
Aku bingung dengan sikap jin dua hari terakhir ini,.
semalam dia tidur dengan memeluku posesif, banyak kegelisahan di wajahnya saat tertidur.
siang ini aku dan momy sedang duduk di kursi taman.
" momy aku ingin kerumah " ucapku pada momy .
" momy kerja, selesai kuliah ini, ra " jawab momy masih sibuk membaca dengan memakai kacamatnya.
" momy " ucapku lirih dan menunduk menatap sepatuku.
" momy aku ingin pulang ke indonesia " ucapku membuat momy menengok ke arahku dan menutup buku yang sedang dia baca.
" apah ada masalah dengan jin " tanya momy.
Aku memeluk momy.
" aiish momy, aku rindu bunda, ayah dan mimi " jawabku.
" meski kita selalu berkomunikasi dengan baik, tetap saja tidak seperti ini, memeluk dengan rasa" jawabku dan tersenyum.
" dasar kau, aku pikir kenapah" ucap momy dan membetulkan kacamatanya.
" selesaikan kulihamu dulu baru balik, kau ingat yang kau katakan kepada kedua orang tuamu sebelum kesini " jawab momy, aku mengangguk dan berdiri mengangkat satu tanganku .
" era. semangaaaaat.... " teriakku dan tertawa melihat momy menggelengkan kepala dengan senyuman tersungging di bibirnya.
" duduklah , kau seperti superman ahahha" ucap momy dan aku duduk kembali disamping momy, ikut tertawa.
" aku superman dan momy batman ahahhah" jawanku sambil tertawa kembali.
" owh iyah emak naga kemana mom " tanyaku pada momy yang masih tertawa.
" tadi dia di panggil sama dosen sebentar lagi paling dia keluar" jawab momy.
Tidak jauh dari tempat duduk kami. dokter chan berjalan ke arahku dan momy, dia tersenyum.
" haii " sapanya dan membungkukan badannya.
" hai dok " jawabku tersenyum
" haiii " sapa momy dan ikut berdiri denganku.
" kenalin dok kaka aku " ucapku karna gatau harus apah aku perkenalkan saja momy.
" haii nuna, aku dokter chan " ucap dokter chan ke momy. dan momy tersenyum menyambut salaman dokter chan.
" senang bertemu denganmu dok. panggil saja aku. megha " jawab momy santai dan adem banget liat ini.
" kalian sedang apah, aku tidak mengganggu obrolan kalian kan " tanya dokter chan.
" tidak dok, kita hanya bercanda dan ngobrol seadanya saja " jawab momy, aku hanya tersenyum saja.
Dari arah gerbang aku melihat seseorang yang sangat aku kenal, dia berjalan ke arahku dengan topi hitam dan masker hitam, mantel dengan warna yang sama dengan topinya, dia berjalan mendekat...
Dan iya?... Jin menarik tanganku agar aku menjauh dari dokter chan. padahal dokter chan hanya berdiri di hadapanku saja.
" ikut aku " ucapnya dan membungkukan badanya kepada momy dan dokter chan.
" momy, dokter, aku pamit pergi duluan ya " ucapku dan melambaikan tangan ke mreka.
sampai di dalam mobil baru aku bisa memarahinya.
" kamu apa apan sih jin, itu tidak sopan tau " ucapku menatapnya, yang sedang memasangkan seatbelt.
" aku tidak suka cara dia menatapmu" ucap jin dan melajukan mobil menjauh dari kampus.
" pecemburu, tatapanya sama dengan momy, jin " jawabku.
" beda, aku tidak suka, ya tidak suka pendek " jawabnya fokus menyetir.
__ADS_1
" jangan dekat2 dengan dia " ucapnya lagi.
" hmmm " jawabku malas.
" jawab yang bener" ucapanya.
dan aku memutar bola mataku.
" iyah sayangku aku ngga akan dekat2 dokter chan lagi " ucapku kesal.
" dia dokter " tanyanya lagi.
" iyah " jawabku.
" awas aja kalo aku liat kamu deket2 dia " ucapnya lagi.
" iyah iyah " jawabku merebahkan punggungku ke jok mobil.
" kita mau kemana jin " tanyaku melihat jalanan yang berbeda.
" ke apartemenku yang di busan " jawabnya.
" malam ini kita nginep disana" ucapnya lagi
Aku mengangguk paham dan menurut saja. lalu tidak terasa aku tertidur.
......~~~......
Selang beberapa jam, jin membangunkan aku..
" sayang bangun " ucapnya dan aku membuka mataku... aku brada di parkiran gedung.
" keluarlah ayo" ucapnya menuntun tanganku keluar mobil. dan menutupnya lagi saat aku keluar.
" ini dimana jin " tanyaku yang sedang berpegangan tangan dan berjalan ke arah lift.
" busan " ucapnya masuk lift dan menekan angka 30 lift tertutup, dan aku menutup mataku, memeluk lengan jin.
