
Di dalam sebuah ruangan direktur...
Azera duduk di kursinya dan yoosun sedang bermain ponsel di sofa depan meja kerja aku.
yoosun nampak sedang asik dengan layar ponselnya itu. lalu aku mendekat untuk melihat acara apah yang membuat anak sedingin yoosun tersenyum lebar.
" Yoyo..... kau ". Ucap aku di belakangnya. aku terkejut acara yang dia tonton tidak lain adalah acara RUN bts yoyo menonton ulang video2 itu.
Yoosun melepas handsetnya. " mami kamu lihat paman ini, banyak yang bilang bibirku dan wajahku sangat mirip denganya ". Ucap yoyo menunjuk wajah seokjin yang tak lain dia adalah ayahnya.
Aku mematung, aku selalu berfikir anakku masih kecil dan ternyata dia sudah tumbuh begitu cepat. " dia memang ayahmu yo " . Batinku dan tanpa terasa aku menangis di hadapan yoyo.
"Mami... kenapah menangis". Tanya yoyo dan tangan mungil itu menghapus air mataku yang sedang duduk di sofa bersamanya.
" Apah ada yang sakit mi ".Ucap yoyo lagi menatap mata aku dengan polos.
" Sangat sakit sayang". Jawabku tersenyum pahit.
" yang mana yang sakit mi. katakan pada yoyo". ucap yoyo dan mencium pipiku.
" di sini sayang sangat sakit". Ucapku megang dadaku yoyo cemberut dan hampir menangis. dia fikir dadku sakit karna dia masih menyusu padaku.
" yo yo janji berhenti menyusu jika akan tidur.. mami ". Ucap yoyo memeluku dan aku tertawa.
" ini sakit lain sayang, bukan karna kamu..". Jawabku dan yoyo memeluku dengan erat.
" mami yoyo mau papi ". Ucap yoyo mulai menangis menatapku.
" Kan ada mami ada tante nenek, ada kaka pu, papi yoyo orang yang hebat, dia selalu sibuk ". jawabku berusaha menahan tangisku. mengusap lembut pipi halus yoosun di tanganku.
" yoyo ingin seperti teman2 . mereka selalu menghabiskan waktu berlibur dengan mami papinya tapi yoyo hanya ikut kemana mami pergi ". Ucap yoosun dengan wajah sedih. aku begitu egois.. aku tau anakku membutuhkan ayahnya. aku tau anakku cepat atau lambat akan terus menanyakan hal ini.
Tapi aku tidak bisa memberi tahu yoosun, kalo ayahnya seorang idol ternama di korea, aku selalu menghindar dari mereka. kehidupan masa laluku. aku meninggalkan. kaka kakaku disana. aku meninggalkan diriku disana.
Yang yoosun hadapi bukan azera tapi mami azera. Aku berusaha sekeras yang aku bisa agar aku bisa menjadi ayah dan ibu untuk anakku dan adiku.
Aku tidak membutuhkan siapapun lagi, seperti ini saja sudah cukup.
" Maafkan mami yo, mami egois menyembunyikan kamu dari ayahmu.. maafkan mami ". Batinku memeluk tubuh mungil yoosun. merengkuh posesif tubuh mungil anakku. Tanpa menjawab pertanyaan yoosun yang aku tau dia sangat merindukan ayahnya...
__ADS_1
" Ka hari ini aku akn pulang ke inggris, kabari aku nanti jika tour bts ke inggris, kalian juga harus ikut. aku akn membawa yoyo menemui kalian". Ucap mimi kepada orang yang di sebrang telpon.
" Siapa itu mi". Tanya tante, yang sedang duduk di samping mimi.
" Sahabat ka azera tan ". jawab mimi, lalu tante mengangguk dan tertidur..
Perjalanan mimi dan tante sangat lancar, hanya butuh satu malam mimi mengabariku jika dia sudah sampai inggris. dan akan menginap dirumah tante satu hari.
Pukul 22.00 mimi menelpon rumah dan yoosun yang mengangkat telpon tersebut, karna aku sedang mandi.. " yoyo... dimana mami". Ucap mimi di telpon. dan yoosun sedang duduk di atas meja sambil memegang gangang telpon rumah.
" Kaka pu... apah kamu bertemu papiku disana". Tanya yoosun penasaran. suaranya di buat pelan agar aku tidak mendengarnya.
" Kaka tidak bertemu yo... tapi tidak lama lagi kaka akan membawamu bertemu papimu ". Jawab mimi meyakinkan.
" kaka pu.. harus janji padaku, kaka tidak akan berbohong". Ucap yoosun. dan aku datang.
" dari siapa yo.. " . Tanyaku melihat yoosun gugup.
" Dari kaka pu.. apah mami dari tadi disitu". Tanya yoosun. melihatku yang berdiri tidak jauh dari tempatnya. Aku memasang wajah bingung atas pertanyaan yoosun..
