Dear Era

Dear Era
Bertemu dokter chan


__ADS_3

era terbangun karena bibi mengetuk pintu.


" iyah bi " teriaku berjalan ke arah pintu


" non bibi mau izin ke tuan, bibi ngga masuk dulu seminggu saja, anak bibi sakit" ucapnya di depan pintu.


" sakit apah bi, apah bibi butuh bantuan" ucapku


" hanya demam non, bibi tidak butuh apah, bibi hanya mau izin itu saja non, sarapan pagi ini sudah bibi siapkan " ucap bibi


" bibi kalo buru2 tidak papah, nanti era bilang ke jin kalo bibi izin pagi ini " ucapku memegang pundak bibi. dan. bibi membungkuk


" terimakasih non, bibi akn pulamg sekarang ,terimakasih " ucap bibi lagi. dan aku tersenyum.


" yasudah, bibi pamit non, maap menggangu non era pagi2 " ucap bibi.


" tidak apah bi. aku sudah bangun ko tadi " ucapku. dan bibi membungkukan badanya dan pergi pulang. aku menutup pintu..


Aku merebahkan badanku di samping jin, dia masih tidur nyenyak, ngga lama jin. menggeliatkan tubuhnya. menarik pahaku diperutnya pinggangku dilenganya. dan lenganku dia jadikan bantal...


tangan kananya mengusap punghungku, aku memegang bahu jin mengusap alisnya disana .


jin hanya tersenyum dengan mata terpejam


" jin, aku izin keluar yak, hari ini aku ada perlu, mungkin akan pulang telat setelah kuliahku, kau tidak perlu menjemput aku"ucapku.


" hmmmmm" jawaban jin..


aku anggap itu jawaban iyah.


aku bangun dan meninggalkan jin, aku masuk ke kamar mandi saat aku membuka kemejaku.


aku tertegun dengan kondisi tubuhku sendiri.


" apah ini " ucapku lirih dan menatap pantulan tubuhku di cermin. aku mengacak rambutku dan menyalakan sower, aku mandi dengan perasaan tak menentu. " apah dia vampir " ucapku lirih. melilitkan handuk ke tubuhku dan kepalaku lalu keluar kamar, jin masih tertidur...


Aku mengenakan pakaianku dan merapihkan diri, mengoles bedak tipis dan liptint di bibirku seperti biasa.


" jiiin bangun lah, ini sudah pagi " ucapku memegang pengan jin.


Lalu jin membuka mata dan duduk ditepi rajang.


" sini sebentar " ucap jin menyuruhku mendekat.


" kenapah " ucapku dan. berjalan mendekat, jin menarik lenganku sampai aku terduduk dipangkuanya. tanpa dosa si mesum ini mencium bibirku...


" kiss morning beby " ucap jin. aku memukul lenganya. " cium mulu " jawabku dan berdiri.


" trus maunya apah " jawab jin berdiri dan memeluk pinggangku.


" eeeh mulai lagi pasti, aku sudah rapih, sana mandi " ucapku brusaha melepaskan diri. jin mencium bibirku singkat. melepaskan peluaknya dan tersenyum melangkah ke kamar mandi...


" sayaaang... kau mau ikut " teriaknya di ambang pintu, aku melempar handuk ke wajahnya.


" mandi sendiri " teriaku dan jin masuk. ke kamar mandi dan tertawa puas disana.

__ADS_1


" dasar manusia mesum " ucapku lirih keluar kamar. menyiapkan sarapan yang. bibi buat tadi pagi...


...~~~...


" sayang, kamu tidak makan" ucapnya di depanku.


" aku makan ini sama susu aja jin " ucapku tersenyum. kami mengobrol banyak di meja makan.


dan kita selesai makan bersiap keluar rumah.


" jin, kenapah akhir2 ini kamu selalu keluar rumah dengan pakaian rapih dengan setelan jas " tanya era.


" ada yang belum aku bicarakan denganmu, sebenarnya aku bekerja di prusahaan ayah. aku menuruti kemauan ayahku, beberapa hari yang lalu ayah memgancamku, jadi mau tidak mau aku menurutinya demi kebaikan " ucapnya berdiri didepanku dan menatapku.


" kamu melakukan hal benar, dia ayahmu, mencoba memahaminya itu tidak salah sayang " ucapku memegang pipi jin dan tersenyum.


" kamu tidak tau perasaanku sayang. dia ayah yang buruk, dia akan menjodohkanku, aku bingung mengatakn ini kepadamu, jika aku mengatakanya aku takut kamu pergi " batin jin.


jin menatapku dan memeluku. " kau berjanjilah satu hal, berjanjilah tidak akn meninghalkanku apapun keadanya " ucapnya menciumi kepalaku.


