Dear Era

Dear Era
Sebuah keputusan


__ADS_3

Sebuah berita besar menyebar luas ke penjuru kota seoul bahkan ke negara2 lain. Seorang idol besar dan model internasional berasal dari hongkong, resmi berpacaran. Banyak yang membicarakan soal keputusan mereka. yang tiba2 mengagetkan awak media dan para fans masing2.


" Ini keputusan mutlak kami, jadi mohon restu untuk hubungan kami". Ucap model cantik itu yang berdiri di samping idol tampan yang banyak di gilai kaum hawa di seluruh dunia. mengejutkan aku dan membuat aku hampir gila.


" matikan tv nya ra, itu berita tidak penting". Ucap ka ayu yang tiba2 datang dan mematikan tv. Dari semalam aku masih syok atas berita itu. aku masih tidak percaya itu benar2 seokjin.


"Kaka tidak kerja". Ucapku asal dan tersenyum pahit ke ka ayu.


" aku malas". Jawab ka ayu dan menatapku serius.


" Aku harap kamu tidak mengubah keputusanmu untuk memberi tahu seokjin soal dia ". Ucap ka ayu menunjuk perutku.


" Aku rasa itu keputusan yang tidak mungkin ka, Aku akan pulang ke indonesia lusa dan merawatnya sendiri". Ucapku mengusap perut rataku dan tersenyum pilu.


"apah seokjin tidak menjelaskan maslah ini denganmu".Tanya ka ayu yang duduk di sampingku dari tadi.


" aku menunggunya mengatakan bahwa berita ini salah walau hanya mengirimku pesan itu akan membuatku percaya, tapi apah. sama sekali dia tidak peduli dengan perasaanku". Ucapku lirih dan tersenyum menyakitkan.


" Tunggulah sampai dia menghubungimu ra, dia pasti punya alasan, bukankah kata maminya kamu harus bersabar dan percaya". jawab ka ayu mengusap punggungku.


" aku merindukan keluargaku ka, aku akan pulang tiketku sudah aku siapkan". Ucapku menatap ka ayu dengan mata berkaca.


"Aku akan merindukan kalian dan rumah ini ". Jawabku memeluk ka ayu dan menangis.


"Aku juga akan sangat merindukanmu, bong jaga mamah kamu yak, buat dia bahgia ". Ucap ka ayu mengusap perutku.


" ahahah ka ayu ". aku terkekeh karna geli.


" ahahah dasar mamah muda". Ucap ka ayu mengacak rambutku.


Kita bercanda dan tertawa seharian, sampai aku lupa kalo aku terluka.


Pukul 19:00 Momy pulang dan membawa pesananku tapi tiba2 aku menginginkan rame di sebuah lestoran terdekat.


" Momy temenin aku makan keluar yu, kayanya cebong pengen ramen di lestoran ujung sana deh mom". Ucapku memohon mengusap perut.


" katanya kamu mau sup iga sapi ".jawab momy yang sedang mengeringkan rambutnya. aku masuk dan merebahkan tubuhku di ranjang momy.


"Ntalah, tiba2 aku menginginkan ramen itu mom". Ucapku memohon.


" yasudah ayo". Jawan momy berdiri dengan rapih.


" oke ". Ucapku girang dan keluar kamar momy. mengambil tasku di kamar.


" Ayu mana".Tanya momy. berdiri di depan pintu rumah.

__ADS_1


" Lagi nyelesain skripsi katanya, dia tidak ikut". Jawabku dan menutup pintu.


" ooh yah sudah ". Ucap momy dan kita berjalan di area zebra cros.


Saat aku sedang berjalan dan tertawa dengan momy, aku melihat mobil yang sangat aku kenal, itu mobil soekjin dan aku berdiri tepat di hadapanya.


seokjin sedang tertawa dengan bella jang kekasih barunya, model asal hongkong.


Aku berdiri dan menekan dadaku yang sangat sakit. menatapnya dan tanpa terasa air mata ini keluar dengan deras. sesaat seokjin melihatku dia menatapku penuh tanda tanya.


" Kamu kenapah". Ucap momy menariku karna semua mobil memencet kelakson.


