
" sayang kau mau makan apah, aku sedang di jalan arah pulang sekarang " isi pesan dari jin.
" kau cepat pulang, aku sudah memasak untuk makan malam, jangan beli makanan di luar " jawab pesan jin.
" yasudah aku akan sampai sebentar lagi " jawab jin dan dia sudah dalam perjalanan ke apartmen.
...~~~...
Aku merapihkan meja makan, lalu duduk di sofa ruang tv. menunggu jin pulang dari kantor, dia bilang dia mungkin akan jarang ikut manggung tahun2 ini karna dia harus ikut kemauan ayahnya sementara ini. jadi kegiatanya di Bighit tidak terlalu banyak hanya sekedar menengok adik2nya saja. aku tau dia mungkin tertekan atau kacaw karna maslah ini, makanya aku tidak pernah mengungkit maslah undangan itu, aku biarkan saja ini berjalan, jin bilang dia tidak akan membohongiku dia sangat mencintaiku, aku percaya, dia tidak akn membohongi aku atau menghianatiku kan.
" jinie ku tidak akan menyakiti aku " mengusap lembut cincin di jari manisku, sambil tersenyum lebar, suara bel menghentikan aktivitas aku saat ini, beberapa kali bel di tekan. aku berjalan cepat ke arah pintu dan membukanya dengan senyum lebar....
" kamu lama jin, aku sangat bosan disini kalo kau tidak ada " ucapku dengan cepat tanpa melihat siapa orang yang berdiri di hadapanku itu.
Saat aku melihatnya aku terkejut dan menutup mulutku, " hay azera " ucap orang itu hendak masuk ke apartmen. lalu aku menghentikan dia sebelum masuk apartmen..
" oppa... maaf kamu tidak boleh masuk, jin belum pulang " ucapku berhadapan denganya di ambang pintu.
" aku sudah mengabarinya tadi, biarkan aku masuk, jin sedang dalam perjalanan pulang kan mungkin sebentar lagi dia sampai " ucap suga dengan wajah malas.
" tapi... tapi.. oppa tidak boleh masuk sebelum jin pulang, please.. jangan masuk ya oppa " ucapku menakup dua telapak tanganku di hadapanya.
" azera... jin tau aku kesini, jadi biarkan aku masuk dan istirahat " ucapnya dengan penjelasan.
" tidak. .. tidak... oppa, kau tunggu disini saja, aku tidak mau memasukan laki2 jika tidak ada jin apalagi berdua saja" ucapku sangat polos.
" haiiiiissh azera apah yang kau pikirkan, kenapah jin menyukaimu yang menyebalkan ini astaga" ucap suga prustasi dan duduk berjongkok di luar apartmen, dengan wajah kesal, sambil memainkan ponselnya..
" maap oppa, aku hanya tidak mau kita berdua saja di dalam, maapkan aku " ucapku berdiri memegang kenop pintu. suga oppa hanya mengangguk saja. mungkin dia marah karna tingkahku... beberapa menit jin datang membawa kantung ice cream.
...~~...
" kenapah kau berjongkok diluar seperti itu " ucap jin mendekat ke arah suga.
" kekasihmu itu tidak mengizinkan aku masuk, sebelum kau pulang " ucap suga berdiri dan masuk ke apartmen melihatku lalu menggelengkan kepala..
" nih " ucap jin memberiku kantung ice cream itu, sambil terkekeh melihat ekspresi suga.
" suga oppa... maaf aku hanya tidak nyaman saja " ucapku dan jin tersenyum saja melihatku dan suga.
Aku berjalan ke arah dapur dan menaruh ice cream ke lemari es, lalu berteriak..
" jiiin kau mau minum apah " teriakku dari arah dapur. " tidak sayang, jangan buatkan aku minum " jawab jin .
" dan suga oppa kau mau minum apah " lanjutku.
" tidak usah " jawab suga.
Apah dia marah karna sikapku tadi. lalu aku balik ke ruang tamu..
" suga oppa maap, apah kau kesal denganku" ucapku melas.
" aku tidak papa azera, biarkan aku bicara dulu dengan jin sebentar ya " ucapnya lembut
" baiklah, aku akan kedapur, kalian kesana setelah selesai berbicara " ucapku dan ke mbali ke dapur,
jin mengusap kepalaku terlebih dahulu...
" eeh,, tumben kau pulang ke sini " ucap. jin duduk di sofa ruang tamu.