" ini mami... yoyo ke kamar dulu " . Memberikan gagang telpon padaku, yoosun menciumku dan pergi ke atas..
Aku mengobrol sebentar dengan mimi...
Aku bangun sangat pagi hari ini. karena kerjaanku sangat banyak di kantor... satu bulan ini aku sangat lelah pergi pagi pulang larut malam. untung ada mimi dan tante jadi aku tidak harus membawa yoosun tiap hari ke kantor.
" hmmmmm".. Aku meregangkan tubuhku dan menatap anakku yang semalam merengek minta tidur denganku. posisi tidurnya sangat lucu...
" Good morning baby boy". Bisiku dan mencium pipi merah muda miliknya.
Sangat hati2 aku melanjutkan aktifitasku, mandi lalu membantu bibi di dapur. menyiapkan sarapan..
plak plak plak... Suara orang berlari suara snadalnya sangat jelas terdengar dari dapur...
Gadis tipis memakai piama pink itu turun tangga dan berdiri di sampingku.
" Selamat pagi.. ". Ucap mimi dan matanya seperti mencari sesuatu.
" Cari apah". Tanyaku. dan mimi melangkah pergi.
__ADS_1
" Aku cari anakmu,, dia pasti masih molor". Jawab mimi kembali menaiki tangga dengan cepat.
Lalu dia masuk ke kamarku dan berteriak membangunkan yoosun. menarik satu kaki mungil itu dan memukul pantatnya.
" Bangun... yo.. yo... ". Teriak mimi dan yoosun hanya mengeliatkan tubuhnya dan menendang mimi.
" Anak sialan... yoyo bangun. apah kamu lupa... kita harus ke stadion hari ini... jangan sampai telat ". Ucap mimi melipat tanganya di depan menendang pelan pantat yoosun..
" kaka pu... kau bawel sekali... ". Ucap yoosun dengan suara khas bangun tidur. Lalu dengan cepat berdiri dan mengecup pipi mimi.
"kau juga belom siap2." . Tanya yoosun balik marah ke mimi.
"ini aku akan mandi. kau mandi sana... jangan bilang ke mami kalo kamu ikut nonton konser bersamaku, kalo kaka tau aku bisa di cekik". Ucap mimi dan yoosun mengangkat jarinya membentuk huruf OK...
Dan mereka berdua bersiap2. yoosun sudah bisa mandi sendiri tapi kalo memakai baju dia akan minta tolong padaku. makanya selesai memasak aku kembali ke kamar dan membantu yoosun memakai baju.
" Mami aku akan ikut kaka pu ke rumah tante. tolong pakainkan aku pakaian yang rapih ". Ucap yoosun. yang berdiri di atas kasur...
" Ini masih sangat pagi yo... mami saja belom pergi kerja. ". Jawabku dmyang sedang sibuk merapihkan baju yoosun.
Setelah beberapa menit aku membantunya berpakaian. kami sekarang sedang berada di ruang makan. " Kau jangan nakal nanti". Ucapku pada yoosun.
" iyah mami.. ". Jawab yoosun dan kami melanjutkan makan kami beberapa menit. karna aku buru2 ke kantor.
Aku mencium kedua pipi anakku dan mencium mimi. lalu aku pergi dengan sopirku ke kantorku sendiri.
Pukul 9:00 .. Stadion Wembley berkapasitas 90.000 penonton dan dapat dijangkau 30 menit saja menggunakan tubedari King's Cross station.
Saat ini mimi berada di halaman stadion. mimi menunggu sahabat2 ku.. lalu dia rasa lebih baik masuk terlebih dahulu.
Kaki mungil yang terbalut sepatu kulit hitam itu berdiri sejajar dengan kaki mimi yang memakai sepatu berwarna merah maroon senada dengan baju yang iya kenakan. berpadu dengan celana jeans pendek berwarna hitam. tangan mungil itu menggengam erat tangan mimi.
" kaka pu ini sangat ramai, bagaimana bisa ayahku melihatku nanti". Tanya yoosun dan meminta mimi menggendongnya ala kangguru.
dan sekarang yoosun berada di gendongan mimi. mimi tidak pernah lupa gendongan untuk yoosun karna dia tau akan seramai ini.
" Aku membeli tiket yang beada di depan panggung yo. aku pastikan mereka melihatmu. kau tau wajahmu sangat mirip dengan jin oppa". jawab mimi dan berjalan. Semuanya tampak biasa mimi berkenalan dengan army lainya dan mengobrol sedangkan yoosun dia hanya memakan lolipop yang mimi kasih.
" Hari ini kita akan bertemu papi.. yoyo ingin melihat wajah asli papi ".Batin yoosun. melihat panggung megah di hadapanya saat ini....
__ADS_1
Stadion sudah penuh.. dan semuanya lancar dari opening mv mereka... Acara akan segera di mulai........