
Nafasku terengah2 karna ulah jin. kemejaku berantakan, dia tertawa dan mencium keningku.
" ini. hukumanya kalo kamu mendiamkan aku seperti tadi " ucap jin dan membantu aku mengancingkan kemejaku.
aku mengembungkan pipiku dan dia tersenyum menang. " terserah " ucapku lirih dan memejamkan mataku.
jin mengemudikan mobilnya, dengan kecepatan sedang..
aku tertidur dan terbangun karna aku merasakan air hangant di tubuhku. masih memejamkan mata saat tangan besar menggosok punggungku seketika aku membuka mataku. melihat jin sedang membantuku mandi. " kau yang melepas semuanya " tanyaku melotot. " iyah lalu siapa lagi " jawabnya santai.
" aaaaakh dasar mesum, di mobil kau membuat tubuhku penuh dengan ini semua, dasar kau... " teriaku menghadap jin . memukul dadanya.
" ahahha aku hanya ingin membantumu saja bodoh" jin tertawa dengan keras.
"tidak perluuu..... keluar kauuuu " teriaku dan mengusir jin.
" ahahha i miss you pendek bodoh " ucapnya di sela tawa jin. lalu keluar kamar mandi, membiarkan aku mandi sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
Selesai mandi aku memakai baju tidurku seperti biasa. tapi dari tadi aku tidak melihat si brengsek jin di kamar. lalu aku keluar dan mencarinya. " jiiiiin " teriakku mencari jin. tapi tidak ada.
" kemana dia, tumben keluar tidak memberi tahu aku " ucapku lalu berjalan ke arah kamar dan merebahkan badanku.
ting!!
sayang kamu tidur duluan saja, aku akan pulang larut, ada urusan di prusahaan mendadak.
good night pendek bodoh. aku mencintaimu.
" Dasar jangkung kunyuk, membuatku kesal dan sekarang pergi begitu saja " ucapku dan menaruh ponsel ke meja kecil samping tempat tidur.
" apah sesibuk itu kerja di prusahaan, sampai jam segini dia harus kerja lagi... aah biarkan lah " ucapku dan memejamkan mataku perlahan...
...~~...
Di mall
momy dan ka ayu sedang berjalan akan turun ke lantai bawah. " belanja tanpa si telor kurang asik yak mom, ngga ada yang bawain belanjaan ahahah" canda ka ayu sambil berjalan dengan momy.
__ADS_1
" hahah si telor lagi ena ena dia sama jin, ngga nyangka yak, anak bodoh itu sangat beruntung " lanjut momy.
" tapi kangen juga, ngga ada dia dirumah, sepi tau ngga ada yang teriak2 dan ngambek pagi2 " ucap. ka ayu. lalu momy menarik lengan ka ayu.
"ada apah sih eon " tanya ka ayu karna kaget tiba2 momy menarik lenganya agar berhenti.
" yuu.. liat deh itu topi aku kenal banget " ucap momy. serius menunjuk seorang laik2 sedang di gandeng wanita.
" itu topi yang sama, waktu telor menyulam gambar itu kan eon " jawab ka ayu
" eon eon bukanya wanita itu, wanita bermulut cabai waktu itu, yang aku tarik bajunya hingga robek" lanjut ka ayu tak percaya.
" kita ikuti mereka yu, aku yakin laki2 itu pasti jin " ucap momy menarik ka ayu mengikuti 2 orang yang berjalan ke arah toko perhiasan ternama di sana.
" ooh astaga eoooon itu jin, dan wanita itu" teriak tertahan ka ayu saat jin melepas topinya di dalam toko itu.
Nura mencoba cincin di jarinya, dan jin hanya menurut saja disana.
" apa ini yu, dimana si telor " ucap momy marah.
" sebentar eon aku foto dulu mereka " jawab ka ayu memotret..
" ayo pulang yu, aku sangat kesal dengan mereka " ucap momy kesal. dan ka ayu ikut momy menuju lift. dan keluar dari mall tersebut.
" di mana anak bodoh ini, kenapah telponku tidak di angkat2 " kesal momy di dalam. mobil.
" kirim saja foto di ponselku tadi eon. lalu kirim ke dia, mungkin dia tidur atau... " ucap. ka ayu lalu mengerem mobil mendadak.
" kalo kenyataanya beda gimana eon. dia tidak akn bicara jika kita tidak. mendesaknya waktu itu kan " jelas ka ayu.