" ini juga karnamu " jawab suga dengan wajah kesal.
" aku... kenapah denganku" ucap jin bingung.
" nura. di apartmenku sekarang, dia memintaku untuk membawamu kesana, tapi aku menolak dan aku tidak balik ke sana setelah selesai latihan tadi " ucap suga serius.
" sangat merepotkan, kenapah tidak kau jelaskan saja jika kau mencintai azera, aku pusing, dia selalu ke tempatku dan menggangguku " lanjut suga. dan jin serius mendengrakan suga bicara.
__ADS_1
" aku sudah menjelaskan ke semuanya, bahkan ke kluarganya aku sudah menjelaskan. tapi dia dan keluarganya tidak mau mendengar dan ayahku dia sangat egois, aku tidak tau lagi harus berbuat apah" ucap jin.
" lalu kau akan benar2 bertunangan dengan nura dan menikah denganya begitu " jawab suga dengan serius menatap jin.
" ntahlah aku masih memikirkan jalan keluar dari masalah ini " ucap jin mengacak rambutnya.
" kau jangan gila jin. kau akan menjadikan azera simpananmu " jawab suga.
" tidak begitu, dia calon istriku sesungguhnya, aku tidak mencintai nura " ucap jin penuh penekanan.
" lalu kau pikir dengan menerima pertunangan, itu jalan keluarnya jin, kenapah kau jadi bodoh seperti ini, berfikirlah yang jelas, kau akan meluakai azera jika dia tau ini " emosi suga.
" dia tidak akan terluka jika kalian tidak memberi tahu masalah ini ke dia " ucap jin tegas.
" siapa yang akan menjamin ini tertutup darinya jin, cepat atau lamat dia akn tau dengan sendirinya " ucap suga lalu bangun dari duduknya.
" aku pinjam kamar tamu , aku akan tidur disini jangan ganggu aku, aku akan bangun sendiri " ucap suga dan pergi ninggalin jin yang sedang duduk di sofa memegang tengkuknya...
.
.
.
.
.
.
.
" sayang" jin memeluku dari belakang dan mencium pipiku.
" kenapah " tanyaku melingkarkan lenganku ke leher jin.
Cup!!
Aku duduk di kursi samping jin.
" suga oppa mana " tanyaku pada jin.
" jangan ganggu dia, tadi dia ke kamar tamu katanya mau istirahat" jawab jin mengambil makanan yang aku masak.
" apah sikapku tadi keterlaluan jin " tanyaku mengambilkan makanan lain ke piring jin.
" tidak, itu hal bagus malah " ucap jin. dan memakan makananya. aku melihatnya makan dan menunggu jin berkomentar.
" gimana... " tanyaku menatapnya yang sedang menelan makanan.
"hmmmm.... sebentar aku makan satu sendok lagi " ucap jin lalu memasukan makanan ke mulutnya. aku menatapnya serius menunggu dia bicara.
"aah jiiin gimana rasanya " tanyaku memukul lengan jin karna dia tampak menjahili aku.
" hahaha ini sangat enak, aku akan memberikanmu hadiah " ucap jin sambil tersenyum lebar.
"mana hadihnya" tanyaku dan tersenyum.
" makan dulu, nanti aku kasih hadiahnya " jawab jin menyuapiku makananya. aku mengunyah cepet dan menelanya.
" janji, selesai makan aku tagih hadihnya" ucapku dengan cepat menghabiskan makananku.
"pinter, aku akan kasih kamu hadiah banyak " ucap jin mengusap kepalaku dan dia memakan makananya dengan tersenyum bahagia. kita makan dengan bercanda banyak karna jin.
...~~~...
Selesai makan aku langsung mencuci piring, jin ke kamar duluan, karna dia harus mandi...
__ADS_1
Aku masuk ke kamar setelah pekerjaanku selesai..mengganti bajuku dengan pakaian tidur tipis bahan katun warna putih, aku berdiri di depan kaca jendela kamar, melihat suasana malam kota seoul yang begitu cantik jika melihatnya dari atas.
" negara yang sangat cantik " ucapku lirih melipat tanganku ke depan.
" kau lebih cantik dari pemandangan di depanmu itu sayang " jin memeluku dari belakang mencium leherku, aku tersenyum....
" aku cemburu dengan kota ini jin, bagaimana bisa kota ini indah tanpa cacat " ucapku mengusap tangan besar yang melingkar di perutku. jin mencium pipiku dan melepaskan pelukanya.
