
Pukul 15:00 Kita di depan gerbang taman hiburan di kota ini, aku memakai topi dan dres di atas lutut dan sepatu dengan warna senada dengam bajuku berwarna putih. sedangkan mimi, hari ini memakai jeans pendek, baju hitam dan sepatu putih senada dengan kaos kakinya.
mimi sangat menyukai semua wahana disini. aku hanya duduk menemaninya di kursi kayu di bawah pohon. sambil menunggu mimi yang asik bermain dengan temanya ...
Tanpa aku sadari ternyata ada dua pasang mata indah melihatku dan berjalan ke arahku.
"azera... apah ini kamu". Suara yang sangat aku kenal. aku mendongakan wajahku dan melihat orang yang bahkan tidak pernah aku bayangkan akan bertemu mereka disini.
" iyah.. kamu azera". Ucap penti padaku dan aku berdiri hendak pergi. lalu berhenti sejenak.
" Anda salah orang nona ". Ucapku dalam bahasa jepang. lalu joong berucap yang membuat aku seperti di cambuk seketika.
"Kamu mungkin bisa melupakan kita, tapi kamu harus ingat, di dalam perutmu itu adalah keponakanku, kamu tidak bisa merubahnya ". Ucap. joong berdiri di belakangku bersama penti.
" ini anakku! kamu harus ingat ini. anakku tidak punya hubungan apapun dengan keluarga kalian".Ucapku masih membelakangi mereka dengan penuh penekanan, menahan perih di mataku karna kenyataan yang tidak akan pernah bisa aku rubah.. Anak ini adalah keponakanya.
" bisa kita bicara azera, aku rasa banyak hal yang harus kamu jelaskan kepada kita, kamu tidak akn pernah tau gimana gilanya jin mencarimu, dan gimana sedihnya mami mengetahui kamu hilang begitu saja ". Ucap penti menjelaskan semuanya dan mendekat. memegang tanganku yang gemetar menahan tangis.
"Apah jin tau soal anak ini, apah mami juga tau soal ini ". Tanyaku datar masih memandang lurus dengan pikiran yang ntah kemana.
" Mereka tidak ada yang tau. hanya kita berdua yang tau, saat itu aku tidak sengaja mendengar percakapanmu waktu wisudamu dulu bersama ayu dan megha". jawab penti. masih memegang pergelangan tanganku.
Aku berbalik menatapnya. lalu joong ikut mendekat dan mengusap ujung kepalaku.
Aku melihatnya dengan mata berkaca. ntah kenapah hati aku sangat sakit melihat wajahnya yang begitu mirip dengan seokjin.
" Melarikan diri dari masalah itu hanya akn menambah masalah lagi ra, hadapi dengan berani dan lewati semua masalah itu akan lebih bagus ". Ucap joong padaku. aku menunduk dan mulai menangis.
Masih berdiri di tempat yang sama kita bertiga sekarang.
"Sebelum aku pergi aku menemuinya, dan dia berbicara aneh, aku tidak mengerti. dia membenarkan semua fikiranku saat itu. berbicara tanpa melihatku, Aku rasa pergi menghilang dari kalian adalah cara yang benar untuk kita melanjutkan hidup". Jawabku dan menoleh kesamping karena mimi memanggilku dan membawa dua buah ice cream di kedua tanganya.
Sebelum joong menjawab. mimi datang mendekat.
" Kaka ". Ucap mimi menatapku lalu menatap penti dan joong bergantian.
__ADS_1
Mimi membungkukan tubuhnya dan tersenyum. Aku memperkenalkan mimi kepada Merek.
" oppa, penti. kenalkan dia mimi adikku ". Ucapku
" haii mimi, aku seokjung dan ini tunanganku penti ". Ucap joong merangkul bahu penti dan tersenyum.
" hai mimi ". lanjut penti mengangkat tanganya dan tersenyum.
" Haii.. ka " . jawab mimi dan melihat ke arahku.
