
seminggu semenjak kejadian di busan itu. jin sangat over, mulai dari aku ketemu sama siapa aja sepulang ngampus. dan tiap hari antar jemput aku..
oh iyah. setelah pulang dari busan kita tidak pulang ke rumah lagi. kita balik lagi ke apartmen jin. karna dari apartemen ke kampusku tidak terlalu jauh,
aku memohon untuk itu semalaman...
" sayang, nanti malam aku keluar sama momy dan ka ayu yak, janji ngga bakal pulang larut " pintaku. dengan tangan memegang susu coklat buatan jin.
" tidak, kau harus tetap di sini, bawa saja mereka kesini " tolak jin dan menyuapi aku roti yang dia potong2 untuku.
" sebentar doang, lagian sudah lama aku tidak keluar dengan mereka, aku hanya ingin menonton jin " pintaku lagi dengan muka memelas.
" tidak, tidak, tidak kalian berkumpul disini saja "ucap jin dan terus menyuapiku.
" bawa mreka dan putar filimnya di sini, sama saja kan " lanjut jin lagi.
" aku maunya nonton di mall, ngga mau disini " ucapku. manja
" pokonya aku mau nonton titik " ucapku dan tidak mau memakan roti yang jin suapi.
" mall sangat ramai aku takut kamu kenapah2 jika tidak bersamaku" ucap jin. aku membuka mulutku lagi dan memakan roti yang jin sodorkan.
" aku akan menjaga diri baik2 lagian ada momy dan ka ayu bersamaku" ucapku.
" kamu kenapah sih over banget. aku akn menjaga diri aku sendiri kamu percaya sama aku " ucapku dan berjalan ke arah jin. duduk di pangkuannya.
" aku cuma mau nonton sayang, bukan kabur " ucapku pelan mengusap dada jin. menggodanya agar mengizinkan aku keluar.
" ahahha kau sama sekali tidak bisa menggoda pendek" kekeh jin meledek aku.
" karna aku bukan penggoda sepertimu jangkung, jinie aku mau nonton boleh yak " jawabku nunjuk2 pipi jin dengan manja.
" selesai nonton langsung pulang oke " jawab jin melingkarkan tanganya di pinggangku.
" janji, selesai menonton aku langsung menghubungi kamu " ucapku dan turun dari pangkuan jin. berlari mengambil ponselku dan. berbalik ke arah jin..
Cup!
aku mencium pipi jin. " terimakasih" ucapku dan blari ke kamar.
"aku sayang jinie " teriaku meninggalkan jin di meja makan yang tersenyum melihat tingkahku ..
*biarkan seperti ini tuhan, aku takut tawa dan keceriannya hilang jika aku mengatakn yang sejujurnya saat ini*... batin jin
.
.
.
.
.
.
.
(Mall)
__ADS_1
" lor luh beli minum yak, aku akan mengantri mengambil tiket" ucap ka ayu.
" aku beli popcron yak " ucap momy dan. kita ber3 berpisah.
aku membawa minum colla 2 berukuran besar. menunggu di tempat duduk..
" ka ayu masih lama yak mom, filmnya udah mau tayang " ucapku duduk di kursi sambil nunggu ka ayu.
"malam minggu, rameh banget jadinya ra " ucap.momy memainkan ponsel.
Aku melihat sekeliling dan " iyah mom mana pada gandengan " ucapku. lalu momy tertawa aku juga ikutan tertawa...
" haaai ayoo " teriak ka ayu. dan kita berjalan ke arah ka ayu menuju terater nomor 2 .
Di dalam....
aku menutup mataku saat layar besar di depanku memutarkan film yang salah.
" ka ko film ini sih " ucapku.
" bener ko filmnya ini " jawab ka ayu santai.
" yu, ini film horor, kita salah masuk teater kali" ucap momy.
" bener eon ini teater nomr 2 " jawab ka ayu asik menonton.
" tapi ini bukan film yang akan kita tonton ka " jawabku.
"kalian berisik ih , tonton aja napa sih " jawab ka ayu.
" mana bisa yu. aku sama era kan takut film horor " jawab momy.
" nikmatin aja, ini ngga serem kata aku mah " ucap ka ayu santai menatap layar.
" iiish, tadi tiketnya habis kalo film itu, jadi aku beli tiket film ini aja. mumpung yang maen ganteng banget" ucap ka ayu tanpa dosa.
" weeeeh mending nonton film sponsbob the movie ka lebih seru " ucapku keras. dan ka ayu menyumpal mulutu pake popcron.
momy ketawa aja " jahad banget si ayu asli ".
"lagian berisik banget nonton aja udah, yang kalem " ucap ka ayu. aku mengembungkan pipiku dan memakan popcron aja. sampai film selesai... di luar teater momy dan ka ayu ketawa sambil memegeng perutnya aku manyun ajah karna mreka...
Kita keluar dan berjalan ke lantai 2 untuk membeli makan dan mengobrol disana sedang asik makan dan mengibrol tiba2 teriakan seseorang menghentikan aktivitas kita ber 3 ..
" eeh ada gembel makan di cafe, duit dari mana tuh. jual diri ya " suara sesorang tepat di samping duduk ku, tengah berdiri dan melipat kedua tanganya di dada..