" aku akan bersamamu jin, aku tidak akn pergi aku janji " ucapku entah kenapah janji itu lolos dari mulutku pagi ini. lalu jin melepaskan pelukanya.


" terimakasih" ucap jin, aku tersenyum melihatnya.


" masuklah, aku akn mengantarmu" ucap. jin membukakan aku pintu mobil. aku masuk mobil berjalan dengan lancar ke depan kampus. semenjak kejadian itu jin tidak lagi menurunkan aku di sebrang jalan. " aku masuk dulu, kamu hati2 " ucapku mencium bibir jin singkat dan keluar.


" daaaaah " teriakku.


" daaaah zeyeeeng" suara ka ayu meledek.


" sakit cebong" . teriaknya.


" biariiin bweee" ucapku berlari masuk dan menjulurkan lidahku ke ka ayu.


" najis banget nih anak " teriaknya mengejarku.


brukk!!!!


" aaah apah kau buta " teriaku yang terduduk karna menabrak seseorang.


" kau yang berjalan sambil lari, malah menyalahkan orang lain " ucapnya.


dan menyjulurkan tanganya.


" tidak perlu " jawabku masih terduduk.


" bwahahahahhahahha cebong jatuh, kasian utut utut zeyeng " suara tawa ka ayu menggema dan meledeku.


" ayoo sini bangun. aku bantu, dasar keras kepala" ucap laki2 yang menabraku.


" dia bukan keras kepala, tapi ngga punya kepala ahahhahah" ledek ka ayu lagi. dan aku bangun.


" puas ketawa puasa" ucapku.


" aaaah dokter chan " teriaku. saat aku melihat seseorang yang aku tabrak tadi...

__ADS_1


" kau mengenalnya lor" tanya ka ayu menatap dokter chan. dia hanya tersenyum.


" apa kabar ra, kau sudah baik2 saja sekarang" ucapnya tersenyum.


" kabar baik dok. ooh maaf kan aku tadi menabrakmu dan marah2 " ucapku membungkukan badan. dan pamit pergi ke kelas menarik ka ayu...


" kamu akrab banget sama dosen tampan itu " ucap. ka ayu.


" dia sodara temen ayahku ka " jawabku.


" kenapah tidak memperkenalkan aku, curang banget luh" protesnya. masih berjalan di sampingku.


"α tumben akur " ucap momy tiba2 dateng ke tengah2 .


" astaga eon. kau kaya setan " ucap ka ayu


Tukk!


" sembarangan aja. mana ada setan secantik megha " ucapnya percaya diri dan memukul kepala ka ayu dengan buku. aku tertawa senang melihat ka ayu dipukul momy.


" jangan ke tawa, fals suara luh mah " ucap. ka ayu. meraup wajahku. aku memukul tanganya.


" baru juga tadi akur sekarang mulai lagi " ucap momy memukul kepala kita brdua.


kita memegang kepala masing2 " momy yang kejam" ucapku " eon yang sadis " ucap. ka ayu.


" adek adeku yang oon " teriaknya dan berlari ke kelasnya. aku dan ka ayu bertatapan.


" yaaah aku beda kelas. " jawabku kecewa.


" tenang lor aku balas untukmu" ucap ka ayu dan berlari mengejar momy di kelas mreka. dan aku masuk kelasku.


...~~...


aku keluar kampus bareng dokter chan. masuk ke mobilnya. melaju ke rumah sakit milik ayahnya itu..


selesai pemeriksaan seperti biasa,


" gimana dok apah aku baik2 saja " tanyaku yang duduk di depanya.


" semuanya baik2 saja kamu jangan khawatir, minum saja obatmu dengan teratur " ucap dokter chan...


" ra apah aku boleh bertanya " ucapnya saat aku berpamit untuk pergi masuk lift.


" tanya apah dok " ucapku membalikan badan. dan dokter chan memgang pergelangan tanganku,


" maaf kalo aku lancang, apah kamu sudah menikah disini " ucapnya membuatku kaget.


" haah! kau kan lihat biodataku dok. aku blom menikah. dan statusku mahasiswa" jawabku bingung.


" aah iyah, lupakan lah pertanyaanku tadi, maap " ucapnya membungkuk.


" tidak apah dok, aku permisi dulu, terimakasih" ucapku tersenyum dan membungkuk,


aku masuk lift yang sekarang sudah mulai terbiasa meski masih aga gemeter dan takut. aku usahakan untuk tenang saja di dalam.

__ADS_1


aku keluar area rumah sakit dan berjalan ke arah halte....


__ADS_2