Dear Era

Dear Era
Keputusan


__ADS_3

setelah jin pulang dari rumah tadi aku langsung ke kamar meninggalkan ka ayu dan momy yang masih asik ngobrol. ngga tau kenpah malam ini aku rindu rumah, rindu indonesia. dari kemaren kluargaku ngga ada satupun yang bisa aku hubungi.


aku merebahkan badanku di kasur, mendengarkan lagu BTS the truth untold menatap langit langit kamar dengan tangan diatas kepala.


" apah kalian baik2 aja, kenapah susah sekali menghubungi kalian " batinku banyak sekali yang aku fikir. mulai dari mana aku menceritakan kalo aku disini berpacaran dengan seorang idol kepada keluargaku, ditambah banyak sekali perbedaan diantara aku dan jin. aku terus berfikir dan akhirnya tertidur dengan sendiri.


... Kim seokjin ...


" mau sampai kapan kamu menghidar dari ayah jin" ucap seorang ayah yang duduk berhadapan dengan anak dan istrinya.


" sampai ayah menghentikan kehendak ayah sendiri" ucapku. tanpa menoleh pada mereka.


" keputusanku akan tetap sama, kau pulang bersamaku dan tinggalkan seoul tinggalkan ini semua, menjadi pablik figur bukan keturunanku kau dengar itu " suara tegas itu yang dulu aku idolakan. sampai pada hari itu aku bener2 tidak menyukainya. mami hanya duduk tanpa bicara dia hanya duduk di samping ayah .


" ada joong yang selalu menurutimu ada dia juga yang menghendel semua pekerjaanmu apa masih perlu aku, aku tidak akan meninggalkan duniaku kau dengar ini baik2 tuan kim yang terhormat" jawabku dengan amarah.


" aku tidak akan pernah mengikutimu seperti joong. aku yang berhak menentukan hidupku " ucapku lagi mengeras.


" joong sudah aku tempatkan dia di negara Y dia akan mengmegang anak prusahaan disana. dan selanjutnya kau anak tidak tau diuntung. apah yang kau dapat dari menjadi seorang idol. bahkan aku bisa menggajihmu 3x lipat dari gajihmu selama ini " . " kau akan tetap ikut denganku itu keputusan mutlak kim seokjin". " aku akan meminta agar kau dibebaskan dari kewajibanmu dan segera pulang kerumah utama jika tidak aku akn benar2 menghancurkan karirmu dan sahabat2mu itu paham " ucapnya marah dan menarik mami keluar dari apartemenku. mami menciumku aku tau dia tidak akan bisa membelaku di hadapan si tua kim itu.


"aaaaaaakh aku membencinya, belum cukup kah joong kau korbankan. bahkan kau tidak pernah bertanya keinginannya kau selalu memaksa anak2mu saja, ayah macam apah kau itu" teriakku didalam apartment prustasi.


aku meminum sampai mabuk. tanpa sadar aku berdiri didepan rumah seseorang yang selama ini bersamaku.


" keluar aku didepan pintu sekarang" ucapku setelah telvon tersambung. dan tidak lama wanitaku berdiri di ambang pintu dengan penampilan seadanya dan muka bantalnya itu dia tetep cantik buatku.


" ini sudah larut jin kenapah kamu meminta aku keluar, dan ini kemana masker dan topimu. kalo ada yang melihatmu gimana? ceroboh sekali " ucapnya terus dan iyah? dia sudah berani memarahi aku sekarang.


memintaku masuk kedalam tapi aku menariknya sampai dia berbaik menghadapku. pinggang mungil itu aku peluk posesif dengan tangan kiriku. ada kebingungan diwajahnya. mendorong dadaku agar aku melepaskan pelukanku tapi tenaganya tidak cukup kuat. aku menundukan wajahku hendak menciumnya karna itu sudah candu bangiku tapi dia menoleh aku geram dan aku mencium lehernya.


" jiiiiiin apah kau gila, lepaskan aku atau aku akan marah padamu" ucapnya memegang wajahku agar berhenti mencium lehernya. dengan cepat aku mencium bibir tipis yang selam ini membuatku gila. memegang tengkuknya. ciumanku makin gila dia memukul pungungku agar aku melepaskan ciuman penuh tuntutan itu aku melepas pelukanku tapi aku memegang wajahnya memperdalam ciumanku dibibirnya. matanya tertutup dan ngga ada lagi pukulan dipunggungku. yang ada pegangan kencang pada lenganku aku memundurkanya dan menghimpitnya di dinding dekat pintu.


aku lepas ciuman panasku. wajah merah dan nafasnya tersenggal segal karna ulahku. dia hanya menatapku tajam aku memeluk nya dan dia hanya diam.


