Dear Era

Dear Era
Bodoh


__ADS_3

Kim seokjin


"Maafkan aku. karna kebodohanku melampiaskan kekesalanku padamu aku jadi menyakitimu, kebodohanku hampir menghancurkanmu dear maapkan aku " . ucapku lirih menatap tubuh mungil wanitaku yang banyak luka tanda merah karna ulahku beberapa jam yang lalu.


aku mengutuk diriku sendiri melihat tanda merah di dada atasnya, " aku benar2 bodoh bgaimana bisa aku melakukan ini " ucapku mengobati luka dan tanda merah keunguan di leher bahu dada dan lenganya. aku menembasuhnya dengan handuk dan air hangat setelah itu aku mengoleskan salep di luka2 itu dengan hati2 .


tepat di dadanya aku mengolesnya dengan lembut, ada kerutan di dahinya saat aku menyentuh luka itu hati aku sakit melihatnya. kali ini aku bener2 menyakitinya.


selesai mengobati memar2 itu ditubuhnya aku memakaikan dia bajuku dengan hati2, tidak ada pergerakan aku rasa dia sangat lelah karna menangis. lalau aku menidurkanya menutup tubuhnya dengan selimut. " aku benar2 minta maap dear maap" ucapku mencium keningnya dan tidur memiringkan badanku. aku tertidur menyusulnya.


...~~~...


 


**Azera**


 


" untuk membenci kamu saja aku tidak bisa, kamu tau yang kamu lakukan semalam itu sangat menyakitkan jin " ucapku lirih menatap pangeran yang tertidur di sebelahku dengan tangan kanan sebagai bantal dan tangan kiri memeluk perutku. aku mengusap pipinya. " aku ingin marah jin tapi aku ngga bisa " ucapku lagi. lalu aku membuka selimutku aku menatap baju yang aku kenakan dan melihat jin yang masih terlelap, aku melihat bak kecil di meja samping ranjang ada handuk kecil dan salep pereda nyeri dan luka. aku tersenyum dan masuk kekamar mandi.


aku keluar memakai baju semalam. dan aku melihat jin sudah rapih dengan jeans hitam dan kaos pink. menatapku. aku berdiri didepan pintu kamar mandi.


" pakai baju ini aku akan membuatkanmu sarapan " ucap jin lalu keluar kamar. aku hanya diam. aku melihat baju yang dia maksud. " itu kaosnya? cukup besar untuku " batinku dan memakai kaos yang aku pegang.


" itu susumu duduk dan minum lah aku akan menyelesaikan sandwichku ini ". ucapnya tanpa menoleh. aku duduk dan meminum susuku sesekali melirik punggungnya yang sedang asik membuat sandwich.


" jin " suaraku lirih.


"hmm" jawabnya


" jiiin" panggilku lagi.


" hmmm" dan lagi hanya suara hm hm yang keluar.


" jiiiin menengoklah aku ingin bicara" ucapku menatap punggunya.


" bicara saja aku selesaikan sandwich ini dulu beby" ucapnya santai. lalu berjalan membawa sandwich di piring.


" kamu ingin bicara apah " ucapnya menaruh sandwich di piringku mengusap kepalaku lalu duduk dikursi sebelah aku. aku diam. lalu memberanikan mengangkat kepalaku melihatnya.


" jiiin" panggilku lagi.


" hmmm" lagi lagi kata itu apah dia bisu.


" jiiiin aku malu " suaraku setengah berteriak.


dan jin menelan sandiwch yang dimulutnya lalu minum.

__ADS_1


" malu karna apah" ucapnya santai menatapku. aku langsung membuang muka.


" menyebalkan. tidak usah bahas " jawabku tanpa melihatnya.


" kalo bicara tatap muka jangan seperti itu ngga sopan" ucapnya. membuat aku berbalik. dan mengalihkan pembicaraan.


" aku ingin menelvon ka ayu sma momy pinjamkan aku ponselmu" ucapku melihat arah lain.


" aku bilang kalo ngomong tatap muka aku " jawabnya memegang dagu aku dan menatapku.


aku memejamkan mataku. " lihat aku atau aku habiskan susumu itu dan sandwichnya sekaligus" ucapnya. " aku malu jin, aku mau pulang" jawabku. " dasar pendek, malu kesiapa eh " jawabnya tanpa dosa. dia fikir yang membuat aku malu dan kesakitan itu siapa, setan! .


" habiskan susumu dan sandwichnya , aku sudah memeberi kabar ke dev kalo kamu cuti 3 hari. dan aku juga sudah menelvon megha kalo kamu di tempatku aman " ucapnya lalu pergi ke ruang tv tanpa mencuci. pasti sengaja tuh si kunyuk.


selesai membersihkan semuanya. aku duduk disampingnya menyilahkan kaki ku diatas sofa.


jin mau mengambil remot yang ada di sebelahku. " " " aaaaakh jiiiiin " teriaku lenganya menyenggol dadaku .


" maap coba aku lihat apah lukanya tambah parah" ucapnya panik dan membuka bajuku.


