
Setelah melakukan perjalanan yang lumayan jauh, aku dan keluargaku sampai di jepang dengan aman.
ayah dan bunda sedang di kamar mereka untuk istirahat. sedangkan mimi dia tidak ada capeknya, dia pergi dengan temannya keliling jepang.
Dan aku sekarang sedang duduk di bawah kasurku dan membereskan bawaanku. menaruh foto2ku di dinding kamar dan menata pakaianku ...
... .Diwaktu yang sama....
Seokjin dengan cepat turun dari jet pribadinya, berlari kecil keluar bendara soekarno hatta dengan pengawalan yang cukup ketat. dia masuk mobil yang sudah supirnya siapkan dari beberapa hari sebelum dia mengabarkan oranya, mengurus segala urusanya untuk pergi ke indonesia mencariku.
Dalam perjalanan ke komplek perumahan yang dulu aku tinggali, seokjin dengan tegang dan bahagia memikirkan bahwa dia akn menjemputku kembali dengan tanganya sendiri.
"Aku menepati janjiku azera, aku harap kamu juga akan menepati janjimu". Batin seokjin. melihat jalanan jakarta yang lumayan mengesalkan.
Setelah setengah jam perjalanan dari bandara ke rumahku akhirnya dia sampai. terlihat jelas Rumah yang lumayan besar dengan halaman rumah yang luas dan pagar tinggi berwarna hitam. rumah cat cream lantai dua itu, sangat sejuk untuk di lihat.
" Permisi pak, apah ini rumah nona azera atmajja putri sulung dari antoni atmajja". Ucap supir seokjin ke pada satpam rumahku dengan bahasa indonesia.
" Iyah tuan, ini rumah bapak antoni atmajja". Jawab mang didit dengan sopan.
"Apah beliau ada di rumah". Ucap supir seokjin lagi dengan lembut.
" Maaf tuan, bapak dan keluarga satu hari yang lalu pergi ke jepang". Jawab mang didit lagi
" terimakasih pak, saya permisi dulu". Ucap supir seokjin dan kembali masuk mobil.
" bagaimana, apah kita bisa masuk". Tanya seokjin penuh harap.
" maaf tuan, nona azera dan keluarganya pergi ke jepang satu hari yang lalu".Jawab supirnya sopan dan takut2.
" aaaaakh... sial".seokjin mengusak rambutnya kesal.
__ADS_1
" kita ke membali ke korea sekarang, kabarin semuanya untuk balik arah dan menungguku di badara seperti pagi tadi ". Ucap seokjin dan menyandarkan punggungnya dan memejamkan matanya. dengan kemarahan dan penyesalan yang tidak bisa dia cegah dari dirinya sendiri.
" kau sengaja pergi dariku azera, kau pasti tau aku akan menjemputmu". Lirih seokjin masih memejamkan matanya dengan berjuta kegundahan di hati.
" Kenapah kamu tidak mau bertahan sedikit lagi, apah aku benar2 menyakitkan untukmu". batin seokjin. lalu ia sampai bandara dan pergi begitu saja dengan wajah menyeramkan. wajah itu akan menerkam siapa saja yang menghalanginya saat ini.
.
.
.
.
.
.
Satu minggu azera di jepang. tapi tante aku mengabiri keluargaku bahwa dia tidak bisa kembali ke jepang karna dia menerima proyek besar di perusahaanya yang di eropa. jadi aku akan tinggal berdua bersama mimi di jepang.
Di depan teras rumah kami berada saat ini.
"bunda sama ayah, beneran ngga mau kita antar sampai bandara". Ucapku di pelukan bunda. sedangkan mimi memeluk ayah.
" mimi bisa antar kalian ko, kan jam kuliahku masuk sore hari ini ". Ucap mimi.
"Tidak usah sayang, bunda dan ayah biar pergi berdua saja. kalian harus jaga kesehatan yah, terutama kamu mimi, jangan begadang hanya untuk chatingan sama sahabat pena kamu itu yang beda negara ". jelas ayah melotot ke mimi. bunda dan aku hanya tersenyum karna muka mimi sangat lucu jika sedang di tegur ayah.
" Tapi sekarang kita tidak beda jam ayah. sahabat pena aku satu kampus denganku ". Jawab mimi bangga dengan tersenyum lebar. ayah menggeleng kepalanya dan tersenyun.
" Bunda apah kau tidak ingin memeluku juga, lihat ayah, mereka sangat menyebalkan". Keluh mimi dengan mengembungkan pipinya mengadu ke ayah.
__ADS_1
"Oooh sayang... sini bunda peluk sini, kesayangan bunda". Ucap bunda menirukan gaya bicaraku dan kita ber4 tertawa. kita berpelukan sebentar..
" Kamu juga ya ra, jaga pola makanmu, jaga cucu bunda dan ayah. jaga mimi juga untuk kami ". Ucap. bunda mengusap pipiku.
"Jadilah kaka sekaligus bunda dan ayah untuk mimi ". Ucap bunda lagi dengan mata berkaca. aku mengangguk dan mengusap air mataku.
" Sulungnya ayah, jadilah perisai untuk keluargamu, jangan lemah, apapun maslahnya nanti karna kamu tidak sendiri, kami akan selalu di hati kalian berdua anak2 ayah ".Ucap ayah mencium aku dan mimi.
"Ayah sama bunda hati2. dan kabari kami terus yak ".Ucap mimi. ayah dan bunda sudah masuk mobil.
Aku memeluk mimi yang menangis, dan tersenyum kepada kedua orang tuaku yang juga tersenyum indah kepada kami. mobil itu perlahan menjauh dan menghilang. mimi memeluku dengan erat.
"Heeey... kenapah kamu cengeng seperti ini, anakku tidak suka tante yang cengeng ". Ucapku menenangkan mimi dan mengajaknya masuk ke dalam rumah.
.
.
.
.
.
Dari dalam kamar mimi berjalan cepat dan duduk di sampingku. saat ini aku sedang duduk di sofa membaca novel.
" Kaka mau liat ayahnya cebong ngga, dia live bareng bangtan ". Ucap mimi membawa laptopnya danenaruhnya di meja. lalu aku tersenyum menonton itu bersama mimi. melihat seokjin yang sedang tertawa disana. ini sangat lama, perutku sudah membesar sekarang.
satu jam berlalu aku dan mimi menonton live mreka, dan sekarang mimi memintaku menemaninya keluar.
"Ayolah ka. aku ingin ke taman hiburan di jalan xxx itu tidak jauh dari sini ".Ucap mimi mrengek memintaku kesana. dengan susah payah akhirnya aku mengalah dan menuruti ke inginan mimi.
__ADS_1
" Yasudah ayok.. bersiapalah ". jawabku pada mimi dan dia berlari dengan gesit masuk kamarnya... aku hanya melihatnyandan tersenyum.
Ayah bunda mengabari kami dan mreka bilang sampai di bandara beberapa jam lalu dan pesawatnya akn terbang beberapa menit lagi...