Dear Era

Dear Era
Kemarahan azera


__ADS_3

krek!!...


Tatapan mataku dan seokjin bertemu. dan aku menatapnya marah, dia sangat lalai sebagai ayah. membiarkan yoosun jatuh di lorong ruangan ini sampai lututnya lecet, dia hampir tertimpa barang berat yang di bawa staf. tapi seokjin malah asik di ruangan ini.. untung ada wanita cantik yang menolongnya walau dia sedang menggendong anak tapi tetap membantu yoosun..


" kenapah menangis sayang".Tanya seokjin kaget karna aku datang dengan yoosun di gendonganku.


" ayah macam apah kamu!. membiarkan anaknya bermain di luar tanpa pengawasan. kalo terjadi apah2 gimana... aku salah mempercayakan yoosun padamu jin... ". suaraku menggema di ruangan ini. yoosun semakin menangis.


seokjin mematung menatapku


"ada apa ra... ". Tanya momy berjalan mendekat.


Aku menatap orang di ruangan ini dengan marah.


" kalian berkumpul disini. dan membiarkan anakku di luar sendirian. kalian tau sedetik saja dia tidak pernah sendiri. seklaipun dia besar tanpamu". aku menunjuk wajah seokjin.


Lalu keluar membanting pintu. " maafkan mami sayang". ucapku menangis berjalan, menghiraukan semua orang yang memintaku berhenti.


" tidak baik seperti ini ra... obati luka yoosun dulu. kamu marah pada kami, jangan sakiti yoosun dia dari tadi ketakutan karnamu kamu lihat". Ucap jimin terus mengikutiku.


Aku tidak mendengarkanya, aku keluar dari tempat asing ini dan hendak masuk mobil. " mami. papi... ". Ucap yoosun yang baru saja aku taru di kursi penumpang mobilku.


" mau apah lagi... aku tidak akn membiarkan kamu membawa yoosun. kamu tau bagaimana takutnya aku tadi. ". ucapku melotot pada seokjin yang menggenggam lenganku.


Seokjin menatapku yang mulai menangis karna cemas. " Maafkan aku... apah yang terjadi pada yoosun tadi sampai membuat kamu marah ke semuah orang di gedung ini eh". Ucapnya memeluku yang sedang menangis. aku menangis sangat kencang karna takut.


" Aku sangat takut.. yoosun kenapah2, bahkan luka sekecil apapun yang dia dapat itu sangat melukaiku... dan kau.. kau ayah yang sangat payah. yoosun tadi... ". Ucapku sesegukan dan berhenti. lalu menangis lagi memukul dada seokjin berulang.


Seokjin melihat yoosun tersenyum lebar dan membalas senyuman itu sambil menjawab.


" baiklah aku yang salah. maafkan papi sayang. dan untuk mami. maaf papi tidak sehebat mami yang sudah merawat yoosun hingga sebesar ini. maafkan papi " . jawab seokjin.


aku melepas pelukanku dan tersenyum lalu memeluknya lagi.


Jimin melihat ini dan berbalik masuk ke gedung, Terdapat senyuman tulus di wajah tampanya yang sedang fokus berjalan melewati para staf dan member lainya yang sedang melihat keluarga kecil seorang kim seokjin .

__ADS_1


*Tidak semua rasa harus sama, tidak semua perasaan harus terbalas, cinta dari jauh ini sangat lucu. aku sakit saat dia sakit, aku senang saat dia senang, aku tidak bisa bicara di hadapnya, bahawa aku mencintainya. tapi aku bahagia untuknya. rasa ini akan aku ubah menjadi rasa cinta biasa.


 


jimin&azera*


 


Pukul 15:00 stadion mulai penuh lagi. ini hari terakhir BTS di inggris. semuanya sangat menikmati bagaimana ke7 pangeran itu menari dan menyanyi. seakan dunia tunduk pada mereka. warna warni lampu begitu indah memenuhi stadion yang begitu megah. banyak cinta tulus dari setiap lampu yang menyala itu. buat mereka fansnya adalah cinta pertama mereka.


Gairah yang mereka keluarkan saat konser begitu sampai pada setiap army yang hadir, bahkan hanya melihatnya dari layar saja itu sangat membius. setiap mata yang melihat mereka di atas panggung akan terhipnotis dan ikut menari dan menyanyi bersamanya.


" mami... papi dan paman2 yoosun sangat keren, Yoosun ingin seperti papi jika besar nanti". Ucap yoosun membuatku menoleh ke padanya. yang sedang asik menonton papi dan paman2nya di atas panggung.


Mami harap itu bukan cita2mu nak, jadi seseorang seperti ayahmu sangatlah tidak mudah. batinku.


Saat semuanya selesai. dan para staf dan member sudah kembali ke kamar merrka. Aku juga pulang ke rumahku bersama yoosun dan seokjin...


saat dalam perjalanan, aku melihat wajah lelah seokjin, yoosun tertidur di pangkuanku dari tadi.


