Dear Era

Dear Era
keindahan pagi hari


__ADS_3

kim seokjin


Aku bangun terlebih tahulu, merasakan kebas di lengan kiriku, aku memiringkan badanku melihat wanitaku yang semalam sangat manja denganku, dia tertidur dengan nyaman dengan wajah menempel pada dadaku, tangan kananku memegang punggung telapak tanganya menuntunya menyentuh dadaku, tangan kiriku mengusap lembut kepalanya dan memainkan rambutnya. " Good morning sayang" ucapku mencium keningnya. yang masih memejamkan mata, dia hanya mengeliatkan tubuhnya tanpa. mengubah posisi tidur. kita tertidur dengan bertelanjang dada hanya selimut saja yang menempel pada tubuh kita brdua. sungguh pagi yang menyenangkan.


suara bising di luar sangat menggangu aku, tapi tidak bisa bergerak karna keadaanku sekarang, jadi aku abaikan saja apah yang terjadi diluar kamarku, dengan terus memainkan rambut wanitaku, menunggunya membuka mata.


...~~~......


"hmmmm" aku mengeliatkan badanku dengan mengangkat kedua tanganku aku merasakan kulitku bersentuhan langsung dengan kulit seseorang, saat aku membuka mataku aku kaget dan langsung masuk kepelukanya. menutup tubuhku dengan selimut.


" kenapah aku tidur dengan keadaan seperti ini, apah kau melakukan sesuatu" aku marah dan mendongakan wajahku menatapnya, jin hanya tersenyum dan mengusap lembut pipiku.


" bukan kah semalam kau yang meminta tidur kita seperti ini, bahkan kau sendiri yang melepas bajuku, lihat dadaku " ucap jin melihatku dan memperlihatkan dadanya yang terluka karna gigitan.


" a..apa itu gigitanku" tanyaku karna aku samar2 mengingat kejadian semalam. mengusap dadanya yang terluka.


" iyah perbuatanmu memang siapa lagi yang berani berbuat seperti ini pada aku" jawabnya. mencium kening aku. dia menyibakan selimut dan duduk. di tepi ranjang membuatku terkejut,


" aaaakh jiiiiin " teriaku dan duduk di pangkuanya memeluk jin agar jin tidak melihat dadaku yang toples. " ahahha kau sengaja menggodaku cantik" ucap jin membenamkan wajahnya di leherku dan mengusap punggungku. aku melingkarkan tanganku dilehernya. " aku malu jin, kenapah kamu jail membuka selimut itu" protes aku.


" malu sama siapa, aku sudah melihat ini dan sudah merasakanya juga" menunjuk dadaku. membuat wajahku memerah. " kau mesum " ucaku dan memukul lengan jin,


"bangun, aku mau mandi sayang" ucap jin berusaha melepas pelukan lenganku. " iiiih ngga mau " ucapku mengeratkan pelukan di lehernya membuat aku dnegan dia tidak ada jarak.


jin tersenyum nakal, membalikan tubuhku dan menindih badanku. " lepas atau aku buat kamu kaya kmaren " ucapnya menatap aku yang menahan malu. aku melonggarkan tanganku dan melepas pelukanku.


" aaaah dasar penipu, jiiiiin ini sangat aneh " teriaku menjambak rambut jin yang berada di dadaku tanganya kini menelusuri perutuku naek ke atas tepat dia mengusapnya pelan dengan mulut masih


asik dengan kegiatanya pagi ini aku benar2 di buat gila " lepas jin kau..." ucapku terpotong karna jin mencium bibirku ******* lembut,dengan tangan yang lumayan aktif di dadaku. dia melepas lumatanya di bibirku.


jin tidak mendengarkan teriakanku, dia menggendong tubuhku dan masuk kamar mandi.


" mandilah jika kau trus seperti ini aku tidak yakin akan kuat menahan ini " ucap jin menurunkan aku ke bathtub yang berisi air penuh, wangi, nyaman. aku tersenyum, dan jin mengusap rambutku,


" aku akan keluar kau selesaikan dengan segera " ucap jin lalu pergi meninggalkan aku.


5menit sudah aku mandi, dan keluar kamar hanya memakai handuk minim, " kemana dia " ucapku karna saat aku keluar kamar, jin tidak ada. aku masuk keruang ganti dan aku memakai baju yang sudah jin siapkan untuku di lemarinya. " sejak kapan kau merapihkan ini jin " ucapku menatap tubuhku di cermin. lalu keluar kamar.

__ADS_1


aku berjalan ke meja makan disana hanya ada. jin, momy, namjoon, v, ka ayu, sama suga.


"Good morning " ucapku dibelakang jin menyapa semuanya. " morning " ucap mreka. jin menoleh ke belakang dan memeluk pinggangku.


" ini sarapanmu sudah aku buatkan, aku akan mandi " ucap jin dan berdiri " apah kau juga sudah sarapan " tanya aku jin mengangguk dan berjalan meninggalkan meja makan. aku duduk di kursi bekas jin tadi. " yang lain kemana " tanyaku ...


