
" Momy... ". Teriakku pagi2 dari dapur, aku bangun tidur langsung ingin memasak tapi tidak jadi2 malah sekarang dapur berantakan.
"Wae... ". Jawab momy yang baru bangun tidur. berjalan dengan muka bantal ke arah dapur.
Seketika mata momy terbelalak melihat sekeliling dapur yang seperti kapal pecah karna ulah aku.
Di susul ka ayu yang juga sama menatapku dan menggeleng kan kepala pelan.
Dan aku melihat mereka dengan memasang wajah menyesal. tiba2 Mereka tertawa geli..
" bwahahahhaha... Kamu sedang apah". Ucap momy dan ka ayu masih tertawa. mendekat kearahku yang di penuhi sayuran dan wajahku cemong karna tepung.
"Aku ingin memasak sarapan untuk kalian, tapi malah jadi berantakan seperti ini". Ucapku dengan mata berkaca2. menunduk meminta maaf.
" ahahah sudalah, sini biar momy saja yang masak". Ucap momy mengambil alih posisiku.
"Kamu mau makan apah". tanya momy me
Aku mundur dan ka ayu membersihkan wajah cemongku dengan tisu.
" Sebenernya kamu mikirin apah si, tiba2 berantakin dapur". Ucap ka ayu sedang membantuku membersihkan wajahku. aku tersenyum dan memeluk pinggangnya.
" Aku mau buatkan makanan spesial untuk kalian tapi malah jadi kacau ". Jawabku ka ayu mendorong kening aku dan berjalan membatu momy.
Aku membantu momy dan ka ayu memasak...
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
Incheon International Airport!
Aku berjalan masuk ke area bandara dan menyeret koper pinkku, di temani momy dan ka ayu. Aku berjalan dengan hati yang gelisah, tak pernah sedikitpun aku berfikir jika ini akhir kisahku.
Di antara kita bertiga tidak ada yang berbicara, kita bergulat dengan pikiran kita masing2.
" Sudah sampai, momy ka ayu, terimakasih untuk semuanya, kalian akan tetap jadi kakaku dimanapun kalian berada, selalu ingat aku ". Ucapku berdiri di hadapan mereka berdua. di dalam bandara yang cukup ramai.
"Kamu juga hati2 kabarin kami jika sampai". Ucap ka ayu memeluku.
" Kamu harus kuat demi dia ". Lanjut ka ayu mengusap perutku lalu menatapku dengan tersenyum.
"Kita akan sangat merindukanmu, janji selalu kasih kabar perkembangan cebong ke kita oke". Ucap momy memeluku. lalu kami bertiga berpelukan.
__ADS_1
" Aku pergi, titip oppa2ku yak, titip ayah cebong juga". Ucapku menangis dan tersenyum.
Sangat sakit jika hubunganmu tak jelas sepertiku ini. bertahan konyol pergi adalah keputusan terbodohku...
"Pergilah azera, sembuhkan rasa sakitmu itu ". batin momy mengusap air matanya melambaikan tangan padaku dengan tersenyum.
"Kamu harus kabarin aku terus teloor". Teriak. ka ayu mengangkat tanganya.
Aku pergi meninggalkan mereka...
5 Menit... suara kaki berlari dengan cepat menghampiri momy dan ka ayu.
"Dimana azera ".Ucap jimin dengan napas terengah2. Bertanya pada momy dan ka ayu yang masih berdiri di tempatnya tadi.
Dan suara pesawat membuyarkan lamunan mereka.
" Sudah pergi ". Jawab ka ayu pada jimin. yang sedang cemas dari tadi. momy dan namjoon sedang berbicara ntah apah yang mereka bucarakan.
" Aku terlambat". Ucap jimin lirih menatap langit2 dan duduk di kursi dengan lemas.
" Harusnya aku paham maksudmu semalam itu ini, azera... dasar bodoh kamu jimin ".Ucap jimin mengutuki dirinya sendiri atas ketidak pekaanya.
kepergian azera mendadak dan singkat menyisakan luka tersendiri pada jimin..
Seokjin sama sekali tidak tahu tentang ini.
__ADS_1
Dia sibuk dengan urusanya dengan bela zang pemberitaan soalnya dengan model bernama Bella zang itu hanya permintaan dan urusan bisnis saja. saling menguntungkan. tapi kebodohan itu membuat orang yang seokjin cintai pergi meninggalkanya dengan rasa sakit yang mungkin akan membekas pada azera.