
Aku habisakn susu dan rotiku dengan cepat. " ada yang aneh dengan hidungku kepalaku juga mulai sakit " ucapku dalam hati.
Bentapa terkejutnya aku melihat darah di piringku. dan disamping masih ada momy, pandangaku beralih ke momy yang masih asik dengan ponselnya. dengan cepat aku membalikan badanku dan aku buru2 membawa piring ke wastafel membersihkanya secepat mungkin dan meninggalkan dapur. aku berlari masuk ke toilet mengunci rapat pintu, rasa yang begitu menyiksaku seperti ribuan paku penancap dikepala bagian belakang, aku membersihkan wajahku terduduk di balik pintu menangis menahan sakit meremas kasar kepalaku menggigit bibir bawahku agar aku tidak berteriak.
" Apah kau masih marah karna masa laluku tuhan, tapi ini sangat sakit aku ngga kuat ". ucapku bangun dari dudukku dan membenturkan kepalaku ketembok. " bunda ayah mimi momy ka ayu " ucapku menggit lenganku kuat dengan air mata yang masih keluar tanpa seizinku.
Ketukan dari luar mengagetkanku dan aku kembali berdiri diblakang pintu.
Tokk tokk!
Teriakan momy dari balik pintu " Ra apah kau didalam ".
aku menjawab dengan suara yang aku buat ceria danganku meremas bajuku dengan kuat. " Iyah mom aku didalam ". masih dengan air mata yang tidak bisa aku bendung.
__ADS_1
" Keluar lah cepat! sedang apah aku didalam bisa kesiangan nanti" . teriak momy masih dibalik pintu dan memegang kenop pintu.
" momy pergi saja duluan aku akan berangkat selesai ini jangan menungguku " jawabku dengan nada yang bergetar kembali menggigit bibiku sendiri.
" kau tidak papah kan ra, apah kau sakit ". tebak momy.
iyah mom aku sakit? dan ini benar2 sakit, maapkan aku yang belum bisa jujur soal ini aku takut mengkhawatirkan kamu.
" aku tida papah mom pergilah dulu aku akan membersihakn ini lalu berangkat bekerja" teriaku dengan suara yang sebisa mungkit aku normalkan.
Teriakanku histeris meluapkan rasa sakit yang belum juga mereda beberapa kali aku mencuci muka membersihakn hidungku memukul dadaku yang sesak.
" aaaaaaaakh! apah aku akn meninggalkan mereka tuhan, sakiiiiiiiiit! " teriakku meremas rambutku kuat2 dan menangis sejadi jadinya.
__ADS_1
15 menit
aku keluar dari kamar mandi dengan muka yang pucat, rambut berantakan, mataku sembab dan lengan bawah tanganku berdarah karna gigitaku tadi. sakit itu mereda dengan sendirinya dan aku buru2 meminum obatku takut sakit itu kembali lagi karna dari semalm aku melupakan obatku.
" aku harus cepat, penti dari tadi. menelvonku " . gerutuku mengganti baju dan menyisir ulang rambutku. memakai bedan dan lifblam. berlari keluar kamar memakai sepatuku. dan mengunci pintu. lalu aku berlari ke halte bus, untung saja tidak menunggu lama busku datang.
Aku berlari masuk tempatku bekerja setelah turun dari bus tadi. " ooooh astaga tuan putri apah kau ingin dipecat jam segini baru datang,aku kesusahan tadi sendirian membuka resort " . teriak penti menatapku intens. aku rasa dia sangat kesal karna seharusnya aku dan dia yang membersihkan ini tapi karna aku telat dia kerjaan dia bertambah.
" maap pen aku kesiangan tadi, aku lupa memasang alaramku " ucapku membukukan badanku beberapa. kali.
" sudahlah, ayo cepat ganti bajumu dan bantu aku ". ucapnya , aku membukukan badanku kembali.
" aku benar benar minta maap pen, aku akn bersiap siap ". aku berlari keruang ganti. tanpa aku dan penti sadari. dua pasang mata menatap interaksi kita berdua.
__ADS_1
Untunglah penti kepala pelayan disini dan dia sangat baik. jika si maya hari ini masuk mungkin aku bisa mati berdiri dibentak dia habis habisan. Aku berjalan keluar dan bertemu dengan dev sekertaris jin. dengan sopan aku membukukan badan ku. lalu aku pergi buru2 membantu penti mengantarkan. pesanan kepada pelanggan.
hari ini aku disibukan bekerja dari pagi sampai siang.