" eh jaga mulut luh yah " ucap momy berdiri.
" gw ngga ngomong sama luh, gw ngomong sama ****** di samping luh ini " ucap nura nunjuk aku
" ******* emg, pergi luh bikin hilang selera makan
gw aja " teriak ka ayu dan melempar jus ke baju nura. melihatku yang diem ajadi katain,, dia jadi geram sendiri.
" brengsek,, " teriak nura dan melempar jus ku ke baju ka ayu.
" berani luh sama gw " teriak lantang ka ayu menarik baju nura hingga sobek
" aaakh baju gw " jerit nura dan hendak menampar ka ayu. " stop! nuna, apah kau senang mempermalukan dirimu sendiri seperti ini " ucapku memegang pergelangan tangan nura dan. membantingnya.
__ADS_1
" ini semua gara2 luh ****** " ucap nura dan mendorongku.
" kasih pelajaran aja yu biar tau rasa. mulut minta di sekolahin, dateng2 ngajak ribut " ucap momy memegang pundaku.
" kau tak apah ra" tanya momy. aku mengangguk
" jangan ka biarin aja, ini urusan aku sama dia " ucapku menarik tangan ka ayu. yang hendak menampar nura.
" ngga bisa lor, dia emg harus di kasih pelajaran, lepasin tangan gw lor " ucap ka ayu marah.
" jangan ka. nanti kaka kena masalah, malu juga banyak orang liatin" ucapku menenang kan ka ayu.
" kenapah nona azera, apah luh takut, kaka2 kamu tau kalo kamu ******, yang suka merebut tunangan orang" teriak nura. dan semua orang di cafe membicarakan aku.
" hahahahah heeey, kalian harus hati2 dengan wanita ini. dia wanita murahan dan perebut tunangan orang, dia menggoda tunanganku" teriak nura. membuat darahku mendidih.
Plakkk!!!
aku melayangkan tamparan amarahku padanya sampai dia tersungkur ke meja di belakangnya.
" Tadi aku diem saja, karna aku masih sabar, tapi ucapanmu ini sangat menjijikan nuna, yang kau sebut tunanganmu itu adalah tunanganaku, liat ini. liat dengan matamu itu " ucapku penuh penekanan dan menunjukan jari manisku.
" sekarng aku tanya, siapa yang perebut tunangan siapa disini " teriaku melengking.
nura hanya diam saja dan memegang pipinya yang aku tampar tadi. " tadi aku diam saja karna aku menghormatimu " ucapku lagi dan hendak pergi meninggalkanya
" ayoo ra " ucap momy.
" menjijikan" ucap ka ayu melirik sinis.
kita bertiga keluar cafe dengan raut wajah kesal.
" enek banget gw sma tuh cewek, siapa sih yang dia maksud tunangannya lor, luh deket sama cowok selain jin " tanya ka ayu.
"aiiissh kaka kan tau disini yang deket sama aku cuam kalian sama jin doang yang lain biasa aja " ucpku.
" lalu siapa yang di... " ucapan momy tertahan karna teriakan wanita itu lagi.
" azera berhenti " teriak nura. mendekat ke arah kami dan melempar undangan yang terbungkus sangat cantik.
" itu undanganmu, jangan lupa datang. aku akn memberi tahu kamu, siapa tunangan jin, aku tau kamu " ucap nura.
" kamu ingat ini, aku akn membalas rasa sakit di pipiku ini berkali lipat" ucap nura sombong menunjuk pipinya. lalu melenggang pergi gitu aja...
" jadi... " ucap momy. melihat ka ayu lalu mreka berdua menatapku.
" aku akn cerittakan kita ke mobil aja dan pulang " .. kami ber 3 pulang dan aku hanya menatap kosong undangan berwarna hitam di tanganku.
" jadi ra siapa wanita itu " tanya momy yang duduk di depan dengan ka ayu yang fokus mengemudi.
" huuuh.. dia nuna park nura mom. wanita yang di pilih ayahnya jin, tapi jin menolaknya dan bertentangan dengan ayahnya, bahkan beberapa minggu lalu aku tidak tinggal di apartmen jin kan, itu karna jin menghindar dari nura mom.... " aku lanjut menceritakan panjang lebar dalam perjalanan.
momy dan ka ayu mengangguk paham lalu kita berpisah saat ka ayu berhenti di depan gedung di samping kanan. " kalian hati2 yak, nanti kita jalan2 lagi " ucapku berdiri samping mobil dan melambaikan tangan.
" kalo ada apah2 kabarin kita " ucap momy, aku mengangguk dan tersenyum. mobil mereka melaju meninggalkan aku. aku kembali berjalan dengan tangan memegang undangan.
" keluar lah, aku di bawah luar gedung " ucapku pada jin di sebrang telepon. dia mengiyakan dan akan turun menjemputku....
Aku duduk di kursi besi taman samping gedung apartmen jin, memasukan undangan di ransel kecil yang aku bawa.
__ADS_1
Aku akan diam sampai kau mau menceritakannya sendiri tentang undangan ini jin, tapi jika sampai hari itu tiba, kau tidak bicara dan berniat membohongiku seperti ini, aku akan pergi dari hidupmu, itu hal yang seharusnya sejak dulu aku lakukan... batin aku.
memandang kosong jalanan...