
Seperti biasa tiap pagi aku selalu kesiangan, dan kali ini ka ayu dan ka megha mreka pergi ke kampus duluan.
Aku berjalan sendirian ke arah kampus setelah turun dari bus. "apah aku cerita ke ayu dan ka megha saja yak, kalo aku kerja di lestoran jin dan kakanya itu. ngga kebayang deh reaksi mereka, apa lagi setelah tau yang jin lakuin ke aku, pingsan kali mreka " pikiranku
"aaaaah gimana dong, ayo ra berfikiralah yang keras. jangan jadi oon di waktu yang salah" bicara sendiri sambil menghentakan kaki frustasi.
"wuuuy cebol cepetan masuk jangan bengong kaya orang bnyak hutang " teriak ka ayu
" aiiish menyebalkan. tinggiku hanya beda 5 cm denganmu emak naga " balas ejekan ka ayu.
" apah hutangmu sebanyak itu ra sampai kamu bengong kaya orang beneran oon gitu" goda ka ayu terus. dan membuatku nggan membalas, berjalan disamping ka ayu.
" kaka ngga masuk kelas, bukanya dari pagi kaka berangkat kuliah, kenapah malah ketemu digerbang apa kau bolos " menuduh ka ayu
Tukk ( pulpen itu tepat sasaran) ka ayu memukul jidatku dengan pulpen " sialan. aku tadi keluar kampus sebentar ada urusan telor oon" tegas ka ayu .
__ADS_1
aiissh jitaku " bilang dong knph pake mukul segala, pedes banget " mengelus jidat.
Dan kita pergi ke kelas masing masing...
pulang kuliah..
"daaah momy daaah ka ayu, jangan menungguku untuk makan malam. hari ini aku mungkin pulang larut " ucapku samabil turun dari bus yang kami naiki tadi dan turun di sebrang tempatku kerja. wajahku beruban murung karna bingung dan takut tapi harus masuk dan bekerja seperti biasa, karna kemaren aku izin pulang cepat.
Setelah aku ganti pakaianku dan aku bekerja seperti biasa. lega karna jin tidak bersikap menakutkan seperti kemaren,
Drt drt drt ( getar handphone )
aku mengangkat telvon dan merubah posisiku menjadi duduk.
" Halo " . tanyaku ke seseorang di sebrang telvon sana.
__ADS_1
" halo. keluar dan temui aku di depan gerbang rumahmu" jawab orang asing itu dan mematikan telvon.
" siapa sih malem malem begini, tapi keluar tidak yak. kalo itu orang jahat trus aku di culik gimana dong " ucapku masih diatas kasur. karna bingung dan takut.
" pendek keluarlah ini aku bodoh jin" isi pesan
" ya gusti. apah aku selama ini salah mengidolakan seseorang, kenapah dia membuatku bingung " gerutuku dan pergi keluar rumah hanya memakai celana pendek dan baju santai yang cukup longgar untuku. aku jalan dan iya? dia menunggu di luar, melihat dan tersenyum padaku.
" ikut aku dan menurutlah masuk ke mobil" dia bicara sambil menarik lenganku dan bodohnya kenapah badan ini seolah terhipnotis menurut saja denganya.
Didalam mobil aku hanya melihat dia sekilas. " sebenernya ada apah dengan orang ini gusti. apakah aku akan dibunuh atau diperkosa, aaaah bunda " ucapku dalam hati. dan menggeleng keras sambil memejamkan mata. jin melihat itu dan bertanya. " kenapah, apah kamu sakit kepala" .
Aku menoleh dan menjawab dengan gagap karna takut. " ti-dak aku tidak papa" . dan jin fokus menyetir kembali.
"Harusnya aku tidak ikut masuk ke mobil ini badanku sungguh sakit semua, ngantuk juga". bicara dalam hati. tidak berasa aku ketiduran,
__ADS_1
kebangun karna ada benda kenyal dan dingin menempel di pipiku.