
Hari ini adalah hari aku, Aku akan bertemu keluargaku tidak lama lagi setelah hari ini, aku akan meninggalkan hatiku di negara yang saat ini aku tempati.
Aku memutuskan akan membesarkan anakku sendiri, aku tidak akan memberi tahu seokjin tentang anak ini.
Sinar matahari membangunkanku dari celah jendela, aku meregangkan tubuhku, masih sangat pagi aku bangun dan melihat wajah pulas seokjin.
Aku bangun dengan perlahan memakai jubah mandi dan keluar kamar. Aku mandi dan memebrsihkan seluruh tubuhku. tapi tidak dengan noda2 merah di leher dan payudaraku, paha dan perutku juga ada.
" Astaga kapan dia membuat ini semua". Ucapku takut. mengusap perutku.
" Maafkan mamah sayang ". Lalu membilas tubuhku dan keluar kamar mandi, kembali ke kamar. memakai pakaianku dengan rapih.
Aku tidak membangunkan seokjin, aku biarkan dia istirahat. dan keluar kamar menuju dapur untuk membuatkanya sarapan.
Lengan besar itu melingkar di perutku. mencium pipiku " Good morning baby". Ucapnya menggodaku.
" Morning". Jawabku tersenyum. aku tidak tau kapan dia bangun. seokjin berdiri hanya memakai jubah mandinya di hadapanku.
" Astaga jin. pakai bajumu dulu, apah kamu tidak ke kantor ". Ucapku mendorong dada seokjin karna dia akan menciumku lagi.
" Aku menunggu dev kesini, Mengantarkan satu set bajuku dan dajumu ". Jawab seokjin dan duduk di kursi yang di meja makan itu sudah ada kopi buatanku.
" Bajuku". Tanyaku bingung dan membawa maknan untuk sarapanku dan dia ke meja makan.
" Iyah, bajumu untuk wisuda jam 9 nanti kan acaranya, mami akan menemanimu". Ucap seokjin menyantap makananya lahap.
" Lalu kamu ". jawabku menatapnya dengan bibir manyun.
" Aku ada kerjaan sayang, ayah sedang di kantor cabang di rusia, aku tidak bisa meninggalkan pekerjaanku hari ini, Biar yang lain aku suruh menemanimu oke". Jawab seokjin mengusap punggung tanganku.
Aku mengembungkan pipiku dan tidak menjawab penjelasanya.
" heeiii... aku akan secepat mungkin menyelesaikan ini dan datang ke sana menemuimu, aku janji ". Ucap seokjin mengangkat wajahku dan mengusap pipiku.
" Janji ". Jawabku mengacungkan kelingking kecilku di hadapanya. soekjin melakukan janji kelingking denganku dan tersenyum lebar mengusap kepalaku.
" Janji... Makanlah habiskan itu, kamu tampak kurus minggu2 ini ". Ucap seokjin dan kita melanjutkan sarapan dengan tenang.
Tiba2 segerombolan orang masuk ke rumah. ada dev yang Membaw 3 Kotak besar. mami dengan dua orang penata rambut, ka ayu dan momy yang tersenyum bahagia. penti dan joong yang sangat serasi tersenyum padaku.
Aku terkejut tapi seokjin kesal karna tiba2 rumah ini ramai.
__ADS_1
" apah yang kalian lakukan astaga berisik sekali". Kesal seokjin karna mereka berdebat dalam segala hal. terutama mami.
Aku berlari memeluk mami dan menciumnya. lalu memeluk momy dan ka ayu. berlanjut pada penti, dan konyolnya aku melakukan hal yang sama pada joong.
"heeeiii... dasar gadis bodoh". Teriak seokjin dan menariku seperti anak kecil. mengangkat tubuhku menjauh dari joong. semuanya tertawa tiba2 mami mengajak joong dan seokjin berbicara.
Meninggalkan aku yang sedang bingung karna dua orang penata rambutku membuat aku mual2.
hueekkk... hooeekkk..
"please jangan sekarang sayang, menurutlah pada mamah... aku mohon". Ucapku lirih di dalam kamar mandi.
" Ra kamu baik2 saja kan ". Ucap penti mengusap punggungku.
" iyah pen. aku baik2 saja ". Jawabku..
hooek.. hoeekkk...
"Aku rasa kamu butuh dokter ra". Ucap penti meninggalkan aku, Momy dan ka ayu datang.
"sebaiknya kamu katakan ini pada mereka lor". Ucap momy menuntun aku duduk di kursi makan.
Dengan panik seokjin berlari ke arahku, di susul mami, joong dan penti. mreka panik bukan main.
"Aku baik2 saja jin, Hanya masuk angin biasa". Ucapku tersenyum dan seokjin memeluku.
" Katakan jika kau sakit sayang". jawab seokjin menciumku di depan semua orang.
Aku melihat momy dan ka ayu lalu aku tersenyum, karna mereka nampak akan menangis melihat ini.
" Mami sudah memanggil dokter kesini sayang ". Ucap mami membuat aku panik bukan main.
" Tidak perlu mam, aku baik2 saja lihatlah". Jawabku meyakinkan mami yang berdiri disamping seokjin.
"Wajahmu pucat azera". Tambah joong yang berdiri di belakang momy memeluk pinggang penti.
" Ooh astaga aku baik2 saja, kalian tidak usah khawatir, aku sehat2 aja kan momy, ka ayu.. yakan tadi aku udah minum obat saat penti memanggil kalian ". Jelasku menyakinkan semuanya.
Dengan susah payah akhirnya mreka percaya dan mulai baik2 saja. Seokjin pamit ke kantor bersama joong, penti dan ka ayu sedang duduk di ruang tv.
Sedangkan mami dan momy membantuku bersiap..
__ADS_1
.
.
.
.
.
Semuanya berjalan dengan lancar acara wisuda ku selesai sore... berfoto dengan yang lain dengan mami, ka ayu, momy, dan penti. Aku menunggu soekjin tapi dia tidak datang2 .
Akirnya kita semua memutuskan untuk pulang, mami dan penti di jemput joong..
" selamat sayang, mami pulang yak. kamu istirahat". Ucap mami memeluku dan mencium.
" Selamat azera, Kita pulang dulu yak daaah". Ucap penti mengusap pipiku dan tersenyum masuk ke mobil.
" Kamu istirahat, jin mungkin tidak bisa menemuimu hari ini". Ucap joong dan tersenyum. tapi ada kecemasan di wajahnya menatapku. aku tersenyum dan mobil itu melaju meninggalkan pekarangan kampus.
Aku pulang berasama ka ayu dan momy...
.
.
.
.
.
pukul 7:00 Aku selesai membersihkan diri. lalu ikut bergabung bersama ka ayu dan momy duduk di bawah sofa nonton tv.
" Rencana kamu sekarang apah". Ucap ka ayu menatapku dan aku melihatnya sekilas.
" Ntahlah, apah aku beritahu seokjin aja yak soal cebong ". Jawabku menatap layar tv dengan tatapan kosong. mreka berdua diam saja.
"Aku rasa itu yang terbaik". Ucap momy mengusap kepalaku. aku mendongakan kepalaku,
Melihat mreka tersenyum meyakinkan aku bahwa niatku itu benar.
__ADS_1
Saat aku yakin ingin memberi tahu seokjin soal aku dan anakku. tiba2 siaran tv yang tayang saat ini membuatku membatu...