Dear Era

Dear Era
Memperkenalkan


__ADS_3

hari makin siang dan aku rasa pantai sudah mulai ramai.


" apah kamu semalam minum " tanya jin.


"hanya satu botol ngga lebih ". jawabku santai.


" kamu saja yang minum atau teman2 kamu juga ikut minum " tanyanya seperti polisi.


"kita ber3 minum jin karna hari ini hari persahabatan kita". jelasku padanya.


" jangan minum di tempat umum, apalagi kalian wanita itu bahaya paham". omelnya masih memeluku. dan. aku hanya mengangguk saja.


aku lihat dari kejauhan tenda yang aku tidurin semalem sudah tidak ada. karena panik aku lepas pelukan jin dari tubuh aku dan mendorongnya.


" jin lepas" .ucapku dan hendak lari tapi jin lebih dulu menahan tanganku.


" jangan lari pantai sudah mulai ramai ". ucap jin menggenggam pergelangan tanganku dan dia berdiri memakai kembali topi yang sempat dia lepas tadi.


" aku harus mencari momy dan ka ayu jin, aku takut mereka mencariku ". jawabku memohon dan membalikan badanku agar berhadapan dengannya.


" mreka tidak akan meninggal kan kamu ra, lagian ada aku disini jika mreka meninggalkan mu, kamu bisa ikut dengan aku kan " ucap jin. meyakinkan tapi aku ngga bisa diem aja takut mereka mengkhawatirkan aku.


" ngga bisa jin mereka keluarga aku disini mereka pasti mengkhawatirkan aku. lagian kamu tau kan? kalo wartawan melihat kamu sedang ada di sini bersama aku itu akan bahya banget buat kamu ". balas aku dengan nada memohon. dan mencerna ucapan jin barusan.


" aku tidak peduli! tidak akan ada satu orang pun yang mengenali aku dengan penampilanku saat ini, kecuali kamu." ucap jin dengan tangan masih menggenggam pergelangan tanganku. aku hanya mampu menatapnya, agar dia tidak bersikap keras kepala di saat seperti ini. pantai begitu ramai aku saja bisa mengenali dia, mungkin orang lain juga sama dengan aku.


" come on jin, lepaskan tanganku dan kembalilah ke hotel aku akan mencari mereka jangan mempersulit aku seperti ini oke " ucapku prustasi menatapnya intens. jin menatapku kembali dan tersenyum.


" I will come with you ". jawab jin membuatku membulatkan kedua mataku tidak percaya dengan apah yang dia ucapkan.


" oh my gosh! bercandamu benar2 tidak lucu sama sekali jin ". ucapku terkejut melotot padanya dan menghentakan kaki aku beberapa kali karna kesal. manusia di depanku ini benar2 keras kepala. untung tampan kalo jelek udah aku tendang ke laut kamu.


jin berjalan menuju arah dimana tadi pagi dia menemukan aku di sebuah tenda, meninggalkan aku yang sedang kesal, aku menyusulnya dan menarik ujung bajunya.


" udah cukup bercandanya jin cepat kembali ke hotel, aku benar2 mengkhawatirkan kamu" ucapku dibelakang dengan tangan menggengam ujung baju jin. tiba2 jin menghentikan langkahnya dan berbalik menundukan kepalanya agar dia melihat mataku yang sedang menatapnya kesal.


" kalo dia beneran ikut dengan aku gimana jelasin ke momy dan ka ayu aiiiish" batinku benar2 prustasi karna jin.


jin mewadah wajahku dan berkata penuh penekanan.


" I'm serious dear" ucapnya menatapku. iya? lagi2 aku terhipnotis dan hanya mengangguk saja, tatapan itu yang selalu buat aku lemah kalo bersamanya.


menggenggam jariku dan berjalan mencari tempat kita bertemu pagi tadi. aku tersenyum


" ini seperti mimpi, tuhan aku benar2 tidak ingin bangun dari mimpi ini, aku tidak ingin semua ini lenyap ketika aku membuka mataku " .


batinku membuat aku menangis bahagia, menghapus air mataku sendiri tangan kananku di genggam posesif oleh jin.


kita terus berjalan seperti pasangan kekasih.


