
5 hari aku di kurung dan menjadi boneka sex nya seokjin. aku berusaha mencari cara agar seokjin mau melepaskan aku, meski dia sangat baik dan lembut, aku tau dia mencintaiku tapi caranya agar aku tetap bersamanya itu salah.
aku harus kuliah beberapa minggu lagi adalah hari wisudaku.
" ssshhh ". lenguh aku bangun dari tempat tidur dan berusaha berjalan ke kamar mandi. punyaku sangat sakit meski beberapa hari yang lalu siapa seokjin mengobatinya. tapi jika dia melakukanya lagi seperti semalam itu akan kembali perih.
dengan langkah tertatih aku masuk ke bathub merendam seluruh tubuhku dengan air hangat.
" aku merindukan kalian ". ucapku lirih mengingat ka ayu dan momy.
" bunda ayah mimi, kalian pasti mencemaskan aku". air mataku merembas dan dengan cepat aku menghapus air mata itu.
aku bangun dan membilas tubuhku di bawah sower. melihat pantulan tubuhku di cermin. tubuhku merosot ke bawah dan menangis lagi.
" azera yang rusak, apah kalian akan memaafkan aku jika tau aku seperti ini ". menangis dengan pilu dan memukul dadaku sendiri.
tanpa aku sadari seokjin dari tadi memperhatikan apah yang aku lakukan. dia memeluku dan menenagkan aku.
" maafkan aku sayang, aku melukaimu sangat dalam, aku ********, kamu pantas marah padaku" ucapnya menyesali perbuatanya padaku selama lima hari ini.
" maafkan aku, aku mohon maafkan aku". ucapnya memeluku dengan erat. aku menangis sejadi2 nya
" aku rusak jin, aku menjijikan" . ucapku di sela tangisanku.
seokjin mematikan sower itu dan menciumi wajahku. jinieku kembali. dia menangis di hadapaku dan meminta maaf lagi.
" kamu miliku, kamu tidak rusak, kamu tidak menjijikan, maafkan sikapku aku mohon jangan berfikir dirimu seperti itu sayang, itu semua salahku. salahku " . dengan marah dia meninju tembok sangat kuat.
" aaaah jin " teriakku dan menariknya ke kepelukanku. mencium tanganya yang terluka.
" jangan menyakitimu, itu sangat sakit untukku" jawabku lalu seokjin memakaikan aku jubah mandi dan mendudukan aku ke wastafel.
" aku akan mandi kamu tetap disini" . ucapnya aku menurut. seokjin mandi tidak terlalu lama. lalu menggendongku keluar kamar.
__ADS_1
" kamu mau makan apah ". tanya seokjin yang mendudukanku di meja dapur.
"omlet dan susu coklat" . jawabku tersenyum.
" baik tuan putri" . jawabnya membungkukan tubuhnya.
seokjin sibuk membuat omlet. dengan cepat. lalu susu coklat itu sudah selesai dia buat.
" minum ini " ucapnya meminumkan aku dengan penuh cinta. mencium kepalaku dan kembali membuat omlet.
aku turun dan memeluknya dari belakang. mengusak wajahku disana.
" kenapah". tanya seokjin mengusap tanganku.
"aku ingin memelukmu. apah tidak boleh" jawabku.
"tentu boleh, kau itu ". ucap seokjin lalu berbalik mencium bibirku dan tersenyum.
aku duduk dan seokjin mengambil omletku dan susuku tadi.
"makanlah" .ucap seokjin
" terimakasih". jawab aku dan memakan omletnya.
aku melihatnya yang dari tadi menatapku dengan mata berkaca2.
" kamu tidak makan". tanyaku dan tersenyum.
" maafkan aku ". ucap seokjin mengusap kepalaku dan pipiku.
" aku baik2 saja jin, ini makan ". jawabku dan menyuapinya.
"aku akan menghantarkan kamu ke rumah megha dan ayu". ucapnya membuat aku berhenti mengunyah.
__ADS_1
" apah kamu membuangku". jawabku menatapnya takut.
" tidak seperti itu sayang, aku takut tidak bisa mengendalikan diriku jika kamu di sampingku seperti ini ". jawabnya memeluku dari belakang.
" bukankan itu sudah biasa" . jawabku dan seokjin berdiri melotot.
" apah". tanyaku.
" kau menggodaku" . jawabnya mendudukan aku ke meja makan yang jauh dari piring dan gelas.
" ahahha dasar mesum, udah ah jangan bercanda, ayo siap2" . ucapku terkekeh.
seokjin membuka jubah mandiku dan dengan cepat melahap payudaraku.
" jiin udah, ayo turun" . ucapku mencekal tubuhku dengan tanganku ke belakang.
tidak ada jawaban karena seokjin masih asik di kedua putingku.
15 menit selesai. aku menahannya agar tidak melakukan itu lagi.
" selalu menggoda" ucapnya menggendongku tanpa membetulkan jubahku.
"kamu saja yang bernafsu". ucapku mencium pipinya.
lalu kami bersiap2 memakai baju rapi.
dan pergi ke luar apartmen yang seperti kapal pecah sekarang ini.
seokjin melajukan mobilnya ke jalanan dan aku menatapnya yang fokus mengemudi.
" kamu aneh jin, tapi setelah wisuda aku akan kembali ke negaraku" batinku.
aku kembali memejamkan mataku, tertidur...
__ADS_1