
**Kim seokjin**
cahaya mentari menerobos masuk kamarku karna pintu balkon terbuka,
Semalaman aku tidak bisa tidur karna memikirkan apah yang aku lakukan pada wanita di sampingku ini, yang sedang tertidur pulas karena kelelahan.
"aku egois sayang , maafkan aku " ucapku lirih mengusap kepala dan ciumnya yang brada di dekapanku saat ini,
aku memikirkan ingatanku semalam. saat era menjerit, menangis, tapi aku malah melanjutkanya sampai dia terbiasa dan kelelahan, tapi aku menerkamnya semalaman tanpa ampun beberapa kali.
" aku harap kamu tidak membenciku sayang" ucapku lirih menatap wajahnya yang pucat meski tidak sepucat semalam, saat dia membuka mata aku pura2 tertidur.....
...~~~...
****Azera****
Aku ingin menggerakan badanku tapi tubuhku sangat lemas tak bertenaga.. aku membuka mata dan melihat wajah tampan jin di sampingku, yang masih menutup matanya. menatapanya mengingatkan aku pada kejadian semalam, tak terasa air mataku lolos. dan aku mengalihkan pandanganku ke langit2 kamar. merasakan badan lemasku,
rasa nyeri di payudara aku dan sekujur tubuh aku yang seperti remuk. aku melihat wajah jin lagi yang sedang memeluku posesif, gerakan tanganku pelan memegang wajahnya dengan mata sayu menahan sakit di sekujur tubuhku, air mataku yang ntah kenapah pagi itu tidak bisa aku tahan...
" sayang" ucap jin dengan mata tertutup.
" hmmm" jawabku menghapus air mataku.
jin membuka matanya dan metapaku. mengusap air mataku yang masih mengalir dengan deras. menarik tubuhku kepelukanya.
" jangan menangis please... maafkan aku semalam, jangan membenciku sayang" ucapnya menhujani wajahku dengan kecupan lembutnya pagi ini.
Ada ketenangan dari kata2nya itu aku membenkan wajahku di dadanya dan mencium dada bidang jin banyak luka cakaranku semalam di sana.
" aku mau mandi " ucapku lirih.
" iyah sudah, aku tidak akn melihatnya " jawab jin bangun dan duduk menyamping.
" aku tidak bisa bangun, tubuhku lemas, semuanya juga sakit " ucapku memegang jari tangan jin.
Dia membalikan badan dan melihat ke arahku yang masih telentang di kasur. matanya penuh penyesalan. berjalan kesampingku..
dia mebawaku ke kamar mandi dengan wajahnya yang susah diartikan.
menaruh badanku perlahan ke bathtub, mengisi airnya dan mengusap kepalaku. " terimakasih" ucapku lirih dan tersenyum tipis.
Cup
" ini pertama dan trakhir kalinya aku membuatmu seperti ini " ucapnya setelah mengecup bibir aku singkat . aku hanya memejam kan mataku dan tersenyum..
" kamu berendam disni, aku akan mandi disana" ucap jin dan berjalan ke ruang kaca disana ada sower. lalu jin mandi dan aku merasakan nyaman saat air hangat ini merendam tubuhku.
...~~...
Kim seokjin
__ADS_1
Melangkah keluar kamar mandi, era sedang berendam dan memejamkan matanya. aku tinggal dia disana. karna aku fikir dia hanya memejam kan matanya saja bukan tidur atau pingsan...
aku brada di depan lemari besar kamarku, aku memakai bajuku...
selesai itu aku berniat mengganti sepreiku. aku terpaku melihat banyak darah di seprei itu. pikiranku langsung tertuju pada era yang berendam tapi tidak keluar2 sampai aku selesai berpakaian. aku melangkah cepat ke kamar mandi.
Jika aku telat beberapa detik saja, Aku kehilangan orang yang aku sayang karna kebodohanku. tubuhnya hampir tenggelam di bathtub, air sudah merendam separuh wajahnya. dengan cepat aku mengangkat tubuh lemas era dan membawanya...
meletakan tubuhnya ke kasur. menutupnya dengan selimut. aku panik melihat wajah pucat seperti semalam. dengan cempat aku menghubungi dokter...
.
.
.
.
.
" dia tidak papah tuan, hanya kelelahan saja tubuhnya masih lemah karena demam" ucap dokter setelah memriksanya.
" tapi kenapah dia tidak sadar2 dok" ucapku khawatir karna era masih memejamkan matanya.
" biarkan nyonya istirahat tuan. aku sudah menyuntikan vitamin, sebentar lagi nyonya akan sadar berikan obat ini saja setelah dia mengisi perutnya " jelas dokter.
" baiklah dok terimakasih " ucapku. dan mengantarkanya keluar apartemenku...
...~~~...
membuka mataku perlahan dan aku melihat wajah khawatir jin yang duduk di samping tempat tidur.
