
Berjalan keruangan tuan kim dengan malas aku berjalan ke atas. " dilayar aku syang menyukainya tapi kalo seperti ini benar benar membuatku kesal".
" Tuan ini aku azera" .ucapku tanpa mengetuk pintu lalu aku masuk keruanganya. dan aku lihat jin masih sibuk dengan laptopnya.
" tuan apah aku boleh pulang sekarang, spertinya anda sibuk". ucapku berdiri didepan mejanya.
jin berdiri dan duduk dengan menyilangkakn kaki.
" duduk lah ". menyuruhku duduk dan memberiku sebotol minuman soda.
"maap tuan aku tidak minum ini" . tolakku karna aku kira itu win.
__ADS_1
" aku tau kau haus, minumlah apah kau mau aku masuk penjara gara gara dituduh menyiksa karyawan sendiri " . paksanya
" aku benar benar tidak minum ini tuan" . jin menatapku marah.
" apah kau pikir aku bodoh! mengajak bocah TK minum bir ". suara jin meninggi karna kesal.
aku kaget bukan main pasalnya ini pertama kalinya seseorang membentakku. aku menundukan kepalaku dan meminta maaf. " maap tuan aku rasa, urusanku disini sudah selesai, aku permisi " . ucapku menahan tangis suaraku juga terdengar berat. aku melangkah mundur dan meninggalkan jin tanpa melihatnya aku menangis setelah berbalik. sesak rasanya berada diruangan ini. tepat didepan pintu dan aku akan melangkah keluar, jin menarik tanganku keras hingga aku berbalik kearahnya pintu ruangan ini terturup rapat kembali karna jin menendang keras pintu itu.
" aku mau pulang " . ucapku sambil menangis didepannya. tapi jin malah mendorongku hingga punggungku terbentur tembok sangat keras, jin memeluk pinggangku dan tangan satunya mengangkat daguku sesaat aku menatap mata tajamnya dan tangisanku tidak berhenti, menantapnya seperti ini membuatku benci karna mengingat tadi, dia membentaku. aku sama sekali tidak tahu kenapah dia marah,
" aku membencinya aku tidak ingin dia lagi, bunda aku mau pulang " batinku. Lalu jin melepas ciumannya . dengan terengah engah aku menamparnya keras dan menangis dan pergi dari tempat sialan ini .
__ADS_1
" maap " ucap jin dan menahan pintu dengan tubuhnya menariku kepelukannya, aku tidak tau dia orang yang seperti apah. kadang manis. kadang menyebalkan. tapi kenapah pelukanya begitu nyaman. rasa kesal sakit hatiku hilang setelah dia memeluku.
" aku mau pulang aku capek. sebenrnya apah yang kamu mau, salahku dimana kenapa kamu selalu mengganggu aku, aku membencimu ". ucapku dipelukanya menangis sesegukan dan memukul dadanya lemah.
" aku sedang kacaw aku hanya butuh teman tapi kau malah menuduhku yang tidak tidak. dan sikapmu kenapah seperti aku akan memakanmu. maapkan aku tadi memebentakmu". balas jin dan mengeratkan pelukanya setelah itu aku tertidur, jin mengangkatku dan menidurkanku di sofa tadi.
***kim seokjin***..
"Dasar bodoh apah kamu melampiaskan kekesalanmu pada karyawanmu itu lagi jin" ucap seseorang dalam telvon.
" aku tidak tau joon kenapah aku begitu marah saat dia seperti mengabaikanku ".
__ADS_1
" haiiissh berhentilah maen maen. kasian dia aku pernah melihatnya saat makan di lestoranmu, aku rasa dia bukan asli penduduk negara kita, dia begitu lucu dan baik". jelas joon
" aku rasa aku menginginkan dia joon, aku begitu suka cara dia bicara, cara dia. menghadapi sikapku yang berubah ubah " ucap jin. mengelus kepalaku yang brada di pahanya.