
Deretan pemuda yang terbalut baju putih berjajar rapih di atas panggung... suara mereka begitu bergema di stadion ini... teriak histeris begitu banyak menyisakan kebisingan...
"Yo apah kau melihatnya ".Tanya mimi dia menangis melihat ke tujuh pria itu tersenyum ke semua army..
Yoosun menatap lekat pada wajah papinya. benar wajahnya begitu mirip dengan laki2 yang sedang berbicara di atas panggung...
" Kaka... dia papaiku... ". Ucap yoosun mendongakakn kepalanya dan melihat ke arah mimi. jari mungil itu menunjuk seokjin lurus.. yoosun menangis untuk kesekian kalinya. mimi ikut menangis dan mencium ujung kepala yoosun.
" Iyah yoo.. dia papimu.. papi yang selama ini yoyo liat di ponsel ". jawab mimi terus menerus menghapus air matanya.
Lalu semuanya sibuk menari berteriak tapi mimi hanya menggoyangkan lightstick miliknya.
Saat lagu itu usai. sepasang mata dari ke 7 member bts itu tertuju pada mimi dan yoosun... Mata itu begitu lekat dan hangat. saat RM sedang berbicara.
dia berjalan ke pinggir panggung dan turun ke arah mimi. melihat yoosun dengan tatapan yang susah di artikan...
" Haii... tampan. siapa namamu". Tanya Taehyung dengan senyuman khasnya. memegang jari yoosun.
Semua army di dekat mimi teriak isteris.
" yoosun... " ucap mimi terbata2 jantungnya seakan ingin meledak saat itu. wajah itu sangat dekat. lalu dia kembali ke atas panggung saat seokjin memanggilnya. seketika mata yoosun dan seokjin bertemu satu sama lain.
" Dia sangat mirip denganmu hyung" . Bisik tae dan seokjin masih melihat yoosun. Matanya terus melihat anak kecil yang begitu mirip dengannya.
waktu berjalan dengan cepat. ini lagu terakhir mereka hari ini... dan semuanya bersenang2 . saat sedang mengantri untuk keluar.. dari situ yoosun ketakutan karna begitu banyak orang...
" kaka kita duduk saja menunggu semuanya pulang ". saran yoosun dan di iyakan oleh mimi. karna dia juga akan bertemu megha, ayu, dan penti hari ini...
Yoosun turun dari gendonganya dan dia sedang memegang ponselnya.. yoosun sedang melakukan video call bersama aku. dan mimi sedang berjalan ke arah blakang panggung untuk menemui sahabat2 kakanya.
" Kamu di mana yoo". Tanya aku pada yoosun karna tempat itu sangat asing dimataku... yoosun lupa kalo dia ngga boleh angkat video call dari maminya..
" lagi di taman hiburan mi,, ". bohong yoosun. dan duduk kembali di kursi tempatnya tadi bersama mimi. tapi mimi ngga ada.
__ADS_1
"Aku tunggu kaka disini aja deh. ". batin yoosun dan duduk sambil melakukan video call denganku.
Dari arah belakang ada seseorang yang sangat aku rindukan. beberapa tahun ini.
Seokjin terkejut karna mata kita bertemu meski hanya lewat video. " yo yo... kamu sedang dimana sekarang. jawab mami".Untuk pertama kalinya aku membentak yoosun. aku menatap orang yang berdiri di belaknganya. dengan cepat aku mematikan ponselku dan keluar kantor. membatalkan beberapa petemuan hari ini. aku takut seokjin akan tau kalo yoosun anaknya dan membawanya pergi.
" Tidakk... jin kalo kamu berani menyentuh anakku. aku akan semakin membencimu ". Teriaku di dalam mobil dan aku mengemudi dengan kecepatan luar biasa. aku tau kalo hari ini mereka di inggris.
Di tempat tadi yoosun bingung. kenapah maminya marah apah karna dia berbohong. Lalu beberapa menit yoosun duduk bersama seokjin. dia mulai bercerita tentang maminya dan dia yang tidak mempunyai papi... " Dimana mamaimu tadi". Tanya seokjin. " Dia bukan mamiku, dia kakaku paman ". Jawab yoosun. memakan ice cream pemberian seokjin. saat sedang mengobrol dan bercanda. aku datang dan mengangkat yoosun.
." Jangan dekati anakku ". Teriaku dengan marah dan membanting ice cream dari tangan yoosun di depan seokjin.