" jin aku kenapah" tanyaku dan hendak duduk. sesaat aku tersadar yang menempel ditubuhku hanya selimut saja. jin memejamkan matanya saat selimut itu jatuh ke perutku...
" heheh kamu kenapah" aku rasa dia lucu saat itu. semalam kau seperti singa kelaparan. dan pagi ini melihat tubuhku kau seperti kelinci.
" aku takut tidak bisa menahnya dan. menyakitimu seperti semalam" ucapnya memegang pipiku dan membetulkan selimutku. aku menatapanya tak percaya,
"seberapa besar rasa sayangnya kepadaku" batinku...
" Aku mau peluk boleh " ucapku jin tersenyum
" sini mendekat" ucapnya.
" kau yang peluk aku sini, kalo aku yang mendekat selimut ini aku lepas" ucapku mencairkan suasana..
" hehe dasar nakal" ucapanya dan memeluku. aku sangat suka dia memeluku karna nyaman.
jin melepaskan pelukanya. " aku masih mau dipeluk" ucapku menatapnya yang berdiri.
" pakai baju dulu" ucapnya melangkah ke arah lemari dan mengambil kaosnya untuku.
__ADS_1
" aku ngga mau bergerak jin, bawahku masih sakit " ucapku pelan saat jin memakainkan kaos itu ketubuhku.
" apah aku panggilkan dokter saja " ucapnya duduk di samping aku dan membuka bungkus bubur.
" aiiiish itu sangat memalukan" ucapku.
jin menyuapi aku bubur yang sangat hambar...
" lalu gimana, kau akan duduk aja begitu" jawabnya. menyuapiku lagi tapi aku menahan tanganya
" sudah jin buburnya hambar, tidak enak" ucapku..
" benarkah " ucap jin dan memakan bubur itu satu sendok. " ini enak sayang, makan lagi yak satu suap lagi aja " ucapnya. " tidak mau jin " ucapku dan menggelengkan kepala.
"kamu baru memakanya dua sendok sayang, satu lagi yak. setelah ini kau minum obat " ucapnya..
" satu ini saja abis itu udah" ucapku lagi.
jin mengangguk dan menyuapiku lagi, selesai itu dia memberiku air hangat dan meminum obatnya.
" pinter " ucapnya mengusap kepalaku.
" berbaring lah istirahat" lanjut jin menyuruhku berbaring.
" tidak mau, bergera sedikit saja itu masih perih" jawabku.. jin tersenyum.
" coba aku lihat" ucap jin membuat aku memukulnya.
" kaaau..." teriaku.
" serius sini aku hilangkan nyerinya " ucap jin mengangkat aku dan menyenderkan aku di kepala ranjang. " kau mau apah" tanyaku..
Wajah jin saat ini berada tepat di tengan2 paha aku. " jiin ini benar2 memalukan" ucapku menutup muka dengan telapak tanganku. sesaat aku merasakan sesuatu yang lembab disana. aku membuka mataku. " masih perih tidak " tanya jin mendongakan wajahnya melihatku.
" tidak jin, lagi kaya tadi " pinta aku pada jin dan tersenyum karna perih itu hilang seketika jin membenamkan wajahnya disana. " terus jin" ucapku mengacak rambut jin lalu menekanya dengan nafasku yang terengah2 .
jin membawa aku ke kamar mandi dan mendudukan aku di meja dengan kaca besar di belakangku.
" sayang aku mau lagi " ucapku pada jin yang sedang membersihkan itu dengan tisu basah.
" sudah, nanti aku malah menyerangmu lagi dan menyakitimu" ucap jin fokus membersihkan, aku memegang pinggir meja. dan merengek meminta lagi, sebenernya aku tidak tau hanya saja itu menghilangkan rasa perih dengan sempurna.
" jangan sekarang sayang " jawab jin.
" aku akan diam saja dan tidak mengacak rambutmu lagi, janji " ucapku merengek.
" apah kau tau hal yang kau minta ini membuat aku setengah mati menahanya sayang " ucap jin dan membungkukan tubuhnya.
" hahah sayang jinie " jawabku saat jin menuruti kemauanku. tapi yang dia lakukan di sana beda dari yang tadi. " udah sayang " ucapku gemetar.
" gantian " ucap jin dingin membawaku ke kasur lagi. dan merengkuh tubuhku.
Lagi dan lagi jin mengulanginya siang ini. tapi aneh aku tidak meraskan sakit lagi. aku mengikuti gerakan dia di tubuhku. sampai akhirnya kita berdua melenguh bersamaan dan jin ambruk di tubuhku.....
Sore....
__ADS_1
kita berdua sudah rapih berpakaian. jin menggandeng tanganku erat. memasuki lift, kita akan pulang sore ini. tubuh lelahku, aku paksakan berjalan meski sangat aneh untuk aku buat berjalan. jin memapah aku.. ting!! lift terbuka dan. kita keluar. kita masuk ke mobil dan melaju keluar parkiran gedung ini. aku merebahkan badanku di kursi. dan jin fokus mengemudi .....