" jika mengantuk kau tidur lah, aku akan bangunkan jika sampai nanti ". Ucapku. lalu seokjin merebahkan kepalanya di sampingku.


" Terimakasih, tolong seperti ini sampai yoosun punya adik ". Ucapnya membuatku melotot dan memukul pipinya aga keras.


Seokjin tersenyum dan memejamkan matanya. aku menahan senyumku karna ulahnya tadi.


...~~...


Tidak terlalu lama akhirnya mobil silver miliku sampai di halaman rumah.


Pintu terbuka dan bi lester menyapa seokjin ramah.


" bi... apah mimi ada dirumah ". tanyaku dan masuk ke dalam , seokjin di sampingku dan menggendong yoosun.


tersennyum ramah pada bi lester yang membawakan tasnya.

__ADS_1


" nona mimi, sedang tidur, baru pulang jam 9 tadi. " jawab bi lester. " Baiklah bi. tolong siapkan kamar tamu untuk ayahnya yoosun ". Ucapku bi lester mengangguk dan pergi membawa barang2 seokjin.


Aku masuk ke kamar yoosun dan menyuruh seokjin menidurkanya di kasurnya. menyelimuti tubuh mungil itu dan aku keluar kamar. " Aku buatkan teh untukmu, lalu istirahatlah ". Ucapku keluar kamar. dan seokjin mengikutiku ke dapur tanpa sepengetahuanku.


Saat aku sedang di dapur. lengan kokoh itu melingkar di perutku.


" Kamu hidup sangat baik tanpaku sayang, dan apah ini, rumah tanpa tuan, kau menungguku kan ". Ucap seokjin dengan yakin.


Aku selesai membuatkan teh dan melepas pelukanya.


" jangan bicara omong kosong, minum ini lalu istirahat, aku akan ke kamarku untuk tidur". jawabku memberikan secangkir teh di tanganya.


" lalu meninggalkan aku disini begitu, kau sangat sombong sayang " . Ucap seokjin menaruh teh itu di atas pentry. dan melangkah maju membuatku mundur.


" kau membuatku gerah, kamu tau ". Ucapnya lagi menggodaku. " stop jin, jangan bercanda ". jawabku. terus mundur dan membentur meja makan. seokjin mendekat dan memeluk pinggangku, aku menahan dadanya menatap matanya yang juga menatapku.


Seokjin mengangkat tubuhku dan mendudukan aku di atas meja makan. " kamu mau apah ". Ucapku ketakutan menatapnya.


Seokjin hanya tersenyum nakal. lalu menciumku tiba2. aku berontak tapi ciumanya semakin dalam, menekan tengkukku, aku memejamkan mataku mulai menikmati ciuman kita saat ini. makin lama ciuman itu semakin menuntut dan aku terus mengikutinya dan menikmatinya. Aku lupa kalo bi lester masih terjaga dan belum tidur. Saat seokjin sedang asik di kedua payudaraku bi lester datang dan dia terkejut.


" maaf nona, bibi cuma mau memberi tahu kalo kamar untuk tuan sudah bibi siapkan " Ucap bi lester memunggungi aku dan seokjin lalu pergi dari tempatnya sebelum aku menjawab.


Aku kaget dan sadar apah yang sedang aku lakukan. aku mendorong seokjin dengan nafas kami yang terengah2 .


Lalu seokjin mundur dan mengusap wajahnya. membetulkan bajuku. " Aku akan mandi dan tidur. tunjukan kamarku".Ucap seokjin canggung.


Aku malu bukan main, tapi tubuhku menikmati cumbuanya itu di tubuhku. " ikuti aku... " jawabku dan turun. membetulkan rokku yang tersungkap. Berjalan ke satu kamar yang dekat dengan ruang tamu . rumahku hanya 2 lantai dan terdapat 4 kamar dan satu kamar pembantu di belakang dapur di lantai dasar.


Kamarku dengan dua pintu, kamar yoosun yang bercat doraemon, dan kamar mimi yang bergambar logo army berjejer di lantai atas. tapi kamar mimi paling ujung karna terjeda dengan ruang baca...


Sedangkan kamar tamu itu tidak jauh dari ruang tamu di lantai bawah. ..


" ini kamarmu, aku akan ke kamarku". ucapku dan seokjin mengiyakan. aku melangkah pergi.


sudah pukul 2 dini hari. setelah mandi tadi. aku melihat dua kissmark di leher dan dadaku. aku memikirkan kejadian tadi dan pertemuan pertamaku dan seokjin. hingga aku tidak bisa memejamkan mataku. " Aaah... ada apah ini. kenapah aku menginginkan aku tidur di pelukanya". Ucapku prustasi di atas kasurku.

__ADS_1


Seokjin juga sama halnya denganku dia masih terjaga sampai saat ini...


" Gila... jika terus seperti ini aku tidak bisa menahanya, azera.... ". Ucap seokjin lalu keluar kamar...


__ADS_2