
malam...
seperti biasa menunggu jin pulang sendiri dirumah. aku selesai membuatkan makan malam untuk kita.
drrrttt drrttt drrrttt
" halo cantik " sapa seseorang yang aku kenal disebrang telepon.
" iyah penti, apah kau sudah pulang dari. liburanmu" ucapku duduk di meja makan.
" tadi pagi aku baru sampai, apah kamu ada di apartmen jin sekarang" tanya penti membuatku kaget.
" ah.. apah, tau dari mana aku tinggal dengan jin " tanyaku. " apah kau lupa, aku kaka iparmu sekarang" jawab penti.
" oh iya aku lupa dia kan calon sitri bos joong" batinku.
" eeh haloooo " teriak penti.
" iyah pen iyah... kita tinggal dirumah jin sekarang " jawabku dan teriakan joong membuat telingaku pecah.
" kamu serius tinggal diruamh jin, rumah yang di daerah xxx " teriak joong dari ponsel penti.
" iiiiyaah tuan " jawabku canggung.
" aku akan ke sana sekarang, apah si ******** itu ada di sana " tanya joong.
" dia belum pulang tuan, jin kan sekarang kerja di perusahaan milik ayah tuan " jawabku.
" dia benar2 menerima syarat yang ayah kasih " ucap joong dan belum sempat aku menjawabnya keburu mati tuh telepon.
" aaaah menyebalkan, bete banget aku, coba ada momy dan ka ayu pasti seru " grutuku menatap masakan pertamaku, tapi yang ditunggu ngga kunjung datang.
" syarat yang tuan joong maksud itu apah yak, jin tidak bilang apah2 padaku " grutuku lagi melipat kedua tanganku di meja dengan bosan..
...~~...
Kim seokjin
sedangkan, di dalam gedung, seorang direktur sedang berdebat dengan ayahnya.
" setooop ayaah, jiiin setop " teriak mami.
" kalian ini membuat mami pusing " ucap mami lalu keluar dari ruangan yang di penuhi manusia egois satu sama lain.
" malam senin di hotel xxx kau datang , kamu tidak ada pilihan jin " ucap ayah.
" terseraaah " teriakku dan keluar dari ruangan.. aku turun dan di lobi bertemu orang yang sama sekali tidak ingin aku temui.
" jiiin, kau mau pulang" teriak nura dan memeluk lenganku. semua karyawan menatapku denganya.
" lepaskan " ucapku dan. membanting tanganya.
" pertunangan kita beberapa hari lagi jin " ucapnya membuntuti aku keluar.
" jiiin dengarkan aku, dia tidak pantas denganmu" ucap nura dan aku menghentikan langkahku.
" jika dia tida pantas untuku, lalu siapa yang pantas untuku ah! kau? ahahhaha" ucap jin lalu tertawa dibuat buat.
" nuna park nura, kau terlalu memandang tinggi dirimu sendiri, jika dia tidak bersamaku. aku akan tetap menolak dirimu " ucap jin dengan penuh penekanan.
" kau akan tetap bersamaku jin " teriak nura.
saat aku meninggalkanya masuk mobil meninggalkanya di depan kantor.
" aaaah !!! apah yang harus aku lakukan kenapah si tua brengsek itu terus saja menekanku untuk bertunangan dengan nura, ini samgat menjengkelkan " teriaku di mobil yang melaju cepat ke rumah.
...~~...
aku memarkirkan mobil dan masuk ke rumah.
__ADS_1
" sayaaaaang.... " teriaku. dan berjalan ke arah tangga menycarinya di kamar tapi tidak ada. lalu aku melepas jasku dan mengganti baju dengan baju rumahan,
keluar kamar ...
" jinie...... " teriak si pendek dari arah dapur dan berlari ke arahku yang berdiri di samping ruang tamu. dia loncat memeluku, melingkarkan kakinya di pinggangku.
" kenapah kau pulang tidak memanggilku, aku memasak untukmu, kau harus mencobanya " ocehnya membuatku gemas. saat aku akan menciumnya. bel ruamh berbunyi...
" lepas jin aku akan membukakan pintu " ucapnya tapi aku tidak menurunkanya.
" bukankah kau bilang bibi izin " ucapku bertanya.
" iyah jin, emg kenapah " jawabnya polos.
lalu aku menggendongnya ke arah pintu.
" jiiin turun " ucapnya. melingkarkan lenganya di leherku.
" diamlah atau kau akan jatuh " ancamku dan dia nurut. aku tersenyum dan membuka pintu.
krekk!!!
Aku sudah menduga, yang datang pasti dia.
era memeluk aku dan membenamkan wajahnya di leherku, saat pintu terbuka.
" ada apah, malam2 kesini" ucapku cuek pada joong. dan berjalan masuk rumah.
" apah ini jin " tanya joong, mempertanyakan era yang brada di gendonganku.
" dia wanitaku bebas dia mau berbuat apah " ucapku.
" jiiin turunkan aku" ucap era padaku lirih.
" diamlah " ucapku. joong melihatku dengan menggeleng kepala.
" aaaaakh" teriakku saat era menggigit bahuku dan aku menurunkanya.
" hukuman " ucapnya.
aku berjalan ke arah meja makan.
" joong kau ikutlah sini " ucapku dan joong , duduk disampingku.
" tuan ini masakan pertamaku jika tidak enak. katakan " ucap era pada joong.
" kau panggil aku kaka saja ra, itu akan terdengar akrab " ucap joong. dan tersenyum..
