
ding dong!!
Suara bel itu terus menerus mengusik tidur seokjin. dia meraskan berat di atasnya dan ternyata azera tertidur di atas tubuhnya, seokjin baru ingat, kalau dia semalam memakan azera tanpa ampun.
tubuh azera banyak luka ciuman, pipinya merah dan raut wajah lelah itu terlihat. semalam soekjin melakukanya di setiap ruangan menyiksa azera dengan nafsu dan terakhir di sofa ruang tv sekarang ini.
" itu hukumanmu karna berniat meninggalkanku sayang. aku akan berhenti melakukan itu jika ada kehidupan di perutmu" . ucap seokjin mengusap kepala azera.
Ding dong!!!
suara bel itu trus menerus berbunyi, membuat seokjin marah. lalu seokjin melilit selimut di tubuhnya dan aku. memangku wanitanya yang masih terlelap karna kelelahan.
menekan remot dan pintu itu terbuka. aku tertidur di bahunya seokjin memeluku di dalam selimut itu.
langkah kaki yang cepat terdengar.
"hyuuuung" teriak namjoon dan jimin.
"berhentilah berteriak aku disini". ucap soekjin santai. lalu namjoon dan jimin mendekat.
"apah yang kamu lakukan hyung, apah itu azera" tanya jimin dengan raut wajah kecewa.
"apah dia baik2 saja" ucap namjoon
mreka berdua berdiri menatap seokjin.
" hyung.. kau memaksanya" ucap jimin sedikit meninggi.
"aku melakukan apah yang harus aku lakukan pada kekasihku, apah yang salah" . jawab seokjin menatap jimin.
" apah yang kalian lakukan disini, apah ada hal penting mencariku" ucap seokjin mencium bahu aku yang masih tertidur pulas.
jimin memalingkan wajahnya dan duduk di sofa.
" megha dan ayu meminta tolong agar aku mencarinya di sini, ponsel azera dan kamu tidak bisa di hubungi, mereka khawatir, ini hari ke dua azera menghilang". Ucap namjoon pada seokjin.
"dia bersamaku, beritahu mereka bahwa adiknya baik2 saja". jawab seokjin.
Aku masih pulas tidur di pangkuan seokjin, saat aku bergerak seokjin mengusap punggung aku dengan lembut. tidak ada yang tau di balik selimut itu tubuh aku denganya menyatu.
seokjin bener2 marah, dua hari tidak membiarkan aku bangun, ponselku dia sita telvon rumah dia matikan, aku bagai tahananya.
dia melakukanya sesuka hati dia, kadang lembut kadang kasar, aku tidak bisa berbuat apah2, mengikutinya dan menurut padanya itu pilihanku.
" hyung... kenapah azera belum bangun juga". tanya jimin. wajahnya sangat khawatir melihat punggung azera.
Apah hyung menyakitimu azera, kenapah aku gelisah melihatmu tidur dengan posisi seperti itu, aku cemburu tapi, itu hal salah untukku. Batin jimin
"dia tidak tidur semalaman". jawab seokjin menatap jimin curiga.
__ADS_1
" pindahkan saja dia ke kamar". Ucap jimin.
"azera memintaku tidak merubah posisi tidurnya sebelum dia minta sendiri untuk melepasnya". Jawab seokjin dengan kebohongan.
jimin tidak menjawab tapi tatapan sakit itu snagat jelas di matanya.
"apah kamu suka azera jimin". tanya terus terang seokjin membuat namjoon yang sedari tadi mainin ponselnya ikut terkejut.
" apah yang kamu pikirkan hyung, aku menganggapnya seperti adikku". jawab jimin.
Namjoon menengahi obrolan yang tidak masuk akal itu.
"hyung megha akan kesini apah boleh". tanya namjoon.
" jangan sekarang, beri tau dia kalo azera aman bersamaku, lebih baik kalian pulang saja aku akan istirahat". ucap seokjin,
"jika keluargaku menanyakan aku, kamu jawab saja aku ke AUSI bersama azera". lanjut seokjin. lalu namjoon dan jimin mengiyakan dan pamit keluar,
Tatapan mata jimin membuat amarah yang mereda kini kembali lagi. sepulang mreka berdua azera masih tertidur. dengan milik seokjin masih tertanam disana.
Dua hari azera menjerit, mengerang, dan menangis.
Sebenernya seokjin juga kesakitan saat azera menjerit dan menangis, tapi dia abaikan karna ke egoisannya menginginkan azera agar terikat denganya selamanya.
Seokjin menatap kosong ke arah tv yang dari tadi menyala. banyak berita tentangnya, gambar azera dan dirinya di tengah hujanpun terlihat jelas di layar tv.
"maafkan aku azera, aku berbuat seperti ini karna aku mencintaimu". ucap seokjin lirih.
" Kamu sudah bangun". tanya seokjin.
"Lepaskan itu dulu dari sana, sangat perih kamu tau". jawab azera lirih.
"aku menyukai ini, menurut seperti biasanya, aku ngga akn menyakitimu ". ucap seokjin mengecup bertubi bahu aku.
