Dear Era

Dear Era
pindah rumah


__ADS_3

" sayang cepatlah, bawa yang penting saja nanti yang lain bisa nyusul" triak jin di luar kamar.


iyah? hari ini adalah hari kami pindah rumah, dia berteriak karna aku cukup lama di dalam kamar.


" iyah iyah ini aku selesai " ucapku berjalan ke arah jin. " aku bilang bawa baju secukupnya saja baju yang lain tidak usah, kenapah samapi dua koper " ucap jin menatapku. " nanti aku pakai baju apah jika tidak membawa. telanjang " ucapku kesal. " hahahha itu lebih bagus, aku suka " ucapnya disertai suara gelak tawanya. " kau... " teriaku jin menarik lenganku dan mencium pipiku.


" udaah ayoo , tadi aja teriak2 kaya emak tiri " protesku karna jin memeluk pinggang aku.


kita mirip pengantin baru sekarang.ahahha


jin memasukan koperku tapi tidak dengan baju2 ku, koper yang satu dia tinggal di apartmennya dan. koper yang satu dia bawa, di dalam mobil aku hanya memggerutu kesal, bagaimana bisa laki2 yang aku idolakan ini mnjadi laki2 paling menyebalkan.


" disana sudah ada pakaian kamu, jadi yang disini biarkan saja " ucap jin dengan pokus memgemudi,


" lalu kenapah tadi kau menyuruhku memebereskan. pakaian bodoh " ucapku marah. jin tersenyum dan mengacak rambutku, aku marah dan membalikan. badanku menghadap jendela. aku melihat jalanan yang kita jalani ini sangat asing,


" jin kita akn kemana " ucapku tanpa melihat jin.


" kerumah kita " jawabnya. membuat aku menoleh,


" maksud kamu " tanyaku menatap wajah tampan jin yang fokus mengemudi.


" dia tau alamat apartmenku, aku tidak mau siapapun mengganggu kita, lagian ini rumah yang aku siapkan untuk keluargaku, istri dan anak2ku " ucapnya membuat aku tidak percaya.


kim seokjin yang di hadapanku ini apakah benar2 jinieku, jinie yang aku impikan menjadi jodohku sejak SMA, jinie yang membuat aku punya kekasih meski dia ada tapi hanya posternya saja yang bersamaku, tiba2 ketakutan datang menyelimuti pikiran dan hatiku.


" jin apah aku boleh bertanya" tanyaku pada jin.


" iyah, tanya saja, aku akn jawab kalo aku tau " balasnya. pokus pada jalanan.


" jiin..." ucapku ragu. lalu melanjutkan perkataanku.


" jiin kenapah kamu menolak bertunangan dengan nuna nura? dia sangat cantik, dia denganmu sebanding, sedangkan aku, aku hanya fansmu dari negara kecil, bahkan aku bisa kuliah disini saja aku berayukur, menjadi istrimu yang sesungguhnya itu hal jauh dari pikiranku " . ucapanku lancar. jin. menginjak rem dengan lancar aku kaget, saat mobil berhenti aku pikir jin marah dan menurunkanku ditengah jalan. ternyata salah.


"banyak bicara, turunlah, ini rumah kita " ucap jin membukakan pintu mobil , aku tertegun yang dia bilang rumah ini mirip istana dia yakin ingin kita berdua tinggal di rumah segede ini.


" kau yakin jin, kita tinggal di sini " tanyaku pada jin, yang menggandeng tanganku masuk ke rumah, pintu yang sangat tinggi.


" ini rumahmu jadi kamu bebas disini " ucapnya. wanita berumur 40 tahunan datang membukakan pintu dari arah dalam dia. sangat ramah. " selamat datang tuan, nuna " ucapnya membungkukan badan aku tersenyum dan membungkukan badanku, jin hanya tersenyum.


" iyah bi. oh yah suruh mang jefri bawa koper azera ke atas " ucap jin..

__ADS_1


" dan iyah bi, ini. nuna azera dia calon istriku ". ucap jin memperkenalkan aku, dan aku tersenyum.


" salam nuna, aku bi mila, nuna panggil saja aku bibi " ucap bibi memperkenalkan diri dan trsenyum.


" silahkan masuk. bibi sudah rapihkan semuanya tuan" . ucap bibi.


" bibi pamit ke dapur dulu" lanjut bibi dan. setelah di ijinkan oleh jin... bibi mlanjutkan pekerjaanya. jin membawaku ke kamar lantai dua, kamar utama tentunya. dia menyuru aku istirahat. jin keluar karna dia ada pekerjaan ntahlah. seperginya jin. aku tertidur.


