
Setelah melakukan perpisahan dengan wanita kesayangannya, Rega kembali pulang dengan langkah gontai. Tapi Rega tetap bersyukur dia masih diberi kesempatan bertemu Piran walau hanya 1 hari. Dari kejauhan Rega melihat Dina yang sedang menjemur baby Arfa di teras rumah. Dina yang melihat kepulangan suaminya pun langsung tersenyum lebar padahal Rega hanya meninggalkannya semalam saja.
"Mas kamu udah pulang? Aku buatin minum dulu Mas." Dina beranjak dari duduknya tapi langsung ditahan Rega.
"Nggak usah Din, tadi aku udah minum dan sarapan. Kamu mandi aja dulu biar aku yang gantiin ngurus Arfa."
"Iya Mas," jawab Dina yang merasa mendapat perhatian.
"Ya udah aku ganti baju dulu," kata Rega lalu masuk kedalam untuk berganti pakaian.
Rega menghampiri Dina lalu mengambil Arfa untuk digendongnya. Rega menimang-nimang Arfa sambil bersenandung lirih tapi itu malah membuat Arfa menggeliatkan tubuh kecilnya itu.
"Kenapa sayang udah bosen berjemurnya? Ya udah kita masuk ya nanti Ayah pakaiin baju kamu."
Rega menidurkan Arfa diranjang lalu mengambil baju ganti untuk Arfa tak lupa ia memakaikan minyak telon dan bedak bayi pada Arfa. Terakhir Rega membedong Arfa agar Arfa merasa hangat. Rega mencium lembut kening dan pipi Arfa yang masih terasa sangat halus itu.
__ADS_1
"Ehmm Arfa udah wangi dan ganteng! Sekarang kita bobok lagi ya sayang, Ayah masih ngantuk." Rega memposisikan tidurnya disebelah Arfa tapi tak memeluknya karna takut nanti malah menyakiti badan Arfa.
Dina yang sudah selesai mandipun masuk kamar dan hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya. Dina tersenyum melihat suami dan anaknya tidur bersama. Perlahan Dina mendekati Rega lalu ikut tidur disamping Rega sambil tangannya memeluk Rega. Dina tersenyum sendiri karena dia menyentuh suaminya dengan harus sembunyi-sembunyi. Tak berapa lama mereka pun tertidur. Tiba'tiba mereka terbangun dengan suara tangisan Arfa.
Oek oek oek...
Dinapun segera berdiri dan mendekati Arfa. Dina melepas handuknya lalu memberikan asinya pada Arfa. Rega yang melihatnya pun hanya geleng geleng kepala.
"Kenapa Mas ngliatin aku kayak gitu?" tanya Dina malu karna merasa dipandangi oleh suaminya.
"Ehmm tadi aku rasanya ngantuk banget Mas ,jadi belum pakai baju malah udah ketiduran," jawab Dina beralasan.
" Lain kali langsung pakai baju jangan seperti ini lagi. Kalau kamu jadi masuk angin nanti Arfan bisa tertular juga karena dia Asi," jelas Rega yang membuat Dina sedikit kecewa.
Rega beranjak dari tidurnya lalu berjalan kekamar sebelah untuk belajar karena dia merasa sudah tak mengantuk lagi. Rega mengambil foto Piran lalu tersenyum sambil membelai wajah Piran difoto.
__ADS_1
Sayang terima kasih atas pertemuan yang indah ini. Semoga kelak doa kita aķan terkabul. Hati -hati semoga selamat sampai tujuan**.
Rega mengembalikan foto itu ketempatnya dan memulai lagi acara belajarnya. Setelah selesai membaca buku-bukunya Rega segera merapikan meja belajarnya lalu keluar kamar. Dilihatnya Dina yang masih memasak makan siang untuknya. Terkadang timbul rasa bersalah pada diri Rega tapi sungguh hingga detik ini pun dia tetap tak bisa mencintai Dina. Rega tetap menyayangi Dina tapi sebagai sahabat bukan sebagai wanitanya. Rega berjalan menghampiri Dina lalu membantunya memasak.
"Udah Mas biar aku aja yang selsein."
"Nggak apa-apa Din aku bantuin, lagian kan hari ini aku lagi libur. Oh ya mending kamu kekamar aja Din temani Arfa nanti kalau udah siap semuanya aku panggil buat makan," kata Rega lalu tersenyum.
"Ya udah deh Mas, kalau gitu aku kekamar dulu," pamit Dina dengan hati gembira karna sudah lama Rega tak memberikan senyum untuknya. Rega memandangi Dina hingga Dina sudah tak terlihat dibalik pintu.
Maafin aku Din, semoga suatu saat kamu akan menemukan lelaki yang mencintaimu dan aku berharap walau kita berpisah nanti kita bisa jadi sahabat seperti dulu.
Rega pun bangun dari lamunannya dan kembali melanjutkan memotong sayuran untuk dimasak.
bersambung...
__ADS_1