" mereka buru2 balik karna manager menelvon menyuruh mreka datang pagi2" ucap suga dan tersenyum ramah. aku mengangguk paham dan memakan roti yang jin siapakan.


" momy akan sibuk minggu ini, kau jangan mengkhawatirkan aku jika aku tidak ada kabar" ucap momy.


" sibuk apalagi bukanoan persentasi momy minggu lalu " jawabku.


" ada maslah sama prsentasiku yang itu, jadi aku akan prsentasi ulang" ucap momy.


" kau jaga diri baik2 disini, aku yakin jin akan menjagamu" ucap ka ayu.


" nanti kita bisa kumpulagi kan " ucapku berkaca2 .


" dasar cebong, luh pikir kita mau pergi jauh ninggalin luh, lebay banget astaga ini anak" teriak ka ayu. yang lain terkekeh aku manyun sebel sama mreka. " yaaak marah tuh pasti, nyumpahin. tuh pasti yu " ucap momy sambil ketawa.


" tidak masalah, aku ngga sibuk juga hari ini " jawab suga. dan kita ngobrol sejadinya saja di meja makan.


jin datang saat kita selesai makan.


" hyung kami akan pulang " ucap namjoon.


" kenapah buru2 " jawab jin.


" kami harus mengantar megha dan ayu " jawab v.


"yasudah. kalian hati2 dijalan " ucap jin mengantarkan mreka di depan pintu. " momy sama ka ayu pulang, kamu jaga diri baik2 " ucap. momy memeluku di depan apartmen jin. " sekarang udah gede. harus selesain kuliah yak jangan sampai terganggu " ucap ka ayu memeluku juga. dan. mreka ber 5 pergi masuk lift.


aku dan jin masuk apartmen menutup pintu, " jadi apah kegiatanmu hari ini my boy " ucapku tersenyum dan duduk di sofa.


" bermesraan dengan istriku agar cepet dapet momongan" ucap jin. menggodaku


" siapa yang istrimu jin" tanyaku pada jin, yang sedang duduk disebelahku. " kau lah pendek " ucap. jin menggigit bahku pelan. " eeh jin " teriakku memundurkan badan dan terkekeh. " jin aku bosan " ucapku.

__ADS_1


" kau ingin kita jalan2 "ucapjin dan aku mengangguk cepat . " nanti saja yak, lusa kita pindah rumah" ucap jin membuat aku kecewa.


" sekarang kita pergi ke taman deket sini aja oke. sekalian membantumu membuat skripsi " ucap. jin. menenangkan


" uuuh terimakasih sayang " ucapku memeluk jin dan mencium singkat bibirnya. jin tersenyum dan mengajaku ke taman terdekat. sambil membawa laptop,


kami menikmati siang itu di taman bermain tanpa ada penggangu karna taman didekat sini lumayan sepih. jin juga bebas tanpa topi dan masker. menghabiskan waktu seperti ini sangat menyenangkan.


" jiiiiiiin" teriak seorang wanita dan berjalan ke arah kita berdua. aku tau dia jadi aku membalikan tubuhku membelakangi jin bukan disampingnya lagi.


" apaah " ucap jin cuek.


" aku tadi dari tempatmu tapi kosong, aku sangat merindukanmu baby" ucap wanita itu sangat akrab dengan jinku,


" lepas nura, apah si tua itu yang memberi alamatku " bentak jin dan melepaskan pelukan nura .


" om kim yang menyuruhku kesini menemuimu jin, pertunangan kita juga akn di tetapkan beberapa hari lagi " ucap nura bahagia.


" itu tidak akan pernah terjadi, aku sudah mempunyai calon istriku " ucap jin dan. menarik pergelangan tanganku. " ayo sayang kita pulang" ucap jin menlingkarkan tanganya di pinggangku. meninggalkan nura dengan kemarahan dan kaget karna wanita yang jin gandeng adalah aku.


" aku akan melaporkan ini dengan om, kau bersama wanita miskin itu dan meninggalkan aku jiiin" teriak nura . jin pergi tanpa menghiraukan teriakan nura.


sampai di apartmen, jin menatap keluar jendela dengan tatapan kosong.


"jiiin" panggil aku.


" jangan dengarkan perkataan wanita itu sayang, apapun yang terjadi kau akan bersamaku, percaya dan tetep disampingku itu cukup" ucapnya. aku melihat kemarahan dan kelesalan begitu besar diwajahnya.


" aku akan selalu percaya denganmu, aku tidak akan pergi darimu " ucapku dan memeluknya, menenangkan jin.


" maafkan aku sayang " ucap jin dalam pelukanku.


" aku berterimaksih, karna kau mau menerimaku meski kau tau aku bukan sepertimu, ada dinding besar diantara kita jin " ucapku.


" kita akan bersama dan merobohkan dinding itu sayang, aku hanya ingin kau percaya dan terus disampingku seperti ini. berjanjilah" ucap jin... aku hanya menganggukan kepalaku.


" aku tidak bisa berjanji untuk itu jin, tapi aku berjanji akn brusaha untu brsamamu, mencintaimu " batinku. dan aku menangis tanpa sepengetahuan jin....

__ADS_1


__ADS_2