...~~~...


aku bangun karna ada seseorang yang menrebahkan tubuhnya diatasku. melingkarkan tanganya di pinggangku, dan membenamkan wajahnya di dadaku, aku memeluk kepalanya dan membiarkanya disana,


" ada yang kau sembunyikan dariku jin, kau seperti ini saja aku bisa tau kalo kamu sangat tertekan " batinku


aku mencium pucuk kepala jin, memeluk sayang dan membiarkan apapun yang jin. lakukan di tubuhku...


" apah kau melupakan makan siangmu tadi, nyonya kim" ucap jin.


" aku menunggumu " jawabku. masih dengan tangan mengusap lembut rambut jin.


" maafkan aku sayang " ucap jin mengusap pipiku.


" aku pulang dari luar langsung mandi, melihat mu tidur seperti ini aku ingin memakanmu" ucapnya membenamkan wajahnya disana.


" hentikan jin, ayo makan, aku sangat lapar " ucapku mengangkat kepala jin .


" ayo bangunlah " ucap. jin memegang pergelangan tanganku, karna. aku masih rebahan jin bingung.


" katanya laper, mau makan atau kamu yang aku makan " ucap jin masih berdiri di hadapan aku.


" gendong depan " ucapku manja mengangkat kedua tanganku. " manja" ucap jin lalu mengangkat aku.


jin berjalan ke lantai bawah untuk makan, aku melingkarkan kakiku di pinggangnya, dan mengalungkan tanganku di lehernya.


" aku mau jadi wanita egois untuk hal ini jin " ucapku menatapnya yang sedang fokus menuruni tangga. jin memegang pinggangku dan trus brjalan.


" aku sudah bilang. disini kamu bebas dear " ucap jin dan. menurunkanku ke kursi ruang makan.


aku menatap makanan di meja ini.


" banyak banget, bibi mana jin, aku tidak melihatnya" ucapku menatap jin yang sedang memberikan aku makanan.

__ADS_1


" bibi sama pak jefri tidak tinggal disini, mreka datang pagi pulang sore hari " jawab jin.


" makanlah " lanjut jin. dia duduk di samping aku.


" kamu tidak makan " ucapku.


" tidak sayang. aku akan memakanmu setelah kau kenyang" jawab jin santai. membuat aku menghentikan kunyakanku dan melotot, jin malah ketawa.


" makanlah kenapah melotot begitu " ucap jin tanpa dosa. lalu aku melanjutkan makanku. tapi jin malah menatapku saja.


" aaaaaaaa.... buka mulutnya " ucapku menyuapi jin makanan. jin tersenyum lalu membuka mulut.


aku menyuapi jin trus sampai makananku habis.


" kamu suda mandi sayang" ucapku tanpa sadar memanggil jin sayang. dan berjalan ke dapur membawa piring kotor yang tadi bekas makanku.


" eeeh jiiin " aku kaget jin memeluku dari belakang dan mencium leher dah bahu aku. karna tanganku penuh busa cuci piring jadi tidak bisa berbuat apa2.


" aku pengen tidur " ucap jin mencium leherku semakin dalam. " aaaah jiiin kau ini..." ucapku, jin meninggalkan kissmark disana. aku berbalik badan dan mewadah wajah jin ditanganku.


" dasar nakal" ucapku menatap jin.


" sama kamu aja aku nakal " jawab jin mencium leherku dan mengangkat aku ke sofa ruang tv. hanya nafas berat saja yang mendominasi rumah ini, jin membuatku kelelahan beberapa jam.


...~~~.....


kim seokjin


Aku meninggalkan wanitaku yang masih tertidur pulas di ranjangku, wajah kelelahan yang amat menggoda pagiku, tapi aku harus bisa menahanya, sebelum kita sama2 siap. aku mengecup keningnya dan berjalan ke kamar mandi, selesai mandi aku bersiap2 untuk menemui ayahku,


" good morning dear " ucap ku pelan dan. mengecup sekilas bibirnya,


ayahku mengancamku dengan segala hal yang berhubungan dengan grupku... aku berjalan dan mencari bibi.


" bi... aku akan keluar, tolong siapkan makanan untuknya, jangan banhunkan dia, biar dia turun sendiri saja " ucapku pada bibi.


" baik tuan " ucap bibi dan membungkukan badanya.


aku keluar rumah mengendarai mobilku menuju prusahaan ayahku. ini sangat menjengkelkan,


" aku harus menghadapi ini demi kalian, aku ngga akn biarin ayahku menghancurkan kerja keras kita selama ini " gerutuku. dan mengemudikan mobil dengan cepat. .....

__ADS_1


__ADS_2