" kenapah kamu berubah jin, kamu memaksa dan menyiksaku dua malam seperti ini, lihat tubuhku, tidak bedanya seperti jalangmu". jawab azera menangis memukul punggung seokjin yang memeluknya sangat erat.
" aku melakukan ini kepada istriku bukan jalangku. kamu... istriku... paham". ucap seokjin penuh penekanan.
Di baliknya tubuhku dan terlentang dia atas sofa. tanpa melepasnya. selimut yang tadi menutupiku kini ada di bawah . seokjin menatapku,
payudara dan perutku begitu banyak bekas gigitan dan kismark. aku pasrah atas tubuhku.
Seokjin menatapku dengan tangan mengusap luka gigitan di dadaku.
" apah ini sakit" . tanya seokjin. lalu mengusap ujung payudaraku yang sudah menegang dan payudaraku membesar.
" yang ini sakit juga " . ucap seokjin memainkan putingku. aku memejamkan mataku dan mengangguk. menggigit bibir bawah aku.
tubuhnya memulai aksinya lagi di bawah sana. tubuhku tergoncang saat hentakan keras itu membuat aku mendongakan wajahku dan membusungkan dada . menekan tangan seokjin di atas payudaraku.
__ADS_1
kakiku melingkar di pinggul seokjin. dan seokjin sekarang sudah tidur di atasku dengan mulut mengulum menyesap payudaraku disana dengan lidah menyapu putingku lembut.
"jin cukup " . ucapku menangis. perih di bawah sana sangat mendominasi. soekjin semangkin kasar.
"aaaah sssh eennggghh jiin sakit hhah ah stop jin aku mohon aaaaakkkh " . racau azera menangis memukul tubuh soekjin dengan tenaga sisanya.
Dengan mengangkat aku dan memindahkan aku tiduran di meja kaca di samping sofa. dengan kuat dan cepat seokjin memaju mundurkanya.
aku menjerit menangis.dan nikmat itu bercampur.
"Aaaaaaaggrrrh". teriakku, tubuh aku bergetar dengan keluarnya cairan dari tubuhku. keringatku sangat banyak tubuh dan wajahku sangat merah. rambutku berantakan menjuntai di bawah meja.
" berhenti jin aku mohon ". ucapku memohon sangat lirih. tapi soekjin mengangkat satu kakiku di taru di bahunya dan memulai lagi aksinya.
aku menangis menahan sakit dan desahanku saja yang terdengar. keringat soekjin bercampur di tubuhku.
3 jam berlalu. seokjin organsme di dalam sana dengan tangan meremas kuat payudaraku.
aku menyusul organsme kedua aku bersama dia. seokjin melepasnya. dan duduk bersandar disofa. dengan nafas terengah2 menatap aku dengan tersenyum.
kedua kaki aku menjuntai ke lantai dengan lemas. nafasku sama denganya naik turun.
aku berusaha bangun tapi tidak bisa. tubuh naken aku jadi tontonan paforitnya sekarang.
seokjin bangun dan merangkak ke atas tubuhku.
" aku mau lagi " . bisiknya lirih dengan tangan yang sudah meregangkan kedua kakiku.
Aku membulatkan mataku dan menggeleng pelan.
" tubuhmu bagai candu sayang, aaah". seokjin berhasil menghujamkan miliknya ke senggamaku yang sudah beberapa kali dia mainkan.
"kamu milikku " . teriaknya dan menghujamkamnya lagi sampai aku terguncang. rambut pendekeku berantakan keringat kembali membanjiri aku.
sekarang aku hanya bisa melenguh pelan. wajahku pucat pasi seluruh tubuhku tidak bisa bergerak. aku hanya bisa menangis dengan tangan memeluk kepalanya yang sedang brada di payudaraku.
" jin sakit". suaraku lirih dengan air mata merembas sangat deras. di atas meja kaca itu tubuhku di lahap habis. organsmeku sudah beherapa kali tapi seokjin belum juga menyusul.
pukul 17:00 seokjin telah membawa tubuh tak berdayaku ke atas sofa. lalu dengan tekanan sangat kuat dia menyesap payudaraku dan menyemburkan cairan hangat itu lagi ke rahimku.
" terumakasih sayang" . ucapnya ******* bibirku dan mengusap keringat di keningku. aku memejamkan mataku sangat lelah.
" jangan jin aku mohon". rengek aku karna seokjin menyesap bagian sensitif di bawah sana dengan mulutnya dan lidahnya menyapu seluruh bagian tubuhku yang sudah jadi candu baginya.
" aku tidak akan melakukanya lagi, kita mandi ". ucapnya dan membawa tubuh lemasku ke kamar mandi.
lalu kami mandi, lebih tepatnya aku di mandikannya dengan lembut dan teliti.
tubuh nakenku dia taruh ke atas kasur. dan mengambil baju nya untuk aku kenakan. mengeringkan rambutku dengan posisi aku bersandar di dadanya. karna tenagaku habis.
__ADS_1
selesai itu aku di baringkan ke atas kasur. dan dia menyusul memeluk tubuhku. soekjin hanya memakai jubah mandi. kami terlelap.....