
Kim seokjin..
" aku akan mengikutimu untuk ikut memgambil alih perusahaan, tapi jangan ganggu adik2ku " teriak aku pada ayahku. yang sedang duduk di kursi kebanggannya.
" satu lagi, aku akan turuti semua mau mu sekalipun aku meninggalkan karirku, tapi tidak dengan bertunangan" sambungku lagi.
" apah karena pelayan itu! " teriak ayah menatapku.
" dia wanitaku bukan pelayan tuan kim yang terhormat" ucapku penuh penekanan.
"kau memilih pelayan itu ketimbang nura! nura dari kluarga park, dia anak sahabatku, aku sudah merencanakan ini, pertunanganmu dengannya sudah aku tentukan" ucap ayah membuatku mengeratkan tanganku.
" aku tidak akan datang. terserah mau mu, aku sudah menerima semua syaratmu tapi tidak dengan yang trakhir " ucapku menatap ayah marah.
" kau ayah paling egois yang pernah aku tau, menjual anakmu demi bisnis mengorbankan kebahgiaan anak2mu demi uang " ucapku lantang lalu beranjak pergi sebelum aku sampai pintu, suara ayah memberhentikan aku,
" jika minggu depan kau tidak datang, aku pastikan pelayan itu meninggalkanmu tanpa aku suruh jin " teriak ayah.
" brengsek! berani kau sakiti dia, kau sentuh dia seujung kukupun, aku akan melihatku menghancurkan ayahku sendiri " teriakku geram dan membanting vas bunga di meja samping pintu, lalu keluar dan menutup pintu dengan keras.
Aku keluar dari ruangan ayahku dengan wajah masam kekesalanku pada dia menjadi benci, bagaimana bisa seorang ayah menjadi tidak berperasaan hanya karna harta.
aku keluar kantor, memakai masker dan topiku melajukan mobil ke rumahku...
...~~~...
" siang tuan " ucap bibi pada jin. aku melihatnya dari tangga, wajahnya begitu prustasi, menatapku dengan tatapan lain tatapan yang sama seperti waktu itu.
aku mengurungkan niatku dan berjalan ke arahnya. " kenapah " tanyaku.
jin hanya menatapku . " jiiin kenapah" tanyaku sekali lagi dengan tangan memegang kedua pipi jin. menatap wajahnya.
" aku tidak papah sayang, peluk aku " suaranya keluar dan merentangkan tangannya, aku memeluk jin dan jin mengeratkan pelukanya poseseif. membenamkan wajahnya ke leherku, lengan kekarnya melingkar di pinggangku.
" aku ingin kamu percaya padaku jin. aku ingin. kamu menceritakan semua masalahmu padaku, tapi aku tidak akn memaksamu untuk mengatakanya padaku " batinku masih dalam pelukan jin...
" apah kau bosan dirumah " tanya jin dan melepas pelukanya. " sangat,, tapi saat kau pergi saja " ucapku tersenyum. " dasar , kita keluar sekarang, kau bersiaplah, aku tau tempat cantik di daerah sini " ucapnya padaku.
" oke bos, kau tunggu aku " jawabku dan menaiki tangga dengan gembira. aku melihat jin dari atas dan dia tersenyum padaku.
.....~~~......
Aku berlari kecil dari atas menuruni anak tangga,
" sayaaaang... aku udah siap " teriaku dan tersenyum lebar. jin masih duduk di sofa, dia sudah ganti baju santai. jin malah menatapku dan tidak menjawab. " iiih jiiiin ayoo" aku menarik. lengaan jin tapi dia malah tersenyum.
aku melihatnya ngambek,
" yaudah ngga usah keluar " ucapku membanting lengan jin. dan duduk di sofa samping jin melipat tanganku cemberut.
" uuuuh sayang, sini cium dulu biar tenaga aku full " ucap jin menatapku memiringkan kepalanya dan mendekat pelan ke wajhku.
" jin ada bibi " ucapku menjauhkan wajahku.
" tidak peduli " ucap jin dan memeggang tengkukku.
aksinya berhasil, ******* bibirku pelan,.
__ADS_1
bibi melihatnya, aku malu dan memejamkan mataku membalas setiap lumatan jin padaku . meski bibi hanya tersenyum dan berjalan lurus ke luar rumah. jin tersenyum dan melepaskan lumatanya. aku mengkrucutkan bibirku menatap sebel jin yang tersenyum menang.
" kenapah, apah kurang" ucap jin. mengacak rambutku. " hmmmmm" jawabku menutup langsung mulutku dan menggeleng cepat. tawa jin menggema.
"aku ingin melihatmu seperti ini setiap hari " ucapku tanpa sengaja, menatap jin.
" hah! .. kenapah " ucap jin.
" tidak.. papah, ayoo jin katanya mau mengajak aku keluar. " ucapku mengalihkan pembicaraan.
" ayoo " jawabnya. menggandeng tanganku keluar rumah . lalu kita berjalan sebentar...
kita berjalan menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu, sambil mengobrol seadanya saja...
" jin biar aku saja " ucapku saat jin jongkok dan membetulkan tali sepatuku yang lepas.
" udah selesai sayang, ayoo" jawab jin berjalan kembali.
" terimakasih " ucapku menatapnya dari samping. jin tersenyum dan memeluk pinggangku.
" jin besok aku masuk kuliah pagi" ucapku pada jin. " aku tau sayang, nanti aku akan mengantarmu" jawab jin terus brjalan. jin membawaku kesuatu tempat yang indah, aku memghirup udara yang sangat nyaman. cukup lama kita disini. hari mulai gelap.