" manja " ucap jin mengusap kepalaku.
pintu lift terbuka dan aku keluar dengan cepat. melepaskan pelukanku di lengan jin .
" huuh! akhirnya " ucapku dan berjongkok.
" kau sedang apah bodoh" ucap jin di blakangku.
" aku takut naik lift " jawabku. dan jin tersenyum.
" itu sebabnya kamu memeluk lenganku sangat erat tadi " tanyanya
" iyah " jawabku dan memeluk lenganya lagi.
" dasar bocah" ucapnya mengacak rambutku dan berjalan menuju apartmennya.
" rambutku " teriaku dan jin membekapku ke mantel tebalnya itu. dan tertawa puas.
" aaaah jin... kau " ucapku melepaskan diri dari dekapanya itu, mengembungkan pipiku dan membuang muka.
"hahahha ayoo masuk " ucap jin di depan pintu.
" ngga mau " jawabku dan memalingkan muka dari jin.
Jin mengangkat badanku dan masuk apartmennya, menutup pintu denga rapat.
" turunkan aku " teriaku memukul punggung jin.
" aaah sakit sakit sakit " teriak jin dan menjatuhkan badannya di kasur, aku di atasnya mata jin terpejam.
" jiiin kamu jangan bercanda " ucapku memukul dada jin. lalu aku berdiri dan menarik lengannya.
" jiiiin ngga lucu, bangun iiih " ucapku lagi. tapi jin tidak bergerak. aku takut dan panik.
"jin " ucapku menepuk pelan pipinya.
__ADS_1
" jiin bangun " menggoyangkan lenganya.
Aku menangis ketakutan. memeluk wajah jin.
" maaf sayang, bangunn" ucapku.
"bwahahahhahahahhahah.... " suara tawa jin menggema. aku menangis dan memeluknya erat.
" aku baik2 aja kenapah sampai menangis " ucapnya memegang pinggangku.
"maaf aku memukulmu sangat keras tadi " jawabku sambil menangis..
" ahahha aku bercanda sayang" jin bangun dan duduk di tepi ranjang. aku berdiri di depan jin menghapus air mataku dan tersenyum.
" aku takut tadi " jawabku memeluk jin
jin memeluku lalu melepaskanya...
" sudah, maaf, bercandaku keterlaluan" ucapnya mengusap pipiku. aku mengangguk dan tersenyum.
" kamu mandi gih, aku pesankan baju untukmu" ucapnya. aku menurut dan mandi....
Selsai mandi aku keluar memakai handuk. jin sudah duduk di sofa dan memangku laptopnya.
" jiin bajuku " ucapku takut. jin melihatku dan menatap aku dari ujung kepala sampai kaki.
" itu di atas kasur " jawabnya dan kembali fokus dengan laptopnya.
aku masuk. ke kamar mandi dan memakai baju yang jin belikan untuku.
" dia tau ukuran tubuhku, ini sangat pas " ucaoku di depan cermin kamar mandi. lalu keluar.
" jiin lihat " aku memutar dan jin tersenyum.
" eh, kau mandi di mana ko sudah ganti baju " tanyaku.
" aku mandi di kamar lain " jawabnya.
oh iyah. kan apartment ini ada dua kamar lumayan luas juga..
" ayoo ikut " jawabnya dan aku menggandengnya
keluar apartement dan turun ke parkiran mobil.
hari ini jin tidak memakai topi atau masker.
saat aku sudah ada di dalam mobil. aku bertanya.
" jin. kita mau ke mana"
" ikut saja kau akan suka " jawabnya fokus mengemudi dan melaju dengan lancar,
tidak lama kita sampai di pantai. jin memarkirkan mobilnya...
iya? pantai tempat pertama kalinya aku menjawab perasaanya disini....
" pantai ini " ucapku keluar mobil jin tersenyum menuntunku. menginjak pasir ini lagi.
" iyah di pantai ini, aku mendapatkanmu" ucapnya menuntunku. aku menatapnya penuh kasih...
jin mendudukanku di kursi dan meja kecil di hadapan kita. dua minuman di gelas cantik menemani kita di meja. jin menatapku.
" terimakasih " ucapku menatapnya.
" kamu suka " tanyanya. debur ombak dan angin malam menemani kita berdua malam ini.
" sangat " jawabku tersenyum
" aku ingin bilang sesuatu" ucapnya.
" katakan " jawabku memegang tanganya.
" terimakasih untuk semuanya, kasih sayang dan kesabaranmu menghadapiku, aku akan selalu ada untuk kamu, mencintaimu dan menyayangimu seperti ini apapun keadanya tetap bersamaku azera " ucapnya menatapku penuh harap,
__ADS_1
aku menganggukan kepalaku dan jin memasangkan cincin di jari manisku.
malam penuh sejarah, di pantai yang sama......