" Seokjin mom ". Ucapku lirih dan terduduk jongkok memeluk kakiku.


" Lupakan ******** itu ra, sudalah ayoo makan". Jawab momy membawaku masuk lestoran.


Selera makanku hilang, dan kita memutuskan untuk kembali kerumah, aku tidak memakan apapun di lestoran tadi.


Sesampainya di rumah aku Langsung masuk ke kamar dan menutupi tubuhku dengan selimut memecahkan tangisanku disana agar tidak terdengar momy dan ka ayu.


.


.


.


.


“"*Memintamu untuk pergi meninggalkanku atau memintamu untuk tetap berada di sampingku bukanlah hal yang terbaik. Biarlah Tuhan saja yang menuntun kita dengan cara yang indah.”


“Semua sudah berakhir sampai di sini. Aku ucapkan terima kasih atas kenangan indah dan buruk yang telah kau hadirkan dalam hidupku*". Ucapku pada seokjin.


Pagi tadi aku memutuskan untuk menemuinya Ke apartemen yang dulu aku tinggali penuh cinta dengannya.


" Aku fikir kamu akan percaya padaku ". Ucapnya duduk dan menyeruput kopinya.


" Cinta tidak sebuta itu jin, Aku harap kamu bahagia dengan pilihanmu, Aku permisi ". jawabku dan pergi meninggalkan seokjin.


Aku berfikir dia akan menyangkal semuanya dan menjelaskan ini semua ternyata tidak. dia membenarkan semua fikiranku.


Aku keluar apartemen seokjin dengan menahan tangisku. laki2 itu sangat mengecewakan.


Aku berjalan cepat ke arah jalan raya meninggalkan gedung indah di belakangku.


" Azera.. ". Teriakan seseorang di belakangku.

__ADS_1


Aku menoleh dan melihat. seseorang memakai jaket jaket tebal abu2 dan masker coklat senada dengan topi dan kacamatanya.


" Kamu mau kemana".Ucapnya di hadapanku.


Aku menatapnya bingung.


"Hey.. ini aku jimin". Ucapnya lagi dan aku tersenyum lebar.


" Astaga maaf, aku kira siapa". Jawabku terkekeh.


Di jalanan taman aku bertemu dengan jimin. dia sangat lucu. aku mengobrol denganya di kursi taman. begitu banyak hal yang kita lakukan disana.


Saat aku melihat gulali tiba2 aku menginginkanya. Aku mengelus perutku dan menatap jimin yang sedang melihatku.


" Kau mau itu". Ucap jimin. dan aku mengangguk.


Lalu jimin membelikan itu untukku.


" Terimakasih oppa". Ucapku bahagia dan memakan gulali dengan bahagia.


" pelan2 ra. tidak akan ada yang merebutnya darimu".jimin terkekeh melihatku memakan habis gulali.


" ini sangat manis aku suka". Jawabku tersenyum pada jimin.


Tersenyumlah terus seperti ini, kamu sangat lucu jika kamu tersenyum. aku berharap maslah beberapa hari terakhir tidak mempengaruhimu. Batin jimin.


Aku di antarkan pulang sampai rumah,


" Terimaksih untuk hari ini oppa, aku akan mengingatmu ". Ucapku berdiri di depan pintu.


" sama2 lain wkatu aku akan mengajakmu bermain". Tawar jimin berdiri dihadapanku.


" Besok pagi aku akan kembali ke indonesia oppa". Jawabku membuat jimin terkejut.


" Mengapa mendadak". ucap jimin memegang tanganku.


"biarkan berita itu berlalu ra, kamu jangan fikirkan maslah itu oke, tapi jangan kembali ke indonesia". pinta jimin menatapku serius.


" Aku merindukan keluargaku oppa, aku akan tetap pergi, terimakasih untuk semuanya. ". Jawabku tersenyum menatap mata jimin yang berkaca2.


" Titip salam untuk semua oppa2ku disana yak, aku tidak bisa pamit ke mreka satu2. " Ucapku berharap jimin tertawa. tapi tidak.


Jimin mengiyakan permintaanku lalu pergi begitu saja...


Aku masuk rumah dan membersihkan diri. lalu tertidur.....

__ADS_1


__ADS_2