Kami mengobrol dan memutuskan untuk ke restoran terdekat. lumayan lama kami mengobrol. dan ternyata penti dan joong ke jepang karna sedang berlibur 2 hari dan ini hari terakhir mereka di jepang.
" jadi ra... apah kamu yakin tidak ingin membri tahu anak itu pada jin ". Ucap joong di sela2 obrolan. lalu suasana bertambah serius.
" Tolong jangan beritahu anak ini pada seokjin atau mami, aku akan menjaga dia baik2 oppa, Aku mohon ". Ucapku memohon pada joong.
" mengurus anak seorang diri sangat sulit ra". Ucap penti dan mimi hanya memainkan ponselnya saja di sampingku.
"Apah keluargamu tau siapa ayah anakmu". jawab joong menatapku serius.
" jangan egois azera. anakmu butuh ayahnya ". Ucap joong lagi.
" jangan memaksaku oppa. anak ini hanya anakku itu cukup, aku bisa membesarkanya sendiri ". Jawabku dan joong menghela nafas panjang.
" Baiklah, kamu bisa bicara semaumu azera, dan aku menghargai keputusanmu, karna memang adikku yang bersalah". ucap joong lalu minum.
"maafkan aku oppa, aku benar2 tidak ingin anakku tau kalo ayahnya seorang idol ". Jawabku. lalu penti mengusap punggung tanganku.
"Aku mengerti azera, maafkan kami". Ucap penti dan aku tersenyum mengusap air mataku.
"kamu bisa menghubungiku atau penti jika butuh seauatu, kita akan ada buat kamu dan anakmu". Jawab joong mengusap ujung kepalku.
Aku mengangguk dan tersenyum kepada merka. "Terimaksih".
Lalu kami segera keluar lestoran. berdiri di halaman tempat kami makan tadi. joong menawarkan diri untuk mengantarkan aku. tapi aku menolak.
__ADS_1
" Tidak usah oppa, aku dan mimi akan naik bus saja. tidak jauh juga dari sini". Ucapku
" Ikut dengan kami saja ra, cuaca sepertinya akan hujan ". Ucap penti
" biar aku antarkan kalian, ayo masuk". Ucap joong menunjukan mobilnya.
"tidak usah oppa, aku naik bus saja. lagian. kalian akan pulang malm ini bukan. aku akan baik2 saja ". ucapku dan akhirnya mereka mengalah.
" baiklah kamu hati2" . ucap penti tersenyum
"Kamu jaga keponakan kita dan mamanya yak adik manis". ucap joong tersenyum pada mimi.
"siap oppa tampan ". jawab mimi berlaga hormat. lalu kami tertawa. akhirnya joong penti masuk. mobil dan melambaikan tanganya..
Mobil itu melaju meninggalkan aku dan mimi. aku menatap hilanya mobil itu. mimi menyenggol lenganku.
"Apah dia kakanya oppa jin ka". ucap mimi. aku mengangguk dan berjalan meninggalkanya yang sedang mengoceh.
"Tuhan... kenapah kamu memberiku kaka budeg ini ".Ucap mimi berteriak. aku melihatnya dan menyentil jidatnya.
"Dasar bodoh. kamu gila mi. liat orang2 melihatmu". ucapku. mimi terkekeh dan memeluk aku. sambil terus berjakan di trotoar kota ini. kita bercanda di sepanjang jalan..
Sangat menyenangkan. mimi bolos kuliah karna dia oon. melupakan itu... dan baru ingat saat kita hampir sampai rumah....
" kaka....... ". Teriak mimi di belakangku. kamu sudah sampai depan pintu rumah.
"Astaga mimi. ada apah teriak2 mulu ****". Ucapku kesal.
"Kuliahkuuuu oon. aku lupa". jawab mimi mewek.
" ahahah dasar nenek". Aku tertawa dan masuk kerumah.
"gimana dong ini. ". jawabnya di belakangku.
"minta salinan aja sama temen kamu ". jawabku dan masuk ke kamar. mimi juga masuk ke kamarnya.
__ADS_1
hari yang melelahkan. untung cebong kuat di ajak jalan2....😂😂😂