" loooor! " teriak ka ayu dari ujung pantai dan membuat aku kaget langsung melepaskan tanganku dari genggaman jin. sepertinya ka ayu sudah mebersihkan diri. aku lari mencium ka ayu .

__ADS_1


mmuach " Good morning emak naga " ucapku dan tersenyum di depanya. ka ayu menyentil kening aku.


tukk!!


" selalu seperti itu sakit tau " ucapku merajuk dan mengembungkan pipiku,


" biarin, siapa suruh ngilang bikin orang khawatir aja, momy mencari kamu apah bertemu denganya ". ucap ka ayu. dan ngga lama momy datang dari belakang ka ayu.


" momy! " . teriak aku loncat dan melambaikan tanganku. momy lari ke arah aku dan ka ayu.


" dasar telor. aku kira kamu diculik pagi2 " ucap momy dengan suara ter engah engah karna lari tadi.


hahah sungguh otaknya seperti emak emak. aku memeluk momy dan mencium pipinya.


" Good morning momy, maap " ucapku. dan sejenak aku memikirkan seperti ada yang aneh, aku


melupakan kalo jin ikut denganku. aku melihat belakang dan iya? jin stay disana menonton kami. oooh astaga gimana bisa aku oon seperti ini. dia tersenyum dan berjalan mendekat. momy dan ka ayu mengikuti arah tatapanku.


"ooh iya mom, ka. dia temenku" ucapku jin membungkukan badannya.


momy dan ka ayu menatap jin intens membuat aku risih.


" iiih momy, ka ayu. dia bnr2 temenku jangan seperti itu" . ucapku berdiri di depan jin. momy mengingat pria yang tempo hari ditelvon.


" apah dia yang mengangkat telvonku tempo hari " melihat ke arah aku. mau ngga mau aku harus bnar2 menjelaskanya.


" sampai rumah nanti aku akn jelaskan, ayo lah kita kesini untuk berlibur bukan. dia hanya bergabung tidak akn mengganggu " jawab aku mengalihkan obrolan jurang ini salah jawab dikit aku bakal jatuh.


" hmmm baiklah, tapi aku lihat dia seperti biasmu ra " ucap ka ayu menatap jin lagi dan lagi.


" aku ji... "


" nama dia jian ka " . jawabku memotong ucapan jin dan menatapnya. menggaruk kepalaku yang ngga gatel.


" dia memakai topi dan masker karna lagi alergi sama udara pantai ". lanjutku menjawab pertanyaan ka ayu. dan jin hanya mengangguk saja.


" gw ngga nanya luh ". jawab ka ayu kesal.


" udah lah yu, kau ini " ucap momy membela aku. dan ka ayu hanya tersenyum.


" oh iyah jian kamu sama siapa disini " tanya momy.


" sendirian aja mom " ucap jin polos. membuat aku dan ka ayu tertawa dengan geli, bagaimana bisa momy dipanggil mom selain sama aku hahahha. aku yakin jin mikir ka megha adalah bunda aku.


momy melotot ke arah aku dan ka ayu. seketika kita berdua menutup mulut dengan tangan. dan jin hanya menatap aku dengan gelengan kepala dan tatapanya penuh tanya.


" panggil aku megha, aku yakin umur kita mungkin tidak jauh " . ucap momy . aku dan ka ayu menahan tawa menutup rapat bibir kita. jin melihatku dan itu rasanya konyol banget.


" ooh maap megah aku pikir kamu mamahnya era" ucap jin membungkukan badannya beberapa kali. dan kita mulai tertawa berbarengan. aku rasa jin juga ikut tersenyum dibalik maskernya itu.


" tidak apa, era memang memanggil aku momy ngga heran kalo kamu mikir anak sialan ini adalah anak aku " lanjut momy sambil mengacak rambutku. aku masih tertawa karna ulah jin dan momy. jin hanya mengangguk paham.

__ADS_1


" aku rasa jian mirip sama suami halu kamu deh lor " . lagi lagi ka ayu membuat aku spot jantung. lalu dia tertawa dan memukul bahu jin.


" tidak mendapatkan jinie kamu bisa mendapatkan jianmu ini ra, tubuhnya tidak jauh dari jin bukan " ucap ka ayu santai. membuat aku dan jin beradu pandang. lalu aku mengalihkan pembicaraan.