" ayo pulang... " ucap jin.
" gendong" jawabku tersenyum, jin membalas senyumku dan menggendongku. aku memeluk dia dan merebahkan kepalaku di pundak jin.
" apah kamu merindukan momy dan kakamu itu" tanya jin, yang trus berjalan kearah rumah, dengan aku yang stay di punggungnya.
" sangat, tadi siang momy sama ka ayu mengobrol denganku ditelvon, kamu tau jin, momy adalah bundaku di sini, ka ayu juga melengkapi aku dia seperti kaka kandungku, padahal dulu kita hanya temen chat saja, aku tidak berfikir akan tinggal lama dengan mereka seperti kemaren, sama halnya denganmu, aku tidak pernah prcaya kau bersamaku seperti ini " ucapku panjang lebar.
" terus terus " ucap jin membuatku kesal.
pagi...
Aku melihat sekelilingku, jin tidak ada dikamar sepagi ini, lalu aku turun tangga.
" bibi apah kau melihat jin " tanyaku pada bibi yang sedang memasak di dapur.
" di halaman depan non " jawab bibi
" terimakasih bi " ucapku dan berlari ke halaman. aku melihat jin dia sedang berolahraga. aku memeluk jin dari belakang.
" apah kau sudah mandi " tanya jin padaku yang masih memeluknya.
" belom " jawbku jin membalikan badanku dan mengangkat aku.
" jiiin turunkan aku " teriakku. jin berjalann membawaku masuk ke rumah.
" bi siapkan susu coklat hangat " ucap jin pada bibi. dan berjalan ke tangga.
brukk!!!
jin menjatuhkan aku diatas kasur,menatap aku, dan aku memundurkan badanku.
" ada apa jin, kau jangan menakuti aku " ucapku gemetar jin merangkak pelan mendekati aku.
" jiin ini tidak lucu " ucapku ketakutan.
__ADS_1
jin trus merangkak mendekati aku, aku berhenti mundur karna punggung aku menyentuh ranjang.
jin memegang paha aku perlahan, itu membuatku panik, aku melihatnya, jin menatapku tanpa ekspresi. tanganya naik ke perutku, jin tepat di atasku, menyibakan tantopku, dia mencium perut rataku,
" ahahah jiiin berhenti " teriakku disertai tertawa. karna ini sangat menggelitik perutku.
" ini hukuman untukmu, pagi2 membuatku gemas" ucap jin dan dia melepas tantopku.
dan aku kalah, kalah untuk melawannya, semua yang ingin dia lakukan pagi itu dia lakukan dengan lancar. nafasku berat hampir saja kita hilang kendali pagi itu, tapi jin sadar dan menghujani wajah berkeringatku dengan ciuman dan membawa tubuhku ke kamar mandi, dia menaruh badanku ke bathtub. jin mandi di bawah sower ...... selesai mandi jin melilitkan handuk dan keluar.
aku sudah selesai dengan aktivitasku di kamar mandi, selesai memakai pakaian, siap untuk pergi ke kampus. kita brdua memakan sarapan kita masing2 hanya senyuman saja, tidak ada suara diantara kita.
" kenapah jadi canggung begini sih" bantinku melirik jin.
" nanti pas kuliahmu selesai kabarin aku, biar aku yang menjemputmu saja " ucap jin mencairkan suasana. aku mengangguk paham...
...~~~......
kampus
" kamu hati2 di jalan sayang " ucapku mencium pipi jin. " yang kanan " jawabnya. " dasar kau ini " ucapku. kita tertawa.
aku keluar mobil, karna jin mengantarku tidak di depan kampus, aku harus menyebrang, di depan gerbang ada momy dan ka ayu melambaikan tangan.
aku berjalan melihat jin yang berdiri disamping mobil dengan pakaian seprti biasa di tambah topi dan masker, aku tersenyum dan mengangkat tanganku.
.
.
.
.
" era...... awaaaaaas!! " teriak momy dan ka ayu bersamaan. saat sebuah mobil melaju dengan cepat.
" apah kau tidak papah" jin menatapku khawatir, yak? untung tadi jin menariku dengan cepat.
" aku tidak papah sayang " jawabku mewadah wajah jin, dan mata khawatir itu.
jin memeluku erat. " aku tidak bisa melihatmu terluka itu sebuah kematian untuku " ucap jin.
aku memeluk pinggang jin. " aku baik2 aja lihat sekarang, kamu jangan khawatir, kau ingat kata2mu dulu, tidak akn ada yang bisa menyakitiku selama aku bersamamu . kau ingat" jin mengangguk dan memeluku lagi. semua mata tertuju padaku..
" apah kau baik2 aja ra" tanya momy. dan langsung menariku dari pelukan jin.
" ada yang terluka, gimana kau bisa seceroboh itu saat menyebrang, membuat jantung kita mau copot saja " ucap ka ayu marah dalam kekhawatiran. dia memeluku. dan momy juga memeluku.
" aku baik2 saja, kalian lihat aku masih utuh " ucapku melepaskan pelukan momy dan ka ayu.
" terimakasih jin " ucap momy. membungkuk dan di ikuti oleh ka ayu.
" dia tanggung jawabku sekarang " ucap jin.
" apah kita pulang saja " ucap jin lagi padaku.
" apah kau bodoh, aku kuliah pagi sebentar lagi masuk" ucapku momy dan ka ayu tertawa...
__ADS_1
jin pamit pergi, aku masuk ke kampus bereng kedua sahabatku ini dan mulai belajar seperti biasa.....