Dear Era

Dear Era
Melelahkan


__ADS_3

.


Aku bahagia juga cemas bersamaan. Sore tadi mami seokjin menemuiku dan menjelaskan semuanya bahwa seokjin sibuk dengan perusahaanya bulan2 ini.


Ayahnya sudah berubah, dia akn menerima semua pilihan seokjin, dan seokjin memilih untuk menjalankan keduanya, dia akn membantu ayahnya di prusahaan dan tidak akan meninggalkan BTS jadi dia sangat sibuk.


Mengenai rumor beberapa hari yang lalu itu hanya karangan reporter saja, itu semua seokjin lakukan agar bisa menekan berita heboh bebberapa bulan lalu tentang aku dan dia, di bawah hujan deras yang sempat menjadi nyinyiran para fans.


.


.


.


.


.


.


Pukul 20:30 Aku berjalan cepat ke dapur dan masuk ke kamar mandi. aku sangat mual dan pusing, tapi di rumah tidak ada siapapun. karena momy dan ka ayu bilang malam ini tidak pulang.


hoekk!!!


" Jangan manja dong bong, aku lemes banget ". Ucapku duduk di kursi meja makan. dan mengusap perutku. Aku akan mual kalo aku inget seokjin, sepertinya cebong tidak mau aku mengingat Ayahnya. tapi aku sangat merindukan seokjin.


Ntah kenapah malam ini aku ingin tidur di peluk denganya. Aku kembali ke kamar dan berusaha tertidur karna mualku sudah mereda.


ding... dong...


Baru saja mataku akan terpejam tapi suara bel rumah berbunyi. aku segera turun dan keluar kamar.


"bukanya tadi kasih kabar akan menginap malam ini ". Ucapku berjalan ke arah pintu, memikirkan yang datang itu adalah momy dan ka ayu.


cklek..


Pintu terbuka dan aku menatap siapa yang datang lalu mundur, pria yang aku rindukan berada di hadapanku dengan pakaian berantakan, dasi maron senada dengan jas dan celananya itu berantakan, kancing jas itu terlepas, raut wajah kelelahan itu menatapku dan tersenyum lebar.


" jin ". Ucapku, menatapanya tak percaya. seokjin memeluku sangat erat.


" aku merindukanmu". ucapnya memasukanku dalam pelukanya. lalu menutup pintu dan menguncinya kembali.

__ADS_1


" mandilah aku siapkan makanan untuk kamu". melepas pelukannya dan berjalan meninggalkan seokjin di sofa ruang tv.


"Apah megha dan ayu sudah pergi". ucap seokjin berdiri di sampingku. Aku mencincang bahan masakan untuknya.


" sudah, kamu tau mereka pergi kemana?". jawabku masih sibuk memotong2 bahan masakan.


" Tentu, mereka pergi ke Daerah xxx kerumah baru joong dan penti". jawab seokjin lalu pergi masuk ke kamarku mengambil handuk.


"Kenapah mereka tidak mengajak aku". tanyaku saat seokjin keluar dari kamar dan berjalan ke kamar mandi.


" Karena aku menyuruh mereka tidak mengajakmu, aku ingin berdua saja malam ini ". Jawab seokjin dan masuk ke kamar mandi. Meninggalkan aku yang hendak marah, tidak jadi. dengan kesal aku selesaikan masakanku untuk seokjin dan duduk menunggunya selesai mandi.


Aku merebahkan kepalaku di meja makan, tidak tau rasanya selama ada cebong aku gampang lelah.


"Kau sudah makan". Tanya seokjin yang membangunkanku dengan mencium pipiku tadi. Sekarang dia duduk di sampingku dan memakan makanannya.


" sudah, kamu habiskan saja, aku masuk ke kamar dulu aku lelah". Ucapku berdiri lalu melangkah hendak meninggalkannya. Tapi soekjin menggengam pergelangan tanganku dan menariku duduk di pangkuanya.


" Temani aku makan". Ucap seokjin mencium pipiku dan melingkarkan tanganya di pinggangku.


" Aku ngantuk jin ". Jawabku menatap seokjin.


Lalu seokjin mengangkat tubuhku dan membalikan badanku menghadap soekjin. aku melingkarkan lenganku di lehernya karna terkejut.


" Biasanya juga seperti ini kan". jawabnya menciumi pipiku gemas.


" aah jiin, cepat habiskan makananmu". Ucapku mewadah wajah seokjin. dan kita berciuman cukup lama. tangan seokjin mulai aktif di tubuhku, saat tanganya tepat di payudaraku, aku menghentikanya.