" kita langsung pulang apah mau maen dulu nih " ucapku tidak menjawab pertanyaan ka ayu.


" cari makan aja yu. abis itu kita pulang " . jawab ka ayu. menarik tangan aku jin dan momy ikut berjalan di blakang mengikuti aku dan ka ayu.


" ko pulang sih ka, aku suka disini " . ucapku pada ka ayu yang sedang asik berjalan.


" besok kita harus kuliah dan libur kalian kan cuman hari ini doang " jawab ka ayu masih fokus jalan. momy dan jin hanya mendengarkan obrolan aku sama ka ayu dibelakng.


mereka sudah rapih sedangkan aku hanya memakai jeans pendek dan baju putih polos dibagian belakang dan di bagian depan terdapat gambar kartun mario bros. aku tidak memakai sandal atau sepatuku karna terburu2.


awwwh!


aku menendang batu karang dan hampir terjatuh untung aja jin menahan bahu aku kalo ngga nyusruk aku di pasir.


" kau tidak papah " ucap jin khawatir.


" iyah aku baik2 aja. makasih ". jawabku


" dasar ceroboh kebiasaan gitu dia mah ". ucap ka ayu berbalik ke arah aku.


" ada yang sakit ngga? kita makan di cafe situ aja yak " tanya momy sabil menunjuk cafe yang ngga terlalu jauh dari pantai. aku mengangguk, tapi jin dia melihatku tak percaya. momy berjalan ke arah mobil ka ayu di blakang mengikuti momy. jin menariku dan berjongkok melihat kaki aku .


" aku tidak papah jin, bangunlah " . ucapku memegang bahunya agar aku tidak jatuh karna kaki aku yang satu dia pegang. jin membersihkan darah yang keluar dari ibu jari kaki aku dengan bajunya. aku melihatnya dan rasanya ingin memeluk orang yang dibawahku ini.


" kau bilang ini tidak papah ini berdarah ra " ucap jin dan membalikan badanya. aku hanya diem dan heran .


" naiklah " lanjut jin menyuruh aku naik ke punggungnya.


" tidak tidak. aku bisa jalan sendiri" .tolakku tapi jin sudah menarik tanganku dan menggendong aku. mau ngga mau aku melingkarkan lenganku kleher jin agar tidak jatuh. " dasar pemaksa " batin aku.


lalu mengikutin langkah ka ayu dan momy menuju mobil.


" wuaaah apah kalian pacaran" teriak ka ayu saat melihat aku di punggung jin. aku hanya tersenyum. jin menurunkan aku dan menyuruhku duduk .


" nih ji pasangkan sekalian " ucap momy menyerahkan plester jin mengambilnya dan memasang nya ke lukaku.


" jian dan aku hanya temenan ka " jawabku menatap ka ayu. ka ayu hanya mengangkat bahunya dan tersenyum licik.


" apah kau kesini membawa mobil sendiri " tanya momy ke jin. aku hanya menatap mereka berdua. dan ka ayu masih asik dengan ponselnya menyenderkan punggung ke jendela mobil.


" apah aku boleh ikut ke mobil kalian. mobilku ada di parkiran hotel " ucap jin. dan momy mengangguk paham.


kita ber4 masuk mobil tapi yang mengemudi momy, karna jin bilang dia keram ditanganya kalo untuk mengendarai mobil. ntah itu alasan atu apah yang jelas itu konyol. dia memilih duduk di jok belakang denganku .


...~~~....


selesai makan kami kembali mengendarai mobil arah pulang kali ini jin yang membawa mobil. di cafe juga jin tidak makan dan minum dia hanya menemani dan meneraktir kami. sekarang momy duduk di depan dengan jin. aku dan ka ayu dibelakang.

__ADS_1


aku hanya mendengar mereka mengobrol dengan tawa momy cukup keras. ada rasa cemburu aku kembali tidur dengan memeluk boneka RJ kesayanganku menyusul ka ayu yang sudah mimpi jauuuh.


jin melihatku dari kaca atasnya dan melihat aku tertidur dia hanya tersenyum dan fokus mengemudi.


__ADS_2