Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 10


__ADS_3

Rega melepaskan himpitannya setelah Piran mengeluh agak sakit.


Rega pun membawa Piran masuk kedalam lalu mendudukkan Piran di sofa. Rega beralih kedapur untuk mengambil air putih.


Rega menghampiri Piran lalu menyodorkan air putih ketangannya.


"Minum dulu Pir."


Piran menegak sedikit air lalu meletakkan gelasnya diatas meja.


" Maaf ya Pir, saya udah keterlaluan sama kamu," ucap Rega dengan wajah menunduk.


Piran membelai pipi Rega, membuat Rega mengangkat kepalanya.


"Iya Re, gue nggak marah kok sama loe," ucap Piran menenangkan Rega.


" Tapi kan itu kamu tadi sakit gara-gara saya," ucap Rega sambil tangannya menunjuk ke arah milik Piran.


" Ihh nggak usah ditunjuk-tunjuk juga kali Re," jawab Piran manyun lalu menampik tangan Rega.


"Lah kan memang itu, masak saya harus nunjuk wajah kamu kan aneh. Tapi saya baru pertama ngrasain dan rasanya enak," kata Rega dengan senyum yang dibuat malu-malu.


Piran yang kesal pun langsung mencubit paha Rega.


"Auw perih Pir cubitan kamu," keluh Rega sambil mengusap-usap pahanya yang yang terlihat jadi merah.


Hari sudah terasa makin sore.


Rega melihat jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul empat. Dia pun membereskan buku-bukunya lalu memakai baju seragamnya kembali.


Rega duduk disofa depan tv sambil menunggu Piran yang sedang mandi.

__ADS_1


Tak berapa lama, Piran pun keluar dengan memakai celana pendek dan kaos gombrong.


" Pir saya pulang dulu ya! Udah sore nih," pamit Rega.


"Iya hati-hati yah," jawab Piran singkat sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk.


Rega pun melangkahkan kakinya keluar setelah memberikan kecupan singkat dikening Piran.


****


Dina tampak sedang melamun dikamarnya sambil memeluk guling.


Pikirannya terus memikirkan kejadian tadi siang.


Dia benar-benar tidak menyangka, kalau Rega bisa bersikap seromantis itu pada Piran. Dirinya benar-benar tidak rela, jika ada orang lain yang dekat dengan Rega apalagi sampai merebut perhatiannya.


Ya udahlah besok gue harus tanya kepastiannya sama Rega. Gue takut kalau Piran itu cuma pura-pura baik.


Gumam Dina dalam hati.


Setelah sampai disekolah, Dina langsung menuju perpus.


Dilihatnya Rega yang tengah serius membaca buku.


" Pagi Re," sapa Dina lalu duduk disamping Rega.


" Pagi juga Din. Tumben berangkat pagi?"


"Iya soalnya ada yang mau gue tanyain sama loe soal Piran."


"Emangnya ada apa Din?"

__ADS_1


"Loe serius deket sama Piran? Ya gue takut aja, kalau dia nggak tulus dan cuma pura-pura baik sama loe. Dan gue perhatiin sikap loe ama dia beda banget," jelas Dina.


"Gue percaya kok Din sama Piran dan soal sikap gue sendiri juga belum ngerti dengan perasaan gue tapi yang jelas gue ngerasa nyaman dan happy kalau dia ada didekat gue," jelas Rega sambil melihat jam tanganya yang sudah menunjukkan pukul setengah tujuh.


" Gue duluan ya Din, soalnya gue ada janji sama Piran mau sarapan bubur ayam diwarung depan sekolah," pamit Rega sambil berjalan keluar lalu berhenti lagi.


"Soal Piran, loe nggak usah kuatir Din dan makasih loe udah ngingetin gue." Rega pun meninggalkan Dina sendirian di perpustakaan yang masih enggan berdiri.


Piran tampak berlari menghampiri Rega yang sudah menunggunya didepan warung bubur ayam bang Ali.


"Pir nggak usah lari-lari nanti kalau jatuh gimana?" protes Rega khawatir.


" Hahaha ya nggak mungkin jatuhlah," ucap Piran sambil menarik tangan Rega masuk.


" Bang bubur ayam dua ya, sama teh manisnya satu aja." Rega memesan makanan untuknya dan juga Piran.


Sambil menunggu makanan datang, Rega tampak memperhatikan dua orang mahasiwa yang duduk dimeja sebelah Piran. Mereka tampak berbisik-bisik sambil melirik kagum kearah Piran.


Rega memperhatikan arah pandang mereka, dan ternyata mereka tengah menikmati paha putih Piran yang terlihat karena rok Piran yang menjadi terlihat lebih pendek saat duduk.


Rega yang kesal pun langsung menaruh tasnya diatas paha Piran.


"Ini kenapa tas loe ditaruh sini sih Re?"


"Buat nglindungi paha kamu dari tatapan cowok-cowok kayak mereka," bisik Rega sambil merangkul pinggang Piran.


"Masak iya sih," ucap Piran tak percaya.


"Pokoknya besok kamu nggak boleh pakai rok ini lagi. Ganti yang lebih panjang ya seenggaknya dibawah lutut!" ucap Rega protes.


"Iya, ini tangan loe pinggirin! Gue mau makan," kata Piran yang melihat makanannya sudah datang.

__ADS_1


Mereka pun makan bersama sambil sesekali saling suap.


bersambung...


__ADS_2