Dear Era

Dear Era
Danau dan kenyamanan


__ADS_3

kim seokjin...


Aku melihat jok samping dan si pendek ini tertidur tanpa dosa.


" aku mengajak mu kluar untuk menemaniku karna aku malas pulang ke rumah atau ke apartemnku" ucap jin.


Aku tidak tau kenapah aku ingin bersamamu setiap saat pendek. pertemuan kita hanya sekilas. kenapah pikiranku dipenuhi olehmu. mengelus pipi ini sungguh menyenangkan.


5 menit era tertidur...


Aku membuka mata karna ada yang menempel di pipiku. " oooh astaga di mana ini, aku harus pulang " jawabku sambil melempar kasar tangan jin dari pipiku . dan melihat keluar jendela. angin dan susana disini sungguh membuatku nyaman. dan aku tersadar kalo aku kesini dengan dia? jinieku.


" tuan kenapah anda membawaku kesini " tanyaku dengan lembut. jin menariku keluar dan mengangkatku duduk diatas depan mobil aku kaget karna ulahnya hampir saja aku meninju muka emasnya itu.

__ADS_1


" temani aku sebentar saja, kamu jangan membantah karna aku tidak suka ". ucap jin dia memeluku dengan posisi aku duduk diatas mobil dan dia berdiri didepanku dia membenamkan mukanya di dadaku itu membuatku risih, tadinya aku mau mendorong dia agar menjauh tapi dia lebih erat memeluku dan bicara manis membuatku luluh.


"aku biarkan dia aja dulu lagian dia tidak berbuat macam macam. hanya memeluk sebentar ucapnya tadi kan" bicara dalam hati.


Ntah kenapah aku malah memeluk kepalanya dan mengelus rambutnya. " tuan apah ada maslah " tanyaku memberanikan diri.


" stop memanggilku tuan aku tidak setua itu, panggil aku jin atau baby " ucap jin dengan santai. dan mendongakan kepala menghadapku tangan dia tidak mau lepas memeluku mata kami menatap satu sama lain. yaaak? ini benra benar racun bagiku. tanpa arahan kedua tanganku memegang pipi dia.


" apah aku boleh bertanya jin" tanyaku lagi.


" aku benar benar tidak paham. ada apah sebenarnya kamu membawa paksa aku ke sini. dan sikapmu aneh, membuatku takut". suaraku pelan tapi tetap terdengar oleh jin dengan tanganku memegang kepala dia . jin tetap diam dan memiringkan wajahnya melihat arah yang berbeda denganku, aku tidak bisa bohong ini sungguh nyaman aku ingin tetap seperti ini, dan melupakn orang yang ada dipelukanku saat ini adalah idol sekaligus bosku di tempat kerja.


" aku butuh teman, jangan takut aku tidak akan menelanmu " jin membuka suara. dan dia melepaskan pelukannya, ke hangatan itu luntur setelah jin melepas tubuhnya dari tubuhku,

__ADS_1


dingin angin malam menusuk seluruh tubuhku aku tetap duduk diatas mobil dan sekarang jin juga duduk disampingku dia merebahkan tubuhnya diatas mobil sambil melihat ke arah langit. dan dia menariku agar tidur disampingnya aku tetap diam dan sejuta pertanyaan dikepalaku.


" jadi temanku yah pendek, Maap pertemuan kita aku kurang ajar itu murni aku tidak berniat lancang denganmu karna ada fansku yang mengejarku aku kaget jadi aku menciummu agar mreka mengira kita pasangan dan tidak mengenaliku" jelas jin.


" jadi waktu di mini market itu kamu dikejar fans kamu dan.. " jawabku terpotong dengan tangan besar menutup mulutku.


" kau crewet sekali. aku sungguh berterimakasih untuk itu, aku menyukai bibir ini itu sangat lucu ". jawab jin dengan santai dan menatap aku.


mataku membulat dan langsung menutup mulutku dengan kedua tanganku takut jin menciumku lagi karna dia memajukan mukanya .


tuk! jin menyentil jidatku dan tertawa. " ahahhah apah kau pikir aku akan menciummu lagi "


" siapa tau iya kan" . " kamu adalah idol mesum yang pernah aku tau, dan tidak tau kenapah aku menyukaimu dari dulu" ocehku tanpa aku sadari aku bilang kalo aku menyukainya.

__ADS_1


jin turun dan mengadapku dengan posisi awal. dia memegang tanganku dan memeluku. lagi lagi aku hanya bisa diam dan menghirup wagi rambutnya.


" kalo kedinginan bilang dasar bodoh kau menahanya sampai bicaramu kaya robot " ucapnya dengan menurunkanku dan mengacak rambutku. lalu kita masuk mobil dan pulang.


__ADS_2