Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 53


__ADS_3

Rega membawa Piran makan sate dipinggir jalan. Rega memesan dua porsi sate ayam dan teh hangat lalu kembali kemejanya.


" Maaf ya kalau aku ngajak bu CEO makan disini. Tapi nggak masalah kan bu CEO? Kan yang penting kita berdua," goda Rega lalu tertawa.


" Iya-iya, kan yang penting berdua ama kamu walaupun udah duda,hehe..."


" Eitt jangan salah yang, duda-duda gini tapi berkualitas! Muda, tampan masih perjaka ting-ting lagi!" ujar Rega bangga.


" Hih duda perjaka, berarti nganggur terus dong!"


" Ya kan aku pengennya kamu yang ngambil keperjakaan aku yang dan aku jamin setelah kita nikah punyaku bakal jarang nganggurnya."


"Ah udah ah kok malah jadi tambah nggak jelas ngobrolnya! Oh ya tadi gimana hasil sidang kamu?"


" Oh tinggal nunggu minggu depan kok yang dan aku akan resmi jadi duda dan setelah itu aku akan nglamar kamu," kata Rega sambil menggengam tangan Piran.


Tak berapa lama pesanan mereka pun sudah datang dan segera disantap oleh mereka.


Selesai makan, Rega pun mengelap mulutnya dengan tisu .


Rega menoleh kearah Piran dan terkejut saat melihat mulut Piran yang belepotan terkena sambal kacang.


Rega pun mengambil tisu lalu mengelap mulut Piran.


" Ya ampun yang kamu kok makan sate sampai belepotan kayak gini."


"Hehe, habis satenya enak Re jadi nggak nyadar."


" Ihh kamu kok manggil aku pakai nama sih! Panggil sayang gitu dong!"


" Panggil sayangnya nanti aja kalau kamu udah resmi jadi duda," ucap Piran sambil tersenyum jahil.


" Ya deh terserah kamu! Eh yang habis ini kita ke pasar malam yuk!" ajak Rega dengan antusias yang dijawab Piran dengan acungan jempolnya.


Piran dan Rega segera meninggalkan warung sate untuk segera pergi ke pasar malam.


Rega melajukan motornya dengan santai karena hawa malam ini begitu dingin.


Setelah sekitar empat puluh menitan, Rega dan Piran sudah sampai di pasar malam. Piran turun dari motor dengan mata yang berbinar.

__ADS_1


" Wah Re tempatnya asyik banget!"


" Ya udah ayo langsung masuk, nanti didalam tambah asyik lagi," kata Rega lalu menggandeng tangan Piran untuk masuk.


Didalam Piran melihat berbagai wahana permainan dan juga para pedagang makanan, baju hingga aneka aksesoris.


Piran pun segera mengajak Rega untuk mencoba berbagai wahana permainan.


Mereka pun sempat menjadi perhatian para pengunjung lain karena mereka terlihat sangat serasi serta tampilan wajah Rega dan Piran yang tampak bening.


" Masih mau naik apalagi yang? Atau kalau nggak kita istirahat dulu aja biar capeknya ilang."


" Aku mau naik itu Re!" kata Piran sambil menunjuk wahana bianglala.


" Ya udah yuk tapi habis ini udahan ya?"


Piran pun menganggukkan kepalanya lalu menarik tangan Rega menuju wahana tersebut.


Rega dan Piran segera masuk kedalam setelah mendapat antrian.


Setelah duduk, Piran mengambil pita dari tasnya untuk mengikat rambutnya karena merasa gerah.


" Gerah Re soalnya dari tadi banyak gerak."


Setelah penuh biang lala pun mulai bergerak pelan. Piran tampak senang karna dapat melihat pemandangan malam dari atas yang penuh dengan lampu hias.


Piran menolehkan wajahnya kearah jendela sambil senyum-senyum sendiri.


Rega pun beringsut memeluk Piran dari belakang lalu menaruh dagunya dibahu Piran.


" Bagus kan yang pemandangannya?"


"Iya Re bagus banget! Aku suka deh."


Saat sudah sampai dipuncak, gerakan biang lala pun berhenti dan angin pun mulai bersemilir.


" Dingin banget yang," kata Rega lalu mengeratkan pelukannya sambil menciumi leher putih Piran.


" Re jangan gitu dong, geli nih!" ucap Piran yang merasa geli karna hembusan nafas Rega dilehernya.

__ADS_1


Piran pun membalik badannya menghadap Rega untuk berbicara pada Rega tapi Rega malah menahan tengkuk Piran dan mulai membenamkan bibirnya dibibir Piran.


Rega pun mulai memainkan bibir Piran yang manis dan kenyal.


" Buka mulut kamu sayang," kata Rega lalu melanjutkan lumatannya setelah bibir Piran terbuka.


Piran belum membalas ciuman Rega dan membiarkan Rega memainkan bibirnya.


Rega melepas bibir Piran untuk mengambil udara dan saat Rega akan menciumnya kembali, Piran pun menghentikan aksi Rega.


" Udah Re, nanti dilihat orang!" kata Piran sambil mengubah posisinya menghadap depan.


" Iya deh," jawab Rega dengan kecewa.


Biang lala pun kembali berputar dengan normal.


Setelah beberapa putaran, Piran dan Rega pun segera turun karena sudah selesai.


Begitu turun, tiba-tiba Rega menarik Piran ketempat yang sepi dan agak gelap.


" Rega, ngapain kamu ngajak aku kesini?" tanya Piran penasaran.


Tanpa menjawab, Rega langsung memepetkan Piran ketembok dan mengunci tubuhnya.


" Lanjutin yang tadi yang," kata Rega sambil menatap wajah Piran yang masih bingung.


Melihat wajah bengong Piran, Rega pun melahap bibir Piran. Piran pun mulai membalas ciuman Rega.


Mereka pun berciuman dengan cukup lama hingga menyebabkan milik Rega menjadi tegang.


Rega menempelkan miliknya yang sudah keras keperut Piran.


Piran yang menyadari ada yang menegang dibawah sana pun langsung mendorong badan Rega.


" Udah ah yang, kamu mau kita ditangkap hansip? Kita pulang aja ya udah capek."


" Halah padahal lagi asyik yang, udah on lagi!"


Piran yang kesal pun langsung mencubit pinggang Rega karna selalu berpikir mesum.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2