" harusnya kita tidak mengizinkan dia berhubungan dengan jin yu, gimanapun juga dia seorang idol, banyak sisi yang tidak kita ketahui di balik layar " ucap momy. dan menutup wajahnya.
" harusnya era tidak akn berbuat bodoh kan yu, dia akan baik2 saja " ucap momy lagi melemah.
ka ayu mengusap punggung momy.
" dia akan baik2 saja eon, aku yakin dia akan menghadapi ini semua dengan berani " cuap. ka ayu menenangkan. padahal dirinya juga sama kalutnya dengan momy.
ka ayu melajukan mobil perlahan menuju rumah. dengan pikiran. mereka yang tidak tenang. momy mengirim foto itu ke aku...
Aku terbangun dini hari karna aku sangat haus, aku melihat jin tertidur dengan memelukku.
" kapan kau pulang " ucapku lirih dan mengangkat tangan jin agar aku bisa bangun..
aku menuruni ranjang, dan berjalan ke arah dapur, mengambil minum lalu kembali ke kamar. melihat jin tidur pulas aku tersenyum. dan mengambil. ponselku
Aku membuka ponselku ada pesan dari momy dan ka ayu, sangat banyak. aku menatapanya gemetar saat satu foto menunjukan laki2 yang tidur di sampingku ini... sedang di toko perhiasan bersama wanita yang aku kenal.
iyah? " jinie ku membohongiku malam ini " ucapku lirih dengan rasa sesak di dada.
aku menatapnya dan tanganku gemetar memegang pipinya tak percaya apah yang aku lihat di layar ponselku.
__ADS_1
. "Aku hanya ingin kecewa kemudian pergi agar kamu tidak repot berbohong lagi "
Aku bersandar di kepala ranjang menatap jin yang masih tertidur, sedangkan aku, duduk memikirkan apah yang harus aku lakukan setelah ini.
Besok malam adalah pertunangan jin dan nura, aku tau karna aku masih menyimpan undangan itu tanpa jin ketahui. malam itu aku tidak tidur. aku hanya menatap jin dengan kebohongan yang baru saja dia lakukan terhadapku...
"aku tidak bisa pergi sebelum aku tau kebenaranya jin, tapi kenapah kamu berbohong jin, ketakutanku kau buat nyata malam ini " ucapku menatap kosong ke depan dengan air mata yang tidak bisa aku bendung lagi.
.
.
.
.
.
.
pukul 6 pagi. aku bangun dari duduk ku dan aku mandi. lalu menyiapkan sarapan seperti biasa.
" sayang, kamu tidak usah mengantarku hari ini, aku tidak masuk kuliah " ucapku saat jin sedang mengenakan jam tangan. dan aku duduk di sofa dengan tenang memainkan ponselku.
" apah kau tidak enak badan " tanya jin dan memegang pipiku.
"aku baik2 saja jin, kau hati2 dijalan " jawabku. tapi dari pagi aku tidak menatap jin, bicara pun aku memilih mengalihkan pandanganku ke tempat lain.
" kau kenapah sayang" tanya jin dan mewadah wajahku. aku menutup mataku dan jin mengecup lembut bibirku singkat.
" sudah siang jin, kau akan terlambat nanti" ucapku melepas pelukan jin di pinggangku.
" sikapmu berbeda, ada apah sayang, bicaralah aku tidak suka " ucap jin masih memeluk pinggangku dengan erat.
lalu aku melingkarkan tanganku di leher jin dan menciumnya. agar jin tidak terlalu banyak berfikir tentang sikapku. dan melepasnya. aku membaringkan tubuhku ke kasur dan membelakangi jin. yang masih berdiri di tempatnya.
" aku tidak berangkat kerja hari ini, aku akn menemanimu " ucap jin memeluku dari belakang.
Aku menangis tanpa sepengetahuan jin. jin mencium kepalaku.
" kau berangkat kerja sana. aku tidak apah jin, aku hanya ingin beristirahat " ucapku masih membelakangi jin.
" aku tidak ingin meninggalkanmu, aku akan disini menemanimu " jawab jin mengeratkan pelukanya.
aku membalikan tubuhku dan menatapnya.
" jin apah kau akan meninggalkanku" tanyaku.
" itu hal mustahil sayang " jawab jin mengusap pipiku.
" peluk aku..." ucapku membenamkan wajahku ke dada bidangnya itu. dengan susah payah menahan agar aku tidak menangis di hadapanya....
__ADS_1