" hmmmm" hanya suara itu yang bisa aku keluarkan. harimau yang ada di depanku ini aku tidak mengerti. kenph tiba2 dia datang kerumahku dengan wajah yang begitu susah di artikan. menariku memeluku dan menciumku bertubi tubi. ciumanya begitu beda dengan sebelumnya ciuman ini begitu menuntut aku kehabisan nafas karna ulahnya. aku menatap wajahnya kalo bisa aku ingin menamparnya memakinya. tapi tidak aku tidak bisa melakukan itu semuah.


dia memeluku sepertinya dia dalam mood yang kurang baik saat ini. aku membalas pelukanya dan melingkarkan tanganku dibadanya. mengusap punggunhnya. " ada maslah apah jin katakan " ucapku masih dengan memeluknya tapi tidak ada jawaban dia membenamkan wajahnya dileherku. oooh astaga apah dia anak kucing gimana bisa aku marah jika begini.


" lepas dan masuklah jin kita bicara didalam disini dingin " ucapku melepas pelukanku tapi jin tidak. dia tetap memeluku makin erat.

__ADS_1


" apah kau akan membunuhku " ucapku. dan jin melepas pelukanya, menatapku.


" ikut denganku " jawabnya aku tau dia masih mabuk, aku menurutinya dan memasukanku ke mobil.


" biar aku telvon dev saja yak jin, agar menjemputmu, bagaimana bisa kau mengendarai mobil dengan kondisimu seperti ini " . ucapku disampingnya. " diamlah aku hanya ingin denganmu tidak Lebih, aku tau besok tidak ada kuliah pagi kan " ucapnya. yak? dia tau semua jadwal kuliahku ntah dari mana info itu. mobil itu jalan dengan lancar.


...~~~...


jin memegang pergelangan tanganku menaiki lif menuju apartmennya. aku hanya menurut dan menatapnya. "dia kekasihku mana mungkin dia berbuat jahat padaku kan" batinku dan melihatnya dia tersenyum manis padaku. jleb! ooh jin jangan menatapku dan tersenyum seperti itu aku bisa mati disini karna sesak nafas.


sampai dipintu apartmentnya. " duduk disini aku akan buatkan kamu jus lemon " ucapku menyuruhnya duduk di sofa berukuran besar itu dan pergi kedapur.


saat aku memotong lemon lengan besar melingkar diperutku dan satu ciuman mendarat dipipi kananku. aku melepaskan pisau dan mematung.


" aku mau kamu menemaniku " ucapnya ditelingaku berhasil membuatku merinding.


" jin " ucapku masih dengan posisi jin memeluku dari belakang


" hmmm" hanya itu jawaban jin dan trus menciumi leherku


" jiiin apah kau sadar yang kau lakukan jin" ucapku tapi dia tidak menjawab dia membalikan badanku. menatapku sayu dengan tangan memeluku seperti didepan rumah tadi.


" katakan ada apah jin kenapah ini hmm kenapah" ucapku memegang pipnya mengusap lembut dan aku berani mencium pipinya.


" jiin" ucapku menatapnya. lagi lagi jin mencium bibirku lembut aku menahan dadanya tapi dia makin memperdalam ciumanya itu.


ntah sejak kapan tanganku memeluk lehernya memejamkan mataku dan menikmati ciumanya pada bibirku . jin megusap kulit pinggangku balik baju yang aku pakai. ciuman itu semakin lama semakin membuatku hilang akal. menggigit bibir bawahku turun keleherku menciumnya dan menyisakan tanda kepemilikanya dileherku dia terus menciumi leherku pundakku. aku meremas kuat bahkunya " jiiiiiin" ucapku lirih. ada apa dengan badanku.


aku merasakan semua udara dalam ruangan itu langsung menyentuh kulit punggungku. jin mengangkatku dengan bibir yang menciumi setiap inci wajahku. seperti terhipnotis aku menurututi permainanya tanganku memeluk lehernya. kami saling menatap penuh arti senyumanya nampak seperti mimpi. menjatukan aku di kasurnya. menindihku dan mencium keningku kedua mataku yang aku pejamkan. pipiku bergantian dan terakhir dia mengecup lembut bibirku ini sangat lembut. aku memejamkan mataku dan meremas kuat lenganya.


jin melepas ciumanya itu dan kembali mencium leherku ini lain dari yang tadi.