" apakah tidak papah ka " ucapnya gugup, aku melihat wajah bahagia saat joong menyuruhnya memanggil kaka.
" tentu tidak papah, aku senang, karna si brengsek ini tidak pernah memanggilku seperti itu, jadi sebagai gantinya kamu saja yang memanggilku itu " jawab joong. menatapku.
era menyiapkan makan untuk kita berdua.
saat sup itu era tuangkan di mangkuk, aku mencicipinya dan waaah! mari lihat apah yang joong katakan pada wanita pendekku ini.
saat mangkuk sup joong penuh, dia merasakan apah yang aku rasa. ekspresi luar biasa. joong melihatku dan aku tersenyum.
" apakah supku enak " tanya era pada kita.
" enak sayang, aku sangat menyukai supmu ketimbang sup buatan bibi " ucapku menahan asin yang luar biasa di lidahku. joong tersenyum pahit padaku.
" gimana ka, apah rasanya. ini pertama kalinya aku masak sup " tanya era pada joong.
" hah... iyah ra ini sangat enak aku sangat suka ini " ucap joong yang sama sepertiku. aku yakin lidahnya menjerit.
" kalo begitu tambah lagi yak, itu sup kalian udah mau habis. " jawab era dengan tersenyum.
" eh tidak ra tidak ini sudah cukup banyak " ucap joong langsung dan menggeleng dengan cepat...
__ADS_1
aku langsung menatap joong...
" baiklah ra tambahkan itu sini " ucap joong pasrah dengan suara putus asa.
"lihat sayang, joong saja menyukai supmu" ucapku menyenangkan era.
" kau juga tambah supnya yak. biar habis " ucap era dan menuangkan sup itu ke mangkukku.
joong menahan tawa melihatku. dan aku tidak bisa berbuat apapun.
" kenapah kau tidak makan " ucapku
" aku mau coba supku " ucapnya mengambil sendok dan akn menyendokan ke sup. tapi aku menahannya dan meneguk habis sup agar era tidak tau rasa yang sebenarnya...
" jiiiiin, kau pelit sekali " ucapnya dan melotot.
" ini sup terenak, kau tidak bisa mencobanya" ucapku..
" kau bodoh adiku sayang " bisik joong dan tersenyum .
acara makan kita selesai. lalu era ke dapur menycuci suamua piring2 bekas makan kami tadi.
" jika aku diare itu karnamu jin, kunyuk" ucap joong duduk di sofa sampingku.
" mana bisa aku menghilangkan senyumnya itu, aku bisa menahan asin, hambar, pedas apapun itu asal dia tersenyum seperti tadi " ucapku pada jooong.
" waaah adikku luar biasa, tapi tidak menahan rasa seasin itu juga bodooh " ucap joong memukul kepala, lalu joong bertanya serius. saat dia rasa era masih di dapur dia mulai bertanya...
" jin, kenapah kamu tiba2 menyetujui kemauan ayah, bukan kah kau sangat keras kepala saat aku datang waktu itu " tanyanya serius.
" aku terpaksa, dia akan menyakiti adik2ku. dan aku malah terjebak juga, dia ingin aku tunangan malam senin dengan nura" jawabku dan joong menatapku dengan tatapan bingung.
" apah dia tau " tanya joong menunjuk era yang sedang asik dengan kerjaanya.
" tidak, aku tidak akan memberi tahunkan masalah ini padanya, aku takut dia pergi joong" ucapku dan menggeleng.
" kau menunggu dia tau sendiri begitu, dan dia akan membencimu karna kau membohonginya, jangan lakukan itu jin, itu sangat egois " nasehat joong.
" lalu aku harus bilang semuanya begitu, membiarkanya meninggalkan aku? tidak joong, aku tidak bisa membiarkan itu terjadi " ucapku
" dia berhak tau, apah kau akan mengikatnya di sisimu tanpa setatus yang benar, aku melihatnya dia gadis baik, katakan saja dengan pelan dia akn paham, dan kamu yakinkan ayah bahwa yang dia lakukan itu salah jin " ucap joong masih duduk sopa bersamaku.
" pikirkan kata2ku jin, jangan menghancurkan hati seseorang yang kita cintai, kau akan tau rasanya tidak memiliki kesempatan " ucapjoong lagi
lalu dia berdiri, " aku pamit pulang jin, katakan semuanya pada dia, " pamit jin dan mengacak rambutku.
" ra kaka akan pulang sekarang, kau hati2 kekasihmu ini harimau " ucap joong dan era tertawa...
" iyah ka, kaka hati2 , nanti lain kali, bawalah penti ikut denganmu kesini, aku merindukanya " ucap era dan joong mengiyakan. lalu pamit dan pergi meninggalkan rumahku....
setelah joong pergi...
aku menaiki tangga meninggalkan era yang berdiri di
depan pintu, dia melihatku dan mengikuti aku ke atas.
" jin apah kau mau kopi" tanyanya di belakangku.
" tidak " jawabku singkat.
" teh mau" tanyanya lagi.
" tidak" jawabku lagi.
" jin" teriaknya mengejarku.
"hmmm" jawabanku.
Lalu era menarik kaosku dan mencium punggungku. dengan berjinjit, dan memegang bahuku.
__ADS_1
" aku memanggilmu" ucapnya lirih menempelkan pipinya.
" apah aku berbuat salah, katakan jin " ucapnya lagi. dan aku merasakan dia menangis dipunggungku. " heeey kau cengeng sekali, aku tidak marah aku hanya capek dan ingin langsung tidur" ucapku berbalik badan. memeluknya...