Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 6


__ADS_3

Piran terus memperhatikan Rega yang tengah meracik beberapa mangkuk mie ayam. Wajahnya yang menunduk terlihat serius poni rambutnya pun tampak menutupi dahinya benar benar terkesan seksi.


Piran segera menghentikan lamunannya saat beberapa remaja putri seusianya tampak memesan mie ayam dengan suara yang menggoda.


Piran yang melihatpun jadi malas apalagi Rega malah bersikap ramah kepada mereka.


Dasar si Rega malah keliatan seneng digodain kayak gitu.


Selesai meracik mie ayam Rega pun menyajikannya kepada para pelanggan. Terakhir Rega menaruh semangkuk mie dimeja Piran.


"Ayo dimakan mienya ni spesial buat kamu saya banyakin ayamnya. Ayo dicobain saya jamin ini makanan higienis".


" Iya gue makan awas ya kalau nggak enak"kata Piran lalu mulai menyumpit mienya.


Melihat Piran yang sudah mulai makan Rega pun berlalu kebelakang lalu kembali dengan membawa jus jeruk.


" Ini Pir minumnya" kata Rega lalu ikut duduk disebelah Piran.


" Loe nggak makan Re masak gue makan sendiri".


"Saya udah makan kok tadi dirumah Dina" jawab Rega santai.


"Ihh loe ya enak enak makan didalam sama Dina sementara gue udah hampir karatan nungguin loe" kata Piran sebal.


"Lah kan kamu sendiri yang ngeyel nggak mau diajak masuk. Lagian nggak enak kalau saya nggak makan kan udah disiapin sama bik Nunung".


Piran pun berdecak pelan lalu kembali melanjutkan makannya yang hampir habis.

__ADS_1


Selesai makan Piran mengusap mulutnya dengan tissu basah lalu meminum jus jeruknya.


" Kok diem aja marah ya?"


"Dah yuk pulang gue anterin" Piran langsung menarik tangan Rega.


"Ehh bentar Pir saya pamit dulu sama pak Hadi sekalian ijin".


Rega menghampiri Pak Hadi yang sedang duduk sambil menunggui meja kasirnya.


" Pak saya pamit dulu dan maaf hari ini saya ijin dulu" kata Rega tak enak hati sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Iya nggak apa apa. Oh ya Re selain cantik pacar kamu juga posesif ya? "kata Pak Hadi dengan tawanya.


" Ehmm dia bukan pacar kok pak cuma teman sekolah".


" Lama banget sih Re pamitnya kayak mau perpisahan aja".


Merekapun masuk kedalam mobil dan keheningan pun terjadi.


" Kenapa sih Pir kamu beneran marah ya?"


"Loe seneng ya part time disana trus digodain cewek cewek" kata Piran bersu gut- sungut.


" Ya kan namanya juga pelayan Pir bukannya kita harus ramah sama pembeli" jawab Rega dengan dahi berkerut.


" Iya ramah boleh aja Re tapi loe juga jangan diem aja kalau ada yang nyolek nyolek loe".

__ADS_1


Rega hanya meresapi perkataan Piran dia merasa seperti seorang pacar yang sedang dicemburui.


" Kamu lagi nggak cemburu kan Pir" .


"Nggg nggak gue nggak cemburu"kata Piran agak gagap.


Duh kenapa malah gue jadi lepas kontrol sih. Masak iya gue cemburu tapi gue sebel banget lihat Rega digodain apalagi dicolek -colek juga.


" Ya udah kita langsung pulang aja".


Saat Piran akan melajukan mobilnya Rega segera menahan tangan Piran.


" Saya jalan aja rumah saya udah deket kok masuk gang kecil sana. Ya udah saya turun ya hati hati dijalan" kata Rega sambil mengusap-usap kepala Piran.


Setelah Rega menghilang dari pandangannya tiba tiba Piran tersenyum sendiri sambil membelai rambutnya yang dipegang Rega tadi.


Sama halnya dengan Piran,Rega pun mengelus-elus tangannya yang digandeng Piran.


Rega bisa merasakan kehalusan kulit Piran yang menyentuhnya.


Rega pun mengusap kasar wajahnya dengan senyum yang ditahan.


berdambung...


Mohon dukungan ya readers dengan like, vote dan komentar ke karyaku.


Makacih...

__ADS_1


__ADS_2