" jiiiiiin jangan. lakukan hal yang akan membuatku membencimu" ucapku dengan mata terpejam.


jin hanya diam tanpa suara. aku merasakan tangannya membuka pengait bra ku. berhasil membuatku membuka mataku. belum sempat aku menahan tanganya tapi dia lebih cepat melepas nya dari tubuhku.


" jiiiiiiiin " teriakku dan bodohnya aku memeluknya agar dia tidak melihat apah yang seharusnya tidak dia lihat. aku sadar karna kulit kita bersentuhan.


" jangan lakukan itu jin " ucapku dengan tubuh jin yang masih menindih badanku. bagian atas kita yang sma2 telanjang.

__ADS_1


" after this don't ever hate me " ucapnya lembut menatap mataku dan mengecup singkat bibirku. mengusap pipiku. " saranghae " ucapnya ditelingaku. " nado saranghae jin " jawabku mencium nya kembali. jin meremas pinggangku dan mencium leherku bahuku dan iya dia menatapku meminta ijin. aku bingung matanya membuatku tidak menolanya. aku memejamkan mataku rapat2 dan menangis saat jin mencium dadaku.


"Apah aku gila. ini salah semua ini salah" batinku menatap langit2 kamar jin. meremas tanganya tapi tidak bisa menghentikan jin.


" jiiiin " ucapku menatap langit2 kamar aku tidak. berani melihat apah yang dia lakukan. karna ada hal aneh dibadanku membuat aku menikmati permainanya.


" mmmm" balasnya


" jiiin lepas itu sangat sakit" ucapku lagi dengan nafas terengah engah.


jin tidak mendengarkanku dia malah menggigitnya.


" aaaaah! " teriakku menggelengkan kepalaku karna kedua tanganku ditindih tanganya. seluruh badanku berkeringat ntah karna penghangat ruangan atau karna menahan sakit.


" berhenti jin kau menyakitiku" ucapku. gigitan itu berubah lembut itu sangat nyaman.


jin menatap wajahku.


" aku mohon berhenti jin " ucapku menangis merasakn nyeri di dadaku. jin mengusap lembut pipiku menghapus air mataku dan menciumku.


" maap " ucapnya memeluku dan menyelimuti tubuhku. " tidurlah aku tidak akan melakukan apapun " ucapnya lalu masuk ke kamar mandi.


" bangun dear " ucapnya lembut dan mengusap pipiku. aku membuka mataku " dia selesai mandi " batinku . " ini minumlah abis itu tidur lagi" ucapnya memberikan aku susu coklat. aku memegang erat selimut menatap jin yang sedang tersenyum.


aku diam dan memiringkan badanku membelakangi jin yang masih duduk di sampingku. jin mengusap rambutku lalu mencium kepalaku .


" maapkan aku " ucapnya lalu keluar kamar membawa gelas bekas tadi.


aku memeluk erat selimut lembut itu dan menangis. karna dadaku sangat nyeri. " bunda ayah mimi, maapkan aku " ucapku lirih. dengan sesegukan.


pintu kamar itu terbuka. aku pura2 tidur meringkuk menahan sakit dan malu.


jin merebahkan badanya disampingku masuk selimut dan memeluk perutku. " maapkan aku tolong jangan diamkan aku, pukul aku ra maki aku " ucapnya menciumi kepalaku. kata2nya penuh penyesalan.


" aku tidak bisa melakukanyan" jawabku dengan suara khas orang nangis menggigit jariku agar aku tidak menangis. tapi aku salah jin tau dan membalikan tubuhku. aku memjamkan mataku saat aku beradu padang sekilas dengan dia .


" buka matamu" ucapnya. aku menggeleng dan menangis sesegukan.


" buka matamu dan liat aku ra " . aku tetap memejamkan. mataku yang masih ngluarin air mata.

__ADS_1


" maapkan aku, maapkan aku, maaapkan aku, aku menyakitimu maap " ucapnya memeluku aku menangis memukul dadanya dan tidak lama pukulanku melemah lalu aku tertidur dipelukanya.


😭😭😭😭 ngga dosa kan yak ini astaga. author lagi yadong. maap 🙏


__ADS_2