang tersisa di tubuhku tadi. posisiku sangat memalukan.
" Aku menginginkanmu bagaimana bisa aku melepasmu". jawabnya duduk di sofa dan menatapku dengan satu tangan memegang satu gelas anggur.
" aku tidak mengenalmu, jinie aku tidak akan melakukan ini padaku" ucapku lirih memalingkan wajahku.
" kamu benar2 gila jin". bentakku karna jin menuangkan anggur di payudaraku dan perutku.
dengan nafsu dia menyesap habis anggur di tubuhku. membuat aku melenguh nikmat.
" kamu menyukainya" tanya seokjin memangku tubuhku.
"setelah ini aku akan benar2 pergi jin aku membencimu" . teruakku memukul dadanya.
dengan cepat dia menindihku lagi. kali ini dia benar2 kasar payudaraku banyak luka gigitanya. bahu, leherku dan pahaku penuh.
" aku mencintaimu kenapah kamu sangat marah karna kebohongan kecil itu sayang". ucapnya melepas semua pakaian yang tersisa di tubuhnya.
__ADS_1
" Aaaakkkh" . aku menjerit karna soekjin menghujamkan miliknya dengan kuat tiba2 .
" aakh kamu berubah jin". ucapku menangis karna jin sangat kasar malam ini.
dengan amarah dan nafsu seokjin melakukanya dengan sangat brutal. tubuhku memerah di bagian payudaraku. di ikatnya tanganku ke atas sangat erat.
Teriakan dan tangisan aku dia abaikan. memaju mundurkan tubuhnya sangat cepat dan kuat.
" Lakukan sayang" . ucapnya membalikan tubuhku yang brada di atasnya. aku mulai menikmati perlakuanya.
" aku membencimu" teriakku dan ambruk di atas tubuhnya keringatku mengalir.
tanpa ampun seokjin melakukanya lagi dan lagi. hingga aku memohon agar berhenti.
dia melakukanya berjam jam . tubuhku remuk dan bagian bawahku sangat perih, tapi dia masih memaju mundurkan miliknya tanpa tempo.
"jangan buat aku marah lagi sayang, aku akan menyakitimu lagi " . ucapnya di atasku. menghujamkan miliknya lagi.
Aku organsme beberapa kali seokjin baru 2 kali tapi dia tidak mau berhenti.
" kamu miliku, tidak akan ada yang bisa mengambilmu dariku sekalipun dirimu sendiri" ucap soekjin dan makin gila melakukanya. aku kembli lemas. dan tanpa sadar aku tertidur.
Semalaman aku mengerang kuat dan menangis memohon agar seokjin berhenti melakukanya, itu hal sia2 .
kini pukul 8:00 sudah pagi aku bangun karna aku merasakan perih itu lagi di bagian bawahku.
" aku mau lagi". ucap seokjin yang sedang mengangkat dan meregangkan kakiku.
seperti semalam seokjin melakukanya lagi pagi ini.
berakhir jam satu siang. itupun karna aku merengek minta makan. ini gila. manusia apah dia? melakukanya beberapa kali membuatku pingsan pagi2 karna kecapean. tapi dia masih saja melakukanya hingga aku sadar sendiri.
" sssh aah hhah. jiin hhah berhentilah aku lelah aaarrrgh" tubuhku ambruk di meja makan merasakan sisa organsmeku. dan seokjin masih memaju mundurkanya lalu menyusulku dan ambruk di atas tubuhku. iyah? saat aku selesai makan seokjin melakukanya lagi di atas meja makan. sebelumnya di dapur. membuat aku makan tidak nyaman karna aku duduk di pangkuanya.
" sayang aku mau lagi, janji aku akan lembut". ucap seokjin yang sedang menyesap payudarku.
" tidak jin. kamu gila, dari semalam sampai sekarang kamu melakukanya ". tolakku dan akan bangun tapi di cegatnya.
mengangkat satu kakiku dan menghimpit tubuhku ke tembok. dengan lancar seokjin menghujamkannya lagi aku hanya bisa pasrah. dan melingkarkan tanganku ke lehrnya.
__ADS_1