Seokjin mengerutkan dahinya. dia menatap marah pada aku. " Aku menunggunya dan dia memiliki anak dengan laki2 lain, betapa bodohnya aku". Batin seokjin lalu tanpa menjawab pertanyaanku dia langsung berbalik dan pergi meninggalkanku.
Hati aku sangat sakit melihatnya acuh padaku. " mami turunkan yoyo ". Yoosun berontak dan turun dari gendonganku. dia berlari dan berteriak paman pada ayahnya. tapi seokjin hanya melihatnya sekilas dan melanjutkan langkahnya.
yoosun terus mengejarnya dan tersandung kabel disana, dia jatuh dan aku berlari ke arahnya. " yoyo... " Teriaku. tapi yoosun bangun lagi dan mengejar seokjin yang mengabaikan teriakanya dari tadi. " papiiiiiiiii.... ". Teriakan yoosun dan dia menangis Seokjin berhenti tanpa menoleh,, semua orang berkumpul di stadion saat ini... mereka menangis mendengar teriakan yoosun.
" mami... bilang pada papi kalo yoyo ingin papi mi.... " teriak yoosun. padaku dan aku terduduk jatuh melihat wajah merah anakku dan tangannya yang berdarah karna terkena benda keras saat dia jatuh tadi...
" Sini nak... sini sayang... ". Ucapku pada yoosun yang trus menangis. merenggangkan tangan ku. aku menatap punggung seokjin dia pasti mendengar itu semua...
" tidak mau... yoyo mau papi... yoyo mau papi mami... " Teriak yoosun dan berlari lagi memeluk paha seokjin.
" Yoyo... dia bukan papimu... berhenti bicara omong kosong". Amarahku melupa. dan menarik yoosun tapi pegangnya sangat kuat.
"Jangan menyiksa mami sayang. ayo pulang".Ucapku lagi tapi yoosun tetap memeluk seokjin dan menggelengkan kepalanya.
Seokjin melihat yoosun dan menggendongnya, mengusap air mata anaknya dengan lembut.
" Maafkan papi sayang". mohon seokjin. yoosun memeluknya erat. aku sakit, aku cemburu anak yang selama ini aku besarkan sendiri begitu akrab dengan dia yang baru saja dia temui. meski dia ayahnya ini pertama kalinya mereka bertemu.
" Kamu sangat mengecewakan azera...". Ucap seokjin menatapku marah, meninggalkan aku yang masih mematung.
__ADS_1
Aku menangis melihat anakku di gendonganya, aku takut dia mengambil yoosun dariku.
Lalu sahabat2ku memelukku dan membawaku ke sebuah hotel.
.
.
.
..
.
Di dalam hotel yang terkemuka di negara ini. aku dan momy,ka ayu dan penti bersama. mimi setelah kejadian tadi dia izin pergi bersama tante. karna dia rasa tugasnya sudah selesai. sekanjutnya gimana aku...
" Kami merindukanmu telor". Ucap ka ayu dan mreka bertiga memeluku. melepaskan kerinduan kami beberapa tahun lalu.
"Maafkan aku yang begitu egois meninggalkan kalian ". Ucapku. dan menunduk.
" Kami yang harusnya meminta maaf ra, kami tidak ada disampingmu saat2 kamu membutuhkan kami ". Jawab momy.
.
"Aku merindukan kalian, saat itu aku sendiri mom yang memilih menjauh dari kalian". Ucapku dan memeluk mereka lagi.
" aku hidup begitu baik. kalian selalu di hatiku aku tidak pernah melupakan kalian, aku hanya butuh waktu saja ". Ucapku Lalu pintu kamar ini terbuka dan seokjin datang yoosun di gendonganya dengan tangan yang sudah di perban.
" Mami.. ". panggil yoosun. aku melihatnya dan menarik yoosun dari tubuh seokjin.
" Apah ini sangat sakit, maaf yoyo maafkan mami". Ucapku menangis meniupi kedua tangan yoosun yang sudah di perban. aku duduk di pinggir ranjang dan memangku yoosun.
"Yoyo baik2 saja mami.. maaf tadi yoyo nakal ". jawab yoosun dengan suaranya yang menggemaskan. aku menciumnya dan memeluknya saat itu juga.
__ADS_1
"Jangan tinggalin mami ". Ucapku karna aku tidak sanggup jika yoyoku pergi dariku. meskipun itu ayahnya.
Momy, ka ayu dan penti. pamit untuk pulang dulu ke kamar mereka. dan aku baru tau kalo kamar yang aku tempati adalah kamar seokjin.