" keindahan dalam hidupku adalah kamu, jika kota ini bisa bicara dia akan mengusirmu karna dia kalah cantik darimu, wajah polos ini, bisa membius siapapun yang melihatnya " jawab jin lalu memeluku kembali, aku memegang dada polos jin, karna dia selesai mandi, hanya melipatkan handuk di pinggangnya. wajahku memerah karna perkataanya itu dan tanganku menyentuh dada jin...
" mana hadiahku... " ucapku medongakan wajahku menatap wajah jin yang sangat tampan saat selesai mandi..
" mau sekarang " jawab jin dan mengeratkan pelukanya di pinggangku. aku memukul dada jin.
" lepas, sana pakai baju dulu" ucapku menatap jin.
Jin kau sangat indah, tapi aku tau, aku pasti akan melepaskan keindahan ini dalam hidupku suatu saat nanti.
Cup!!
satu kecupan dibibirku membuyarkan lamunanku.
" melamun apah " tanya jin memegang kedua pipiku.
" melamun kamu.." jawabku tersenyum lebar.
" nakal yak kamu " tanya jin mencubit pipiku.
" aaah jiin... cepat sana pakai baju, dan aku keringkan rambut kamu nanti " ucapku melepas pelukanku di di pinggang jin. dan jin mengganti baju di ruangnya itu...
" niih keringkan" ucap jin yang berdiri di samping ranjang membangunkanku yang sedang tiduran dan menutup mataku.
" sini naek " jawabku menyuruhnya duduk ke atas ranjang. jin naek dan duduk membelakangi aku menyilang kakinya. aku menggosok kepalanya dengan handuk kecil yang jin bawa tadi.
" besok kita jalan keluar yah " ucap jin
" ini hadiahku " jawabku menghentikan kegiatanku di kepala jin. lalu jin menarik lenganku dan menaruh tubuhku di pangkuanya seperti bayi...
handuk tadi menutupi separuh wajahku, saat aku akan menarik handuk itu. tangan jin menghentikan tanganku dan menggengamnya dengan lembut...
Aku merasakan bibir jin menyentuh bibirku, melumatnya perlahan namun pasti, aku membalas ciumanya dan menikmati setiap lumatan2 jin, tangan jin mepepas gemnggaman di tanganku, jin mengusap leherku lembut dengan terus ******* bibirku. tanganya turun ke dadaku meremasnya pelan . aku membuka handuk yang menutupi wajahku dan menatap wajah jin sekilas aku memegang tengkuk jin. menikmati ciuman malam ini.
Jin melepas ciuman kita, mengangkat badanku dan menyelimuti separuh tubuhku ke kasur. lalu jin merebahkan tubuhnya di sampingku. menutup separuh tubuhku dengan selimut, ...
" apah tadi hadiahku " tanyaku memiringkan badanku menghadap jin.
" itu bonusnya. hadiahnya itu ini" jawab jin lalu dengan cepat menghujani wajahku dengan ciuman.
" ahahha mana ada hadiah seperti ini " ucapku mewadah wajah jin.
" ada ini, aku kasih bonus tadi, karena kamu menggodaku dengan pakaian tidur ini " jawab jin menatapku dan menurunkan satu tali gaun tidurku lalu mencium bahuku ...
" sekarang tidur lah, aku tidak ingin menyakitimu " ucap jin kembali di posisinya. memeluk aku dan memejamkan mata.
"terimakasih, kamu selalu lembut padaku, sayang " ucapku dalam pelukan jin lalu memejamkan mataku. jin mengusap kepalaku. dan kita terlelap.....
Jam 3 dini hari sebelum aku bangun. jin terbangun karna ada ketukan di pintu kamar kita...
" aiiish ini sangat larut, ada apah " ucap jin di ambang pintu.
" aku akn kembali ke apartmenku, mudah2n nura suda keluar dari sana " ucap suga. izin pulang.
" apah kau mau makan dulu " ucap jin dengan wajah bantalnya.
"tidak usah, aku akan makan di tempatku saja. terimakasih " ucap suga sambil berjalan ke pintu di ikuti jin yang sedang mengusap kepalanya sendiri.
"kau hati2 jangan mengebut " ucap jin menepuk pundak suga.
__ADS_1
" tentu saja, aku pergi dulu " ucap suga dan melenggang pergi meninggalkan apartmen jin.
jin menutup pintu apartmennya dan kembali ke kamar....