" Cukup jin, cepat habiskan makananmu". Ucapku. lalu seokjin terkekeh dan aku merebahkan kepalaku di bahu lebarnya. tak terasa aku tertidur di pundaknya.


Seokjin menghabiskan makananya dan membawaku yang tertidur ke kamar.


Aku membuka mataku menatap seokjin yang sedang tertidur memeluku, Perlahan aku memajukan wajahku dan mencium bibirnya.


"hmmm". lenguhku karna seokjin menekan tengkuku dan memperdalam ciumanya di bibirku. seokjin berhenti dan tersenyum tanpa melepas lumatanya.


Tangan seokjin mengabsen setiap inci tubuhku dengan lembut dan bibir saling berpangutan. tubuhku berada di atasnya. dengan lancar soekjin melepas bajuku dan bajunya tanpa aku sadari semua pakaianku terlepas dari tubuhku.


"Jin ". Ucapku mengusap kepala seokjin yang berada di dadaku. Lenguhanku terdengar jelas saat soekjin menyesap ujung payudaraku dengan perlahan namun pasti.


" ssshhh aaaaakh jiiiin". tubuhku menegang dan seokjin melepasnya menatapku dan tersenyum.

__ADS_1


Tubuhnya berada di antara kedua pahaku menindihku dan memebnamkan miliknya perlahan.


" aaahhh jin ". Desahku saat milik seokjin tertanam di daerah sensitifku.


Perlahan seokjin melakukanya menciumi tubuhku dengan nafsu, " Aaaaakkkh jiin ssh aah". desahku pecah seokjin melakukanya sedikit cepat.


" Tetap percaya padaku apapun maslahnya sayang" . Ucap seokjin dengan tubuhku terguncang di bawahnya.


" Pelan2 jiiin aaah". Balasku meremas bahunya. aku sadar jika jin melakukanya dengan liat, itu membahayakan anakku.


" Sebntar begini saja ". Ucap jin menghentakan miliknya makin dalam.


" Aaaaaaarrrrgggh jiiiin". Tubuhku menegang dan cairan itu merembas dari tubuhku. aku mengatur nafasku yang terengah2 di bawah tubuhnya, soekjin masih melakukanya perlahan.


" Aku menyukai wajahmu saat seperti sayang". Ucap jin mengusap keringat di wajahku dan tubuhku, Aku tersenyum dengan wajah memerah.


" Aaaah jangan cepat2 jin perlahanlah". jawabku menyuruhnya memperlambat ritme doronganya.


" tidak bisa sayang, ini terlalu pelan". jawabnya mempercepat henatakanya. membuat aku takut terjadi apah2 dengan anakku.


"Aaaaaaaaaarrrggghh jiiiin setoop". Erangku menycapi klimaks keduaku dan tubuhku melemas di bawahnya. seokjin perlahan dan mempercepat gerakanya.


Tidak lama seokjin memelukku dengan erat dan meremas payudaraku. memaju mundurkan tubuhnya perlahan lalu memepercepatnya lagi.


setengah jam berlalu dan... " Aaaaaaarrrggh". erangku barengan dengan seokjin tubuhku menegang mencengkram seperi dengan kuat. klimaks ke tigaku dan di susul semburan hangat di dalam tubuhku karnanya. lalu seokjin menciumku dan melepaskan miliknya dariku.


" Apapun yang orang isukan di luar sana nanti, aku harap kamu tetep percaya padaku, aku mencintaimu sayang sangat".Ucap seokjin memeluku dan mengusap keringat di wajahku mencium lembut lalu memasukan tubuhku dalam dekapanya.


"Aku mencintaimu jin". Ucapku mengusap dada bidang seokjin yang penuh keringat.


" Aku tau ". Jawabnya mengusap punggungku.


"aku membencimu". Ucapku berbohong.


" Kamu tidak akan bisa sayang". Jawabnya dan menggingit telingaku. aku mendongakan wajahku hendak marah tapi dengan cepat seokjin menyesap bibirku dengan lembut. dan kami berciuman cukup lama.


" Dasar mesuuuuum, kesel iiih ". Teriak aku dan mendorong dada seokjin lalu aku memunggunginya.


" Ahahah marahmu tidak lucu". ucapnya memeluku dari belakng.


" bodo". ucapku memeluk selimut.

__ADS_1


" jangan marah, nanti aku naik lagi, aku ngga kamu kamu kelelahan karna besok wisudamu". Ucapnya membuatku membalikan tubuhku menghadapnya dan melotot.


Seokjin tertawan dan memeluku dengan erat. aku membalas pelukanya dan memebenamkan wajahku di dadanya. " tidurlah, saranghae ratuku". Ucap seokjin dan kita tertidur hingga pagi....


__ADS_2