Dendam Dan Benci Berubah Cinta

Dendam Dan Benci Berubah Cinta
bab 28


__ADS_3

Tak terasa tiba juga hari pernikahan Rega dan Dina. Rega tampak sangat tampan dalam balutan baju tradisional. Rega tersenyum miring sambil menatap dirinya dicermin. Dia meraih foto Piran sambil membelainya. Tampak Rega yang menahan rindu dengan Piran.


Piran, aku benar -benar merindukan kebersamaan kita. Aku kangen dengan tingkah manja kamu yang menggemaskan . Sebentar lagi aku akan sah jadi suami Dina, meskipun aku nggak merelakan hati dan ragaku untuk Dina. Kamu udah berhasil merebut semua perasaan cintaku Pir.


"Re ayo berangkat! Semua udah siap nih!" panggil bu Asih.


"Ya Bu, ini aku juga udah siap!" Rega kaget mendengar panggilan ibunya kemudian meletakkan foto Piran dengan hati-hati.


Rega beserta keluarganya segera berangkat menuju rumah Dina dengan menggunakan mobil jemputan dari pak Wahid. Selama perjalanan, Rega hanya diam sambil menatap jalanan lewat jendela. Bu Asih yang melihat kegusaran anaknya pun mencoba menenangkannya.


"Kamu kenapa nak? Apa kamu merasa tegang sampai membuat kamu gelisah?" tanya bu Asih sambil mengusap punggung Rega.


"Aku hanya sedih Bu, karna telah membuat Piran sakit hati dan kini dia sudah jauh bu," kata Rega sendu.

__ADS_1


"Ibu paham perasaan kamu nak. Kamu sudah memutuskan untuk menikahi Dina apalagi Dina tengah mengandung anak kamu. Cobalah terima dan hargai Dina yang sebentar lagi jadi istri kamu." Asih mencoba menasehati anaknya.


Rega yang mendengar nasehat ibunya pun hanya diam dan kembali menatap jalanan.


****


Dirumah Dina menampakkan suasana yang masih sibuk. Ruang tamunya pun tampak sudah disulap dengan dekor yang cantik dan banyak hiasan bunga. Beberapa kursi dan sebuah meja besar pun sudah ditata rapi untuk proses ijab qobul.


Rega didudukkan dihadapan penghulu dengan Dina yang ada disebelahnya. Pak penghulu pun segera menikahkan mereka hingga kata sah keluar dari para saksi dan diakhiri dengan doa untuk pengantin.


Acara pun langsung dilanjutkan dengan acara resepsi sederhana yang hanya dihadiri kerabat dan para tetangga. Diantara para tamu ada dua sosok gadis yang sedang berdiri diantara para undangan. Mereka hanya melihat pasangan pengantin baru dari jauh tanpa ada niat mendekat untuk mengucapkan selamat secara langsung. Ya dua gadis itu adalah Silvi dan Mona yang sengaja diundang oleh Dina.


"Gue nggak nyangka semua berakhir kayak gini. Bahkan gue lihat Piran sama Rega udah kayak lem yang nggak terpisahkan," ucap Silvi.

__ADS_1


"Gue juga, apalagi Piran langsung maen pergi gitu aja tanpa pamit dan crita kekita. Apa loe percaya kalau Rega memperkosa Dina dalam keadaan mabuk?" tanya Mona menatap Silvi.


" Gue nggak tahu Mon! Apalagi kita nggak mengenal dekat mereka. Ya semoga aja Piran disana baik-baik aja. Oh ya, dia minta dikirimi foto pernikahan Rega setelah gue kasih tahu," jawab Silvi sambil mendekat kearah Rega untuk memfotonya diam diam.


Sementara itu, diatas pelaminan tampak Dina yang sangat bahagia. Dia terus saja bergelayut manja dilengan Rega. Rega sebenarnya risih tapi dia terpaksa membiarkannya karena takut dilihat orang tua dan mertuanya apabila menampik tangan Dina.


Dina terus mengembangkan senyumnya sambil menatap kearah Rega.


"Mas aku bahagia banget hari ini karena hari ini hari bersejarah untuk kita."


Rega hanya menanggapi Piran dengan senyuman tipis. Dia hanya berharap semoga pesta ini cepat berakhir. Dirinya benar-benar tidak tahan dengan Dina yang terus mendempelnya.


bersambung...

__ADS_1


__ADS_2