" jiiiiiiiin apah kau bodoh" teriku loncat kepangkuannya memeluk jin. cuma itu yang bisa aku lakukan untuk menutupi tubuh aku.


" yah aku bodoh karnamu. jika berteriak terus seperti itu. bisa budek aku " . jawbnya dan brusaha melepaskan pelukanku di lehernya.


" ngga mau. aku bilang malu ya malau jiin, kau bodoh membuka bajuku seenaknya aja" ucapku masih memeluknya.


" aaah ngga mau! aku malu jin aku akan trus memelukmu seperti ini kalo kamu melihatnya, bra aku kotor apah kau bodoh menyuruh aku memakai itu " ucapku melawan tangan jin yang hendak melepaskan tanganku.


" iyah lepas dulu aku ngga akan melihatnya , aku mau menelvon dev mengantarkan pakaian dalam untumu bodoh " masih brusaha melepaskan pelukanku.


" ngga mau ya ngga mau jin. jangan memaksa. kamu pikir aku seperti ini karna siapa " ucapku melawan.


" ywdh terserah, aku mau menonton tv kalo kamu mau seperti ini aku ngga papah malah aku suka " ucapnya santai dan. menjatuhkan punggungnya di sandaran sofa. membuat posisiku menindihnya.


"jiiin ambilkan bajuku itu " aku menunjuk baju yang jatuh di blakang sofa.


" yah lepas dulu gimana ngambilnya bodoh" jitakan mendarat dikeningku.


" huaaaaa aku disiksa pacar aku sendiri " teriaku pura2 nangis. jin menggelengkan kepalanya.


ngga lama ada suara seseorang dibalik pintu.


"hyuuung aku membawa makanan untuku mari live bareng ucap seseorang yang berjalan hendak menghampiri aku dan jin.


" berhenti disitu sialan. kenapah kesini tanpa. memberi tahuku dulu. " teriak jin aku langsung memeluknya lagi. sebenernya nyeri banget nih dada.


"haiiissst aku sudah mengirimmu pesan. aku akan. masuk" lanjutnya berjalan. karna sofa ruang tv aga tinggi pas senderanya jadi tidak terlalu terlihat kalo didepan jin ada aku.

__ADS_1


" aku bilang berhenti ya berhenti disitu. " teriaknya makin. kencang. orang yang memanggilnya hyung itu berhenti seketika


" pinter. jangan bergerak sebelum aku menyuruhmu" ucapnya lagi lalu mengangkatku dengan posisi aku memeluknya. aku terkejut yang aku lihat itu adalah jimin oppa. dia menatapku kaget. aku memejamkan mata karna malu, ooooh astaga. posisi ambigu ini jimin melihatnya. jin membawaku kekamarnya. lalu dia menyuruh aku melepas pelukanya. " lepas dulu aku ambil bajuku yang lain dulu" .


" ngga mau kalo aku lepas kamu lihat nanti" jawabku. " ini ada selimut bodoh aku tutup mataku kamu masuk selimut" jawabnya. lalu aku menurut perintahnya. dan aku memaki baju dia yang lain.


" tunggu disini jangan keluar " ucapnya lalu keluar kamar. aku tertidur


...~~...


" mmmmm " aku mengeliat dan melihat jin duduk disampingku dengan tangan memegang salep.


" pelan2 itu sakit " ucapku memegang selimut dengan kenceng.


"cereweet " ucapnya sambil mengoleskan salep di dada atasku dengan hati2.


" kamu ngga usah masuk kuliah aja yak hari ini " ucapnya.


" ngga ngga nanti gimana nilaiku" jawabku menatapnya.


" aku akan minta dosenmu untuk ngirim soal hari ini ke komputr aku "


" emg bisa seperti itu "


" yah bisa lah aku akn. membantumu oke"


" jin apah aku boleh bertanya" ucapku duduk dihadapanya.


" tanya apah aku akn. menjawan kalo aku tau" balasnya menatapku.


" kamu semalam kenapah seperti itu. apah ada maslah " tanyaku.


" aku tidak papah dear. kamu harus ingat. apapun yang terjadi nanti. aku akan tetap mencintaimu, kamu harus ingat kata2 ini. baik2 oke " . jawabnya memegang tanganku.


" jangan pernah berfikir meninggalkan aku " lanjutnya mencium keningku. aku tersenyum dan memeluknya.


"pakai ini dan aku tunggu dibawah " jawabnya memberi aku sepasang pakaian dalam baru dan dres berwarna putih yang cantik untuku.


lalu aku dan jin mengerjakan tugas2 aku hari ini dengan aman dan damai.


...~~~...


" ra acara tunanganku di hotel xxx mlm minggu besok. jangan lupa dateng sekalian kau ajak sehabat2 kamu itu aku akan senang " ucap penti di telvon.


"oke pen aku akn usahakn datang bersama sahabat2 aku " balasku.


aku memebri tahu momy dan ka ayu kata mreka akan ushakan pulang sore agar bisa datang di acara penti.

__ADS_1


__ADS_2